Karena sudah diumumkan pada 2011, mestinya aparat 
bukan saja sudah menelusuri tapi bisa jadi malah sudah 
menyimpan (baca: memelihara) untuk dikeluarkan lagi 
saat diperlukan. Tahun ke 6 ini mungkin dirasa sebagai 
saat yang tepat.

 Ini kan taktik hias pohon dengan bunga palsu seperti biasa;tidak semerbak tapi 
tampak semarak; tidak mengancam 
tapi tampak berbahaya. 

Tidak ada yang baru dari langkah penguasa.

  --- inengahk@... wrote:
Mestinya ap….. perlu menelusuri lebih lanjut, karena ini berbahaya bagi negara 
kesatuan negara kita

From: Chan CT
 Maaf, rupanya foto tidak terbawa, ...!
 Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam 22 Maret 2011 09:47:33   Diperbarui: 
09 April 2017       INI sudah merupakanTINDAKAN MAKAR terhadap NKRI, dengan 
sengaja menyiapkan dan membentuk pemerintah bayangan, kemudian dengan terus 
menerus mengkapanyekannya. Mudah-mudahan nama-nama yang ada, terutama nama-nama 
yang yang telah menjadi panutan umat,tidak terlibat secara langsung maupun tak 
langsung, pada aksi makar ini.    Akan tetapi, jika benar, mereka ikut pada 
aksi makar ini, maka sebetulnya mereka hanya menjadikan umat [beragama] sebagai 
sapi perah untuk kepentingan diri sendiri; serta nafsu untuk berkuasa dan 
merampas kekuasaan sah dari negara.  
 Mereka adalah tokoh agama yang menggunakan agama sebagai alat untuk mencapai 
kedudukan serta kekuasaan politik, maka hal itu menunjukkan ketidakmampuan dan 
ketidaktrampilan berpolitiknya. Ia hanya mempunyai motivasi untuk mencari 
untung dari kedudukan serta kekuasaan politik, dalam rangka memperkaya diri 
sendiri sekaligus mencari nama.   Politisi seperti itu, tidak mempunyai 
kepekaan terhadap permasalahan dan pergumulan umat manusia atau masyarakat 
luas. Jika ada yang ia perjuangkan, maka hanya akan memperhatikan atau demi 
kepentingan orang-orang tertentu seperti mereka yang seagama dengannya.    
LIHATLAH NAMA-NAMA INI Dewan Fuqoha: KH. Abu Bakar Ba'asyir, KH, Makruf Amin, 
KH. Abdur Rasyid AS., KH. Syukran Makmun. KH. Luthfi Basori Alwi, KH. A Hamid 
Baidowi.KH. Hasym Muzadi.   Kepala Negara: Habib Riziq Sihab. Wakil KN:  Abu 
Jibril. Sejumlah menteri: Menhankam Munarman SH Menko Ekuin& BUMN: Hendri 
Saparini Menkeu: Ichsanudin Noorsy Menag: KH. Cholil Ridwan Mendiknas: KH. 
Maman Abdurrahman Men Perburuhan: Eggy Sujana Menkes: Jose Rizal Menpora: 
Alfian Tanjung Men ESDM: Ahmad Daryoko Mendagri: MS Kaban Menlu: Ali Mochtar 
Ngabalin Menkopolkam: Tyasno Sudarto MenKebudayaan: Ridwan Saidi Menkominfo: 
Aru Seif Asadullah MenPDT: Ahmad Sumargono Menkumham: Wirawan Adnan, SH Jaksa 
Agung: M Luthfie Hakim, SH.MH Ketua DPRS/MPRS: Dien Samsuddin. 
 Jika pasca pansus ini keadaan vacuum. DRI Siap ambil alih kekuasaan untuk 
menjalankan roda pemerintahan Indonesia dengan syariat Islam. Siapa mau ikhlas 
gabung untuk menjadi para garda revolusi Islam silakan daftar.  
 Hubungi sekretariat : Kantor Forum Umat Islam/Tabloid Suara Islam jalan 
Matraman Raya 74A Jakarta.   ALLAHU AKBAR!!!   M. Al Khaththath (Sekjen FUI)   
LIHAT VIDIO PENDUKUNG 
http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150113800947828&oid=106476596056659&comments
 

Selengkapnya :  
http://www.kompasiana.com/jappy/ini-dia-pemerintahan-dewan-revolusi-islam_55009d53a33311bb745118cf
     
Ini Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi Islam
 Dewan Revolusi Islam itu baru sebatas ide kalau pemerintah vakum karena kasus 
Century. Rabu, 30 Maret 2011 | 18:41 WIB Oleh : Ita Lismawati F. Malau, 
Harwanto Bimo Pratomo  Ads by Kiosked Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono 
(Vivanews/ Tri Saputro) VIVAnews - Muhammad Al Khaththath, Sekretaris Jenderal 
Forum Umat Islam (FUI), adalah satu nama yang disebut media asal Qatar, Al 
Jazeera, sebagai penyusun Dewan Revolusi Islam. Dewan ini kemudian dikaitkan 
dengan rencana penggulingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Ditemui di kantornya, Khaththath membantah jika dewan bentukannya itu akan 
dipakai untuk menggulingkan pemerintahan yang ada. Menurutnya, Dewan Revolusi 
Islam itu baru sebatas ide jika pemerintah vakum karena kasus dana talangan 
Bank Century. 

"Saat itu, ada kabar Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Keuangan akan 
ditahan karena Century. Dewan Revolusi ini untuk jaga-jaga jika terjadi chaos 
dan siap mengambil alih," kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 
30 Maret 2011. 

Dia mengaku telah mengirim pesan singkat (SMS) kepada sejumlah orang yang 
dimasukkan dalam Dewan Revolusi ini, termasuk petinggi Front Pembela Islam 
(FPI) Habib Riziq. "Saya kirim SMS untuk minta persetujuan, tapi mungkin dia 
lupa," kata dia. 

Namun, dia mengaku bukan pihak yang kemudian memposting daftar tersebut ke 
dunia maya dan kemudian diambil gambarnya oleh Al Jazeera. "Saya hanya membuat 
SMS dan saat itu saya serius karena untuk berjaga ada pihak lain yang akan 
mengambil alih kekuasaan jika pemerintah vakum," kata dia.

Selain Dewan Revolusi, Al Jazeera juga menyebut sejumlah purnawirawan jenderal 
yang ingin melakukan kudeta dengan memanfaatkan kelompok Islam garis keras. 
Mengenai hal ini, Al Khaththath juga membantah. "Para jenderal itu hanya 
mengkritik. Bukan kudeta," tegasnya. (umi) 

   

Kirim email ke