Bukan asumsi, tapi kenyataan yang saya lihat di dunia ini. Sudah tentu bicara 
tentang "kenyataan", anda dan saya juga berbeda. Kenyataan yang anda lihat 
sebagian besar datang dari mainstream media borjuis yang menguasai dunia 
komunikasi. Dan kenyataan itu dipandang dan dianalisa dari ideologi anda yang 
bertentangan dengan ideologi saya. Sedangkan saya, di samping mainstream media 
borjuis, punya akses kepada "kenyataan" yang disembunyikan atau diputar balik 
oleh mainstream media itu. Orang yang bagi saya pejuang, buat media barat dan 
reaksioner adalah teroris. Begitu juga dengan organisasinya. Organisasi yang 
bagi saya organisasi revolusioner, bagi  media barat dan reaksioner organisasi 
teroris!!! Sebaliknya organisasi atau partai yang bagi saya revisionis, bagi 
media barat organisasi yang menguntungkan mereka karena meredam perjuangan 
rakyat dan diperlakukan dengan baik, tidak dianggap teroris dan tidak 
dikejar-kejar. Tahukah anda tentang gerakan rakyat di Paraguay, di Mexico, 
Colombia, Guatemala, Honduras, Libia, Republik Donets dan Lugans di Ukraina, 
Argentina, Chile etc.... Tahukah anda bahwa kaum tani juga dikriminalisasi, 
disiksa dan dijebloskan ke penjara di Guatemala, Mexico, Paraguay, Argentina 
bahkan di negeri eropa barat seperti Spanyol!!???Mengapa kalau semua manusia 
sama, negeri-negeri eropa barat pasang pagar tinggi-tinggi berkawat listrik 
untuk menghadang kaum imigran yang lari dari negerinya yang hancur karena 
perang agresi imperialis???.... Ah sudahlah panjaaaaang ceritanya....dan banyak 
argumentasi dan fakta ,, tapi saya tidak punya waktu untuk menampilkan semuanya 
di sini. 

    On Wednesday, March 1, 2017 3:33 PM, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:
 

     Bung berasumsi kekerasan dimulai dari yang berkuasa. Ini pendapat 
bung.Saya berpendapat lain: kekerasan bisa dimulai oleh siapa saja dari yang 
miskin, kaya, punya kekuasaan, tidak punya kekuasaan, orang barat orang timur, 
ganteng jelek, islam budha hindu, tinggi rendah dll.  Saya mampu melihat 
kekerasan bisa dimulai dari yang kaya dan yang punya kekuasaan.Bung tidak mampu 
melihat kekerasan bisa dimulai dari yang miskin.Ini bedanya kita. Bukan masalah 
kelas. Marx bisa mampu melihat ini. 3 kelasnya itu adalah kemampuannya dalam 
melihat perbedaan dalam kotak2 ini. Marx mengakuinya tapi bung tidak. walaupun 
marx tidak setuju dengan mereka dan cendrung utk menghancurkan mereka, tetapi 
marx menulis bahwa mereka itu ada. Bung tidak mampu melihat adanya 2 kelas yang 
lain itu. Kalau bung mampu melihat 2 kelas yang lain itu, bung tidak akan bisa 
menulis:    
   - PIkirlah dari perspektif rakyat bukan dari perspektif konglomerat!!!; 
   - Dan kekerasan pertama- tama datang dari mereka yang berkuasa karena 
merekalah yang memiliki alat kekerasan.
  Nesare    From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 1, 2017 8:42 AM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Doa Bapak Kami    Sekali lagi kalau saya bertolak dari 
analisa kelas! Dan sudah tentu semua hal ihwal dilihat dari ideologinya 
masing-masing! Dan kekerasan pertama- tama datang dari mereka yang berkuasa 
karena merekalah yang memiliki alat kekerasan.....Orang yang di bawah 
menggunakan kekerasan untuk membela diri dari kekerasan yang dipaksakan kepada 
mereka...Rakyat kecil tidak punya mesin kekerasan, atau senjata canggih!!  Wiji 
Tukul bilang: Lawan! Bentuk perlawanan macam-macam...Yang jelas saya tidak mau 
mengulangi pengalaman 65, menyerahkan leher dengan suka rela untuk digorok para 
algojo!!!  On Wednesday, March 1, 2017 2:30 PM, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:    Seperti yang saya katakan sebelumnya  
"Truth is in the eye of the beholder".   Bimo Petrus Anugerah/BPA melihat 
Tuhannya dengan matanya. Ini belum tentu benar. Ini anggapannya yang benar. 
BPA: Bapa Kami yang ada di surgaEngkaulah Allah yang memihak orang melarat, 
bukan pada orang yang gila harta Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang 
yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa Engkaulah Allah yang berbelas 
kasih pada orang yang hina, bukan pada orang yang gila hormat Nesare: Tuhan itu 
cinta dan memihak semua orang bukan yang melarat, tertindas dah hina saja 
melainkan semua manusia termasuk mereka yang bersalah dan berdosa. Dia tidak 
memandang manusia dalam bentuk SARA dll. Dia mencintai semua ciptaannya. Dia 
maha pengasih. BPA: Dimuliakanlah Nama-Mudi antara para petani, yang menggarap 
sawah-sawah tergadai di lingkungan para buruh, yang harus berteduh di gubuk 
kumuh di kalangan anak asongan, yang harus mandi di sungai tercemar di antara 
rakyat kecil, yang tergusur demi suksesnya pembangunan Datanglah kerajaan-Mu 
yakni dunia baru, yang berlandaskan cinta kasih yang berhaluan kebebasan yang 
bertatanan keadilan. Nesare: bukan hanya petani, buruh, anak asongan, rakyat 
kecil saja memuliakan namaNya, tetapi semua manusia ciptaanNya memuliakan 
namaNya. Kerajaan Allah itu bukan dunia baru. Kerajaan Allah itu adalah 
kerajaan yang berdasarkan kehendak Allah yang penuh dengan cinta kasih tidak 
memandang SARA dll. BPA: Jadilah kehendak-Mu di atas bumiuntuk memberi makan 
pada yang lapar untuk memberi minum pada yang haus untuk memberi tumpangan pada 
para pendatang untuk memberi pakaian pada yang telanjang untuk melawat mereka 
yang sakit untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara untuk memperjuangkan 
hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan Nesare: kehendak Allah bukan memberi 
makan, minum, tumpangan, pakaian, kesehatan dan keadilan. Kehendak Allah itu 
ada 2: kehendak ketetapan Allah yang berdaulat artinya Allah berkuasa/berdaulat 
atas segala yang ada didunia ini; dan kehendak Allah yang banyak dilanggar 
manusia termasuk BPA yang menulis kehendak Allah dari segi pandangan kirinya. 
BPA: Seperti di dalam surgayang berpihak pada rakyat kecil yang mengutuk segala 
bentuk intimidasi yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat yang 
membongkar segala praktik bisnis tanpa moral yang membongkar segala praktik 
penyalahgunaan kekuasaan Nesare: rakyat kecil, intimidasi, pembodohan 
masyarakat, praktis bisnis, moral, kekuasaan itu didunia. Di surga tidak ada. 
BPA: Berilah kami rejeki pada hari iniagar kuat dan berkobar dalam membongkar 
budaya bisu agar kuat dan pantang mundur dalam melawan budaya takut agar kuat 
dan berani melawan budaya pakewuh nesare: minta kekuatan, melawan takut itu 
bukan minta rejeki. itu mintanya lebih dari rejeki. Minta rejeki dalam doa 
kepada Allah itu tidak mengklausulkan sesuatu artinya apapun yang diberikan 
oleh Allah harus diterima manusia termasuk: tidak dikasih, penderitaan dan 
kesengsaraan maupun kematian. Jadi rejeki yang diberikan oleh Allah itu bukan 
seperti yang dimintakan oleh peminta2/pengemis. BPA: Dan ampunilah kesalahan 
kamikarena kami diam, ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil karena 
kami bungkam, ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf ketika kami 
bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah karena kami acuh, ketika 
rakyatkecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota nesare: orang yang 
minta maaf dan minta ampun tidak akan marah, dendam apalagi melakukan 
kekerasan. Masalah hutan dibabat, rumah dan lading digusur, sawah2 dirampas itu 
adalah ulah manusia. Uruslah diri sendiri dengan baik karena kehidupan telah 
diberikanNya. BPA: Seperti kami pun mengampunimereka yang bersalah pada rakyat 
melalui sisitem pembodohan nasional sehingga rakyat hanya mampu berkata “ya, 
ya, dan ya” nesare: bagus kalau sudah bisa mengampuni mereka yang bersalah. Ini 
teologi katholik dalam doa ini. BPA: Janganlah masukan kami ke dalam 
percobaansehingga kami ikut melakukan kekerasan, seperti mereka yang tidak 
mengenal Tuhan sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik, tanpa kami sendiri 
bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab sehingga kami berpihak dan 
membantu orang kecil, tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan 
manipulasi nesare: bagus kalau sudah bisa tahu tidak boleh melakukan kekerasan. 
Kritik boleh dilontarkan tetapi kritik harus kesemua manusia yang berbuat 
salah, bukan kepada orang besar/kaya karena banyak orang besar/kaya yang baik. 
BPA: Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahatYakni pikiran untuk memonopoli 
kekayaan alam Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum Perbuatan yang 
melecehkan keinginan rakyat Nesare: benar. Jangan berbuat jahat. Punya niat 
jahat saja sudah salah apalagi berbuat jahat. Cintailah sesamamu. Jangan 
memilah2 mereka dalam kotak2: kaya miskin, tinggi pendek, ganteng jelek, kulit 
hitam kulit putih, orang barat orang timur, orang Indonesia orang 
arab….dst…dst…  Nesare    From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 1, 2017 7:39 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>
Cc: Jonathan Goeij <[email protected]>; Lusi.D <[email protected]>; 
Roeslan <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Rachmat 
Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Harry 
Singgih <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar 
Sitompul <[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg 
<[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Marsiswo 
Dirgantoro <[email protected]>; Billy Gunadi <[email protected]>; 
[email protected]; Mang Broto <[email protected]>; [email protected]; 
Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] <[email protected]>; 
C. Manuputty <[email protected]>; [email protected]; Oman 
Romana <[email protected]>; [email protected]
Subject: [GELORA45] Doa Bapak Kami    Doa Bapa KamiDigubah oleh Bimo Petrus 
Anugerah...Bapa Kami yang ada di surgaEngkaulah Allah yang memihak orang 
melarat, bukan pada orang yang gila harta Engkaulah Allah yang berdiri di sisi 
orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa Engkaulah Allah yang 
berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang yang gila 
hormatDimuliakanlah Nama-Mudi antara para petani, yang menggarap sawah-sawah 
tergadai di lingkungan para buruh, yang harus berteduh di gubuk kumuh di 
kalangan anak asongan, yang harus mandi di sungai tercemar di antara rakyat 
kecil, yang tergusur demi suksesnya pembangunan Datanglah kerajaan-Mu yakni 
dunia baru, yang berlandaskan cinta kasih yang berhaluan kebebasan yang 
bertatanan keadilanJadilah kehendak-Mu di atas bumiuntuk memberi makan pada 
yang lapar untuk memberi minum pada yang haus untuk memberi tumpangan pada para 
pendatang untuk memberi pakaian pada yang telanjang untuk melawat mereka yang 
sakit untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara untuk memperjuangkan 
hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilanSeperti di dalam surgayang berpihak 
pada rakyat kecil yang mengutuk segala bentuk intimidasi yang menghilangkan 
segala upaya pembodohan masyarakat yang membongkar segala praktik bisnis tanpa 
moral yang membongkar segala praktik penyalahgunaan kekuasaanBerilah kami 
rejeki pada hari iniagar kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu agar 
kuat dan pantang mundur dalam melawan budaya takut agar kuat dan berani melawan 
budaya pakewuhDan ampunilah kesalahan kamikarena kami diam, ketika hutan-hutan 
dibabat untuk arena balap mobil karena kami bungkam, ketika rumah dan ladang 
digusur untuk lapangan golf ketika kami bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk 
rumah mewah karena kami acuh, ketika rakyatkecil disingkirkan demi gemerlapnya 
keindahan kotaSeperti kami pun mengampunimereka yang bersalah pada rakyat 
melalui sisitem pembodohan nasional sehingga rakyat hanya mampu berkata “ya, 
ya, dan ya”Janganlah masukan kami ke dalam percobaansehingga kami ikut 
melakukan kekerasan, seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan sehingga kami 
hanya mampu melontarkan kritik, tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan 
bertanggung jawab sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil, tetapi kami 
sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasiTetapi bebaskanlah kami dari 
yang jahatYakni pikiran untuk memonopoli kekayaan alam Perkataan untuk 
memanipulasi pendapat umum Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyatAmin.    
#yiv3348900955 #yiv3348900955 -- #yiv3348900955ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-mkp #yiv3348900955hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mkp #yiv3348900955ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mkp .yiv3348900955ad 
{padding:0 0;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mkp .yiv3348900955ad p 
{margin:0;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mkp .yiv3348900955ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-sponsor 
#yiv3348900955ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-sponsor #yiv3348900955ygrp-lc #yiv3348900955hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-sponsor #yiv3348900955ygrp-lc .yiv3348900955ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3348900955 #yiv3348900955actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3348900955
 #yiv3348900955activity span {font-weight:700;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv3348900955 #yiv3348900955activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3348900955 #yiv3348900955activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv3348900955 #yiv3348900955activity span 
.yiv3348900955underline {text-decoration:underline;}#yiv3348900955 
.yiv3348900955attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv3348900955 .yiv3348900955attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv3348900955 .yiv3348900955attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3348900955 .yiv3348900955attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3348900955 .yiv3348900955attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv3348900955 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv3348900955 .yiv3348900955bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3348900955 
.yiv3348900955bold a {text-decoration:none;}#yiv3348900955 dd.yiv3348900955last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3348900955 dd.yiv3348900955last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3348900955 
dd.yiv3348900955last p span.yiv3348900955yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv3348900955 div.yiv3348900955attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv3348900955 div.yiv3348900955attach-table 
{width:400px;}#yiv3348900955 div.yiv3348900955file-title a, #yiv3348900955 
div.yiv3348900955file-title a:active, #yiv3348900955 
div.yiv3348900955file-title a:hover, #yiv3348900955 div.yiv3348900955file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3348900955 div.yiv3348900955photo-title a, 
#yiv3348900955 div.yiv3348900955photo-title a:active, #yiv3348900955 
div.yiv3348900955photo-title a:hover, #yiv3348900955 
div.yiv3348900955photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3348900955 
div#yiv3348900955ygrp-mlmsg #yiv3348900955ygrp-msg p a 
span.yiv3348900955yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3348900955 
.yiv3348900955green {color:#628c2a;}#yiv3348900955 .yiv3348900955MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv3348900955 o {font-size:0;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955photos div {float:left;width:72px;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3348900955
 #yiv3348900955reco-category {font-size:77%;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955reco-desc {font-size:77%;}#yiv3348900955 .yiv3348900955replbq 
{margin:4px;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-mlmsg select, #yiv3348900955 input, #yiv3348900955 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-mlmsg pre, #yiv3348900955 code {font:115% 
monospace;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-mlmsg #yiv3348900955logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-msg 
p#yiv3348900955attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-reco #yiv3348900955reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-sponsor 
#yiv3348900955ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-sponsor #yiv3348900955ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-sponsor #yiv3348900955ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv3348900955 #yiv3348900955ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3348900955 
#yiv3348900955ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv3348900955 

   

Kirim email ke