Yang anda kemukakan benar, dan itulah kesalahan besar banyak negara seperti
Indonesia, Uni Soviet, dll. Terutama terjadi karena utang luar negeri yg bukan
dalam mata uangnya sendiri sehingga pencetakan uang itu tidak ada manfaatnya.
On Tuesday, June 20, 2017 8:04 AM, kh djie <[email protected]> wrote:
Nyetak uang sebanyak-banyaknya untuk bayar uang, karena kertas, tinta, ongkos
cetak itu murah, orang Belanda dalam teknik bilang, ya itu technisch
uitvoerbaar, secara teknik dapat dilaksanakan.Tetapi ekonomisch niet haalbaar,
tidak dapat memberi keuntungan, karena akan merusak kurs keuangannya sendiri
(devaluasi), yang bikin ekonomie dalam negeri akan rusak.
2017-06-20 16:24 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>:
sekedar berkilah, foul language, profanity, nggak ada nilainya buat ditanggapin.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Komentar ane goblok?Komentar yang mana yang goblok itu?Kapan ane bilang Yunani
utangnya dalam mata uangnya sendiri?Ane tambahin: kapan ane bilang Yunani
utangnya tidak dalam mata uangnya sendiri? Ente kan mau bilang hutang Yunani
itu hanya dalam mata uang asing. Ini baru goblok! Nih ane tambahin gimana
gobloknya ente itu: andaikata ada hutang Yunani dalam bentuk euro. Emangnya
duit utk membayar itu harus selalu dari euro? Dari mana dapet euro nya? Ane
kasih jawabannya: dari dalam negeri/dalam bentuk drachma.Gimana bisa cetak
drachma yg banyak utk beli euro? Nih ane kasih lagi jawabannya: kerja…kerja…dan
kerja. Ini namanya apa? ini namanya: recovery. Lalu gimana bisa Recovery?
Ngerti ndak sampe sini? Debt payment dan recovery? Ente itu sudah gobloknya
minta ampun bilang debt payment bisa dibayar secara mudah dengan ongkos tinta
saja: cetak duit!Sekarang lari dan mempersoalkan hutang Yunani bukan dalam
drachma tetapi hanya dari mata uang asing? Bingung kan jadinya Yunani itu?
Sudah gak bisa cetak duit drachma utk bayar mata uang asing terus gimana bayar
utang dalam mata uang asing itu? Hehehehehe hanya satu kan jawaban buat ente
itu: ya pinjam mata uang asing kan?Artinya apa: ente nganjurin Yunani pinjam
duit lagi kan utk bayar hutangnya? Hehehehehe Ente itu anti hutang atau pro
hutang?Goblok dipelihara!!!!! Jokowi jauh lebih pintar untuk bayar hutang, dia
pinjam hutang lagi tetapi memikirkan debt managementnya. Gimana caranya:
kerja….kerja…..Kerjanya akan menghasilkan duit dalam bentuk rupiah dan mata
uang asing. Ini bisa dipakai utk bayar hutang nantinya. Ini namanya Recovery.
Kalau gak ada Recovery gak akan bisa bayar hutang tau????!!!!!! Ini yang paling
penting: tunjukkan dimana ane bilang Yunani hutangnya bukan dalam mata uang
asing?!!!!!!Kalau ente ndak bisa menunjukkannya, berarti hanya 1: ente
memfitnah!!! Nesare From: [email protected]
[mailto:GELORA45@yahoogroups. com]
Sent: Sunday, June 18, 2017 5:38 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga
Utang?
Ini komentar paling goblok, utang Yunani itu bukan dalam mata uangnya sendiri.
---In [email protected] , <nesare1@...> wrote :Bukan Yunani saja yg bisa
cetak uang. Semua negara bisa cetak uang. Kalau menurut jalan pikiran sigoblok
jonathan itu “cetak uang hanya dengan ongkos tinta yg murah”, ya semua orang
cetak duit donk lalu bayar hutang2nya. Ngapain cari hutang? susah2 amat! Dia
gak ngerti pertanyaan bung. Saya ngerti bung tahu masalah itu. Hanya sopan2
tanya sigoblok itu. Dasar dia bebal gak ngerti maksud baik orang lain, terus
dengan sok sokan menjawab: sejarah pegging system Bretton woods yg ngalor
ngidul gak ada kejentrungannya. Dia gak ngerti concern nya bung krn dia gak
ngerti bahayanya printing money itu. Ini semua karena dia sibuk bashing Jokowi
jadi hanya ngurusin hutang negara NKRI saja. Bodoh kan dia? USA printing money
yg saya pancing begitu saja dia gak ngerti. Ini dasar sekali utk ilmu
ekonomi.Orang yg gak belajar ekonomi saja, bisa ngerti kalau mau pikir dengan
jernih. Moso’ suatu negara mau susah payah berhutang kalau bisa printing money
saja. ya seperti kata bung: ya printing money dan bayar hutang donk. Ngapain
cari hutang utk bayar hutang. Salah ndak saya bilang jonathan itu bodoh? Nesare
From: [email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com]
Sent: Sunday, June 18, 2017 5:54 AM
To: Gelora45 <[email protected]>; nesare1@...
Subject: Re: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga
Utang? Bung Nesare,Kalau benar tinggal cetak uang, kan Junani yang sedang
krisis, bisa dibantu semaunya oleh negara2 di Eropa dengan cetak Euro, lalu
langsung kirim ke sana. Kan bisa untung besar dari rente yang dibayar oleh
junani, sedangkan ongkos cetaknya murah.Salam,KH 2017-06-18 11:32 GMT+02:00
nesare1@... [ GELORA45] <[email protected]>:
Kita tunggu komentarnya si goblok jonathan ini gimana menjawab
pertanyaan/concern bung: cetak duit terus untuk bayar hutang. Dia muter2 dari
cetak duit di Indonesia (bisa devaluasi) dan cetak duit di USA (tidak apa2
karena dicetak dalam bentuk US dollar dan biayanya hanya tinta), wewenang
pemerintah s/d Bretton woods Saya jadi terpingkal2 dengan kepintarannya (baca:
kegoblokannya) ini. dia gak ngerti ekonomi. Ngertinya sepotong2 cuplik sana
cuplik sini terus bergaya seperti seorang ekonom yg memang belajar ilmu
ekonomi. Seorang ekonom saja banyak tidak tahu tetapi basic/cara berpikirnya
ada. Dia ini gak ada dasarnya. Ujung2nya masalah cetak duit itu akan
menciptakan devaluasi. Ini teorinya. Siapapun, negara manapun yang mencetak
duit akan harus menerima resiko mata uangnya melemah karena money suppy/duit
yang beredar meningkat. Jawaban pertanyaan bung itu adalah: cetak duit/printing
money itu sangat ditakuti oleh setiap negara karena dapat melemahkan mata
uangnya/devaluasi.Berbeda dengan pinjam duit/hutang dimana suatu negara tidak
menciptakan duit. Ketika bank pinjam duit dan duit itu adalah deposito dari
nasabahnya Deposito dilakukan oleh nasabah mengharapkan bunga. Resikonya hanya
1: kalau semua nasabah tarik depositonya bersamaan dalam waktu yg sama, banknya
akan kollaps. Tetapi berbeda dengan pemerintah pinjam duit. Hutang pemerintah
tidak dibayar krn ada permintaan dari kreditor, melainkan dibayar sesuai dengan
maturity date nya. Jadi waktu bayar nya sudah tetap tanggalnya. Jadi pemerintah
peminjam bisa mengatur cara membayarnya. Ini masalah debt management. Jadi
hutang pemerintah itu tidak menciptakan inflasi. Beda kalau pemerintah cetak
duit/printing money akan menciptakan devaluasi/melemahkan mata uangnya.
Sijonathan ini gak ngerti bahayanya printing money ini!Dia kutak katik dalam
otaknya yg cupat krn gak mau kalah dan salah bilang: USA cetak dollar dalam
mata uangnya sendiri. ini seakan2 tidak mempengaruhi mata uangnya. Gobloknya
dia ini bung beberkan: kalau begitu cetak dollar dan bayar utang RRT dan
jepang. Sigoblok jonathan yg gak ngerti ekonomi nya gak tahu kalau dia pake’
duit dollar yg baru dicetak itu utk bayar utang itu akan melemahkan dollarnya.
Dia sama sekali gak ngerti. Tempurungnya kan kelihatan dia bermain logika
didalam negara USAnya. Dia ndak lihat kalau dollar yg dicetak itu kalau
digunakan akan melemahkan dollarnya. Bodoh kan dia? Ayo kita lihat gimana
komentarnya. Semakin lama semakin tambah bodoh. Kenapa? Karena dari awalnya dia
sudah salah krn gak ngerti konsep dasarnya. Saya ini sebetulnya malas kasih
kuliah seperti ini. tapi ya kasihan lihat orang goblok sok pinter begini ini
memang harus ditelanjangi biar dia kapok. Tapi masih belum kapok2 apalagi sadar
betapa gobloknya dia itu. Nesare From: [email protected]
[mailto:GELORA45@yahoogroups. com]
Sent: Sunday, June 18, 2017 2:32 AM
To: Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; Gelora45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga
Utang? Lha, jadinya bagaimana mau bayar utangnya pada Tiongkok dan Jepang?
Cetak uang dollar sebanyak banyaknya untuk bayar utang yang anda bilang paling
murah atau tidak ? 2017-06-18 8:17 GMT+02:00 jonathangoeij@... [ GELORA45]
<[email protected]>:
lho..... ini khan hal yg sudah jelas dalam sejarah, setelah President Nixon
meng-abolished Brendon Wood System nilai dolar tidak lagi di-pegged dgn emas
terus the Fed cetak duit banyak2 yg akibatnya inflasi tinggi nilai dollar
jatuh, baiknya kemudian President Carter me-tightened money supply itu shg
inflasi menjadi berkurang banyak.
---In [email protected] , <djiekh@...> wrote :Kalau misalnya Amerika
cetak dollar untuk bayar semua utrangnya pada Tiongkok dan jepang, kan Tiongkok
dan Jepang jadi punya bilyoenan dollar. Kalau dipakai import barang dari
Amerika, ini bilyunan dollar masuk kembali ke Amerika, Amerika akan kebanjiran
dollar. Apa tidak terjadi inflasi, dan kurs dollar jatuh ? 2017-06-18 4:47
GMT+02:00 jonathangoeij@... [ GELORA45] <GELORA45@yahoogroupscom>:
Kasarannya memang begitu, wewenang cetak duit memang ada dinegara masing2 yg
mempunyai mekanisme ber-beda2. Yg saya kemukakan adalah hipotetikal kasaran
saja, karena utang US dalam mata uangnya sendiri jadi kasarannya tinggal cetak
saja yg ongkosnya cuman beberapa sen perlembarnya bereslah atau kalau mau irit
ongkos cetak dibikin denominasi yg gede seperti 100,000 dolar yg pernah dicetak
th 1934. Tapi sekali lagi tinggal cetak duit buat bayar utang itu kasarannya
kalau disetujui semua otoritas pencetakan duit di US yg melibatkan congress,
federal reserve, dan treasury department Anda lihat saja banyaknya duit suatu
negara yg dicetak umbar2an sampai nilainya kemudian jadi jjeblok sedemikian
rupa dibanding nilai asalnya, seperti yg pernah dialami Indonesia beberapa kali
baik diorde lama ataupun baru. Tetapi tetap saja utang pemerintah dalam rupiah
ya kasarannya tinggal cetak duit buat bayar bereslah, cuman utang yg jadi
masalah itu khan dalam mata uang bukan rupiah.
---In [email protected] , <djiekh@...> wrote :Kutipan : Ini perbedaan
besar antara US dan Indonesia, utang US dalam mata uangnya sendiri US$ jadi
kalau misalnya mau bayar utang 1 T tinggal cetak duit 1 T yg ongkosnya cuman
kertas dan tinta juga sudah cukup tinggal dibayarkan keutang, beres sudah Lha,
kalau begitu, kan bayar saja langsung semua utang. Atau tidak perlu utang,
karena bisa cetak uang dollar semaunya ? Cetak saja sendiri ? Apa bisa ?
2017-06-18 1:04 GMT+02:00 jonathangoeij@... [ GELORA45]
<[email protected]>:
Bung Goblok, kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah (DSR tinggi) itu ya
jadinya seperti sekarang ini "Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang". Selain
itu credit worthiness Indonesia yg rendah menyebabkan biaya bunga yg tinggi yg
juga akan memompa DSR makin besar saja. Masak hal seperti ini saja tidak
dipahamin. Ini perbedaan besar antara US dan Indonesia, utang US dalam mata
uangnya sendiri US$ jadi kalau misalnya mau bayar utang 1 T tinggal cetak duit
1 T yg ongkosnya cuman kertas dan tinta juga sudah cukup tinggal dibayarkan
keutang, beres sudah. Sedang Indonesia yg utangnya bukan mata uangnya sendiri
ya tidak bisa cetak duit begitu saja utk dibayarkan, mesti pakai duit cadangan
devisa. Kalau mau cetak duit banyak2 seenak udel buat bayar utang jadinya ya
kayak th 96-98 itu dari sekitar 2 ribuan per dollar jadi sekitar 16 ribuan.
---In [email protected] , <nesare1@...> wrote :Oh jadi gak boleh
membanding2kan hutang2 antar negara?Ngapain orang2, instansi2, economic center
seluruh dunia bikin list of country with debt?Ngapain orang2, instansi2,
economic center seluruh dunia bikin rasio2 debt to GDP dll?Lucunya (eh
bodohnya☹) ente malahan nulis DSR. Malahan pake’ tambahan IMF lagi dimana IMF
ada list DSR seluruh dunia Oh jadi kalau DSR nya Indonesia 66% terus emangnya
kenapa?Susah cari hutang atau gak ada yg mau ngasih hutang ke
Indonesia?Indonesia akan bangkrut gak bisa hutang? Atau apa? Kan sudah dari
dulu ngomongin hutang ini dan sudah ane tanya kalau DSR tinggi terus ngapain.
Sudah ane goblok2in krn memang ente gak ngerti masalah governmental debt
ini.Alasannya hanya 1: DSR yg tinggi.Rasio2 yg lain gak dilihat, keadaan
Indonesia gak dilihat, kepercayaan negara lain tidak dilihat. Coba berkaca sama
negara ente USA itu printing money bukan cari hutang!Ngerti ndak dengan kalimat
ini? Jangan banyak bacot kalo gak ngerti. Jangan sok pinter kalau tidak ane
telanjangi terus biar kelihatan gobloknya! Nesare From:
[email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com]
Sent: Saturday, June 17, 2017 1:38 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga
Utang?
semua dibandingkan USA ha ha ha ha aneh juga padahal kondisi kedua negara
berbeda yg harus dilihat sendiri2. Utang US itu dalam US$ mata uangnya sendiri,
sedang utang Indonesia bukan dalam mata uangnya sendiri Rp. itu adalah 2
kondisi yg berbeda besar. Selain itu juga tingkat bunga yg dibayar berbeda
besar sekali. coba lihat kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah yg
ditunjukkan dgn DSR yg tinggi "menurut catatan CORE, tingkat Debt Service Ratio
Indonesia pada kuartal II-2016 sudah mencapai 66%. Angka ini telah melampaui
batas kewajaran DSR yang ditetapkan oleh IMF yaitu 30%-33%." sekarang tentu DSR
lebith tinggi lagi.
---In [email protected] , <nesare1@..> wrote :Coba bandingkan dengan
USA!USA bukan mengeluarkan utang lagi, melainkan cetak duit!Ini dilakukan oleh
Fed dalam mengatasi krisis keuangan 2007! Coba bandingkan hutang Indonesia vs.
hutang USA!Gede mana?! Nesare From: [email protected]
[mailto:GELORA45@yahoogroups com]
Sent: Wednesday, June 14, 2017 4:22 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang?
Kapan?????????---
Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang?
Suci Sedya Utami • Senin, 12 Jun 2017 17:25 WIBrapbn 2018Ekonomi Makro
- TWITTER
- FACEBOOK
- GOOGLE+
Misbakhun. Antara/Puspa Perwitasari.Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI
DPR Fraksi Golkar M Misbakhun menyoroti keseimbangan primer yang masih defisit
pada 2017.
Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi
XI DPR menyebutkan defisit keseimbangan primer dalam Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar 0,6-0,4 persen dari Produk
Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp50 triliun-Rp99 triliun dengan defisit
anggaran yakni 1,9-2,3 persen dari PDB.