Sembarangan saja orang satu ini (yg bukan kunyuk katanya dia), tapi lucu manusia ini gak bisa berargumen sama kunyuk ya?!!
Ane tanya gimana ente bisa bilang ane memuji anhar gonggong? Eh ini argumennya: “dari sudut pandang sejarah dia objektif” = “memuji”. Ini mah bukan argument. Ini kesimpulan. Argumennya gak ada!. Hanya saja kesimpulan nya salah krn gak bisa baca. Hasilnya: ya teriak2 KUNYUK KUNYUK! Bener2 goblok orang satu ini? Gobloknya ente itu motong2 tulisan ane. Ente gak ngerti konteks diskusi itu. Dalam tulisan ane itu, ane nulis begini: “Dia tidak membela PKI maupun Soeharto”. Apakah ini tidak objektif? Apakah ini bukan dari sudut pandang sejarah? Apanya yg ane puji? Terus ane tulis: “Dulu dia pernah bilang dalam suatu diskusi bahwa yang menang (soeharto) naruh istilah PKI dalam peristiwa G30S. Dia juga bilang bahwa PKI terlibat walaupun dia bilang tidak perlu mencantumkan PKI dibelakang G30S.” Disini ane bilang anhar gonggong objektif krn peristiwa sejarah 1965 itu tidak boleh ada embel2 PKI dibelakang G30S. Apakah ini gak waras seperti yg ane tulis sebelumnya dalam tulisan ane itu? Lalu dalam tulisan itu, ane nulis begini: ”Opininya “kalau PKI menang juga akan melakukan pembantaian serupa dan jika melihat sejarah, perebutan kekuasaan yang dilakukan komunis pasti memakan pertumpahan darah yang sangat besar.” Ini bisa dibenarkan dari sejarah. Sayangnya dia menyamakan partai komunis diseluruh dunia adalah sama. Disini saya tidak setuju. Setiap negara mempunyai sejarah dan karateristiknya sendiri2 terutama kultur, agama dan demografinya. Indonesia itu jelas rakyatnya adalah beragama. Jadi kontras dengan ideology komunis yang tidak beragama itu tidak relevan di Indonesia. Pemuka PKI itu saya yakin semuanya beragama. Bagaimana implementasi dalam beragamanya itu yang membedakan individu2nya. Jadi kalau ada yang bilang PKI Indonesia itu atheis, tidak masuk akal. Ini yang saya lihat anhar gonggong ini tidak bisa atau belum bisa melihat konteksnya. Kalau Marx atau murid-muridnya bilang begini, begitu, itu harus dipahami konteksnya apa? Di mana? Untuk masyarakat yang mana?” Moso’ orang pinter seperti ente gak ngerti tulisan seorang kunyuk yg mengatakan bahwa anhar gonggong itu salah dalam berpendapat bahwa kalau PKI menang akan bunuh2 juga; menyamakan PKI sbg atheis. Apakah tulisan ini bukan malahan “menyerang” anhar gonggong? Koq diplintir tulisan ane jadi memuji2 anhar gonggong?!! Hehehehehe dasar otaknya lebih goblok dari seorang kunyuk!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, March 13, 2017 8:26 PM To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai lha wong memang omongan kunyuk, mau ngomong apalagi bung Chan. sebelumnya khan tanya omongan mana yg memuji lha sudah jelas memuji bilang melihat dari sudut pandang sejarah dan objektif terus ngeles lagi. ini khan jelas2 omongan kunyuk. kalau bukan kunyuk terus apa namanya? debat kusir? kan saya sudah bilang lupakan saja. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <SADAR@... <mailto:SADAR@...> > wrote : Bung Goei, ... INGAT, berusahalah BERDISKUSI secara baik-baik, ajukan argumentasi saja TANPA harus mengkunyukkan lawan diskusi! Kalau memang sudah TIDAK ADA argumentasi yang bisa diajukan, yaa diam saja! Salam, ChanCT From: jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Tuesday, March 14, 2017 5:54 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai lupakan saja, lha wong yg ngomong kunyuk. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Dari mana tulisan saya ini yang bilang saya memuji2 anhar gonggong? Bisa baca endak? Sudah baca keseluruhan tulisan ane? Kalau sudah baca, ngerti ndak tulisan saya itu? Tulisan saya ini “Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal” ente anggap ane muji2 anhar gonggong? Coba kasih argumen ente disini, gimana ane memuji anhar gonggong, kenapa ane memuji anhar gonggong dst…dst…. Bandingkan dengan ikranegara dan taufik ismail yg juga sangat waras tetapi anti komunismenya bikin mereka pandangan dalam disiplin ilmunya menjadi tersamarkan. Begitu juga dengan yg dikiri seperti tatyana yg bagi ane sangat waras tetapi karena anti kanan bikin tulisan2nya menjadi tersamarkan juga. Ini ide seorang kunyuk. Mana argument ente yang katanya seorang manusia dan bukan kunyuk kan? Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Monday, March 13, 2017 12:23 PM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai yang ngomong kunyuk. --- Kutipan: Jangan begitu. Peristiwa pembunuhan massal 1965 ini banyak yang tidak tahu. Yang tahupun tidak sepenuhnya tahu benar apa yang sebenarnya sudah terjadi. Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras. Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal. https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/176895 ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Siapa yang memuji2 anhar gonggong? Jangan pake’ rasanya! Tulis disini siapa: saya atau djie? Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Monday, March 13, 2017 11:03 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai tempo hari rasanya ada yg me-muji2 gonggong ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <djiekh@... <mailto:djiekh@...> > wrote : benar2 gonggong double gong, goblok sekali.......... 2017-03-13 15:20 GMT+01:00 nesare1@... [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> >: Gimana bisa selesai? Supersemar itu cacat hukum. Supersemar itu cacat sejarah. Koq bisa seorang anhar gonggong katanya sejarahwan bilang supersemar itu sudah selesai? Aduh ini omongan seorang anhar gonggong yang anti komunisme. Sayangnya dia lebih memposisikan dirinya sebagai pembenci dibandingkan sebagai seorang sejarahwan! Korban nyawa rakyat Indonesia yang tidak ketahuan ujung pangkalnya harus di”selesaikan” begitu saja oleh seorang anhar gonggong? Sejahrawan satu ini perlu mengetahui artinya hukum dan pembalasan sejarah atas suatu peristiwa sejarah. Saya tidak yakin dia ini seorang sejahrawan. Sekurang2nya dia perlu mikirin hal ini apakah dia seorang sejarahwan. Jelas dia gak akan mengerti bagaimana sejarah hittler nazi dan yahudi dimana sampai sekarangpun orang yahudi masih belum selesai nguber orang2nya hittler nazi. Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:mailto:[email protected]] Sent: Monday, March 13, 2017 4:04 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai [5 Attachments] https://nasional.tempo.co/ read/news/2016/02/13/ 078744643/sejarawan-ui- peristiwa-supersemar- <https://nasional.tempo.co/read/news/2016/02/13/078744643/sejarawan-ui-peristiwa-supersemar-sudah-selesai> sudah-selesai <https://nasional.tempo.co/read/news/2016/02/13/078744643/sejarawan-ui-peristiwa-supersemar-sudah-selesai> Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah Selesai Sabtu, 13 Februari 2016 | 15:15 WIB * * * * Anhar Gonggong. TEMPO/Yosep Arkian TEMPO.CO <http://TEMPO.CO> , Jakarta - Sejarawan Universitas Indonesia Anhar Gonggong menyatakan, keberadaan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurut dia, salah satu kejadian sejarah tersebut telah usai. "Apalagi Pak Harto sudah meninggal, Bung Karno juga sudah meninggal," ujar Anhar dalam diskusi Peringatan 50 Tahun Supersemar yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 13 Februari 2016. Menurut Anhar, publik selalu menyangsikan keberadaan dokumen Supersemar yang asli. Namun, ia meyakini bahwa dokumen itu pasti ada. "Pasti ada. Saya melakukan berbagai observasi tentang itu. Isinya lah yang menjadi persoalan," ujarnya. Menurut Anhar, ketika Supersemar digunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan PKI, Presiden RI saat itu, Soekarno, marah dan mencabut surat itu melalui surat yang dikeluarkan pada 13 Maret. "Tapi, kalau Soeharto tidak membubarkan PKI, semakin tinggi tuntutan orang untuk membubarkan itu. Siapa yang bisa menahan massa pada saat itu?" Baca: Pembuatan KTP Anak Gratis, Biaya Ditanggung APBN <https://nasional.tempo.co/read/news/2016/02/12/173744404/pembuatan-ktp-anak-gratis-biaya-ditanggung-apbn> Karena itu, menurut Anhar, Supersemar bukan sekedar surat perintah yang digunakan oleh Soeharto untuk merebut kekuasaan. Supersemar, dikeluarkan melalui proses yang lama untuk mencari jalan penyelesaian. "Wajar jika menimbulkan konflik. Jadi, apanya yang perlu dijernihkan?" ujarnya. Dengan begitu, menurut Anhar, perdebatan mengenai latar belakang dikeluarkannya Supersemar oleh Soekarno juga telah berakhir. Soekarno dan Soeharto memiliki perannya masing-masing bagi bangsa ini. "Saya nggak pernah mengartikan Soekarno dan Soeharto jelek sepenuhnya." Anhar berujar, Supersemar bukan salah satu tonggak sejarah Indonesia. Tonggak sejarah hanya lah peristiwa pergerakan nasional 28 Oktober, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, dan Hari Pahlawan 10 November. "Mari kita tempatkan ini sebagai peristiwa sejarah yang biasa saja." ANGELINA ANJAR SAWITRI
