Komentar apa ini?
Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, March 30, 2017 10:32 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Kelihatannya anda berusaha membuktikan pujian anda itu beralasan ada dasarnya. Apakah begitu? Seperti yg sudah katakan sebelumnya anda telah berhasil membuktikan kalau pujian anda pada Gonggong itu tulus. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Ente sudah tidak balas lagi thread ini artinya ente sudah stop ya? Kalau sudah stop, ya baguslah artinya ente sadar ente itu gak ada argument sama sekali. Sebetulnya ringkasnya hanya ada 2 alternatif: 1. Ente maen2 bahasa. 2. Ente mau berargumen. Pertama ente mau beragument tetapi karena tidak ada argumentnya, ente terus maen Bahasa. Sudah dari awal, ane mencoba ente utk berdiskusi dan berdebat dengan minta argument utk mendukung pendapat ente. Caranya adalah mempelajari pendapat2nya gonggong ttg PKI ini. Ente kan tidak mau. Kalau ente baca pendapat2nya gonggong, ente akan tahu siapa dia. Dia anti komunis tetapi masih bisa bilang dia tidak bela PKI dan tidak bela soeharto serta tidak boleh ada PKI dibelakang G30S. Ini hanyalah 2 contoh warasnya gonggong yg melihat masalah G30S itu plus tidak personal dan objektif. Dia tidak waras ketika bicara ttg “kalau PKI menang akan bunuh2 juga”. Ane sudah tulis dengan menganalogikan idenya Yusuf hasyim yg sama ini. Pak ud ini salah satu pentolan ansornya NU dulu yg sampai matinya 2007 itu kelihatannya masih trauma atas pembunuhan yg dilakukan oleh orang2nya terhadap PKI. Ane kontraskan pendapat gonggong yg tidak setuju denga taufik ismail yg sangat anti komunis. Ente tidak mau berargumen. Lalu maen Bahasa yg akhirnya memang ane teken kan ke Bahasa. Jelas kalau Bahasa ya gak bisa kan mengatakan: “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji”. Jelas akan berhenti debat ini kan seperti ente stop sekarang ini. Sudah sejak awal ane ajak ente itu berdiskusi dan berdebat. Ini seperti biasa dalam semua thread. Ente ngeyel dari gak ngerti masalahnya (seperti private company, effective interest rate dll) s/d buta tuli dan mau menang sendiri karena mau so’ jadi pahlawan demokrasi dan HAM. Makanya semakin menulis semakin salah. Ente itu kurang mengerti. Ente itu baca krn tulisan2nya banyak sekali. Ente itu jelas sekali tidak tertarik. Yg ente suka itu adalah so’ belagak seperti pahlawan HAM, bela orang cilik dll. Ini yg ada diotak ente. Jadi kerjanya hanya pake’ model “pokoke”. Persoalan terutama substansinya sama sekali ente gak gubris. Ini model2 instant2nya orang yg berpikiran kerdil alias cupat dan mau menang sendiri! Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, March 26, 2017 2:24 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Hehehehehehe. Kalau ane nulis begini: 1. Anhar gonggong tidak waras karena anti komunis. 2. Anhar gonggong bilang kalau PKI menang akan melakukan kekerasan juga. 3. Anhar gonggong bilang kalau PKI menang akan melakukan pembunuhan juga. 4. Anhar gonggong bilang PKI terlibat. 5. Anhar gonggong bilang PKI bersama Soekarno bermain dan memperoleh posisinya yang kuat. 6. Anhar gonggong bilang PKI berusaha menggunakan Nasakom untuk meraih kekuasaan yang lebih kuat di pemerintahan. 7. Anhar gonggong bilang digelarnya pengadilan kasus 1965 di Den Haag merupakan kebodohan sejarah. 8. Anhar gonggong bilang akta sejarah telah menyatakan perbuatan pelanggaran HAM yang serius, seperti pembunuhan, telah dilakukan oleh aktivis PKI pada periode 1960-1965, khususnya umat Islam, seperti pembubaran organisasi Himpunan Mahasiswa Islam, hendak mengambil tanah milik pesantren, dan berbagai aksi sepihak lainnya . 9. Anhar gonggong bilang “Tidak ada sejarahnya pengadilan HAM akan menyelesaikan masalah. Tidak ada itu, maka pahamilah sejarah dengan baik. Jadi, sekali lagi, jangan lakukan kebodohan sejarah,’’ tegas Anhar Gonggong. Ane memuji anhar gonggong tidak dengan 9 butir ini? Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Saturday, March 25, 2017 11:53 AM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai lho....????... lha wong memang kata2 anda itu merupakan pujian. Kutipan: Jangan begitu. Peristiwa pembunuhan massal 1965 ini banyak yang tidak tahu. Yang tahupun tidak sepenuhnya tahu benar apa yang sebenarnya sudah terjadi. Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras. Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Koq dikasih tahu konteksnya “peristiwa 1965”? Aneh2 aja. Siapa yg tidak tahu konteks ini? Koq jadi lucu logikanya? Ente menuduh ane memuji anhar gonggong. Lalu ane bilang ane tidak memuji anhar gonggong. Ente terus memaksakan kesalahan ente itu ke ane bahwa ane memuji anhar gonggong. Alasannya ente ini: “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji”. Ane suruh ente berargumen gimana bisa “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji”? Ente ngak ada jawaban! Karena memang gak ada. Orang yg mengerti Bahasa Indonesia mana bisa berpendapat: “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji”?!! Ente sudah tahu kesalahannya anhar gonggong dalam peristiwa 1965? Ente sudah tahu bagaimana pendapat ane tentang peristiwa 1965? Ente pernah mengikuti tidak tulisan2 ane yang bertahun2 di milis tionghoa net dulu? Ente membutakan diri karena semua substansi ini tidak penting. Yang penting dan adalah tujuan ente utk bashing ane! Tenang saja akan ane telanjangi terus pendapat2 cupat, humanism palsu dan kesombongan ente! I am your nightmare! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 24, 2017 10:45 AM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Waktu anda memuji Gonggong konteksnya juga jelas telah anda kemukakan sebelumnya "Peristiwa pembunuhan massal 1965". Kutipan: Jangan begitu Peristiwa pembunuhan massal 1965 ini banyak yang tidak tahu. Yang tahupun tidak sepenuhnya tahu benar apa yang sebenarnya sudah terjadi. Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras. Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Oh tidak. Ane tidak pernah memuji anhar gonggong. Ane bilang anhar gonggong waras, objektif, tidak personal dll. Ane tidak memuji anhar gonggong. Ente yang memaksakan ide itu yaitu ide ane memuji anhar gonggong! Ane kasih argumennya bagaimana anhar gonggong itu waras, objektif dan tidak personal. Ente tidak ada argument sama sekali! Yang ente klaim: “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji” ini adalah permainan bahasa. Argumennya tidak ada! Karena tujuan ente itu bashing nesare dan bukan berdiskusi tentang substansi omongannya anhar gonggong. Jadi ente bener threat ini adalah eyel2an bukan diskusi karena yg ngeyel itu adalah ente! Kalau ane berdiskusi kasih argument apa substansi omongannya anhar gonggong, kenapa anhar gonggong waras, tidak personal, objektif dll. Ini kan tidak ente gubris karena memang ente sibuk bashing nesare. Ini kan persis dengan omongan trump bahwa Obama is very good man, ente bilang trump memuji Obama. Semua orang ketawa ada pendapat seperti ini. tanya saja sama kunyuk2 di precint ente itu. Bisa2 ente ini intel nya trump ya?!?! Begitu juga ini kan persis dengan habib sidiq yang menggunakan al maidah utk bashing ahok. Habib sidiq di persidangan kan gak terbukti tidak bisa membuktikan al maidah tidak memperbolehkan kafir utk memimpin. Kan substansinya bukan disitu. Substansinya habib sidiq itu adalah menjegal ahok. Menjegal ini adalah bashing dan ini persis yg seperti ente lakukan sekarang ini bashing nesare. Ujung2nya ente = habib sidiq = trump. Apakah ente memuji habib sidiq dan ente memuji trump Wallahu alam. Ane tidak mau jump to conclusion tetapi ane berani bilang sekali lagi bahwa kelakuannya ente = habib sidiq = trump! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Thursday, March 23, 2017 10:45 AM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Apakah anda bermaksud menelan pujian anda pd Gonggong yang sedemikian tulus itu? Bilang saja nggak apa2 kok Saya tidak bermaksud menjawab pertanyaan eyelan "koq bisa 1+1=2". ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@..> nesare1@..> wrote : Hehehehe memang sengaja ane posting pendapat positif nya anhar gonggong. Eh ditelan sama orang pinter satu ini. hehehehehe. Kan memang ini modus operansi ente! Yaitu: mau menang sendiri, sok pinter dan suka maksa orang lain utk percaya atas idenya ente yg salah. Tapi lucunya malahan ane yg dituduh memaksa. Lucu ndak?! Kan sudah ane tulis dari awal, tujuan ente itu mau bashing ane. Ente itu gak pusing dengan anhar gonggong, pujian dll. Ente hanya pake’ anhar gonggong dan pujian sbg sarana. Ini kan persis dengan al maidah yg dipakai oleh habib sidiq utk menyerang ahok. Habib sidiq mana mampu berargumen. Dipengadilan kan kacau balau argumentnya. Ini kan persis dengan ente. Gak ada argument sama sekali. Hanya menyimpulkan objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji. Malah di analogikan dengan 1+1=2. Lucu ndak? Terus ditanya koq bisa 1+1=2, diam lagi. Koq bisa “objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji” disamakan dengan “1+1=2”??? Kata dan tulisan “objektif” saja beda dengan “memuji”, koq maknanya mau disamakan? Ini hanya Bahasa loh. Logika? Mana ada logikanya? Wong argumennya ndak ada, koq bisa ada logika? Hehehehehe kesimpulannya ente: trump memuji Obama dan Obama memuji trump. Hebat negara ente itu! Memang ente itu waras sekali dalam mengeyel. Persis ini yg ente lakukan dari dulu dengan kesimpulan ente2 bahwa: semua interest sama; private company = swasta; hukum mati = haus darah dll. Ente itu hanya sembunyi dibelakang istilah2 keren: demokrasi, bela rakyat, anti hukuman mati dst…dst… Sayangnya ente gak ada rasa cinta. Rasa cinta itu adalah kasih sayang yg diajarin oleh Tuhannya ente. Yang ente perjuangkan itu adalah istilah2 bukan orangnya. Makanya komentar2 ane jadi nightmare buat ente. Ente akan selalu merasa uncomfortable dengan nightmare nightmare ini sepanjang hidup ente. Kenapa? Karena ente merasa paling hebat dalam menyuarakan: demokrasi, humanism, anti hukuman mati dll. Ente adalah budak dari istilah2 itu! Ente tidak punya rasa cintah kasih untuk manusianya! Makanya ente buta apa sedang terjadi di republic tercinta itu! Jangan mencampuri negara orang lain! Urus negara ente dimana sudah banyak orang lari menerobos perbatasan ke kanada gara2 presiden ente yg suka memuji muji junjungan ente itu. Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, March 22, 2017 10:30 AM To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Sejarawan UI: Peristiwa Supersemar Sudah,Selesai Anda berhasil membuktikan pujian anda pada Gonggong itu ternyata tulus. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Ane bilang: Anhar gonggong ini salah satu sejarahwan Indonesia yang masih waras. Dia tidak membela PKI maupun Soeharto. Dia melihatnya dari sudut pandang sejarah. Disini dia objektif. Dia tidak personal. Ente bilang: objektif = memuji; waras = memuji; tidak personal = memuji. Gimana bisa objektif = memuji? Gimana bisa waras = memuji? Gimana bisa tidak personal = memuji? Dibawah ini sebagian argumen anhar gonggong itu waras. MANA ARGUMEN ENTE? Coba cerna apakah anhar gonggong ini objektif dari sudut pandang sejarah. Lihat gimana dia bilang pemerintah lebih mendengar taufik ismail drpd sejarahwan: <http://news.liputan6.com/read/130034/kontroversi-sejarah-g30spki> http://news.liputan6.com/read/130034/kontroversi-sejarah-g30spki Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan propaganda mengenai PKI adalah isu paling mudah diletupkan untuk peralihan kekuasaan saat itu. "Ketika Pak Harto berkuasa, tidak ada yang secara terbuka mengatakan bahwa yang mengatur G30S/PKI itu adalah Pak Harto," kata Anhar dalam sebuah diskusi sejarah bangsa di Jakarta. Sekarang, kata Anhar, keadaan sudah terbuka. "Artinya apa? Ada proses pemikiran untuk lebih pada pencarian kebenaran oleh berbagai pihak," ujar dia. <https://www.eramuslim.com/berita/bincang/dr-anhar-gonggong-selesaikan-polemik-sejarah-pki-dengan-cara-akademis-bukan-politishtm#.WNGJFaK1uUk> https://www.eramuslim.com/berita/bincang/dr-anhar-gonggong-selesaikan-polemik-sejarah-pki-dengan-cara-akademis-bukan-politis.htm#.WNGJFaK1uUk Kejaksaan Agung dalam keputusan Jaksa Agung nomor 019/A/JA/03 tahun 2007 tertanggal 5 Maret 2007 yang melarang penerbitan dan peredaran buku sejarah Kurikulum 2004 untuk SMP, Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMA, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu pertimbangan pelarangan, buku-buku teks itu menghilangkan keterlibatan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemberontakan di Madiun, Jawa Timur, pada 1948, dan pemberontakan pada 1965. Selain itu buku-buku itu dianggap tidak sepenuhnya mencatat fakta kebenaran sejarah bangsa Indonesia. Sejarawan dari Universitas Indonesia Dr. Anhar Gonggong menyayangkan langkah pelarangan yang melibatkan pihak kejaksaan. Menurutnya, larangan oleh kejaksaan itu kurang tepat. Berikut bincang-bincang eramuslim dengan Dr Anhar Gonggong. Sampai saat ini peristiwa pemberontakan PKI masih menjadi persoalan yang sensitif. Masih menjad polemik di masyarakat. Bagaimana seharusnya pemerintah menangani persoalan ini? Semestinya ya itu sederhana saja menyelesaikannya, ketika G30S itu diadakan, kata PKI-nya kan memang tidak ada. Baru setelah Untung cs kalah baru ditambahkan PKI, begitu prosesnya. Jadi sepanjang orde baru itu, ya PKI itu yang diberikan cap. Tetapi itu bisa diselesaikan lewat buku-buku itu. Bisa dikatakan enggak apa-apa, tidak ada kata PKI dibelakangnya, selain itu dapat juga diterangkan bahwa tidak apa-apa ada kata PKI dimasukan didalamnya, tetapi dengan memakai kata G30S PKI. Tapi harus ada penjelasannya juga, ketika gerakan itu ada, kata PKI-nya tidak ada. Baru kemudian setelah dia kalah, pemerintah orde baru menambahkan kata PKI, jadi (Message over 64 KB, truncated)
