Sudah betul bahwa ada ideologi dibelakang gerakan radikalisme agama itu. Sekali 
lagi itu ideologi bukan ajaran agamanya.

Ideologi itu ingin merubah Pancasila menjadi Khalifah atau syariah. Ideologi 
ini faham manusianya. Terkandung interpretasi manusia atas ajaran agamanya.

 

Radikalisme agama Islam ini sudah pernah terjadi pada agama Kristen katholik. 
Kristen protestan itu lahir karena memprotes Katholik romawi yang luar biasa 
kacau dan bejadnya dahulu kala.

 

Jadi yang harus disorot itu adalah manusianya bukan agamanya.

Jadi tidak benar membanding2kan satu agama dengan agama lain karena teologi 
ajaran agamanya itu berbeda. Konsep keTuhanan dan keAllahannya itu berbeda.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, May 26, 2017 1:52 AM
To: Gelora45 <[email protected]>; Chalik Hamid <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] MUI kutuk pelaku bom Kampung Melayu

 

  

Pelaku peledak bom sudah mati...., tidak bisa kutuk MUI....., yang cari selamat 
kutuk ini itu.....????

 

2017-05-26 7:16 GMT+02:00 Chalik Hamid [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >:

  

 

Pada Jumat, 26 Mei 2017 3:59, "'Chan CT' [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45]" <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > menulis:

 

  

SETUUUJUUUU, ... bung Edy! Dengan jitu menunjukkan masalah, perhatikan apa yang 
MUI lakukan untuk melihat jelas ideologi pembimbing sesungguhnya! Adanya 
Ideologi MUI yang kuat bertentangan dengan PANCASILA dan cenderung menegakkan 
Khilafah! Jangan tertipuuu pernyataan MUI kutuk pelaku bom Kampung Melayu! 
Seperti kata bung Edy, yang dikutuk itu “PELAKU” bom nya saja, tapi tetap akan 
meneruskan tujuan menegakkan Khilafah!

 

Selama ini MUI bukan saja membiarkan Mesjid-Mesjid mengumbar KEBENCIAN terhadap 
yang dituduh KAFIR, bahkan membiarkan anak-anak sekolah berteriak “BUNUH 
KAFIR!”, ... Padahal jelas, kata sementara tokoh ISLAM, TIDAK ADA ajaran 
Alquran MEMBUNUHI ORANG yang berbeda! Apa yang akan terjadi BANGSA ini 
seandainya MUI tetap saja membiarkan sementara umat nya mendidik anak-anak 
sekolah bunuh KAFIR!, ... Akan CELAKALAH seandainya PEMERINTAH yang berkuasa 
TIDAK juga SEGERA menindak TEGAS TOKOH2 Agama yang radikal macam ini???

 

Jangan biarkan Indonesia mengikuti jejak Syriah dan beberapa negara Arab 
lainnya, berlumuran darah tanpa berkesudahan! Presiden Jokowi sudah berteriak 
untuk menggebuk HTI, ... ormas-ormas yang BERTENTANGAN dengan ideologi dasar 
negara PANCASILA, UUD45 dan BHINEKA TUNGGAL IKA, bagaimana sekarang ketegasan 
dan kemampuan aparat keamanan/HUKUM negara bergerak menghadapi tantangan yang 
dihadapi ini!

 

Salam,

ChanCT

 

 

 

From: Edy Loekmono [email protected] <mailto:[email protected]>  
[GELORA45] 

Sent: Thursday, May 25, 2017 11:37 PM

 

  

Saudara-saudara sekalian. Perhatikan apa yang MUI lakukan. MUI kutuk "pelaku" 
bom Kampung Melayu. Jadi yang dikutuk adalah pelakunya. Bukan ideology 
dibelakang si pelaku. Ideology itu ada di dalam MUI sendiri yang di 
pertontonkan ketika mendukung demo ber jilid-jilid itu. Ketika Baasir 
menginisiasi BOM Bali dst. dan kemudian ditangkap, apa yang diperbuat Din 
Sjamsudin? Ketua Muhamadijah, Ketua MUI, mengunjungi di penjara dan mengatakan 
Baasir belum tentu bersalah.

Nah lo. Di belakang MUI masih ada ideology kuat anti NKRI dan condong untuk 
Khilafah. Sekarang kelihatan belangnya , maka pada sedikit bersembunyi. 
Mengeluarkan statement kutukan sekalipun tidak merubah esensi ideology MUI, 
sebagai sarang extremism di negara Pancasila. Bagaimana MUI tahu kalau seluruh 
Masjid dipakai untuk mengumbar kebencian, tetapi tidak mengeluarkan Fatwa? 
Tolong lihat ketika Takbiran, anak-anak berteriak bunuh kafir dst. siapa itu 
kafir di negara Pancasila? Bukankah negara menjamin agama lain (yang dikafirkan 
Islam) resmi sebagai agama yang berhak hidup di Indonesia? Bahkan kehadirannya 
jauh lebih dahulu dari Islam itu sendiri di Nusantara? Lihat Candi Borobudur, 
Prambanan dan kuil-kuil lain di tanah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali dll. 

Pemimpin-pemimpin umat yang anti NKRI harus ditelanjangi satu persatu supaya 
tahu kejahatan kemanusiaannya sebelum terjadi lebih parah lagi. Ujaran 
kebencian itu jelas mengandung suatu ideology yang merusak kemanusiaan itu 
sendiri. Karena pada dasarnya semua umat manusia itu adalah ciptaan Tuhan yang 
harus di junjung tinggi lebih dari barang dan binatang. Filosofi padang pasir 
itu jelas berbeda dengan negara lain. Manusia lain potensial sebagai ancaman 
dan harus dibinasakan, kecuali direndahkan martabatnya lebih rendah dari 
binatang. Jadi pembunuhan karakter selalu dilakukan seiring dengan pembunuhan 
fisik. Pertama adalah mengatakan "Kafir", kedua "Orang kafir" berhak dibunuh. 
Dan inilah Syariah. Kalau sudah masif semua yang berbeda di "kafir"kan maka 
pembunuhan karakter dan fisik adalah sah dalam Syariah.

Ingat dalam demo yang berjilid-jilid teriakan kafir begitu masif. Tidak ada 
satu aparat pun yang mencegah bahkan memproses orang yang melampiaskan kata 
kafir itu. Padahal kata "kafir" itu seperti pena buat wartawan, seperti senjata 
bagi prajurit. Dia sangat ampuh membunuh siapa saja. Karena gaung itu bukan 
dalam lafas mulut bersuara, melainkan dalam lubuk iman mereka. Kata-kata 
untaian itu dirapalkan setiap membaca Kitab Suci dan di fokus personifikasikan 
siapa itu kafir dalam konteks hidup actual mereka sekarang dan disini.

Sekarang perjuangan kita harus lewat undang-undang. Tidak boleh lagi orang 
berujar kata "Kafir" kepada siapapun sebagai warga negara NKRI dan bahkan para 
orang asing yang berdiam di NKRI. Selama kata kafir itu mudah diucapkan dan ada 
objek ujaran, maka NKRI sangat rawan disintegrasi. Saya merasa tidak aman 
ketika saudara saya yang Islam berani mengatakan kafir, walaupun tidak langsung 
kepada saya. Ketika dia bisa mengatakan kafir kepada orang lain, maka dia bisa 
mengatakan kafir kepada saudara sedarah sedaging yang berbeda iman. Dan sebagai 
ketaatannya kepada hukum Syariah maka bisa kapan saja membunuh saya untuk 
kepuasan imannya. Bagi Islam Agama adalah yang pertama dan terutama dan bukan 
Tuhan. Dalam Kristen sungguh berbeda. 

Mar 12:30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap 
jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 
Mar 12:31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti 
dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum 
ini." 

Disini tidak di suruh kasihilah sesamamu yang seagama, sejenis, se suku, se 
aliran. Perintah ini tidak ada dalam agama lain.

Karena Yesus tidak menyuruh orang untuk beragama untuk bisa melakukan 
perintahnya. Tetapi mendekat kepadaNya.

Jas_4:8  Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah 
tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang 
mendua hati! 

Semoga ini bisa menjadi perjuangan di NKRI menyadarkan orang yang memiliki 
ideology merusak kesatuan dan persatuan di Indonesia. 

 

On Thursday, May 25, 2017 5:50 AM, "[email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45]" <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > wrote:

 

  

Ikut arus jaman itu sepert excuse.

Manusia punya free will dan punya pilihan.

Gak ada alasan menyalahkan jaman untuk berbuat sesuatu yang salah.

 

Kalau kita ikuti Nuremberg Trials, kita bisa lihat ada tokoh2 Nazis yang 
menggunakan excuse ini. salah satu contohnya adalah hans frank, gubernur 
jendralnya jerman di polandia, terkenal dengan julukan “algojo dari Krakow 
polandia”. Dia menyalahkan system dimana orang yahudi kaya. Dia bilang semua 
orang tahu system yang bikin enak orang yahudi itu salah. Lalu setelah 
ketakutan/Nuremberg trials, dia ganti wajah dan bilang: “Hittler has disgraced 
germany for all time. He betrayed and disgraced the people that loved him. I 
will be the first to admit my guilt”.

 

Excuse ikut arus itu tidak bisa menjustifikasi seseorang berbuat salah karena 
seseorang itu punya free will dan choice untuk tidak melakukannya. 

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ] 
Sent: Thursday, May 25, 2017 7:16 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; 
[email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: Re: [GELORA45] MUI kutuk pelaku bom Kampung Melayu

 

 

Di dunia sekarang harus pandai ikut arus zaman, jika ingin mendapat berkat. 

 

2017-05-25 13:06 GMT+02:00 [email protected] <mailto:[email protected]>  
[GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> >:

Mungkin ada unsur malu.

Mengutuknya sudah benar.

Yang belum tentu benar adalah orang2 didalam MUI apakah semuanya mengutuk?

Ini yang menjadi pertanyaan penting karena banyak orang dalam MUI itu.

Sangat tergantung dengan pimpinannya. Dulu waktu jamannya Din Sam Syamsuddin 
lain suka nakal berpolitik. Begitu juga sekarang jamannya KH Ma’ruf Amin lain 
lagi.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, May 25, 2017 5:52 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; 
[email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: [GELORA45] MUI kutuk pelaku bom Kampung Melayu

 

Serius ataukah hanya ikut ramai mengutuk??

 

http://www.antaranews.com/berita/631341/mui-kutuk-pelaku-bom-kampung-melayu

 


MUI kutuk pelaku bom Kampung Melayu


Kamis, 25 Mei 2017 15:46 WIB | 759 Views

Pewarta: Anom Prihantoro

  <http://img.antaranews.com/new/2017/05/ori/20170525dom-1495643708.jpg> 

Polisi berjaga di lokasi dua ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta 
Timur, Rabu malam (24/5/2017). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

... pelakunya mereka adalah manusia yang sudah kehilangan nilai kemanusiaannya. 
Sungguh ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat keji dan memilukan.. 

Jakarta (ANTARA News) - Majelis Ulama Indonesia mengutuk keras pelaku bom di 
Kampung Melayu, Jakarta karena aksi mematikan itu sangat biadab dan jauh dari 
nilai-nilai agama.

"Siapa pun pelakunya mereka adalah manusia yang sudah kehilangan nilai 
kemanusiaannya. Sungguh ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat keji dan 
memilukan," kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, pemboman itu terorisme di Indonesia masih sangat kuat sehingga 
harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, karena terorisme adalah 
musuh negara.

MUI, kata dia, sudah menetapkan dalam fatwa Nomor 3/2014 bahwa terorisme adalah 
tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman 
serius terhadap kedaulatan negara, keamanan, perdamaian dunia, serta merugikan 
kesejahteraan masyarakat.

Perbuatan terorisme, lanjut dia, haram hukumnya. Untuk hal itu MUI meminta 
aparat keamanan menangkap para aktor dan pelakunya dan mengusut tuntas sampai 
ke akar-akarnya.

Dia mengatakan MUI juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada segenap 
keluarga korban bom Kampung Melayu, semoga almarhum para korban khusnul 
khotimah (meninggal dengan cara yang baik) dan keluarga yang ditinggalkan 
diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menerima musibah ini.

"Dimohon kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan 
kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah yang 
diperlukan," kata dia. 

Editor: Ade Marboen

 

 

 

 



Kirim email ke