Kelihatannya anda berusaha membuktikan pujian anda itu beralasan ada dasarnya. 
Apakah begitu?Seperti yg sudah katakan sebelumnya anda telah berhasil 
membuktikan kalau pujian anda pada Gonggong itu tulus.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Ente sudah tidak balas lagi thread ini artinya ente sudah stop ya?Kalau sudah 
stop, ya baguslah artinya ente sadar ente itu gak ada argument sama sekali. 
Sebetulnya ringkasnya hanya ada 2 alternatif:   
   - Ente maen2 bahasa.
   - Ente mau berargumen.
 Pertama ente mau beragument tetapi karena tidak ada argumentnya, ente terus 
maen Bahasa.Sudah dari awal, ane mencoba ente utk berdiskusi dan berdebat 
dengan minta argument utk mendukung pendapat ente. Caranya adalah mempelajari 
pendapat2nya gonggong ttg PKI ini. Ente kan tidak mau. Kalau ente baca 
pendapat2nya gonggong, ente akan tahu siapa dia. Dia anti komunis tetapi masih 
bisa bilang dia tidak bela PKI dan tidak bela soeharto serta tidak boleh ada 
PKI dibelakang G30S. Ini hanyalah 2 contoh warasnya gonggong yg melihat masalah 
G30S itu plus tidak personal dan objektif. Dia tidak waras ketika bicara ttg 
“kalau PKI menang akan bunuh2 juga”. Ane sudah tulis dengan menganalogikan 
idenya Yusuf hasyim yg sama ini. Pak ud ini salah satu pentolan ansornya NU 
dulu yg sampai matinya 2007 itu kelihatannya masih trauma atas pembunuhan yg 
dilakukan oleh orang2nya terhadap PKI. Ane kontraskan pendapat gonggong yg 
tidak setuju denga taufik ismail yg sangat anti komunis. Ente tidak mau 
berargumen. Lalu maen Bahasa yg akhirnya memang ane teken kan ke Bahasa. Jelas 
kalau Bahasa ya gak bisa kan mengatakan: “objektif = memuji; waras = memuji; 
tidak personal = memuji”. Jelas akan berhenti debat ini kan seperti ente stop 
sekarang ini. Sudah sejak awal ane ajak ente itu berdiskusi dan berdebat. Ini 
seperti biasa dalam semua thread. Ente ngeyel dari gak ngerti masalahnya 
(seperti private company, effective interest rate dll) s/d buta tuli dan mau 
menang sendiri karena mau so’ jadi pahlawan demokrasi dan HAM. Makanya semakin 
menulis semakin salah. Ente itu kurang mengerti. Ente itu baca krn tulisan2nya 
banyak sekali. Ente itu jelas sekali tidak tertarik. Yg ente suka itu adalah 
so’ belagak seperti pahlawan HAM, bela orang cilik dll. Ini yg ada diotak ente. 
Jadi kerjanya hanya pake’ model “pokoke”. Persoalan terutama substansinya sama 
sekali ente gak gubris. Ini model2 instant2nya orang yg berpikiran kerdil alias 
cupat dan mau menang sendiri! Nesare   From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, March 26, 2017 2:24 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  
Hehehehehehe.Kalau ane nulis begini:   
   - Anhar gonggong tidak waras karena anti komunis.
   - Anhar gonggong bilang kalau PKI menang akan melakukan kekerasan juga.
   - Anhar gonggong bilang kalau PKI menang akan melakukan pembunuhan juga.
   - Anhar gonggong bilang PKI terlibat.
   - Anhar gonggong bilang PKI bersama Soekarno bermain dan memperoleh 
posisinya yang kuat.
   - Anhar gonggong bilang PKI berusaha menggunakan Nasakom untuk meraih 
kekuasaan yang lebih kuat di pemerintahan.
   - Anhar gonggong bilang digelarnya pengadilan kasus 1965 di Den Haag 
merupakan kebodohan sejarah.
   - Anhar gonggong bilang akta sejarah telah menyatakan perbuatan pelanggaran 
HAM yang serius, seperti pembunuhan, telah dilakukan oleh aktivis PKI pada 
periode 1960-1965, khususnya umat Islam, seperti pembubaran organisasi Himpunan 
Mahasiswa Islam, hendak mengambil tanah milik pesantren, dan berbagai aksi 
sepihak lainnya .
   - Anhar gonggong bilang “Tidak ada sejarahnya pengadilan HAM akan 
menyelesaikan masalah. Tidak ada itu, maka pahamilah sejarah dengan baik. Jadi, 
sekali lagi, jangan lakukan kebodohan sejarah,’’ tegas Anhar Gonggong.
 Ane memuji anhar gonggong tidak dengan 9 butir ini? Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, March 25, 2017 11:53 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  
lho....????... lha wong memang kata2 anda itu merupakan pujian. Kutipan:Jangan 
begitu. Peristiwa pembunuhan massal 1965 ini banyak yang tidak tahu. Yang 
tahupun tidak sepenuhnya tahu benar apa yang sebenarnya sudah terjadi.Anhar 
gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras.Dia tidak membela 
PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia 
objektif. Dia tidak personal.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Koq dikasih tahu 
konteksnya “peristiwa 1965”?Aneh2 aja. Siapa yg tidak tahu konteks ini? Koq 
jadi lucu logikanya?Ente menuduh ane memuji anhar gonggong. Lalu ane bilang ane 
tidak memuji anhar gonggong.Ente terus memaksakan kesalahan ente itu ke ane 
bahwa ane memuji anhar gonggong.Alasannya ente ini: “objektif = memuji; waras = 
memuji; tidak personal = memuji”. Ane suruh ente berargumen gimana bisa 
“objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji”?Ente ngak ada 
jawaban! Karena memang gak ada. Orang yg mengerti Bahasa Indonesia mana bisa 
berpendapat: “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji”?!! 
Ente sudah tahu kesalahannya anhar gonggong dalam peristiwa 1965?Ente sudah 
tahu bagaimana pendapat ane tentang peristiwa 1965?Ente pernah mengikuti tidak 
tulisan2 ane yang bertahun2 di milis tionghoa net dulu? Ente membutakan diri 
karena semua substansi ini tidak penting.Yang penting dan adalah tujuan ente 
utk bashing ane! Tenang saja akan ane telanjangi terus pendapat2 cupat, 
humanism palsu dan kesombongan ente!I am your nightmare! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, March 24, 2017 10:45 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  Waktu 
anda memuji Gonggong konteksnya juga jelas telah anda kemukakan sebelumnya 
"Peristiwa pembunuhan massal 1965".  Kutipan:Jangan begitu Peristiwa pembunuhan 
massal 1965 ini banyak yang tidak tahu. Yang tahupun tidak sepenuhnya tahu 
benar apa yang sebenarnya sudah terjadi.Anhar gonggong ini salah satu 
sejarahwan Indonesia yang masih waras.Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. 
Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak 
personal.  ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Oh tidak. Ane 
tidak pernah memuji anhar gonggong. Ane bilang anhar gonggong waras, objektif, 
tidak personal dll. Ane tidak memuji anhar gonggong.Ente yang memaksakan ide 
itu yaitu ide ane memuji anhar gonggong! Ane kasih argumennya bagaimana anhar 
gonggong itu waras, objektif dan tidak personal.Ente tidak ada argument sama 
sekali!Yang ente klaim: “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = 
memuji” ini adalah permainan bahasa. Argumennya tidak ada! Karena tujuan ente 
itu bashing nesare dan bukan berdiskusi tentang substansi omongannya anhar 
gonggong.Jadi ente bener threat ini adalah eyel2an bukan diskusi karena yg 
ngeyel itu adalah ente!Kalau ane berdiskusi kasih argument apa substansi 
omongannya anhar gonggong, kenapa anhar gonggong waras, tidak personal, 
objektif dll. Ini kan tidak ente gubris karena memang ente sibuk bashing 
nesare. Ini kan persis dengan omongan trump bahwa Obama is very good man, ente 
bilang trump memuji Obama. Semua orang ketawa ada pendapat seperti ini. tanya 
saja sama kunyuk2 di precint ente itu. Bisa2 ente ini intel nya trump ya?!?! 
Begitu juga ini kan persis dengan habib sidiq yang menggunakan al maidah utk 
bashing ahok. Habib sidiq di persidangan kan gak terbukti tidak bisa 
membuktikan al maidah tidak memperbolehkan kafir utk memimpin. Kan substansinya 
bukan disitu. Substansinya habib sidiq itu adalah menjegal ahok. Menjegal ini 
adalah bashing dan ini persis yg seperti ente lakukan sekarang ini bashing 
nesare. Ujung2nya ente = habib sidiq = trump.Apakah ente memuji habib sidiq dan 
ente memuji trump Wallahu alam.Ane tidak mau jump to conclusion tetapi ane 
berani bilang sekali lagi bahwa  kelakuannya ente = habib sidiq = trump! Nesare 
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, March 23, 2017 10:45 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai   
Apakah anda bermaksud menelan pujian anda pd Gonggong yang sedemikian tulus 
itu? Bilang saja nggak apa2 kokSaya tidak bermaksud menjawab pertanyaan eyelan 
"koq bisa 1+1=2".  ---In [email protected], <nesare1@..> wrote :


Hehehehe memang sengaja ane posting pendapat positif nya anhar gonggong.Eh 
ditelan sama orang pinter satu ini. hehehehehe.Kan memang ini modus operansi 
ente! Yaitu: mau menang sendiri, sok pinter dan suka maksa orang lain utk 
percaya atas idenya ente yg salah. Tapi lucunya malahan ane yg dituduh memaksa. 
Lucu ndak?! Kan sudah ane tulis dari awal, tujuan ente itu mau bashing ane. 
Ente itu gak pusing dengan anhar gonggong, pujian dll. Ente hanya pake’ anhar 
gonggong dan pujian sbg sarana. Ini kan persis dengan al maidah yg dipakai oleh 
habib sidiq utk menyerang ahok. Habib sidiq mana mampu berargumen. Dipengadilan 
kan kacau balau argumentnya. Ini kan persis dengan ente. Gak ada argument sama 
sekali. Hanya menyimpulkan objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = 
memuji. Malah di analogikan dengan 1+1=2. Lucu ndak? Terus ditanya koq bisa 
1+1=2, diam lagi. Koq bisa “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = 
memuji” disamakan dengan “1+1=2”??? Kata dan tulisan “objektif” saja beda 
dengan “memuji”, koq maknanya mau disamakan?Ini hanya Bahasa loh. Logika? Mana 
ada logikanya? Wong argumennya ndak ada, koq bisa ada logika? Hehehehehe 
kesimpulannya ente: trump memuji Obama dan Obama memuji trump. Hebat negara 
ente itu!Memang ente itu waras sekali dalam mengeyel. Persis ini yg ente 
lakukan dari dulu dengan kesimpulan ente2 bahwa: semua interest sama; private 
company = swasta; hukum mati = haus darah dll. Ente itu hanya sembunyi 
dibelakang istilah2 keren: demokrasi, bela rakyat, anti hukuman mati 
dst…dst…Sayangnya ente gak ada rasa cinta. Rasa cinta itu adalah kasih sayang 
yg diajarin oleh Tuhannya ente.Yang ente perjuangkan itu adalah istilah2 bukan 
orangnya. Makanya komentar2 ane jadi nightmare buat ente. Ente akan selalu 
merasa uncomfortable dengan nightmare nightmare ini sepanjang hidup ente. 
Kenapa? Karena ente merasa paling hebat dalam menyuarakan: demokrasi, humanism, 
anti hukuman mati dll.Ente adalah budak dari istilah2 itu!Ente tidak punya rasa 
cintah kasih untuk manusianya!Makanya ente buta apa sedang terjadi di republic 
tercinta itu! Jangan mencampuri negara orang lain! Urus negara ente dimana 
sudah banyak orang lari menerobos perbatasan ke kanada gara2 presiden ente yg 
suka memuji muji junjungan ente itu. Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, March 22, 2017 10:30 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai  Anda 
berhasil membuktikan pujian anda pada Gonggong itu ternyata tulus. ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :



Ane bilang: Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih 
waras.Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang 
sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal. Ente bilang: objektif = 
memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji. Gimana bisa objektif = 
memuji?Gimana bisa waras = memuji?Gimana bisa tidak personal = memuji? Dibawah 
ini sebagian argumen anhar gonggong itu waras. MANA ARGUMEN ENTE? Coba cerna 
apakah anhar gonggong ini objektif dari sudut pandang sejarah. Lihat gimana dia 
bilang pemerintah lebih mendengar taufik ismail drpd sejarahwan: 
http://news.liputan6.com/read/130034/kontroversi-sejarah-g30spkiSejarawan Anhar 
Gonggong mengatakan propaganda mengenai PKI adalah isu paling mudah diletupkan 
untuk peralihan kekuasaan saat itu."Ketika Pak Harto berkuasa, tidak ada yang 
secara terbuka mengatakan bahwa yang mengatur G30S/PKI itu adalah Pak Harto," 
kata Anhar dalam sebuah diskusi sejarah bangsa di Jakarta. Sekarang, kata 
Anhar, keadaan sudah terbuka. "Artinya apa? Ada proses pemikiran untuk lebih 
pada pencarian kebenaran oleh berbagai pihak," ujar dia. 
https://www.eramuslim.com/berita/bincang/dr-anhar-gonggong-selesaikan-polemik-sejarah-pki-dengan-cara-akademis-bukan-politis.htm#.WNGJFaK1uUkKejaksaan
 Agung dalam keputusan Jaksa Agung nomor 019/A/JA/03 tahun 2007 tertanggal 5 
Maret 2007 yang melarang penerbitan dan peredaran buku sejarah Kurikulum 2004 
untuk SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMA, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah 
Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu pertimbangan pelarangan, buku-buku teks itu 
menghilangkan keterlibatan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemberontakan 
di Madiun, Jawa Timur, pada 1948, dan pemberontakan pada 1965. Selain itu 
buku-buku itu dianggap tidak sepenuhnya mencatat fakta kebenaran sejarah bangsa 
Indonesia.Sejarawan dari Universitas Indonesia Dr. Anhar Gonggong menyayangkan 
langkah pelarangan yang melibatkan pihak kejaksaan. Menurutnya, larangan oleh 
kejaksaan itu kurang tepat. Berikut bincang-bincang eramuslim dengan Dr Anhar 
Gonggong. Sampai saat ini peristiwa pemberontakan PKI masih menjadi persoalan 
yang sensitif. Masih menjad polemik di masyarakat. Bagaimana seharusnya 
pemerintah menangani persoalan ini?
Semestinya ya itu sederhana saja menyelesaikannya, ketika G30S itu diadakan, 
kata PKI-nya kan memang tidak ada. Baru setelah Untung cs kalah baru 
ditambahkan PKI, begitu prosesnya. Jadi sepanjang orde baru itu, ya PKI itu 
yang diberikan cap. Tetapi itu bisa diselesaikan lewat buku-buku itu. Bisa 
dikatakan enggak apa-apa, tidak ada kata PKI dibelakangnya, selain itu dapat 
juga diterangkan bahwa tidak apa-apa ada kata PKI dimasukan didalamnya, tetapi 
dengan memakai kata G30S PKI.Tapi harus ada penjelasannya juga, ketika gerakan 
itu ada, kata PKI-nya tidak ada. Baru kemudian setelah dia kalah, pemerintah 
orde baru menambahkan kata PKI, jadi 

(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke