Sayangnya, itu berita tahun lalu. Kalau betul tuntutan petani dipenuhi Jokowi mustahil terbit berita yang agak baru ini:
Petani Kendeng Enggan Buka Belenggu Semen di Kaki Sebelum Bertemu Jokowi | | | | | | | | | | | Petani Kendeng Enggan Buka Belenggu Semen di Kaki Sebelum Bertemu Jokowi By Kompas Cyber Media 13 Maret 2017 - Jika Presiden Jokowi bersedia bertemu, mereka akan meminta Presiden segera mencabut izin lingkun... | | | | --- djiekh@... wrote: Nasional Jokowi Penuhi Tuntutan Petani Kendeng Selasa, 2 Agustus 2016 | 17:36 WIBShares Ihsanuddin Presiden Joko Widodo menerima kelompok Kartini Kendeng di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/8/2016). ________________________________ Ican Ihsanuddin | 766C8556 | 08992286042 /082186970589 JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memenuhi tuntutan para petani dari Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang berkali-kali berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, memprotes pembangunan pabrik semen di wilayahnya. Jokowi menginstruksikan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki untuk memimpin kajian mengenai dampak pembangunan dan operasi pertambangan pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng tersebut.(Baca: Akhirnya, Jokowi Terima "Kartini Kendeng" di Istana)"Presiden sudah menyepakati akan dilakukan kajian lingkungan strategis supaya bisa diketahui di kawasan Gunung Kapur itu mana yang bisa dieksploitasi dan tidak," kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima petani kendeng di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/8/2016).Teten mengatakan, kajian strategis ini akan dikoordinasi Kepala Staf Kepresidenan. Kajian akan melibatkan berbagai instansi mulai dari Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan, Kementerian ESDM hingga pemerintah daerah setempat.Teten memperkirakan kajian bisa selesai dalam waktu satu tahun dan hasilnya akan digunakan untuk mengambil keputusan. Sementara kajian dilakukan, pabrik milik PT Semen Indonesia tidak bisa beroperasi.(Baca: Belenggu Semen di Kaki Sembilan "Kartini Kendeng" Akhirnya Dibuka)"Izin eksploitasi tambangnya belum bisa, menunggu dulu diperkirakan setahun selesai," kata Teten.Perwakilan petani Kendeng, Gunritno, mengaku puas dengan keputusan Jokowi tersebut. Ia berharap kajian bisa dilakukan secepatnya dan pabrik semen disana benar-benar menghentikan operasi pertambangannya untuk sementara waktu."Saya harap ini bisa segera dimulai secepatnya," kata dia.
