Bung Djie yb, Sejak tahun yl. kita bisa lebih banyak mengikuti berita/tulisan bagaimana caranya RRT mengentaskan kemiskinan, ... dimana sejak Kongres 18 PKT ditetapkan sebagai salah satu TUGAS UTAMAnya, dengan menargetkan membebaskan warga kemiskinan di Tiongkok yang tersisa lebih 50 juta, artinya ditahun 2020 RRT sudah TIDAK ADA warga miskin lagi! Beberapa tahun terakhir ini mereka memang mendorong kapitalis-kapitalis berhasil itu untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan, karena memang masalahnya ada pada TIDAK ADA DANA/MODAL cukup untuk bangun usaha didaerah miskin, dan TIDAK ADA keahlian/pengetahuan untuk berusaha. Kapitalis-kapitalis itulah yang datang kedaerah pedalaman itu untuk menanamkan modal dan membawa keahlian, untuk buka perkebunan atau peternakan, ada juga yang bikin kerajinan tangan, jahir-menjahit. Tentu Pemerintah juga harus kasih rangsang bagi kapitalis itu mau bergerak masuk menanamkan modalnya didaerah miskin itu.
Ternyata tidak sulit kok, yang PASTI tidak usaha menjilat-jilat kapitalis/konglomerat, ... mereka juga dipaksa oleh perkembangan dipesisir Selatan Tiongkok, kota-kota industri dimana upah Buruh sudah mahal, sewa tanah mahal, ... jadi harus mencari wilayah yang dianggap bisa berkembang lebih baik dan menguntungkan. Sedang Pemerintah bisa saja memberikan rangsang 2 tahun bebas pajak-keuntungan pada kapitalis yang bersedia tanamkan modalnya didaerah miskin itu. Tapi, dibeberapa daerah dalam 2 tahun itu, sudah berhasil merubah yg semula sangat miskin menjadi sedikit makmur lah, ... begitulah ditahun 2016 itu, laporan Kongres Rakyat kemarin ini menyatakan RRT berhasil membebaskan lebih 10 juta warga miskin. Dan kali ini Xi sendiri menyatakan mengentaskan kemiskinan benar-benar BEBAS dari KEMISKINAN, bukan sekadar angka fiktif yang dikarang seperti yang terjadi di propinsi Liao Ning beberapa tahun yl lagi! Pemerintah yang berkuasa tentu saja tidak bisa hanya dengan berat sebelah mementingkan kepentingan rakyat miskin tanpa memperhatikan kepentingan kapitalis, HARUS ada keseimbangan! Disatu pihak tetap memberi kesempatan kapitalis beruntung, usahanya maju, dipihak lain kesejahteraan buruh/karyawan juga harus ditingkatkan! Jangan biarkan buruh/karyawan dihisap habis-habisan dengan membiarkan tetap menderita kemiskinan, ... diatur sebaik mungkin pembagian keuntungan hasil kerja buruh/karyawan itu lebih ADIL saja! Seiring dengan usaha ekonomi, pendidikan dan kesehatan warga terus ditemukan cara yang lebih baik sesuai kondisi setempat saja. Pelaksanaan program ekonomi Jokowi, seperti DANA DESA, membagikan tanah pada petani desa, ... PELAKSANAANnya bisa tidak kena sasaran, TIDAK jatuh pada orang yang betul butuhkan! Mengingat pejabat-pejabat siluman masih berkuasa dinegeri ini. Akhirnya akan menggendutkan pejabat dan kroninya saja, sedang rakyat miskin yaa tetap saja miskin. Pertarungan masih sangat sengit dan sulit. Lha, seorang Ahok yang begitu tegas menghajar koruptor juga akhirnya dijegal, dimusuhi habis-habisan, ...! Nampaknya masih sulit lah untuk bicara betul-betul bisa mendorong maju gerak mensejahterakan rakyat banyak, ... sekalipun dilihat programnya cukup bagus. Salam, ChanCT From: kh djie Sent: Friday, March 10, 2017 5:22 PM To: Gelora45 ; Chan CT Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok Bung Chan, Kalau golongan teratas maju, sebagian dari golongan tengah bisa perlahan ikut maju , dapat bagian kerja jalankan order. Tetapi golongan terbawah di pedesaan praktis tidak berubah, karena airnya tidak sampai menetes ke bawah, sudah habis diserap di tengah. Jadi pedesaan harus khusus dibuat maju. Jokowi, Sri Mulyani sudah memicarakan tentang hal ini. Tunggu kapan ini dilaksanakan. KH 2017-03-10 9:59 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: Yang pasti nenek yang satu ini sudah TIDAk ADA KEKUATAN masih saja main hantamkromo, semua dihajar jadi MUSUH yang harus dibasmi, dari renegad remo sampai kapitalis. Bagaimana bisa menang kan revolusi dan wujudkan impian indahnya jadi kenyataan kalau begitu? Kecuali dalam mimpi saja!!! Hehehee, ... Gimana anda mau sejahterakan rakyat banyak yang MISKIN kalau tidak ada uang??? Beli kolor saja tidak bisa! Lalu? Ngerampok, merampas kekayaan kapitalis saja??? Bagaimana anda mau kembangkan usaha-RAKYAT kalau tidak ada yang tanamkan modal disitu? Menjilat kapitalis dan konglomerat? Tentu saja tidak usah menjilat! Cukup TARIK-lah mereka-mereka dikalangan kapitalis itu untuk ikut serta membantu mengentaskan kemiskinan, itu yang saya lihat dijalankan di Tiongkok dalam usaha membantu perkampungan miskin berubah menjadi kampung makmur bermunculan dimana-mana! Itulah KENYATAAN yang terjadi, sekalipun anda tuduh renegad remo, tapi PKT BERHASIL sekalipun tetap menggunakan kapitalis, konglomerat ikut serta mengentaskan kemiskinan! Lalu, dimana peran pemerintah? Pemerintah jadi bisa lebih menitik beratkan pada pembangunan infrastruktur, dari meneruskan kembangkan jaringan KA-Cepat, jalan2 tol sampai memindahkan jalur sungai, menaikkan aliran sungai keatas pegunungan, membangun pembangkit-listrik didaerah terbelakang dsb. dsb nya. Karena masalah utama untuk bangkitkan kampung terbelakang menjadi maju, yaa terutama masalah air dan listrik, jalan-raya, KA untuk mencapai dan mendekatkan hubungan tukar-menukar hasil produksi diperlancar, ... Itu yang TERJADI sekarang ini di Tiongkok! Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman Sent: Friday, March 10, 2017 4:01 PM To: [email protected] ; Lusi D. ; Chan CT Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok Bolak balik logika orang remo, renegad dan pendukung setia kapitalisme adalah uang!!! Titik tolaknya, tanpa uang tidak akan ada gerakan!!! Kalau Lenin bilang tanpa teori revolusioner tidak akan ada gerakan revolusioner. Sedangkan fokus pendukung kapitalisme UANG!! MAKANYA HARUS MENJILAT KEPADA KAUM KONGLOMERAT!!! On Friday, March 10, 2017 7:04 AM, "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa menggerakkan dan bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera dalam waktu bersamaa, ... darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itu dalam seketika????? Itulah mimpi nenek dalam tempurung yang sangat TIDAK REALIS dan TIDAK MUNGKIN diwujudkan menjadi kenyataan!!! From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, March 10, 2017 3:39 AM To: [email protected] ; Lusi D. Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok Kalau memang jujur berpendapat begitu, sudah waktunya turun kebawah, dukung gerakan akar rumput. jangan mulai dari kelas menengah. Mulai dari kelas yang berada di jenjang paling bawah dalam piramid. On Wednesday, March 8, 2017 1:19 PM, "'Lusi D.' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Nylekitnya pendapat Rizal ini dimana? Dia kan mengajukan kenyataan kejadiannya secara historis dan mengemukakan pendapat versi dia secara apa adanya. Baiknya yang mengharapkan tidak nylekit kasih argumen balik donk. Misalnya Rizal mengemukakan hasil penilaiannya bahwa "... pemerintah selama ini justru mengakomodir kepentingan konglomerat..." atau "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,...". Bisa diterima nggak alasan yang dikemukakan Rizal itu. Salam Lusi.- Am 08 Mar 2017 02:21:50 +0000 schrieb "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok > https://www.merdeka.com/politik/pesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > Rabu, 8 Maret 2017 06:04Reporter : Yayu Agustini Rahayu > https://www.merdeka.com/reporter/yayu-agustini-rahayu/, Randy Ferdi > Firdaus https://www.merdeka.com/reporter/randy-ferdi-firdaus/ > https://facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > https://twitter.com/share?text=Pesan%20nyelekit%20Rizal%20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan%20Ahok%20%7C%20merdeka.com&url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html&via=merdekadotcom > https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > 366 SHARES > > > > Menko Kemaritiman dan Ahok di pulau reklamasi. ©2016 > merdeka.com/muhammad luthfi rahman > > > Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan > Sumber Daya Rizal Ramli kembali buka suara. Dia menyoroti pembangunan > ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). > > Menurut dia, pemerintah selama ini justru mengakomodir kepentingan > konglomerat. Maka tidak heran, banyak usaha bidang ekonomi kelas > kakap yang dikuasai oleh beberapa pengusaha kaya raya saja. > > Rizal yang hanya bertahan satu tahun di kabinet kerja Jokowi ini > menilai, merosotnya perekonomian di Indonesia dikarenakan > pemerintahan yang menganut neoliberalisme. Paham tersebut berdampak > pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan warga miskin. > > "Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business > (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga > yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini, > sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi > langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar," ujar > Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di Hotel > Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3). > > Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang > berfungsi sebagai pegangan. Rizal menyebut bagian tersebut sebagai > golongan menengah yang independen. > > "Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada > 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara > bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi > negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat," > terang Rizal. > > Menurut Rizal, seharusnya golongan alas tersebut yang harus dibantu > oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, pemerintah lebih cenderung > menyokong para pengusaha besar. > > "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh > buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah > harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang menengah > yang independen dan mengubah yang atasnya," ungkap Rizal. > > Golongan atas, atau para pengusaha besar, menurut Rizal, saat ini > hanya jago kandangNah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,. > Artinya, mereka hanya mengeruk keuntungan dari dalam negeri sendiri > tanpa memberi kontribusi yang lebih menguntungkan baik bagi negara, > maupun rakyat kecil dan menengah. > > "Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam > negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri," ujar > Rizal. > > Hal ini, menurut Rizal, sangat bertolak belakang dengan negara maju > di Asia seperti di Korea dan Jepang. Di sana, perusahaan besar > menjadi jago dunia yang artinya aktif mengekspor hasil produksi ke > luar negeri sehingga mereka mengambil untung dari luar dan > mensejahterakan warga di negaranya. > > "Mereka bukan jago kandang, mereka jago dunia. Sedot untung dari luar > negeri, nilai tambah dibawa ke dalam negeri supaya mereka besar di > dunia internasional dan mereka mesti membina yang kecil (di dalam > negeri) dan supaya yang menengah bisa jadi pemasok untuk spare part > misalnya, pemasok untuk komponen sehingga yang menengahnya juga kuat > dan yang kecil akhirnya dikembangkan," terang Rizal. > > Tidak cuma Jokowi yang kena sindir oleh Rizal, Gubernur DKI Jakarta > http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Basuki T Purnama ( Ahok > https://www.merdeka.com/tag/a/ahok/) pun kena serang. Rizal diketahui > memang pernah terlibat perseteruan dengan Ahok saat membahas proyek > reklamasi teluk Jakarta saat masih jadi menteri. Tak selang dari > perseteruan itu, Rizal dicopot. > > "Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama, > terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena > selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, terganggu > dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak," kata Rizal. > > Rizal bahkan mewanti-wanti PKS agar jangan sampai menjadi partai > politik yang mendukungnya. "Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika > mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok," ujar Rizal. > > Rizal juga menyoroti merosotnya pamor beberapa parpol besar setelah > menyatakan dukungannya kepada Ahok. Rizal menjelaskan, partai yang > tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka setelah partai > tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop menjadi 12 persen. > > "Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya > partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta," tandas Rizal. > [rnd] > > > > >
