Chan: Lho, nenek yang satu ini memang aneh! Sejak mula saya sudah bilang RDB
nya Mao dan RDB nya DengTIDAK ADA BEDA nya! Kok masih saja ngenyel minta saya
jawab dimanaperbedaannya! Karena memang tidak ada perbedaan hakiki masyarakat
Tiongkokdimasa Mao menetapkan RDB tahun 1945 dengan ma Deng menetapkan kembali
RDBditahun 1978!
Tatiana: Ooo neneklu yang aneh! Andabilang RDBnya Mao TIDAK ADA BEDANYA dengan
RDBnya Deng! Karena tidak adaperbedaan hakiki masyarakat Tkk di masa Mao
menetapkan RDB tahun 1945 dengan Dengmenetapkan KEMBALI RDB di tahun 1978!
Kesalahanpertama: Mao menetapkanRDB TIDAK pada tahun 1945!! Sejakturut
membangun PKT, Mao sudah menetapkan watak revolusi Tkk, yaitu RDB, berdasarkan
pada analisa kelas dalammasyarakat Tkk ketika itu. Watak RDBditentukan oleh
sifat masyarakat Tkk yang setengah jajahan dan setengah feudal(anda tidak
pernah baca MIRI?). Demikian juga India, Filipina dan beberapanegeri di Amerika
Latin membuat analisa kelas dalam masyarakatnya. Sifatmasyarakat semi kolonial
semi feudal MENENTUKAN watak Revolusi Demokrasi Baru. Secara tertulis kita
lihat dalam tulisannya tahun 1928, “Perjuangan di GunungTjingkang” yang sudah
saya kutip dalam jawaban yang lalu.Coba anda cek sendiri.Ketika Mao bicara
tentang Revolusi Burjuis Demokratis (atau RDB), kepala/kopdari bagian itu
adalah “Masalah Watak Revolusi”. Jangan malas dan sombong! Bacasendiri tulisan
Mao itu. Di sini Mao tidak bicara tentang BENTUKPERJUANGAN!! RDB berhubungan
langsung dengan Watak Revolusi dan Analisa Kelas. Tahun1926, Mao menulis
“Analisa Kelas-Kelasdalam Masyarakat Tkk”. Berdasarkan pada analisa kelas
itulah Mao sampai padakesimpulan tentang watak revolusi Tkk ketika itu, yaitu
RDB.
Chan:Tapi, kalau saja masih ngotot hendak mengajukan“PERBEDAAN”, harus saya
katakan hanya BENTUK PERJUANGAN nya saja yang sudahberbeda.Karena setelah
kekuasaan Jepang dikalahkan dan kemudian kekuasaanKuomintang, Chiang Kaisek
berhasil digusur ke Taiwan, berarti kekuasaanPemerintah Republik Rakyat
Tiongkok yang dibentuk, adalah Pemerintah RAKYATdibawah pimpinan Partai
Komunis! Ini pedrtama. Kedua, karena tujuan utama RDBmembasmi Feodalisme, dan
kelebihan tanah2 tuan-tanah sudah selesai dibagikanuntuk petani penggarap.
Ketiga, karena gembong imperialisme, AS berhasil dipaksadatang berkunjung ke
Beijing untuk bersalaman dengan Ketua Mao. Maka, dengansendirinya BENTUK
Perjuangan BERUBAH, bukan lagi REVOLUSI untuk mendobrak yanglama dan membangun
yang baru dengan kekerasan lagi, tapi lebih tepat digunakansebutan Reformasi.
Itu pula Deng tidakgunakan RDB, tapi gunakan Reformasi dan Keterbukaan (Gai Ge
Kai Fang),untuk melanjutkan perjuangan membangun dan mewujudkan masyarakat
sosialismeberciri khas Tiongkok. Sedang keluar, bentuk perjuangan utama
denganImperialisme AS juga sudah bukan lagi konfrontasi, tapi tetap
melancarkanperjuangan dibidang politik, diplomasi, ekonomi, ... menentang dan
melawanhegemoni AS didunia.
Tatiana: Kesalahan Kedua: Anda mengacaukan dan mencampur aduk BENTUKPERJUANGAN
dengan WATAK ATAU SIFAT REVOLUSI!! Isi dalam paragraph atas ngawur!!!BENTUK
PERJUANGAN bisa macam-macam, antara lain, perjuangan legal, perjuangandi bawah
tanah atau illegal, perjuangan dengan cara damai, perjuangan dengan
kekerasan,pemberontakan, etc. Bentuk perjuangan legalpun bisa macam-macam.
Perjuangandengan kekerasan juga bisa macam-macam bentuknya.
Pernyataananda bahwa RDBnya Mao SAMA dengan RDBnya Deng, HANYA yang beda
BENTUKPERJUANGANNYA adalah pernyataan yang ngawur dan absurd karena mencampur
adukkandua konsep atau dua hal yang lain sama sekali!!! Anda sok tahu, sok
pinter, bikin kesimpulan daninterpretasi seenak perut sendiri!!! Kalaukita
bicara tentang RDB maka kita bicara ttg WATAK atau SIFAT revolusi, bukanBENTUK
PERJUANGAN!
Setelahbilang RDBnya Mao tidak ada perbedaan hakiki dengan RDBnya Deng, di
bagian lainanda bilang “ Itupula Deng tidak gunakan RDB, tapi gunakan Reformasi
dan Keterbukaan (GaiGe Kai Fang)…..”. Kelihatan dengan jelas sifat anda yang
menclamencle!!! Jawab dengan tegas: apa nama tahaprevolusi di Tkk sekarang????
Sekarang anda tidak pakai RDB, tapi pakai “Reformasidan Keterbukaan”!!! Jadi
yang mana akhirnya yang anda pilih? RDB atau “Reformasidan Keterbukaan”? Yang
jelas RDB tidakidentik dengan “Reformasi dan Keterbukaan”!! Karena RDB adalah
watak/sifatrevolusi, sedangkan reformasi dan keterbukaan adalah kebijakan atau
politikyang dijalankan dan diterapkan oleh sebuah pemerintahan/presiden atau
partaipolitik atau lembaga/institusi.
Di satu pihak, andabilang “ Karenamemang tidak ada perbedaan hakikimasyarakat
Tiongkok dimasa Mao menetapkan RDB tahun 1945 (TIDAKBETUL!!!) dengan ma Deng
menetapkan kembali RDB ditahun 1978!
Tapi, di lainpihak, dalam paragraph di atas, andasebenarnya
menjelaskanPERBEDAAN HAKIKI antara masyarakat Tkk ketika Mao menetapkan RDB
tahun 1945 (harusnya1928; soal periodisasi rev. Tkk saja anda kacau!!) dengan
Deng menetapkankembali RDB di tahun 1978. Apakah, pertama, dikalahkannya
aggressor Jepangdan semua kekuatan imperialis (antara lain Inggris, Perancis,
As) yang dulunyamenguasai Tkk, kemudian diusirnya Chiang Kaisek dan
didirikannya RRT pada tahun1949 bukan sebuah perubahan hakikidalam masyarakat
Tkk dibanding dengan tahun 1928? Kedua, apakah dihancurkannya hub. produksi
feudal melalui revolusiagraria tidak punya dampak perubahan hakikidalam
masyarakat Tkk? Anda bicara tentang semua kejadian di atas, tapiTIDAK MENGAKUI
bahwa semua itu membawadampak perubahan hakiki dalam masyarakat Tkk. Masak
hancurnya hubunganproduksi feudal di pedesaan tidak berarti perubahan hakiki
dalam masyarakat????Apa anda tidak tahu bahwa sifat sebuahsistim ekonomi dan
masyarakat ditentukan oleh hubungan produksi yang berdominasidalam masyarakat
tersebut? JANGAN dikacaukan atau disamakan hubunganproduksi dengan ideology,
pandangan dunia dan kebiasaan feudal! Hubunganproduksi bisa dihancurkan lebih
cepat tapi ideology, pandangan dunia dan kebiasaan feudalmasih butuh waktu
lebih lama lagi untuk dihancurkan. Dan justru itulah yang menjadisalah satu
sasaran RBKP!!!
Anda sengaja tidak mau mengakui bahwakemenangan melawan Jepang, Chiang Kaishek
dan imperialism dan juga hancurnyahub. produksi feudal dan berakhirnya
revolusi/reform agrarian pada tahun 1956 menandakan BERAKHIRNYA RDBnya Mao.
Dan sejak itu Mao melangkahke tahap pembangunan sosialis dengan kontradiksi
pokok antara kaum proletar dankaum borjuis!!! Di sinilah letak kontradiksi
antara Mao dengan Liu-Deng! LIU-DENG tidakmau masuk ke tahap pembangunan
sosialis!!! Kaum revisionis ingin terusmempertahankan RDB yang memberi hidup
kepada kaum borjuis nasional!! Olehkarena itu anda menuduh Mao “terlalu pagi
membangun sosialisme, terlalu pagimembabat kaum borjuis!!!”. Sebuah tuduhan
revisionis!!!
Sekarang andaselubungi watak revisionis dan kapitalis dari Deng dengan
mengatakan:
“Maka, dengan sendirinya BENTUK PerjuanganBERUBAH, bukan lagi REVOLUSI untuk
mendobrak yang lama dan membangun yang barudengan kekerasan lagi, tapi lebih
tepat digunakan sebutan Reformasi.”
Pernyataandi atas adalah absuuuurd!!! Pertama,anda ingin menghilangkan periode
pembangunan sosialis dari tahun 1956 sampai1976 (20 tahun!). Seolah-olah
periode itu TIDAK ADA dan TIDAK ADA HASILNYA!! Kedua, dengan MENGHAPUS dan
TIDAKMENGAKUI perkembangan dan kemajuan Tkk yang dicapai dalam 20 tahun itu,
andaingin mengklaim bahwa RDB masih terus ADA dan BERLANGSUNG, HANYA
BENTUKPENJUANGANNYA NYA YANG BERUBAH!!! Sekali lagi itu sebuah isapan jempol,
penipuansejarah dan pengkhianatan terhadap Mao!!
Seandainyaanda benar bahwa hanya bentuk perjuangannya saja yang berubah,
mengapa KomuneRakyat harus dibongkar?? Mengapa pelayanan social seperti
pendidikan dan kesehatangratis harus dihilangkan? Mengapa sistim kerja tetap
dan 8 jam seharidihilangkan dan diganti dengan sistim kontrak dan kerja
borongan? ETC.
Sayatahu anda tidak akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dan argumentasi
yang sayaajukan. Yang anda bisa lakukan adalah mengalihkan hal-hal pokok yang
sedang didiskusikanke masalah lain. Itulah namanya debat kusir. KH djie
pernah mengingatkan Jonathan (dalam diskusi mereka berdua) untuk
tidakmengalihkan pokok diskusi ke masalah lain. Dan Jonathan patuh. Dia balik
kemasalah yang sedang dibicarakan. Tapi KH djie tidak akan mengingatkan anda
untuktetap pada masalah yang sedang dibicarakan. Praktek debat kusir anda
sudahbertahun-tahun saya alami. Begitulah ciri orang yang memang sebetulnya
tidakpunya argumentasi untuk mempertahankan pendapatnya.
Untukmudahnya, coba anda tampilkan tulisan Deng Xiaoping sendiri yang menjadi
dasarteori dari RDBnya atau yang kemudian anda ubah menjadi “reformasi
danketerbukaan” yang dia jalankan. Saya sudah menampilkan tulisan Mao sendiri
yang menjadi dasar teoridari RDBnya. Saya tidak bikin kesimpulan sendiri. Saya
hanya mempelajarisejarah PKT dan Tkk yang dulu dibimbing oleh kawan-kawan Tkk.
Sedangkan andamemisahkan diri dan tidak ikut belajar, karena sudah tentu anda
menganggapsudah pinter dan bisa belajar sendiri. Nah, hasilnya bisa dilihat
sekarang ini,revisionis sampai ke tulang sumsum!
On Tuesday, July 4, 2017 3:18 PM, "'Chan CT' [email protected]
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
Lho, nenek yang satu ini memang aneh! Sejak mula saya sudah bilang RDB nya
Mao dan RDB nya Deng TIDAK ADA BEDA nya! Kok masih saja ngenyel minta saya
jawab dimana perbedaannya! Karena memang tidak ada perbedaan hakiki masyarakat
Tiongkok dimasa Mao menetapkan RDB tahun 1945 dengan ma Deng menetapkan kembali
RDB ditahun 1978! Tapi, kalau saja masih ngotot hendak mengajukan “PERBEDAAN”,
harus saya katakan hanya BENTUK PERJUANGAN nya saja yang sudah berbeda. Karena
setelah kekuasaan Jepang dikalahkan dan kemudian kekuasaan Kuomintang, Chiang
Kaisek berhasil digusur ke Taiwan, berarti kekuasaan Pemerintah Republik Rakyat
Tiongkok yang dibentuk, adalah Pemerintah RAKYAT dibawah pimpinan Partai
Komunis! Ini pedrtama. Kedua, karena tujuan utama RDB membasmi Feodalisme, dan
kelebihan tanah2 tuan-tanah sudah selesai dibagikan untuk petani penggarap.
Ketiga, karena gembong imperialisme, AS berhasil dipaksa datang berkunjung ke
Beijing untuk bersalaman dengan Ketua Mao. Maka, dengan sendirinya BENTUK
Perjuangan BERUBAH, bukan lagi REVOLUSI untuk mendobrak yang lama dan membangun
yang baru dengan kekerasan lagi, tapi lebih tepat digunakan sebutan Reformasi.
Itu pula Deng tidak gunakan RDB, tapi gunakan Reformasi dan Keterbukaan (Gai Ge
Kai Fang), untuk melanjutkan perjuangan membangun dan mewujudkan masyarakat
sosialisme berciri khas Tiongkok. Sedang keluar, bentuk perjuangan utama dengan
Imperialisme AS juga sudah bukan lagi konfrontasi, tapi tetap melancarkan
perjuangan dibidang politik, diplomasi, ekonomi, ... menentang dan melawan
hegemoni AS didunia. Jadi, setelah berhasil merebut kekuasaan, kekuasaan
Negara berada ditangan RAKYAT, kelanjutan RDB bukan lagi revolusi, tapi
reformasi! Titik berat nya adalah membangun masyarakat Demokrasi Baru sebagai
peralihan menuju masyarakat Sosialisme! Disepanjang proses meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Demokrasi Baru inilah, Peran Partai Komunis yang telah
berkuasa mengendalikan kapitalis yang tetap diberi kesempatan hidup, tumbuh dan
berkeembang, dalam usaha mempercepat perputaran roda ekonomi-nasional. Dan, ...
karena ketegasan dibawah pimpinan Partai Komunis, baik dimasa Revolusi
Demokrasi Baru dalam rangka merebut kekuasaan, maupun masa pembangunan
masyarakat Demokrasi Baru, saya mengatakan, dimasa masyarakat Demokrasi Baru
masa Ketua Mao, 30 tahun pertama setelah RRT ditegakkan, maupun masa Deng, 30
tahun berikut, sampai sekarang ini masyarakat Tiongkok yang masih merupakan
masyarakat Demokrasi Baru ini TIDAK ada perbedaan hakiki! Artinya, masih tetap
berusaha keras meningkatkan kemakmuran rakyat-miskin, dengan mengembangkan leb
ih banyak, lebih besar usaha industri, ... Dan sekalipun usaha mengentaskan
kemiskinan tetap menjadi tugas utama Pemerintah yang berkuasa, tetap saja masih
BELUM mencapai tingkat menjadikan kapitalis perseorangan sasaran revolusi yang
harus dibasmi, ditiadakan. Lalu, bagaimana sasaran Revolusi yang ditetapkan
RDB itu setelah berhasil merebut kekuasaan? Jelas yang hendak diselesaikan
dengan revolusi Demokrasi adalah merubah masyarakat feodal menjadi masyarakat
kapitalis, dan itulah sebab dalam sejarah perkembangan masyarakat, revolusi
Demokrasi ini dibawah pimpinan Borjuasi. Revolusi Demokrasi ini berubah menjadi
RDB karena dipimpin oleh Partai Komunis dan tentu dengan sasaran RDB yang lebih
tegas melawan feodalisme, komprador dan imperialisme didunia! Setelah Partai
Komunis berhasil menegakkan Pemerintah RAKYAT, pada kenyataan dalam kehidupan
masyarakat, sekalipun tuan-tanah sudah dimasmi, dan tanah kelebihan tuan-tanah
untuk perseorangan sudah SELESAI dibagikan pada petani penggarap, ... Tapi,
pikiran dan budaya feodalisme yang sudah berlangsung lebih 3 ribu tahun itu,
tentu tidak mungkin diselesaikan dalam beberapa tahun, puluhan bahkan mungkin
seratus tahun saja! Sedang tuantanah2 yang sudah dirampas tanahnya itu, tentu
bisa saja tidak akan berpangku-tangan melihat perkembangan maju Pemerintah
RAKIYAT, diantara mereka pasti juga akan terus berusaha untuk kembali berkuasa,
setidaknya merusak dan mengganjel kemajuan. Kemunculan bandit-bandit desa dalam
berbagai bentuk masih tetap merupakan ancaman didesa-desa. Sedang kekuasaan
kapitalis komprador, dalam hal ini kekuasan Pemerintah Kuomintang, tentu juga
tidak akan berdiam-diri, pasti akan membuat gerak menghasut, mengacau dan
perlawanan mereka dalam berbagai bentuk setiap saat akan tetap bermunculan, ...
Bukankah pejabat-pejabat korup yang bermunculan dan gamblok pada kekuatan
imperialisme bisa dikatakan merupakan komprador baru yang bermunculan dengan
lebih ganas, jahat dan berbahaya! Sekalipun sampai sekarang Tiongkok tidak
lagi dijajah langsung negara asing, tapi dalam kenyataan bahaya perlawanan dari
IMPERIALISME, khususnya AS didunia ini cukup kuat dan sedikitpun tidak boleh
lengah! Sekalipun Presiden Nixon diawal 1972 terpaksa datang berkunjung ke
Beijing dan bersalaman dengan Ketua Mao, untuk mengakhiri politik blokade
sejagad dan konfrontasi terhadap RRT, itu hanya merubah bentuk perjuangan saja!
Harus diperlakukan sebagai macan sungguhan yang setiap saat bisa menerkam!
Begitulah dalam kenyataan perlawanan dan perjuangan antara RRT-AS sekali-kali
terjadi sengit, dan yang cukup gawat mengancam, peristiwa Tian An Men, 4 Juni
tahun 1989! Membiarkan terus aksi demo yang jelas dibelakang mereka adalah
imperialisme AS itu atau menindas dengan kekerasan?! Kalau saja Deng tidak
menurunkan perintah menindas dengan mendatangkan sepasukan dari Shi Chuan,
barangkali nasib RRT juga akan roboh seperti PKUS. Beruntunglah Deng mengambil
keputusan tegas tepat pada waktunya, dan berhasil menyelamatkan RRT dari
keambrukkan! Dan sampai sekarang kita semua bisa melihat RRT terus maju tumbuh
lebih kuat menjadi pesaing lebih berat AS. Sedang bentuk perjuangan diplomasi
dan politik selama ini, kalau anda perhatikan juga terjadi sengit antara
RRT-AS. Bagaimana anda bisa mengatakan RRT dikuasai komprador dan kolaborasi
yang terjadi?! Dari mulai dimasa Ketua Mao usaha mengembalikan kedudukan RRT di
PBB, sampai berhasil RRT secara resmi merupakan satu2nya Tiongkok yang duduk
resmi anggota PBB dengan mendepak keluar Tiongkok Nasionalis, Kuomintang
Taiwan, ditahun 1972. Kemudian RRT menggunakan “Jalur Sutra” dan prinsip “Satu
jalur satu Jalan” melancarkan perjuangan untuk menang bersama, untung bersama!
Meneruskan lebih lanjut melawan imperialisme AS, dan sampai terakhir ini
ketegangan perairan Laut Tiongkok Timur dan Selatan, ketegangan RRT-Jepang
masalah pulau Diao Yu, ketegangan dengan Viet Nam, Filipina di Laut Selatan
yang jelas diaduk oleh AS itu, bukankah setahun terakhikr ini pertarungan itu
berhasil dilerai dengan cukup baik oleh RRT! Bahkan Presiden Durtete bisa
menerima BANTUAN RRT dan mencampakkan bantuan AS. Begitu juga Presiden Trump
sendiri yg semula begitu GARANG nya saat kampanye terhadap RRT dan dengan akan
menjalankan politik perlindungan-diri, akhirnya juga luluh satu persatu, ...
Bukankah ini merupakan bentuk konkrit perjuangan melawan imperialisme AS yg
selama ini mengangkaki dunia dengan terus mengobok-obok bikin kacau, gaduh
didunia, ... Dan tentunya perjuangan masih akan terus berlanjut, dan siapa
merupakan pemenang terakhir? Yaaa, kita lihat saja sendiri selama masih hidup
didunia ini. Salam,ChanCT , From: Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] Sent: Monday, July 3, 2017 2:47 AMTo: [email protected] ;
[email protected] ; [email protected] Cc: DISKUSI FORUM HLD ;
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul
; Ronggo A. ; Farida Ishaja ; [email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di
Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia Anda tidak pernah dapat
menjelaskan perbedaan antara RDBnya Mao dengan RDBnya Deng. Tapi ngeyel
seolah-olah sudah pernah menjawab pertanyaan itu. Sekarang anda malah
mengatakan TIDAK ADA PERBEDAAN HAKIKI REVOLUSI DEMOKRASI BARU DI MASA MAO DAN
DENG, karena TIDAK atau BELUM ada perubahan hakiki masyarakat Tkk.
OK. Jadi anda TIDAK melihat perbedaan hakiki antara RDBnya Mao dan RDBnya
Deng? Memang buta, kalau gitu. Dan tidak belajar karya Mao. Mao, ketika bicara
soal watak revolusi dalam tulisannya tahun 1928 :”Perjuangan di Gunung
Tjingkang”, menulis:”Sekarang Tiongkok benar-benar masih berada pada tingkat
revolusi burjuis demokratis (atau yang dinamakan juga Revolusi Demokrasi Baru,
keterangan saya). Program untuk revolusi demoratis yang konsekwen di Tiongkok
meliputi, keluar, penggulingan imperialisme untuk mencapai pembebasan nasional
yang penuh; kedalam, penghapusan kekuasaan dan pengaruh klas komprador di
kota-kota, penyelesaian revolusi agrarian untuk menghapuskan hubungan-hubungan
feudal di desa-desa dan penggulingan pemerintah raja perang. Hanya melalui
revolusi demokratis demikian itu dapatlah diletakkan dasar yang sejati bagi
peralihan ke sosialisme.”
Saya kutip Mao supaya jelas bukan saya yang menciptakan RDB. Tapi, saya sudah
tahu, anda bisa menggunakan ini untuk bilang saya tidak mau berpikir dan pakai
otak sendiri!!! Alasan yang konyol dan absurd ini pernah anda gunakan, justru
untuk menutupi ketidak mampuan anda untuk menjawab argumentasi saya.
Baca baik-baik apa yang dimaksud dengan RDB oleh Mao. Jangan anda putarbalik!
Jadi Tkk pada tahun 1928 berada dalam tahap revolusi burjuis demokratis/RDB!!
Siapa musuh-musuhnya? Keluar, imperialisme untuk mencapai pembebasan nasional
yang penuh. Jadi RDBnya Mao mengganyang imperialisme untuk membebaskan Tkk!!
Siapa musuh di dalam negeri? Kekuasaan klas komprador. Apa isi RDB? Revolusi
agraria untuk menghapuskan hubungan feudal di desa-desa. Jelas tidak??
Kalau anda bilang sekarang Tkk juga sedang berada pada tahap RDBnya Deng yang
menurut anda tidak berbeda dengan RDBnya Mao, lantas di mana perjuangan
anti-imperialisme rakyat Tkk yang dipimpin PKT?? Tunjukkan manifestasinya dan
contoh kongkrit. Kemudian adakah perjuangan PKT melawan kelas komprador???
Bukankah dengan reformasi kapitalisnya Deng justru hidup kembali dan berkembang
dengan subur kelas komprador??? Siapa orang-orang kaya bilyuner yang anda
sanjung kedermawaannya memberi sedekah kepada orang miskin?? Bukan kaum kabir
dan komprador mereka itu???? Pernah saya postingkan video yang memperlihatkan
bagaimana para pengusaha kaya raya itu selalu mendapat dan menggunakan hubungan
dengan para pimpinan PKT dan Pemerintah untuk melancarkan dan memakmurkan usaha
bisnisnya. Sudah lupa atau tidak nonton??? Jadi yang terjadi di hadapan mata
kita justru semakin suburnya kelas kabir dan komprador. PKT dan Pemeirntah sama
sekali tidak berjuang untuk menghilangkan kelas itu!!!
Isi RDB adalah revolusi agraria. Mana revolusi agrarianya Deng Xiaoping???
Apakah pembongkaran komune rakyat itu yang merupakan revolusi agrarianya
Deng???Dihapusnya pertanian dan kehidupan kolektif di pedesaan, itukah revolusi
agraria Deng??
Sekarang dengan sangat kurang ajar dan kegoblokan luar biasa, anda bilang TIDAK
atau BELUM ada perubahan hakiki dalam masyarakat Tiongkok. Ini betul-betul
PUNCAK KEBEBALAN DAN KEGOBLOKAN!!
Kalau begitu, Tkk sekarang masih negeri setengah jajahan setengah feudal
seperti India, Indonesia dan banyak negeri-negeri di AA dan Amerika latin????
Lalu apa artinya pembebasan Tkk pada tahun 1949??? Hasil perjuangan dan
pengorbanan sejak 1921, tidak menghasilkan perubahan hakiki dalam masyarakat
Tkk???? Pemuda ganteng dan pandai seperti anda ini benar-benar sangat
menakjubkan!!! Apanya yang menakjubkan?? Kebebalannya!!!!
On Sunday, July 2, 2017 6:33 AM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]"
<[email protected]> wrote:
Maasya allah, ... rupanya nenek dalam tempurung ini sudah TIDAK BISA MEMBACA
dengan baik tulisan orang lain! Siapa yang TIDAK BISA melihat perkembangan
Tiongkok Baru dibanding sebelum bebas-merdeka? Siapa yang MENGHINA Ketua Mao
dan RAKYAT Tiongkok? Jelas-jelas yang saya tekankan, justru keberhasilan Ketua
Mao membangun DASAR-Ekonomi dan PERTAHANAN Tiongkok dengan semangat BERDIKARI!
Dengan keberhasilan ini mendorong perkembangan Tiongkok Baru, dan oleh
karenanya RRT BERHASIL menjebol blokade sejagad AS yang dijalankan sejak awal
tahun 1950, bermaksud hendak mencekik-mati RRT yang baru berdiri! Ternyata, AS
yang KALAH dan GAGAL, sedang RRT BERHASIL dan MENANG! Dengan berhasil memaksa
Presiden Nixon datang berkunjung ke Beijing untuk berjabatan tangan dengan
Ketua Mao, diawal 1972! Tapi, ... anda anda tidak berhasil melihat kenyataan
lain, bahwa KEBERHASILAN yg dicapai RRT itu dengan keharusan mengikat tali
pinggang rakyatnya lebih kencang, artinya BELUM BERHASIL mengentaskan
KEMISKINAN RAKYAT Tiongkok! Sekalipun dibanding sebelum merdeka sudah jauh
lebih baik, tapi juga tidak bisa dibantah masih ratusan juta RAKYAT MISKIN,
bahkan dikategorikan SANGAT MISKIN yang belum terselesaikan! Sedang anda hanya
dibawa hanyut dalam pemikiran, anagan-angan indah sendiri saja, ... Dan yang
saya bisa pastikan, apa yang anda nyatakan ini justru membuktikan selama
BELASAN TAHUN hidup di Tiongkok, hanya ngerem didalam kamar tidak pernah keluar
melihat bagaimana KEHIDUPAN MASYARAKAT di Tiongkok sesungguhnya, sebagaimana
KENYATAAN yang ada!
Anda TIDAK TAHU, tidak terlalu jauh dari desa dimana kita ditempatkan, tidak
lebih 20Km sudah bisa nampak desa-miskin, sungguh sangat menyedihkan melihat
KEMISKINAN dan KETERBELAKANGAN budaya hidup mereka. Bukan saja baju
compang-camping lebih jelek, lebih butut dari gembel yang biasa terlihat
dikota, bahkan nampak banyak anak2 disana hidungnya dikasih ring/cincin.
Mengapa begitu? Karena penduduk desa itu masih percaya anak2nya bisa digondol
setan, biar tidak digondol setan hidungnya dikasih ring seperti kerbau! Dan
ingagt, itu terjadi di propinsi Jiang Xi yang tergolong propinsi makmur, ...
bisa anda bayangkan sendiri bagaimana dengan propinsi-propinsi lain yang
tergolong miskin!
Entah anda sekamar dengan siapa ketika berstatus mahasiswa di Beijing,
sekalipun tidak melihat dengan mata sendiri, mestinya kan juga bisa berbincang
dengan mereka dan dijadikan bahan pertimbangan untuk mengetahui keadaan
kehidupan masyarakat Tiongkok sesungguhnya. Pendidikan dan Pengobatan gratis
itu kan yang anda lihat dan terjadi cukup baik di kota besar, dan khususnya
untuk anda mashasiswa asing! Bagaimana kenyataan sesungguhnya dalam masyarakat
Tiongkok di kota kecil dan desa2??? Tentu saja tidak seindah seperti yang anda
bayangkan, ... ada berapa % anak-anak desa yang bisa sekolah apalagi sampai
Univ? Anda tahu tidak masih ada berapa% penduduk Tiongkok yang BUTA-HURUF? Anda
tahu tidak berapa orang yang harus mati karena tidak mendapat pengobatan
memadai, karena jauhnya dari RS, disamping teknonologi belum mencapai tingkat
seperti sekarang?
Bahan pertimbangan dari PBB, 10 negara terbanyak penduduk masih buta-huruf.
Dari kiri ke-kanan, India, Tiongkok, Pakistan, Benggala, Ethopia, Mesir,
Brasil, Indonesia, Konggo. Sedang RRT dalam 20 tahun, 1985-2005 berhasil
mengurangi Buta Huruf sebanyak 130 juta orang.
https://chaoglobal.wordpress.com/2014/02/01/illiterate-adult/ :
根據中國國家統計局公佈的《2010年第六次全國人口普查主要數據公報(第1號)》顯示,大陸31個省、自治區、直轄市和現役軍人的人口中,文盲人口(15歲及以上不識字的人)為54656573人,同2000年第五次全國人口普查相比,文盲人口減少30413094人,文盲率由6.72%下降為4.08%,下降2.64個百分點。
(Terjemahan bebas, berdasarkan Badan Statistik Negara yang diumumkan, “Laporan
No.1, Cacah Jiwa ke-6 Seluruh Negeri Tahun 2010” dari 31 Propinsi,
Daerah-Istimewa daratan Tiongkok, jumlah penduduk (diatas usia 15 tahun) yang
BUTA-HURUF mencapai 54,656,573 orang. Diandingkan cacah-jiwa ke-5 tahun 2000,
jumlah penduduk Buta Huruf telah berkurang 30,413,094 orang. Persentasi
Buta-Huruf turun 2.64%, yaitu dari 6.72% menjadi 4.08%.)
Lalu bagaimana dengan masalah kemiskinan? Saya ambilkan saja apa yang
dilaporkan Organisasi PBB dalam meneliti perubahan kemiskian di Tiongkok:
http://www.un.org/chinese/millenniumgoals/china08/reform.html
第三,人民生活明显改善。城乡居民收入持续较快增长,人民生活从温饱不足发展到总体小康。1978年到2007年,城镇居民家庭人均可支配收入由343.4元提高到13785.8元,农村居民家庭人均纯收入由133.6元提高到4140.4元,扣除价格因素,均增长了6倍以上。.....。农村绝对贫困人口从2.5亿人减少到1479万人。各项社会事业全面进步,覆盖城乡的义务教育体系基本建立,公共卫生和基本医疗服务体系不断健全,文化事业和文化产业蓬勃发展,基本公共服务正在朝着均等化方向发展。
(Terjemahan bebas: Kehidupan rakyat telah terjadi perbaikan yang mencolok.
Penghasilan penduduk kota-desa meningkat secara drastis, Kehidupan rakyat dari
kekurangan sandang-pangan secara umum sudah menjadi berkecukupan atau sedikiit
makmur. Dari tahun 1978 sampai 2007, penduduk kota distrik rata-rata
berpenghasilan 343.4 Yan telah terangkat menjadi 13,785.8 Yan, penduduk desa
dari rata-rata penghasilan 133.6 Yan terangkat menjadi 4,140.4 Yan. Dipotong
dengan inflasi yang terjadi, rata-rata kenaikan diatas 6%. ... Jumlah penduduk
sangat miskin dari 250 juta telah berkurang menjadi 14,79 juta orang. Berbagai
usaha sosial dikembangkan secara menyeluruh, meliputi dasar pembangunan sisstem
pendidikan didesa, masalah kesehatan dan pengobatan terus dikembangkan tiada
hentinya, usaha budaya dan produk kebudayaan tumbuh mengelora, dan dasar
PENGABDIAN sedang mengarah ke KEADILAN yang lebih merata.)
Nah, ... dari DATA yang saya ajukan diatas ini, anda tentu TIDAK BISA menutup
mata, atau menyangkal bahwa dimasa Ketua Mao, 30 tahun pertama RRT tegak
berdiri, penduduk Tiongkok yang BUTA HURUF masih cukup buuuaaanyaak dan
KEMISKINAN juga masih sangat parah! Karena ditahun 2000 itu saja masih 6.72%
penduduk, dan ditahun 1978 masih 250 juta rakyat harus hidup ditaraf sangat
miskin! Kecuali anda hendak bilang laporan Badan Statistik Negara itu TIDAK
AKURAT!
Atau anda termasuk seorang yang TIDAK bisa melihat kenyataan, bahwa setiap
proses perkembangan PASTI “Satu Pecah Menjadi Dua”, artinya, disatu pihak
perkembangan positif, dipihak lain juga parti diikuti perkembangan negatf yang
terjadi. Tidak ada proses perkembangan hanya segi postif saja atau sebaliknya
segi negatif saja. Masalahnya, kita bisa tidak dengan TEPAT melihat
perkembangan itu segi positif yang pokok, dominasi atau sebaliknya segi negatif
yang pokok! Jadi, konkritnya perbedaan pandang diantara kita, saya berpendapat
dimasa Ketua Mao, 30 tahun pertama RRT, yang pokok segi positif, tapi juga
tidak sedikit kekurangan/kesalahan terjadi. Masih terjadi KEMISKINAN yang luar
biasa, setidaknya masih ada 250 juta warga sangat MISKIN! Dan lebih 6.7% buta
huruf! Sedang anda melihat segi POSITIF nya saja dengan menyangkal atau
menghilangkan semua segi negatif yang jelas belum terselesaikan itu!
Begitu juga dimasa perkembangan 30 tahun berikut, setelah dimasa Deng
mengoreksi kesalahan Mao, anda jadi menghitamkan segalanya, memandang segi
negatif yang terjadi sebagai yang pokok dan dominasi. Sedang saya justru TETAP
melihat segi positif yang pokok dan dominasi. Bukan saja pertumbuhan ekonomi
yang dahsyat dan diakui oleh dunia, tapi juga perkembangan teknologi yang sudah
berhasil mengejar teknologi tinggi dunia. Begitu juga dalam usaha mengentaskan
kemiskinan, RRT lah didunia ini yang jelas BERHASIL menyelesaikan masalah
kemiskinan dalam waktu singkat, hanya dalam hitungan 50 tahunan, sampai 2020
yad ini, ... lebih 250 juta warga bisa terangkat dari sangat-miskin menjadi
sedikit makmur!
Masalah Revolusi Demokrasi Baru sudah kita perbincangkan entah berapa tahun yl,
... tidak ada yang tidak bisa saya jawab. Kecuali anda saja yang belum bisa
terima argumentasi saya. Dan selalu saya jawab, kalau begitu, tunggu saja kita
lihat sendiri bagai teori2 atau pemikiran kita itu dibuktikan dalam praktek,
melihat bagaimana wujud “Jalan Sosialisme Berciri khas Tiongkok” yang sedang
dijalankan oleh PKT saja!
Saya selama ini sudah menyatakan, TIDAK ada perbedaan hakiki revolusi Demokrasi
Baru dimasa Mao dan Deng, karena TIDAK atau BELUM ada perubahan hakiki
masyarakat Tiongkok! Masyarakat Tiongkok yang masih sangat MISKIN dan
perkembangan masyarakat kapitalis belum merubah sepenuhnya sifat masyarakat
feodal yang ada. Artinya Tiongkok sekarang ini sekalipun sudah mulai memasuki
perkembangan industri, tapi masih lebih 60% PETANI! Kehidupan masyarakat PETANI
didesa-desa masih yang utama. Jadi, masih tetap dikategorikan negara SEDANG
BERKEMBANG, belum bisa dikategorikan negara industri atau negara MAJU. Jadi
tingkat perjuangan revolusi, ... kalau saja masih hendak gunakan sebutan
revolusi, bisa saja TETAP masih ditingkat revolusi Demokrasi Baru, karena
tingkat perkembangan masyarakat dengan revolusi yang seharusnya dipimpin
Borjuasi-nasional, tapi di Tiongkok, baik dimasa Mao maupun Deng bukan dipimpin
borjuasi-nasional, tapi dipimpin oleh PKT, Partai Komunis TIongkok. Jadi,
sebetulnya juga tidak beda dengan “Negara Kapitalis” yang dijalankan Lenin
ditahun 1921 itu!
Ingat, bahwa perkembangan masyarakat yang terjadi itu akan berlangsung sesuai
keadaan objektif masyarakat itu sendiri, tidak bisa diotak-atik atau mau
dilompati sekehendak hati subjektif seseorang dengan lancarkan revolusi. Proses
jaman perbudakan, jaman feodal itu ribuan tahun, dan revolusi2 yang muncul
dimasyarakat itu lahir karena adanya hubungan produksi baru yang muncul dan
berubah mendominasi masyarakat itu. Begitu juga perubahan masyarakat kapitalis
menjadi masyarakat sosialis, pertama tidak bisa disingkat hanya dilewati
puluhan tahun bahkan ratusan tahun saja, dimana masyarakat kapitalis baru mulai
tumbuh dan masih sangat miskin, belum juga memasuki kapitalis-industri, kok
sudah mau masuk mewujudkan masyarakat sosialis. Itulah KESALAHAN yang dibilang
Deng, masyarakat sosialisme itu bukan meratakan KEMISKINAN, tapi harus
meratakan KEKAYAAN! Pada saat masyarakat masih sangat MISKIN, kalau diratakan,
yang terjadi adalah meratakan kemiskinan. Sulit untuk tidak mengatakan tidak
mungkin, mengangkat masyarakat miskin menjadi makmur dalam waktu sekaligus.
Harus memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, dengan mempeerkenankan
hak-milik kapitalis perseorangan untuk mendorong lebih cepat kemakmuran
masyarakat itu!
Kedua, dalam proses perkembangan masyarakat akan muncul dengan sendirinya
unsur-unsur hubungan produksi baru yang bisa dinamakan hubungan produksi
sosialisme, tidak bisa hanya dengan membasmi kapitalis-kapitalis perseorangan
lalu diganti dengan pejabat komunis, bisa dikatakan itulah hubungan produksi
sosialis. Dan ternyata, tidak sedikit pejabat-pejabat yg menggantikan
kapitalis2 itu berubah menjadi KABIR-KABIR yang melakukan penghisapan lebih
KEJAM ketimbang kapitalis beneran. Itulah salah satu SEBAB, setelah membentuk
negara sosialis pertama didunia dan dalam 70-an tahun, akhirnya PKUS roboh
dicampakkan oleh rakyatnya sendiri. Ditinjau dari sudut pandang lain, nampak
jelas KESADARAN masyarakat luas, tidak mungkin bisa dirubah dalam sesaat dengan
yang dinamakan revolusi apapun! Proses KESADARAN Hidup bersama, kerja bersama
(kolektif) harus dibina dalam kehidupan dan kerja bersama yang panjang, entah
puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Selama DUNIA masih saja dikangkangi
kapitalis-kapitalis serakah, selama partai KOMUNIS belum berhasil menguasai
banyak negara didunia, selama itu belum mungkin menegakkan negara sosialis
didunia. Saya merasa Marx lah yang benar, mengatakan tidak bisa menegakkan
negara sosialis disatu negara didunia ini, tanpa diikuti oleh negara-negara
lain, ... Selama itu, hanya bisa seperti dikatakan PKT sekarang ini, bahwa RRT
hanyalah langkah pertama dari jalan panjang menuju masyarakat sosialis
berdasarkan ciri khas TIongkok saja!
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
Sent: Sunday, July 2, 2017 1:28 AM
To: [email protected] ; [email protected] ;
[email protected]
Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; Harry Singgih ;
Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Farida Ishaja ; [email protected] ;
Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di
Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
Ya pastilah orang remo akan terus tidak mengakui kemajuan yang dicapai oleh
rakyat Tkk pada jaman Mao, walaupun dirinya sendiri ikut kecipratan sekolah
gratis dan makan, minum , tidur , gratis selama bertahun-tahun diterima rakyat
Tkk sebagai tamu. Mengatakan kemiskinan yang dialami buruh dan tani sekarang
sebagai warisan dari jaman Mao adalah sebuah isapan jempol dan penghinaan
terhadap rakyat Tkk serta Mao. Pada jaman Mao pendidikan dan layanan kesehatan
gratis. Kehidupan masih relatif miskin tapi rakyat tidak menderita penghisapan
dan penindasan dan tidak ada kesenjangan antara yang punya dan yang tidak punya
seperti sekarang pada jaman kapitalis... Segelintir orang foya-foya, saking
kayanya sampai sudah tidak tahu bagaimana menggunakan dan menghabiskan uangnya.
Sudah selesai anda belajar karya Mao tentang tahap revolusi demokrasi baru???
Ayo jelaskan bedanya dengan tahap revolusi demokrasi barunya Deng xiaoping!!!
Kok nggak muncul-muncul jawabannya?????
On Monday, June 26, 2017 4:31 PM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]"
<[email protected]> wrote:
Eeeiiih, ... nenek yang satu ini BETUL_BETUL tetap berada dalam tempurung!
Sampai sekarang masih juga belum bisa membuka mata sendiri melihat KENYATAAN di
RRT masih ada sekitar 50 juta rakyat nya yang tersisa hidup dalam kemiskinan
dan target mereka dalam plan5 tahun ke-13 akan diselesaikan tahun 2020. Saya
TIDAK BERHASIL menemukan foto-foto kemiskinan yang diajukan tulisan dibawah
ini, diambil ditahun berapa dan dimana, ...Tapi ingat, ... KEMISKINAN yang
masih ada sekarang ini BUKAN baru terjadi, tapi merupakan kelanjutan dari
masyarakat Tiongkok sebelum BEBAS dan melewati masa Mao, di 30 tahun pertama
(1949-1979) juga belum terselesaikan! Atau anda berani bilang bahwa kemiskinan
RAKYAT Tiongkok yang ada sekarang ini jauh lebih miskin ketimbang 40 tahun yl,
dengan menganggap kemakmuran yang terjadi hanya dinikmati segelintir
bilyunernya saja???
Coba perhatikan foto yang nampak jelas diambil dimasa Mao tahun 60-an itu.
Lalu, coba perhatikan bagaimana foto ini yang memperlihatkan sekelompok warga
miskin, disaat menghadapi kelaparan menghadapi bencana-alam, tapi RRT tetap
perintahkan membeli bahan-makan untuk bantuan Albania, ...
Dan, ... cobalah buka mata lebar-lebar, untuk melihat kenyataan lain, bahwa
dalam 5 tahun terakhir ini, setiap tahun Tiongkok berhasil mengeentaskan lebih
10 juta warga dari garis kemiskinan. Tentu merupkakan prestasi yang sangat luar
biasa! Dan ingat, RRT didunia juga ikut membantu membangun dibanyak
negara-negara sedang berkembang, dan bersama-sama ikut mengentaskan kemiskinan
dengan memperbaiki perkembangan ekonomi.
Apanya meredam kontradiksi klas supaya orang tidak melawan? Kenyatan
KESEJAHTERAAN 1,4 milyar warga Tiongkok BERHASIL ditingkatkan jauh lebih baik,
kok! Bahkan sekarang warga klas menengah atas nya sudah jauh melebihi penduduk
AS! Ini nenek buta atau membutakan diri, ...? Hehehee, ...
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
Sent: Monday, June 26, 2017 3:12 PM
To: [email protected] ; [email protected]
Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ;
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Farida Ishaja ;
[email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang
Katanya Akan Merajai Dunia
Gimana jawaban Chan? Sabaaarrrr! Sekarang PKT dan Pemerintah belum bisa
menyelesaikan masalah kemiskinan, tapi sedang dalam proses......Tungguuuuu!!
Dari dulu saya tanya kapan kaum bilyuner itu mau membagi kekayaannya dengan
orang-orang miskin ini? Kan mereka sudah dikasih kesempatan untuk kaya sesuai
dengan politiknya Deng xiao-ping. Chan selalu membanggakan "sedekah" yang
diberikan oleh para bilyuner/pengusaha dalam proyek-proyek sosial. Begitulah
caranya, menurut dia, untuk menuntaskan kemiskinan. Dan orang yang kecipratan
sedekah akan terus kowtow kepada para jutawan pemurah hati itu dan lupa pada
bagaimana cara mereka mendapat dan mengumpulkan kekayaan itu. Begitulah caranya
meredam kontradiksi kelas supaya orang tidak melawan. Rupanya s edekah itu
nggak sampai kepada orang-orang miskin ini.
On Sunday, June 25, 2017 7:38 AM, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
oleh Rizal
16:29 PM on Jan 14, 2017
Terlepas dari segala sentimen yang ada soal Tiongkok, harus diakui kalau si
negeri Tirai Bambu ini memang sungguh luar biasa. Dulu mereka memang hanya
negara kelas dua yang bahkan pernah dibikin main an oleh Jepang. Tapi, kini
semuanya berubah. Tiongkok yang cupu saat ini benar-benar menjadi monster yang
seolah bisa menelan siapa pun. Bahkan termasuk Rusia dan Amerika.
Dari segala hal Tiongkok begitu matang. Dilihat dari militer mereka juara dunia
dan meringsek perlahan untuk menggeser dominasi duo AS-Rusia. Di bidang ekonomi
pun tak juga tak jauh beda. Bahkan diramalkan kalau mereka akan bisa menguasai
dunia. Tiongkok begitu jemawa, tapi bukan tanpa borok. Ketika kita bisa masuk
lebih dalam dan membuka semua tabirnya, maka terpampang sebuah pemandangan yang
kontradiktif yang begitu berlawanan dengan segala puja-puji tentangnya. Ya,
pemandangan yang dimaksud adalah potret kemiskinan Tiongkok yang benar-benar
luar biasa miris. Bahkan kalau boleh dibandingkan, ini jauh lebih menyedihkan
daripada yang ada di Indonesia.
Kemiskinan di negeri panda ini memang parah. Dan sedihnya, ini tak banyak
diketahui oleh dunia karena sudah kadung tertutup dengan pamor-pamor Tiongkok
yang luar biasa itu. Lalu seperti apa sih potret kemiskinan di sana? Ketahui
lewat deret foto-foto berikut.
Ketimpangan di Tiongkok begitu tinggi. Ada yang bisa sekolah sampai keluar
negeri, tapi ada juga yang miris seperti ini.
Anak-anak miskin di Tiongkok [Image Source]
Ketika sampah membuat kita ingin muntah, keluarga ini justru mengandalkan hidup
dari benda kotor itu.
Hidup berkutat dengan sampah [Image Source]
Beginilah ruang makan banyak keluarga miskin di Tiongkok. Mereka berbagi tempat
dengan ayam.
Potret rumah warga miskin di Tiongkok [Image Source]
Bayi-bayi tidak berdaya ini sudah harus merasakan kemiskinan sejak hari pertama
mereka lahir.
Bayi-bayi yang lahir di perkampungan miskin Tiongkok [Image Source]
Toilet orang-orang kaya di Tiongkok lebih bagus daripada rumah keluarga ini.
Kehidupan miskin di Tiongkok [Image Sourc e]
Tak masalah beralas tanah, asal tidak digigiti nyamuk.
Mirisnya anak kecil tidur beralaskan tanah [Image Source]
Cukup menyesakkan ya melihat pemandangan ini.
Potret kemiskinan di Tiongkok [Image Source]
Tiongkok mungkin bisa bikin jembatan tertinggi di dunia. Tapi, mereka tak mampu
berbuat sesuatu dengan ini.
Anak kecil terlihat senang dengan segala keterbatasan [Image Source]
Di balik kehebatan Tiongkok yang mendunia, ada warganya yang tinggal di
rumah-rumah macam begini.
Potret keluarga miskin di Tiongkok [Image Source]
Tak hanya dihadapkan dengan kemiskinan. Tiongkok sendiri juga tengah bergulat
dengan masalah lingkungan. Seperti yang kamu tahu, di sana itu sudah tak karuan
polusinya. Saking buruknya, dipercaya kalau Tiongkok takkan berumur panjang.
Siapa sangka di balik kejemawaannya, Tiongkok cukup bikin ngenes. Next
[Non-text portions of this message have been removed]
#yiv9105863407 #yiv9105863407 -- #yiv9105863407ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-mkp #yiv9105863407hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mkp #yiv9105863407ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mkp .yiv9105863407ad
{padding:0 0;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mkp .yiv9105863407ad p
{margin:0;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mkp .yiv9105863407ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-sponsor
#yiv9105863407ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-sponsor #yiv9105863407ygrp-lc #yiv9105863407hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-sponsor #yiv9105863407ygrp-lc .yiv9105863407ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9105863407 #yiv9105863407actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9105863407
#yiv9105863407activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9105863407
#yiv9105863407activity span {font-weight:700;}#yiv9105863407
#yiv9105863407activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv9105863407 #yiv9105863407activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9105863407 #yiv9105863407activity span
span {color:#ff7900;}#yiv9105863407 #yiv9105863407activity span
.yiv9105863407underline {text-decoration:underline;}#yiv9105863407
.yiv9105863407attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv9105863407 .yiv9105863407attach div a
{text-decoration:none;}#yiv9105863407 .yiv9105863407attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9105863407 .yiv9105863407attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9105863407 .yiv9105863407attach label a
{text-decoration:none;}#yiv9105863407 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv9105863407 .yiv9105863407bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9105863407
.yiv9105863407bold a {text-decoration:none;}#yiv9105863407 dd.yiv9105863407last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9105863407 dd.yiv9105863407last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9105863407
dd.yiv9105863407last p span.yiv9105863407yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv9105863407 div.yiv9105863407attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv9105863407 div.yiv9105863407attach-table
{width:400px;}#yiv9105863407 div.yiv9105863407file-title a, #yiv9105863407
div.yiv9105863407file-title a:active, #yiv9105863407
div.yiv9105863407file-title a:hover, #yiv9105863407 div.yiv9105863407file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9105863407 div.yiv9105863407photo-title a,
#yiv9105863407 div.yiv9105863407photo-title a:active, #yiv9105863407
div.yiv9105863407photo-title a:hover, #yiv9105863407
div.yiv9105863407photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9105863407
div#yiv9105863407ygrp-mlmsg #yiv9105863407ygrp-msg p a
span.yiv9105863407yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9105863407
.yiv9105863407green {color:#628c2a;}#yiv9105863407 .yiv9105863407MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv9105863407 o {font-size:0;}#yiv9105863407
#yiv9105863407photos div {float:left;width:72px;}#yiv9105863407
#yiv9105863407photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9105863407
#yiv9105863407photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9105863407
#yiv9105863407reco-category {font-size:77%;}#yiv9105863407
#yiv9105863407reco-desc {font-size:77%;}#yiv9105863407 .yiv9105863407replbq
{margin:4px;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-mlmsg select, #yiv9105863407 input, #yiv9105863407 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-mlmsg pre, #yiv9105863407 code {font:115%
monospace;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-mlmsg #yiv9105863407logo
{padding-bottom:10px;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-msg
p#yiv9105863407attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-reco #yiv9105863407reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-sponsor
#yiv9105863407ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-sponsor #yiv9105863407ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-sponsor #yiv9105863407ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv9105863407 #yiv9105863407ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9105863407
#yiv9105863407ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv9105863407