Problem logis anda benar sebagian tetapi tidak sepenuhnya benar, benar bahwa Rusia tidak ikut secara langsung perdagangan budak dari Afrika tetapi tetap ada perbudakan di Rusia. Rusia telah menghapus perbudakan th 1700an lebih cepat dari US lebih dari 1 abad, tetapi sayangnya, sesuai laporan Moscow Times saat ini ada lebih dari 1 juta orang rusia jadi korban perbudakan modern "Over 1 Million Russians Are Modern Slaves — Report". Jadi kalau problem logis anda perbudakan 200-300an tahun yg lalu problem logis anda benar, tetapi kalau anda lihat masa kini dalam hal HAM ataupun Civil Rights problem logis anda tidak benar. Kelihatannya anda berpendapat karena Obama adalah keturunan Afrika maka sebagai presiden harus melihat darah nenek moyangnya dan policynya harus menguntungkan Afrika dan mereka yg membantu Afrika, dgn kata lain kesetiaan atau loyalty harus melihat basis keturunan. Terus terang saja paradigma anda itu kuno dan harus direvisi, saya beri contoh selama puluhan tahun orang Tionghoa di Indonesia di diskriminasi dalam masalah kewarganegaraan dan selalu dipandang dgn curiga dgn argumen "kesetiaan" akankah setia pada Indonesia atau pada Tiongkok? pertanyaan2 itu selalu dikumandangkan utk membenarkan pendiskriminasian itu, hal itu bahkan tertera dalam UU, jadi disini diskriminasi secara sistematis. Baiknya saat sekarang banyak yg telah direvisi. Pada dasarnya itulah pandangan anda thd Obama sebagai presiden US karena keturunan Afrika. Obama adalah presiden Amerika, maka sudah seharusnya policy LN-nya harus mengutamakan kepentingan AS, baik anda setuju atau tidak tetapi memang itulah yg seharusnya. Sedemikian juga WNI keturunan Tionghoa, sebagai WN loyaltynya tentu kenegara sesuai warga negaranya, hal ini tidak perlu diragukan dan dilihat dgn pandangan skeptis. Seandainya ada presiden Indonesia keturunan Tionghoa nantinya, maka policy beliau tidak perlu melihat garis keturunan tetapi harus yg terbaik utk kepentingan Indonesia. Semoga hal sederhana seperti ini bisa anda pahami. Tentang Marshal Green, John Stockwell, siapapun yg jadi presiden AS ya tidak akan mengubah sejarah adanya Marshal Green dan John Stockwell dan CIA. Seribu tahun kedepan-pun kalau menoleh kebelakang ya Marshal Green dan John Stockwell tetap ada. Cuman seperti saya katakan sebelumnya, apa relevansinya dgn Obama?
---In [email protected], <yskp45@...> wrote : Kelihatannya perlu disini sedikit keterangan, yang seharusnya tidakdiperlukan: Obama tentu bukan "Kunta-Kinte"secara Fisik, hanya didalam seluruh perjalanan Sejarah Perbudakan dan Rasisme di USA sampai hari ini, Obama ingin atau tidak ingin, sebagai salahseorang Manusia USA terlibat didalamnya proses antagonisme yang berjalan dalam masyarakat USA.tersebut. Atau Obama sebagai pejuang melawan rasisme dan Perbudakan seperti Martin-Luther King, Angela Devis,etc.atau sebaliknya, dengan caranya sediri penunjang/peluku keduanya. Dalam contex ini, saya ajukan satu peroblem Logis "Seluruh Sejarah Kenegaraan Russia, apapun bentuknya, tidak ada satupun Tentara Russia yang merampok Manusia Afrika (ethnologis disebut Negro)dan dijual sebagai Budak ke Europa atau ke Amerikan. Malah sebaliknya, satu-satunya negara didunua ini yaitu Uni Sowyet(Russia) yang membantu Rakyat Kulithitam Afrika untuk penbentukan Negara Nasional yang Merdeka dengan Hak-Hak Kemanusian yang sama dengan Bangsa lainnya. Kita Kenal Nama Nurere, Kwameh Nkrumah, etc. Apa yang dibikin oleh Obama? Negara dan Bangsa Russia yang membantu Nenekmoyang Obama di Afrika, dipaksakan kontradiksi yang antagonis, sampai suatu konflik Militer antara USA vs Russia Tetapi "Kunta-Kinte" melawan Rasisme, Perbudakan dan Perampokan Manusia. Marshal Green-Duta Besar USA di Jakarta, John Stockwell - Petugas CIA, yang selamanya hadir pada setiap pembunuhan atas Pimpinan-Pimpinan PKI yang dilakukan para jendral TNI, itu adalah Facta Sejarah, yang banyak ditulis di Arena Internasional. Disini tidak ada yang harus diterangkan. -------------------------------------------- Pada Kam, 12/1/17, Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected]> menulis: Judul: Re: [GELORA45] CIA Amerika Serikat Identifikasi Pejabat Rusia Peretas Data Pemilu AS Kepada: "Yahoogroups" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 12 Januari, 2017, 11:19 PM Sekedar tambahan sedikit, Barack Obama Sr. bukanlah anak keturunan "kunta-kinte" dalam arti keturunan budak beliau datang sebagai pelajar di Hawaii utk kemudian melanjutkan di Harvard. Selain slavery sudah dihapus lama sekali th 1865 juga segregation di-outlaw oleh Supreme Court th 1954 kemungkinan besar Obama Sr. tidak pernah merasakan tidak bisa masuk restoran utk white only. Jaman presiden Obama dgn Kunta-Kinte sangatlah berbeda sekali. Dalam hal Obama bukan Kunta-Kinte anda benar dan itu sudah pasti sungguhpun aneh juga dalam kaitan apa hal ini diutarakan. Presiden Obama lahir th 1961, pada waktu pembunuhan massal 1965 itu baru berusia 4 th masih balita, bisa dipastikan beliau tidak terlibat apalagi memerintahkan CIA John Stockwell mengatur strategy pembunuhan massal itu. Pengkaitannya terlalu dipaksakan. ---In [email protected], <yskp45@...> wrote : Terimakasih Bung Sunny,mengingatkan penulis Besar Alex Haley. Masalahnya yalah,Obama tidakmau melihat,bahwa dalam seluruh sejarah Russia tidak ada penjualan Budak,yang dirampok dari Afrika,seperti pra, pra nenekmoyang Obama, yang dirampok oleh Kaum Kolonial Europa ( Inggeris, Perancis, Spanyol, Potugal, Jerman, Belgia, etc) dan dijual seperti Binatang di Amerika.1956 Obama harus melihat, bahwa bapaknya tidak bisa masuk restourant,karena for wtihe man only. Disaat-saat fungsinya sebagai Presiden USA berakhir, Obama mencoba memobilisasi seluruh kekuatan USA, terutama CIA untuk membantu Merkel, memusuhi Russia, sampai dengan meletakkan Divisi tank dengan 4000 USArmy di Polandia.Obama lupa akan "Roots" dan membiarkan dirinya diperbudak oleh Persatuan Mopolkapital, yang menguasai "Demokrasi" di USA. By the way, CIA ( John Stockwell, petugas CIA)adalah pengatur strategi pembunuhan Massal di Indonesia September 1965,yang dimulai dengan pemberian 5000 Nama-Nama Pimpinan PKI diseluruh Indonesia oleh Duta Besar USA, Marshal Green kepada Jendral TNI, untuk dilikwidasi habis alias dibunuh dan Para Jendral TNI mengenal John Stockwell dengan baik. -------------------------------------------- Pada Sel, 10/1/17, Sunny <ambon@...> menulis: Judul: Re: [GELORA45] CIA Amerika Serikat Identifikasi Pejabat Rusia Peretas Data Pemilu AS Kepada: "DR. Alexander Tjaniago" <yskp45@...>, [email protected], jonathangoeij@... Tanggal: Selasa, 10 Januari, 2017, 1:08 AM Tentang Kunta-kinte bisa dibaca dalam buku “Roots” karangan Alex Haley. Telah dibuat film oleh Hollywood From: mailto:[email protected] Sent: Monday, January 9, 2017 7:42 PM To: [email protected] ; jonathangoeij@... Subject: Re: Bls: [GELORA45] CIA Amerika Serikat Identifikasi Pejabat Rusia Peretas Data Pemilu AS "Kunta-Kinte" adalah nama seorang Budak ,yang memimpin pemberontakan melawan tuan Budak diperkebunan Kapok di Alabama. ( sekitar akhir tahun 1960an pernah di Film made in Holywood) -------------------------------------------- Pada Ming, 8/1/17, jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected]> menulis: Judul: Re: Bls: [GELORA45] CIA Amerika Serikat Identifikasi Pejabat Rusia Peretas Data Pemilu AS Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 8 Januari, 2017, 8:42 PM apa itu "kunta-kinte?" ---In [email protected], <yskp45@...> wrote : Obama bukan "Kunta-Kinte", yang melawan Perbudakan dan Rasialisme, melainkan seorang yang mempromosi "Perang Lokal", seperti di Afghanistan, Iraq, Libya, Suriah, Ukraina, dll. atau kemungkinan "Perang Besar" antara USA versus Russia, seperti provokasi Obama-Administration yang terlihat sekarang, baik dengan memaksakan Negara-Negara EU untuk membangun Basis Militer USA di perbatasan Russia, seperti persiapan USA akan meletakan l Divisi Tank dengan 4000 Sedadu USA di Polandia dan Issu yang takmasuk diakal Manusia Normal yang mampu berfikir, bahwa Russia mempengaruhi jalan Pemilihan Presiden USA, Kebohongan yang membentuk Opini untuk anti-Russai dan Perang melawan Russia. Bahwa hal tsb. akan membahayakan existensi Dunia/Kontinen ini secara keseluruhana, buat Obama bukanlah suatu masalah, Obama bukan "Kunta-Kinte" yang melawan perbudakan dan Rsialisme di USA. Obama meresiko segala kemungkina Konflikt Militer dengan Russia untuk mempertahankan Merkel/Kanzlerin Deutschland pada kekuasaan Negara dan kekuasaan German atas EU yang berarah anti-Russia, seperi Hitler. Dunia dan Umatmanusia kini berada dalam bahaya yang memungkinkan penghancuran Kemanusiaan. --------------------------------------------
