Yang diharapkan sebenarnya argumen yang membantah pandangan Rizal Ramli dalam masalah reklamasi di Indonesia. Karena apa yang dikemukakan itu adalah salah satu pandangan para elite kubu-kubu yang sedang berkontradiksi di tanahair kita. Tapi kok bung Chan sibuk sekali mempropagandakan masalah ekspor kapital RRT? Apa bung Chan ingin mengemukakan bahwa masalah reklamasi ini sebenarnya memang merupakan bagian dari pelaksanaan politik ekspor kapital RRT, yang kalau kita mengikuti berita mainstream internasional sekarang ini juga sedang mengalami kesulitan mencari wilayah negeri untuk menanam kapital mereka di dunia ini.
Am Fri, 10 Mar 2017 20:46:43 +0000 (UTC) schrieb "Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Bung Chan, kelihatannya anda sedemikian kesengsemnya sama CSR dgn > contoh yg dilakukan Wanda Group itu. Pingin tahu sampai sejauh mana > para billioner dan milliuner itu berhasil mengentaskan kemiskinan > sehingga bagi anda kelihatannya itulah jalan yg terbaik. > > ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : > > Yang pasti nenek yang satu ini sudah TIDAk ADA KEKUATAN masih saja > main hantamkromo, semua dihajar jadi MUSUH yang harus dibasmi, dari > renegad remo sampai kapitalis. Bagaimana bisa menang kan revolusi dan > wujudkan impian indahnya jadi kenyataan kalau begitu? Kecuali dalam > mimpi saja!!! Hehehee, ... Gimana anda mau sejahterakan rakyat banyak > yang MISKIN kalau tidak ada uang??? Beli kolor saja tidak bisa! Lalu? > Ngerampok, merampas kekayaan kapitalis saja??? Bagaimana anda mau > kembangkan usaha-RAKYAT kalau tidak ada yang tanamkan modal disitu? > Menjilat kapitalis dan konglomerat? Tentu saja tidak usah menjilat! > Cukup TARIK-lah mereka-mereka dikalangan kapitalis itu untuk ikut > serta membantu mengentaskan kemiskinan, itu yang saya lihat > dijalankan di Tiongkok dalam usaha membantu perkampungan miskin > berubah menjadi kampung makmur bermunculan dimana-mana! Itulah > KENYATAAN yang terjadi, sekalipun anda tuduh renegad remo, tapi PKT > BERHASIL sekalipun tetap menggunakan kapitalis, konglomerat ikut > serta mengentaskan kemiskinan! Lalu, dimana peran pemerintah? > Pemerintah jadi bisa lebih menitik beratkan pada pembangunan > infrastruktur, dari meneruskan kembangkan jaringan KA-Cepat, jalan2 > tol sampai memindahkan jalur sungai, menaikkan aliran sungai keatas > pegunungan, membangun pembangkit-listrik didaerah terbelakang dsb. > dsb nya. Karena masalah utama untuk bangkitkan kampung terbelakang > menjadi maju, yaa terutama masalah air dan listrik, jalan-raya, KA > untuk mencapai dan mendekatkan hubungan tukar-menukar hasil produksi > diperlancar, ... Itu yang TERJADI sekarang ini di > Tiongkok! Salam,ChanCT > From: Tatiana LukmanSent: Friday, March 10,2017 4:01 > PMTo: [email protected] ; Lusi D. ; Chan CTCc: DISKUSI FORUM > HLD ; YahoogroupsSubject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli > buat Jokowi dan Ahok Bolak balik logika orang remo, renegad dan > pendukung setia kapitalisme adalah uang!!! Titik tolaknya, tanpa uang > tidak akan ada gerakan!!! Kalau Lenin bilang tanpa teori revolusioner > tidak akan ada gerakan revolusioner. Sedangkan fokus pendukung > kapitalisme UANG!! MAKANYA HARUS MENJILAT KEPADA KAUM KONGLOMERAT!!! > > On Friday, March 10, 2017 7:04 AM, "'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]" > <[email protected]> wrote: > > > Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa > menggerakkan dan bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera > dalam waktu bersamaa, ... darimana bisa dapatkan DANA, > KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itu dalam > seketika????? Itulah mimpi nenek dalam tempurung yang sangat TIDAK > REALIS dan TIDAK MUNGKIN diwujudkan menjadi > kenyataan!!! From: Tatiana Lukman jetaimemucho1@... > [GELORA45]Sent: Friday, March 10, 2017 3:39 > AMTo: [email protected] ; Lusi D.Cc: DISKUSI FORUM > HLD ; YahoogroupsSubject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli > buat Jokowi dan Ahok Kalau memang jujur berpendapat begitu, sudah > waktunya turun kebawah, dukung gerakan akar rumput. jangan mulai dari > kelas menengah. Mulai dari kelas yang berada di jenjang paling bawah > dalam piramid. > > On Wednesday, March 8, 2017 1:19 PM, "'Lusi D.' lusi_d@... > [GELORA45]" <[email protected]> wrote: > > > Nylekitnya pendapat Rizal ini dimana? Dia kan mengajukan kenyataan > kejadiannya secara historis dan mengemukakan pendapat versi dia secara > apa adanya. > > Baiknya yang mengharapkan tidak nylekit kasih argumen balik donk. > Misalnya Rizal mengemukakan hasil penilaiannya bahwa "... pemerintah > selama ini justru mengakomodir kepentingan konglomerat..." atau "Nah > struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,...". > > Bisa diterima nggak alasan yang dikemukakan Rizal itu. > > Salam > Lusi.- > > Am 08 Mar 2017 02:21:50 +0000 > schrieb "jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]>: > > > Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok > > https://www.merdeka.com/politik/pesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > > Rabu, 8 Maret 2017 06:04Reporter : Yayu Agustini Rahayu > > https://www.merdeka.com/reporter/yayu-agustini-rahayu/, Randy Ferdi > > Firdaus https://www.merdeka.com/reporter/randy-ferdi-firdaus/ > > https://facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > > https://twitter.com/share?text=Pesan%20nyelekit%20Rizal%20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan%20Ahok%20%7C%20merdeka.com&url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html&via=merdekadotcom > > https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > > 366 SHARES > > > > > > > > Menko Kemaritiman dan Ahok di pulau reklamasi. ©2016 > > merdeka.com/muhammad luthfi rahman > > > > > > Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan > > Sumber Daya Rizal Ramli kembali buka suara. Dia menyoroti > > pembangunan ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko > > Widodo (Jokowi). > > > Menurut dia, pemerintah selama ini justru mengakomodir > kepentingan > > konglomerat. Maka tidak heran, banyak usaha bidang ekonomi kelas > > kakap yang dikuasai oleh beberapa pengusaha kaya raya saja. > > > > Rizal yang hanya bertahan satu tahun di kabinet kerja Jokowi ini > > menilai, merosotnya perekonomian di Indonesia dikarenakan > > pemerintahan yang menganut neoliberalisme. Paham tersebut berdampak > > pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan warga miskin. > > > > "Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business > > (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga > > yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini, > > sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi > > langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar," > > ujar Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di > > Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3). > > > > Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang > > berfungsi sebagai pegangan. Rizal menyebut bagian tersebut sebagai > > golongan menengah yang independen. > > > > "Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada > > 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara > > bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi > > negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat," > > terang Rizal. > > > > Menurut Rizal, seharusnya golongan alas tersebut yang harus dibantu > > oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, pemerintah lebih cenderung > > menyokong para pengusaha besar. > > > > "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh > > buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah > > harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang menengah > > yang independen dan mengubah yang atasnya," ungkap Rizal. > > > > Golongan atas, atau para pengusaha besar, menurut Rizal, saat ini > > hanya jago kandangNah struktur inilah hasil daripada > > neoliberalisme,. Artinya, mereka hanya mengeruk keuntungan dari > > dalam negeri sendiri tanpa memberi kontribusi yang lebih > > menguntungkan baik bagi negara, maupun rakyat kecil dan menengah. > > > > "Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam > > negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri," ujar > > Rizal. > > > > Hal ini, menurut Rizal, sangat bertolak belakang dengan negara maju > > di Asia seperti di Korea dan Jepang. Di sana, perusahaan besar > > menjadi jago dunia yang artinya aktif mengekspor hasil produksi ke > > luar negeri sehingga mereka mengambil untung dari luar dan > > mensejahterakan warga di negaranya. > > > > "Mereka bukan jago kandang, mereka jago dunia. Sedot untung dari > > luar negeri, nilai tambah dibawa ke dalam negeri supaya mereka > > besar di dunia internasional dan mereka mesti membina yang kecil > > (di dalam negeri) dan supaya yang menengah bisa jadi pemasok untuk > > spare part misalnya, pemasok untuk komponen sehingga yang > > menengahnya juga kuat dan yang kecil akhirnya dikembangkan," terang > > Rizal. > > > > Tidak cuma Jokowi yang kena sindir oleh Rizal, Gubernur DKI Jakarta > > http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Basuki T Purnama ( Ahok > > https://www.merdeka.com/tag/a/ahok/) pun kena serang. Rizal > > diketahui memang pernah terlibat perseteruan dengan Ahok saat > > membahas proyek reklamasi teluk Jakarta saat masih jadi menteri. > > Tak selang dari perseteruan itu, Rizal dicopot. > > > > "Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama, > > terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu > > karena selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, > > terganggu dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak," kata > > Rizal. > > > > Rizal bahkan mewanti-wanti PKS agar jangan sampai menjadi partai > > politik yang mendukungnya. "Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika > > mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok," ujar Rizal. > > > > Rizal juga menyoroti merosotnya pamor beberapa parpol besar setelah > > menyatakan dukungannya kepada Ahok. Rizal menjelaskan, partai yang > > tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka setelah partai > > tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop menjadi 12 persen. > > > > "Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya > > partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta," tandas Rizal. > > [rnd] > > > > > > > > > > > > > >
