Kenyataan? Kenyataan apa yang bung lihat? Moso’ kekerasan hanya datang dari penguasa saja? Orang miskin, petani, buruh tidak bisa bikin kekerasan?
Ini yang saya bilang bung tidak mampu melihatnya. Bung bilang kekerasan itu dimulai dari yg punya kekuasaan. Ini benar dan saya setuju plus ada tapinya. Tapinya adalah kekerasan itu tidak selalu diciptakn oleh yg punya kekuasaan. Yang tidak berkuasa pun bisa bikin kekerasan. Terus jangan pikir orang marginal/miskin/tani/nelayan/buruh itu tidak punya kekuasaan. Kalau tidak punya kekuasaan, apa yg bung perjuangkan? Mau menangkan? Kalau sudah menang itu kan artinya punya kekuasaan. Kalau bung tidak yakin menang, ngapain bung berjuang? Ini logika saya. Jadi kalau buruh, tani, nelayan itu digalang dalam serikat2/organisasi2 itu akan menjadi “kekuatan” yang bisa menjelma menjadi kekuasaan. Kalau tidak punya Meriam, nuklir yg mahal, ya bambu runcing, linggis, sapu lidi kan masih terjangkau. Jadi sayapun melihat kenyataan bahwa ada petani, orang miskin, nelayan, buruh yang menjadi objek kekerasan. Kenapa tidak? bukan hanya ada, melainkan banyak. Dinegara maju saja sampai sekarang ini masih terjadi. Di amerika orang hitam jadi korban profiling dan kekerasan itu sudah lumrah. Saya lihat itu dan juga saya rasakan sendiri. Walaupun saya tidak segitu banyak mengetahui tentang gerakan rakyat di Paraguay, di Mexico, Colombia, Guatemala, Honduras, Libia, Republik Donets dan Lugans di Ukraina, Argentina, Chile etc, saya mengikuti perjuangan rakyat disana. Saya baca perjuangan teologi pembebasan diamerika latin. Saya juga sudah berdiskusi sejak lama tentang hal ini termasuk tidak terlalu setuju dengan Ratzinger dan paus karol wojtyla yang lebih konservatif dalam melihat masalah ini. Ada seorang Jesuit yg sekolah Phd/S3 di Columbia manhattan NY 2005 cerita kenapa cardinal Sin akhirnya turun kejalan menurunkan marcos/ Mengapa Kardinal Sin baru turun pada hari-hari terakhir selama people power? Jawaban pastur Jesuit ini kurang lebih begini: "Sebagai lembaga, gereja memang konservatif. Tapi dalam gereja ada pastur2 dan suster2 yang sejak awal sudah turut mengorganisir people power. Mereka sejak awal sudah turun ke jalan2, berdiri di depan menghadapi pasukan dan panser. Foto2 suster membawa bunga untuk pasukan itu sudah sering muncul di koran2 dan itu mengilhami masyarakat filipina." Vatikan 2 (1962-67) memang titik balik paling penting dalam sejarah gereja romawi katholik. Dalam konsili itu juga pertama kalinya gereja secara lebih jelas menggugat ketidak adilan dan menyerukan umatnya untuk "berpihak pada yang miskin" (preferential option for the poor). Salah satu dampak dari Vatikan 2 adalah lahirnya teologi pembebasan/TP di amerika latin. Lalu kita lihat bagaimana beberapa romo ditembak mati. Antara lain Camilo Torres, romo kolombia dan Romo romero, uskup el salvador, itu yang paling beken. Beberapa suster diperkosa dan dibunuh, dst. Itulah risiko ke-"berpihakkan." Jadi teringat bahwa aidit pernah marah2 sama orang2 masyumi karena dalam kampanye pemilu dia pernah bilang, "Kalau Nabi Muhammad SAW masih hidup, dia akan pilih PKI." Yang dimaksud aidit itu isinya, bukan labelnya. Ini dalam konteks karena masyumi dulu sama sekali nggak mendukung landreform. Padahal Islam mengajarkan orang untuk adil, kan? Ingat bagaimana mereka dulu juga anti sama Tionghoa, bersama militer mempromosikan PP10, dst. Padahal Islam tidak mengajar orang untuk rasis. Ada puluhan juta orang Islam di Tiongkok, puluhan juta lagi di Uni Soviet, dst. Islam cuma dipakai sebagai label, sebagai logo. Bukan usaha untuk mewujudkan rohnya atau substansinya. Dalam agama Katolik juga gitu. Ratusan tahun Katolik di Amerika Latin itu cuma dipakai labelnya. Baru dengan munculnya Teologi Pembebasan tahun 70-an agama Katolik jadi unsur yang ikut membebaskan masyarakat dari penindasan. Munculnya sandinista, chavez, lula, dkk itu sangat dibantu oleh teologi yang sudah jauh lebih progresif. Selama perang dingin agama (agama apapun juga) memang jadi senjata ampuh blok barat. Pater beek dkk itu contoh pastur didikan perang dingin. Mereka sangat anti gerakan kiri di manapun juga. Tapi sejak tahun 60-an muncul teologi pembebasan/TP yang kemudian menjadi gerakan baru dalam agama katholik yang dimotori pastur2 di amerika latin. Pengaruh TP itu sangat dirasakan bukan cuma oleh umat katholik di amerika latin tetapi juga di negara lain. Gerakan pembebasan di amerika latin seperti sandinista di nikaragua atau FMLN di el salvador, dan juga gerakan chavez di venezuela sekarang ini,itu bisa berkembang luas antara lain karena ajaran TP itu. Di kolumbia, romo camillo torres yang angkat senjata, ikut bergerilya dan tewas dalam pertempuran itu jadi semacam idola. Di el salvador, romo romero yang tewas ditembak tentara itu jadi idola juga. Pada dekade 80an dan 90an pastur2 TP ini disingkirkan oleh vatikan dibawah paus JP2. Mereka tidak dikucilkan atau dikeluarkan dari hirarki Gereja, seperti harapan pihak kanan, tetapi disingkirkan. Apapun sikap yang akan diambil seorang paus, dia tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa 50% umat Katolik itu hidup di amerikalLatin yang alamnya kaya raya tetapi rakyatnya tenggelam dalam kemiskinan akibat sistim politik-ekonomi yang ada sekarang ini. Teologi pembebasan coba menjelaskan penyebab kemiskinan itu. Saya percaya dinamika seperti itu juga terjadi di banyak tempat dan dalam berbagai lembaga. Ada lembaga yang besar, yang gerakannya lamban, yang ide-idenya pro kemapanan. Tetapi ada banyak kelompok kecil dalam lembaga besar itu yang sadar betul apa yang sedang terjadi dalam masyarakat dan mereka berjuang untuk mengadakan perobahan, untuk ikut aktif memperbaiki masyarakatnya. Kalau kita lihat film "Romero" gejala seperti ini jelas sekali. Lembaga besarnya itu konservatif - pro pemerintah yang korup, pro militer yang menindas rakyat, pro modal asing, pro kestabilan, pro pembungkaman pers, dst. Romero ditunjuk jadi uskup el salvador karena dia romo yang konservatif. Dalam film itu ada sidang pucuk pimpinan gereja el salvador, yah sejenis sidang KWInya el salvador lah. Dalam sidang itu jelas sekali ide2 elite gereja el salvador itu jauh sekali dari jeritan rakyatnya. Nah, bagaimana mereka mengerti pentingnya kebangkitan kalau mereka nggak sadar yang sedang terjadi adalah penyaliban? Romo2 itu hidup di kompleks-kompleks gereja yang begitu terlindung, begitu terpisah dari masyarakat, begitu jauh dari jeritan dan penderitaan di tengah kemiskinan. Tapi setelah beberapa kali romero turun sendiri ke lapangan, dia sering membantu sahabat dekatnya, romo rutilio grande, yang jadi romo di kalangan petani, dia mengalami sendiri kekejaman dan penindasan militer di jalan2, menyaksikan sendiri kehidupan umatnya di tempat2 pembuangan sampah, melihat bagaimana salah satu anak muda didikannya disiksa, diperkosa lalu ditembak mati dan dibuang ke tempat sampah, lalu dia saksikan sahabatnya mati ditembak, bagaimana pers dibungkam, dst. Romero tersentuh dan dia berobah. Lalu dia mulai bicara. Dia mulai mengerti bahwa di depan matanya sedang terjadi penyaliban dan dari penyaliban itu harus ada kebangkitan. Pastur2 ini harus mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam masyarakat. Romero menyampaikan itu dengan mempertaruhkan nyawanya. Dia ikut membukakan pintu untuk suatu masa depan yang tidak akan menjadi miliknya. Karena itu dia menjadi salah satu simbol gerakan teologi pembebasan. Ini semua kenyataan walaupun tidak saya alami sendiri, tetapi inilah yang saya percaya. Buku dan diskusi membuka mata saya walaupun saya tidak mengalaminya. Lebih dari cerita ini semua ini ada kenyataan lain yang juga saya percaya bahwa orang miskin, petani dan buruh pun bisa melakukan kekerasan. Sama ceritanya yg terjadi di timor timur waktu dulu itu. Ada seorang Jesuit Indonesia yg kerja disana juga cerita. Ceriteranya mirip bahwa kekuatan itu memang harus diperjuangkan seperti yg bung perjuangkan sekarang dan dari dulu itu. Mungkin sudah cukup panjang tapi tidak esensial utk dikupas. Cukup sampai disini saja. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, March 1, 2017 9:57 AM To: [email protected]; [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Doa Bapak Kami Bukan asumsi, tapi kenyataan yang saya lihat di dunia ini. Sudah tentu bicara tentang "kenyataan", anda dan saya juga berbeda. Kenyataan yang anda lihat sebagian besar datang dari mainstream media borjuis yang menguasai dunia komunikasi. Dan kenyataan itu dipandang dan dianalisa dari ideologi anda yang bertentangan dengan ideologi saya. Sedangkan saya, di samping mainstream media borjuis, punya akses kepada "kenyataan" yang disembunyikan atau diputar balik oleh mainstream media itu. Orang yang bagi saya pejuang, buat media barat dan reaksioner adalah teroris. Begitu juga dengan organisasinya. Organisasi yang bagi saya organisasi revolusioner, bagi media barat dan reaksioner organisasi teroris!!! Sebaliknya organisasi atau partai yang bagi saya revisionis, bagi media barat organisasi yang menguntungkan mereka karena meredam perjuangan rakyat dan diperlakukan dengan baik, tidak dianggap teroris dan tidak dikejar-kejar. Tahukah anda tentang gerakan rakyat di Paraguay, di Mexico, Colombia, Guatemala, Honduras, Libia, Republik Donets dan Lugans di Ukraina, Argentina, Chile etc.... Tahukah anda bahwa kaum tani juga dikriminalisasi, disiksa dan dijebloskan ke penjara di Guatemala, Mexico, Paraguay, Argentina bahkan di negeri eropa barat seperti Spanyol!!??? Mengapa kalau semua manusia sama, negeri-negeri eropa barat pasang pagar tinggi-tinggi berkawat listrik untuk menghadang kaum imigran yang lari dari negerinya yang hancur karena perang agresi imperialis???... Ah sudahlah panjaaaaang ceritanya....dan banyak argumentasi dan fakta ,, tapi saya tidak punya waktu untuk menampilkan semuanya di sini. On Wednesday, March 1, 2017 3:33 PM, "[email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]%20[GELORA45]> " <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: Bung berasumsi kekerasan dimulai dari yang berkuasa. Ini pendapat bung. Saya berpendapat lain: kekerasan bisa dimulai oleh siapa saja dari yang miskin, kaya, punya kekuasaan, tidak punya kekuasaan, orang barat orang timur, ganteng jelek, islam budha hindu, tinggi rendah dll. Saya mampu melihat kekerasan bisa dimulai dari yang kaya dan yang punya kekuasaan. Bung tidak mampu melihat kekerasan bisa dimulai dari yang miskin. Ini bedanya kita. Bukan masalah kelas. Marx bisa mampu melihat ini 3 kelasnya itu adalah kemampuannya dalam melihat perbedaan dalam kotak2 ini. Marx mengakuinya tapi bung tidak. walaupun marx tidak setuju dengan mereka dan cendrung utk menghancurkan mereka, tetapi marx menulis bahwa mereka itu ada. Bung tidak mampu melihat adanya 2 kelas yang lain itu. Kalau bung mampu melihat 2 kelas yang lain itu, bung tidak akan bisa menulis: 1. PIkirlah dari perspektif rakyat bukan dari perspektif konglomerat!!!; 2. Dan kekerasan pertama- tama datang dari mereka yang berkuasa karena merekalah yang memiliki alat kekerasan. Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, March 1, 2017 8:42 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Doa Bapak Kami Sekali lagi kalau saya bertolak dari analisa kelas! Dan sudah tentu semua hal ihwal dilihat dari ideologinya masing-masing! Dan kekerasan pertama- tama datang dari mereka yang berkuasa karena merekalah yang memiliki alat kekerasan.....Orang yang di bawah menggunakan kekerasan untuk membela diri dari kekerasan yang dipaksakan kepada mereka...Rakyat kecil tidak punya mesin kekerasan, atau senjata canggih!! Wiji Tukul bilang: Lawan! Bentuk perlawanan macam-macam...Yang jelas saya tidak mau mengulangi pengalaman 65, menyerahkan leher dengan suka rela untuk digorok para algojo!!! On Wednesday, March 1, 2017 2:30 PM, "[email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]%20[GELORA45]> " <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: Seperti yang saya katakan sebelumnya "Truth is in the eye of the beholder". Bimo Petrus Anugerah/BPA melihat Tuhannya dengan matanya. Ini belum tentu benar. Ini anggapannya yang benar. BPA: Bapa Kami yang ada di surga Engkaulah Allah yang memihak orang melarat, bukan pada orang yang gila harta Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang yang gila hormat Nesare: Tuhan itu cinta dan memihak semua orang bukan yang melarat, tertindas dah hina saja melainkan semua manusia termasuk mereka yang bersalah dan berdosa. Dia tidak memandang manusia dalam bentuk SARA dll. Dia mencintai semua ciptaannya. Dia maha pengasih. BPA: Dimuliakanlah Nama-Mu di antara para petani, yang menggarap sawah-sawah tergadai di lingkungan para buruh, yang harus berteduh di gubuk kumuh di kalangan anak asongan, yang harus mandi di sungai tercemar di antara rakyat kecil, yang tergusur demi suksesnya pembangunan Datanglah kerajaan-Mu yakni dunia baru, yang berlandaskan cinta kasih yang berhaluan kebebasan yang bertatanan keadilan. Nesare: bukan hanya petani, buruh, anak asongan, rakyat kecil saja memuliakan namaNya, tetapi semua manusia ciptaanNya memuliakan namaNya. Kerajaan Allah itu bukan dunia baru. Kerajaan Allah itu adalah kerajaan yang berdasarkan kehendak Allah yang penuh dengan cinta kasih tidak memandang SARA dll. BPA: Jadilah kehendak-Mu di atas bumi untuk memberi makan pada yang lapar untuk memberi minum pada yang haus untuk memberi tumpangan pada para pendatang untuk memberi pakaian pada yang telanjang untuk melawat mereka yang sakit untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan Nesare: kehendak Allah bukan memberi makan, minum, tumpangan, pakaian, kesehatan dan keadilan. Kehendak Allah itu ada 2: kehendak ketetapan Allah yang berdaulat artinya Allah berkuasa/berdaulat atas segala yang ada didunia ini; dan kehendak Allah yang banyak dilanggar manusia termasuk BPA yang menulis kehendak Allah dari segi pandangan kirinya. BPA: Seperti di dalam surga yang berpihak pada rakyat kecil yang mengutuk segala bentuk intimidasi yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat yang membongkar segala praktik bisnis tanpa moral yang membongkar segala praktik penyalahgunaan kekuasaan Nesare: rakyat kecil, intimidasi, pembodohan masyarakat, praktis bisnis, moral, kekuasaan itu didunia. Di surga tidak ada. BPA: Berilah kami rejeki pada hari ini agar kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu agar kuat dan pantang mundur dalam melawan budaya takut agar kuat dan berani melawan budaya pakewuh nesare: minta kekuatan, melawan takut itu bukan minta rejeki. itu mintanya lebih dari rejeki. Minta rejeki dalam doa kepada Allah itu tidak mengklausulkan sesuatu artinya apapun yang diberikan oleh Allah harus diterima manusia termasuk: tidak dikasih, penderitaan dan kesengsaraan maupun kematian. Jadi rejeki yang diberikan oleh Allah itu bukan seperti yang dimintakan oleh peminta2/pengemis. BPA: Dan ampunilah kesalahan kami karena kami diam, ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil karena kami bungkam, ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf ketika kami bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah karena kami acuh, ketika rakyatkecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota nesare: orang yang minta maaf dan minta ampun tidak akan marah, dendam apalagi melakukan kekerasan. Masalah hutan dibabat, rumah dan lading digusur, sawah2 dirampas itu adalah ulah manusia. Uruslah diri sendiri dengan baik karena kehidupan telah diberikanNya. BPA: Seperti kami pun mengampuni mereka yang bersalah pada rakyat melalui sisitem pembodohan nasional sehingga rakyat hanya mampu berkata “ya, ya, dan ya” nesare: bagus kalau sudah bisa mengampuni mereka yang bersalah. Ini teologi katholik dalam doa ini. BPA: Janganlah masukan kami ke dalam percobaan sehingga kami ikut melakukan kekerasan, seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik, tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil, tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasi nesare: bagus kalau sudah bisa tahu tidak boleh melakukan kekerasan. Kritik boleh dilontarkan tetapi kritik harus kesemua manusia yang berbuat salah, bukan kepada orang besar/kaya karena banyak orang besar/kaya yang baik. BPA: Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat Yakni pikiran untuk memonopoli kekayaan alam Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat Nesare: benar. Jangan berbuat jahat. Punya niat jahat saja sudah salah apalagi berbuat jahat. Cintailah sesamamu. Jangan memilah2 mereka dalam kotak2: kaya miskin, tinggi pendek, ganteng jelek, kulit hitam kulit putih, orang barat orang timur, orang Indonesia orang arab….dst…dst… Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, March 1, 2017 7:39 AM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >; DISKUSI FORUM HLD <[email protected] <mailto:[email protected]> >; GELORA_In <[email protected] <mailto:[email protected]> > Cc: Jonathan Goeij <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lusi.D <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Roeslan <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Daeng <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Gol <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Harry Singgih <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Mitri <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lingkar Sitompul <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ronggo A. <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ajeg <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Farida Ishaja <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Marsiswo Dirgantoro <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Billy Gunadi <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Mang Broto <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] <[email protected] <mailto:[email protected]> >; C. Manuputty <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Oman Romana <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: [GELORA45] Doa Bapak Kami Doa Bapa Kami Digubah oleh Bimo Petrus Anugerah... Bapa Kami yang ada di surga Engkaulah Allah yang memihak orang melarat, bukan pada orang yang gila harta Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang yang gila hormat Dimuliakanlah Nama-Mu di antara para petani, yang menggarap sawah-sawah tergadai di lingkungan para buruh, yang harus berteduh di gubuk kumuh di kalangan anak asongan, yang harus mandi di sungai tercemar di antara rakyat kecil, yang tergusur demi suksesnya pembangunan Datanglah kerajaan-Mu yakni dunia baru, yang berlandaskan cinta kasih yang berhaluan kebebasan yang bertatanan keadilan Jadilah kehendak-Mu di atas bumi untuk memberi makan pada yang lapar untuk memberi minum pada yang haus untuk memberi tumpangan pada para pendatang untuk memberi pakaian pada yang telanjang untuk melawat mereka yang sakit untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan Seperti di dalam surga yang berpihak pada rakyat kecil yang mengutuk segala bentuk intimidasi yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat yang membongkar segala praktik bisnis tanpa moral yang membongkar segala praktik penyalahgunaan kekuasaan Berilah kami rejeki pada hari ini agar kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu agar kuat dan pantang mundur dalam melawan budaya takut agar kuat dan berani melawan budaya pakewuh Dan ampunilah kesalahan kami karena kami diam, ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil karena kami bungkam, ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf ketika kami bisu, ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah karena kami acuh, ketika rakyatkecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota Seperti kami pun mengampuni mereka yang bersalah pada rakyat melalui sisitem pembodohan nasional sehingga rakyat hanya mampu berkata “ya, ya, dan ya” Janganlah masukan kami ke dalam percobaan sehingga kami ikut melakukan kekerasan, seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik, tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil, tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasi Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat Yakni pikiran untuk memonopoli kekayaan alam Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat Amin.
