Seperti yang saya katakan sebelumnya  "Truth is in the eye of the beholder".   

Bimo Petrus Anugerah/BPA melihat Tuhannya dengan matanya. Ini belum tentu 
benar. Ini anggapannya yang benar.

 

BPA: Bapa Kami yang ada di surga

Engkaulah Allah yang memihak orang melarat, bukan pada orang yang gila harta 
Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang 
yang gila kuasa Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan 
pada orang yang gila hormat

 

Nesare: Tuhan itu cinta dan memihak semua orang bukan yang melarat, tertindas 
dah hina saja melainkan semua manusia termasuk mereka yang bersalah dan 
berdosa. Dia tidak memandang manusia dalam bentuk SARA dll. Dia mencintai semua 
ciptaannya. Dia maha pengasih.

 

BPA: Dimuliakanlah Nama-Mu

di antara para petani, yang menggarap sawah-sawah tergadai di lingkungan para 
buruh, yang harus berteduh di gubuk kumuh di kalangan anak asongan, yang harus 
mandi di sungai tercemar di antara rakyat kecil, yang tergusur demi suksesnya 
pembangunan Datanglah kerajaan-Mu yakni dunia baru, yang berlandaskan cinta 
kasih yang berhaluan kebebasan yang bertatanan keadilan.

 

Nesare: bukan hanya petani, buruh, anak asongan, rakyat kecil saja memuliakan 
namaNya, tetapi semua manusia ciptaanNya memuliakan namaNya. Kerajaan Allah itu 
bukan dunia baru. Kerajaan Allah itu adalah kerajaan yang berdasarkan kehendak 
Allah yang penuh dengan cinta kasih tidak memandang SARA dll.

 

BPA: Jadilah kehendak-Mu di atas bumi

untuk memberi makan pada yang lapar untuk memberi minum pada yang haus untuk 
memberi tumpangan pada para pendatang untuk memberi pakaian pada yang telanjang 
untuk melawat mereka yang sakit untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara 
untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan

 

Nesare: kehendak Allah bukan memberi makan, minum, tumpangan, pakaian, 
kesehatan dan keadilan. Kehendak Allah itu ada 2: kehendak ketetapan Allah yang 
berdaulat artinya Allah berkuasa/berdaulat atas segala yang ada didunia ini; 
dan kehendak Allah yang banyak dilanggar manusia termasuk BPA yang menulis 
kehendak Allah dari segi pandangan kirinya.

 

BPA: Seperti di dalam surga

yang berpihak pada rakyat kecil yang mengutuk segala bentuk intimidasi yang 
menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat yang membongkar segala praktik 
bisnis tanpa moral yang membongkar segala praktik penyalahgunaan kekuasaan

 

Nesare: rakyat kecil, intimidasi, pembodohan masyarakat, praktis bisnis, moral, 
kekuasaan itu didunia. Di surga tidak ada.

 

BPA: Berilah kami rejeki pada hari ini

agar kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu agar kuat dan pantang 
mundur dalam melawan budaya takut agar kuat dan berani melawan budaya pakewuh

 

nesare: minta kekuatan, melawan takut itu bukan minta rejeki. itu mintanya 
lebih dari rejeki. Minta rejeki dalam doa kepada Allah itu tidak mengklausulkan 
sesuatu artinya apapun yang diberikan oleh Allah harus diterima manusia 
termasuk: tidak dikasih, penderitaan dan kesengsaraan maupun kematian. Jadi 
rejeki yang diberikan oleh Allah itu bukan seperti yang dimintakan oleh 
peminta2/pengemis.

 

BPA: Dan ampunilah kesalahan kami

karena kami diam, ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil karena 
kami bungkam, ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf ketika kami 
bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah karena kami acuh, ketika 
rakyatkecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota

 

nesare: orang yang minta maaf dan minta ampun tidak akan marah, dendam apalagi 
melakukan kekerasan. Masalah hutan dibabat, rumah dan lading digusur, sawah2 
dirampas itu adalah ulah manusia. Uruslah diri sendiri dengan baik karena 
kehidupan telah diberikanNya.

 

BPA: Seperti kami pun mengampuni

mereka yang bersalah pada rakyat melalui sisitem pembodohan nasional sehingga 
rakyat hanya mampu berkata “ya, ya, dan ya”

 

nesare: bagus kalau sudah bisa mengampuni mereka yang bersalah. Ini teologi 
katholik dalam doa ini.

 

BPA: Janganlah masukan kami ke dalam percobaan

sehingga kami ikut melakukan kekerasan, seperti mereka yang tidak mengenal 
Tuhan sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik, tanpa kami sendiri 
bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab sehingga kami berpihak dan 
membantu orang kecil, tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan 
manipulasi

 

nesare: bagus kalau sudah bisa tahu tidak boleh melakukan kekerasan. Kritik 
boleh dilontarkan tetapi kritik harus kesemua manusia yang berbuat salah, bukan 
kepada orang besar/kaya karena banyak orang besar/kaya yang baik.

 

BPA: Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat

Yakni pikiran untuk memonopoli kekayaan alam Perkataan untuk memanipulasi 
pendapat umum Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat

 

Nesare: benar. Jangan berbuat jahat. Punya niat jahat saja sudah salah apalagi 
berbuat jahat. Cintailah sesamamu. Jangan memilah2 mereka dalam kotak2: kaya 
miskin, tinggi pendek, ganteng jelek, kulit hitam kulit putih, orang barat 
orang timur, orang Indonesia orang arab….dst…dst…

 

 

Nesare

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 1, 2017 7:39 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>
Cc: Jonathan Goeij <[email protected]>; Lusi.D <[email protected]>; 
Roeslan <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Rachmat 
Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Harry 
Singgih <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar 
Sitompul <[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg 
<[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Marsiswo 
Dirgantoro <[email protected]>; Billy Gunadi <[email protected]>; 
[email protected]; Mang Broto <[email protected]>; [email protected]; 
Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] <[email protected]>; 
C. Manuputty <[email protected]>; [email protected]; Oman 
Romana <[email protected]>; [email protected]
Subject: [GELORA45] Doa Bapak Kami

 

  

 

Doa Bapa Kami

Digubah oleh Bimo Petrus Anugerah...

Bapa Kami yang ada di surga

Engkaulah Allah yang memihak orang melarat, bukan pada orang yang gila harta 
Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang 
yang gila kuasa Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan 
pada orang yang gila hormat

Dimuliakanlah Nama-Mu

di antara para petani, yang menggarap sawah-sawah tergadai di lingkungan para 
buruh, yang harus berteduh di gubuk kumuh di kalangan anak asongan, yang harus 
mandi di sungai tercemar di antara rakyat kecil, yang tergusur demi suksesnya 
pembangunan Datanglah kerajaan-Mu yakni dunia baru, yang berlandaskan cinta 
kasih yang berhaluan kebebasan yang bertatanan keadilan

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi

untuk memberi makan pada yang lapar untuk memberi minum pada yang haus untuk 
memberi tumpangan pada para pendatang untuk memberi pakaian pada yang telanjang 
untuk melawat mereka yang sakit untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara 
untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan

Seperti di dalam surga

yang berpihak pada rakyat kecil yang mengutuk segala bentuk intimidasi yang 
menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat yang membongkar segala praktik 
bisnis tanpa moral yang membongkar segala praktik penyalahgunaan kekuasaan

Berilah kami rejeki pada hari ini

agar kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu agar kuat dan pantang 
mundur dalam melawan budaya takut agar kuat dan berani melawan budaya pakewuh

Dan ampunilah kesalahan kami

karena kami diam, ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil karena 
kami bungkam, ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf ketika kami 
bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah karena kami acuh, ketika 
rakyatkecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota

Seperti kami pun mengampuni

mereka yang bersalah pada rakyat melalui sisitem pembodohan nasional sehingga 
rakyat hanya mampu berkata “ya, ya, dan ya”

Janganlah masukan kami ke dalam percobaan

sehingga kami ikut melakukan kekerasan, seperti mereka yang tidak mengenal 
Tuhan sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik, tanpa kami sendiri 
bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab sehingga kami berpihak dan 
membantu orang kecil, tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan 
manipulasi

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat

Yakni pikiran untuk memonopoli kekayaan alam Perkataan untuk memanipulasi 
pendapat umum Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat

Amin.



Kirim email ke