Nampak JELAS, masalah “Teologi Maut”, kelompok FPI, MUI, ... tumbuh berkembang 
makin garang dan agresif justru terjadi dimasa 10th kekuasaan SBY! SBY-lah yang 
membiarkan dan memberi kesempatan lebih leluasa kelompok radikal ini tumbuh 
berkembang di Nusantara, ... dan sekarang kalau pemerintah Jokowi tidak juga 
CEPAT ambil tindakan TEGAS terhadap mereka, bahkan sebaliknya masih saja TUNDUK 
menuruti tuntutan mereka, yaa PASTI berubahlah RI menjadi NII!

Salam,
ChanCT

From: ajeg [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, April 11, 2017 12:42 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam ; Ini 
Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi Islam

  

Karena sudah diumumkan pada 2011, mestinya aparat 

bukan saja sudah menelusuri tapi bisa jadi malah sudah 

menyimpan (baca: memelihara) untuk dikeluarkan lagi 

saat diperlukan. Tahun ke 6 ini mungkin dirasa sebagai 

saat yang tepat.



Ini kan taktik hias pohon dengan bunga palsu seperti biasa;
tidak semerbak tapi tampak semarak; tidak mengancam 

tapi tampak berbahaya. 



Tidak ada yang baru dari langkah penguasa.


--- inengahk@... wrote:


Mestinya ap….. perlu menelusuri lebih lanjut, karena ini berbahaya bagi negara 
kesatuan negara kita




From: Chan CT


Maaf, rupanya foto tidak terbawa, ...!


Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam
22 Maret 2011 09:47:33   Diperbarui: 09 April 2017  



INI sudah merupakan TINDAKAN MAKAR terhadap NKRI, dengan sengaja menyiapkan dan 
membentuk pemerintah bayangan, kemudian dengan terus menerus mengkapanyekannya. 
Mudah-mudahan nama-nama yang ada, terutama nama-nama yang yang telah menjadi 
panutan umat, tidak terlibat secara langsung maupun tak langsung, pada aksi 
makar ini. 

Akan tetapi, jika benar, mereka ikut pada aksi makar ini, maka sebetulnya 
mereka hanya menjadikan umat [beragama] sebagai sapi perah untuk kepentingan 
diri sendiri; serta nafsu untuk berkuasa dan merampas kekuasaan sah dari 
negara. 


Mereka adalah tokoh agama yang menggunakan agama sebagai alat untuk mencapai 
kedudukan serta kekuasaan politik, maka hal itu menunjukkan ketidakmampuan dan 
ketidaktrampilan berpolitiknya. Ia hanya mempunyai motivasi untuk mencari 
untung dari kedudukan serta kekuasaan politik, dalam rangka memperkaya diri 
sendiri sekaligus mencari nama. 

Politisi seperti itu, tidak mempunyai kepekaan terhadap permasalahan dan 
pergumulan umat manusia atau masyarakat luas. Jika ada yang ia perjuangkan, 
maka hanya akan memperhatikan atau demi kepentingan orang-orang tertentu 
seperti mereka yang seagama dengannya. 

LIHATLAH NAMA-NAMA INI 
Dewan Fuqoha: KH. Abu Bakar Ba'asyir, KH, Makruf Amin, KH. Abdur Rasyid AS., 
KH. Syukran Makmun. KH. Luthfi Basori Alwi, KH. A Hamid Baidowi.KH. Hasym 
Muzadi. 

Kepala Negara: Habib Riziq Sihab. 
Wakil KN:  Abu Jibril. 
Sejumlah menteri: Menhankam Munarman SH 
Menko Ekuin& BUMN: Hendri Saparini 
Menkeu: Ichsanudin Noorsy 
Menag: KH. Cholil Ridwan 
Mendiknas: KH. Maman Abdurrahman 
Men Perburuhan: Eggy Sujana 
Menkes: Jose Rizal 
Menpora: Alfian Tanjung 
Men ESDM: Ahmad Daryoko 
Mendagri: MS Kaban 
Menlu: Ali Mochtar Ngabalin 
Menkopolkam: Tyasno Sudarto 
MenKebudayaan: Ridwan Saidi 
Menkominfo: Aru Seif Asadullah 
MenPDT: Ahmad Sumargono 
Menkumham: Wirawan Adnan, SH 
Jaksa Agung: M Luthfie Hakim, SH.MH 
Ketua DPRS/MPRS: Dien Samsuddin. 


Jika pasca pansus ini keadaan vacuum. DRI Siap ambil alih kekuasaan untuk 
menjalankan roda pemerintahan Indonesia dengan syariat Islam. Siapa mau ikhlas 
gabung untuk menjadi para garda revolusi Islam silakan daftar. 


Hubungi sekretariat : Kantor Forum Umat Islam/Tabloid Suara Islam jalan 
Matraman Raya 74A Jakarta. 

ALLAHU AKBAR!!! 

M. Al Khaththath (Sekjen FUI) 

LIHAT VIDIO PENDUKUNG
http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150113800947828&oid=106476596056659&comments


Selengkapnya : 
http://www.kompasiana.com/jappy/ini-dia-pemerintahan-dewan-revolusi-islam_55009d53a33311bb745118cf


Ini Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi Islam
Dewan Revolusi Islam itu baru sebatas ide kalau pemerintah vakum karena kasus 
Century.
Rabu, 30 Maret 2011 | 18:41 WIB
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Harwanto Bimo Pratomo

Ads by Kiosked
Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono (Vivanews/ Tri Saputro)
VIVAnews - Muhammad Al Khaththath, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), 
adalah satu nama yang disebut media asal Qatar, Al Jazeera, sebagai penyusun 
Dewan Revolusi Islam. Dewan ini kemudian dikaitkan dengan rencana penggulingan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Ditemui di kantornya, Khaththath membantah jika dewan bentukannya itu akan 
dipakai untuk menggulingkan pemerintahan yang ada. Menurutnya, Dewan Revolusi 
Islam itu baru sebatas ide jika pemerintah vakum karena kasus dana talangan 
Bank Century. 

"Saat itu, ada kabar Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Keuangan akan 
ditahan karena Century. Dewan Revolusi ini untuk jaga-jaga jika terjadi chaos 
dan siap mengambil alih," kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 
30 Maret 2011. 

Dia mengaku telah mengirim pesan singkat (SMS) kepada sejumlah orang yang 
dimasukkan dalam Dewan Revolusi ini, termasuk petinggi Front Pembela Islam 
(FPI) Habib Riziq. "Saya kirim SMS untuk minta persetujuan, tapi mungkin dia 
lupa," kata dia. 

Namun, dia mengaku bukan pihak yang kemudian memposting daftar tersebut ke 
dunia maya dan kemudian diambil gambarnya oleh Al Jazeera. "Saya hanya membuat 
SMS dan saat itu saya serius karena untuk berjaga ada pihak lain yang akan 
mengambil alih kekuasaan jika pemerintah vakum," kata dia.

Selain Dewan Revolusi, Al Jazeera juga menyebut sejumlah purnawirawan jenderal 
yang ingin melakukan kudeta dengan memanfaatkan kelompok Islam garis keras. 
Mengenai hal ini, Al Khaththath juga membantah. "Para jenderal itu hanya 
mengkritik. Bukan kudeta," tegasnya. (umi)




Kirim email ke