Iyaa, bung Djie, ketentuan anak tunggal yang dijalankan sangat keras, hanya 
berlaku untuk penduduk kota saja. Sedang didesa-desa bagi petani tidak 
dijalankan dengan ketat. Saya semalam juga tidak berhasil melacak foto-foto itu 
diambil tahun berapa dan didesa mana juga darimana sumbernya. Tapi saya BISA 
PASTIKAN, bahwa KEMISKINAN itu bukan hal baru di Tiongkok, atau baru terjadi 
beberapa tahun terakhir ini. TIDAK! KEMISKINAN itu sudah terbentuk dan 
merupakan kelanjutan dari masa perang Candu, lebih 120 th yl. Sedang dimasa Mao 
berkuasa, 30 tahun pertama setelah bebas-merdeka, 1949-1979, karena Mao 
mendahulukan pembangunan dasar-ekonomi dan pertahanan-negara, kemiskinan itu 
juga belum bisa teratasi dengan baik, bahkan tidak dapat disangkal dimasa 
menghadapi bencana-alam berat 3 tahun berturut-turut, 1959-1961 tidak sedikit 
rakyatnya berkorban, mati KELAPARAN! 

Dan adalah juga kenyataan, RRT dalam 30 tahun berikut, disatu pihak berhasil 
mengembangkan ekonomi-nasional yang dahsyat, melahirkan hampir 300 juta klas 
menengah-atas, dipihak lain juga tidak terhindar membuat KESENJANGAN SOSIAL 
makin menajam. Akibat tumbuh segelintir bilyuner dan kemiskinan juga belum 
terangkat dengan baik, ... Sejak kongres-18 PKT ditetapkan tugas pokok 
KEADILAN, menitik beratkan pembangunan desa-desa terbelakang yang selama ini 
belum terjamah. Jadi, dalam 5 tahun terakhir ini, dinyatakan setiap tahun RRT 
telah berhasil mengentaskan lebih 10 juta warga miskin didesa-desa terbelakang. 
Menurut saya, ini adalah prestasi yang luar biasa! Dan, ... nampaknya RRT bukan 
saja telah berhasil meloloskan warga miskinnya dari penghasilan 1-2 
dollar/hari, saya perhatikan kisah desa-desa terbelakang yg dalam 2 tahun 
terakhir ini berhasil keluar dari kemiskinan, mereka berhasil kembangkan usaha 
perkebunan buah, pertanian atau peternakan dengan bantuan kader-kader PKT, 
pensiunan TPRT yang digerakkan membantu mengentaskan desa-desa miskin. 

Banyak orang TIDAK bisa mengerti, mengapa perkembangan ekonomi RRT yang 
berulang kali sudah dinyatakan segera akan kolaps, gelembung balon sabun segera 
akan meledak, ... tapi kenyataan tidak terjadi. Sebaliknya sampai sekarang 
masih terbilang maju dengan kecepatan sedang dan masih berkemampuan menjadi 
lokomotif menarik gerbong ekonomi dunia terus maju, ... dengan strategi “Jalan 
Sutra”, “Satu Jalur Satu Jalan” yang berprinsip maju bersama, untung bersama 
itu. Yaitu, karena ekonom-barat tidak memperhitungkan kepemimpinan PKT yang 
masih solid mengeluarkan komando, keluarkan kebijakan yang segera bisa 
dilaksanakan dan dijalankan dengan baik. Yang tentu sulit bisa terjadi dinegara 
yang mengatas namakan “DEMOKRASI”, apalagi kalau sudah terbentuk partai oposisi 
yang cukup kuat. Dan kenyataan seringkali demokrasi itulah yang mengganjel 
kemajuan, orang jadi berdebat setahunan juga tidak ada kesimpulan.

Coba saja perhatikan, pada saat 2008 RRT juga kena landa krismon, ... puluhan 
ribu perusahaan bangkrut dengan mengakibatkan jutaan penganggur dalam waktu 
seketika, bahkan tidak sedikit yang buruh/pekerja yang tidak terima gaji lebih 
sebulan. Ternyata bukan saja TIDAK membuat RRT roboh, dan ingat, sekalipun di 
Shi Chuan dilanda gempa-bumi dahsyat, tapi masih TETAP berhasil dengan gemilang 
mensukseskan Olympic 2008 Biejing! Bagaimana RRT mengatasinya? Itulah kenyataan 
RRT masih dibawah pimpinan PKT, Partai Komunis Tiongkok yang kuat dan 
berkemampuan memimpin 1,4 milyar rakyat Tiongkok untuk terus maju, ... 
membangun masyarakat adil dan makmur!

Salam,
ChanCT



From: kh djie 
Sent: Tuesday, June 27, 2017 1:19 AM
To: Gelora45 ; Chan CT 
Subject: Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang 
Katanya Akan Merajai Dunia

Bung Chan,
Fotonya kelihatannya sudah lawas ? Tidak ada keterangan desa mana, kabupaten 
mana, provincie mana, dan kapan fotonya diambilnya. Tidak ada ceritanya tentang 
desa itu, mengapa begitu miskin dll.
Agak aneh, dan juga tidak disebut sumber pemberitaannya.
Lalu ada foto satu wanita dan satu pria ( suami-istri ?) dengan 4 orang anak. 
Apa di esa boleh sampai 4 anak ?

2017-06-26 16:31 GMT+02:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

    

  Eeeiiih, ... nenek yang satu ini BETUL_BETUL tetap berada dalam tempurung! 
Sampai sekarang masih juga belum bisa membuka mata sendiri melihat KENYATAAN di 
RRT masih ada sekitar 50 juta rakyat nya yang tersisa hidup dalam kemiskinan 
dan target mereka dalam plan5 tahun ke-13 akan diselesaikan tahun 2020. Saya 
TIDAK BERHASIL menemukan foto-foto kemiskinan yang diajukan tulisan dibawah 
ini, diambil ditahun berapa dan dimana, ...Tapi ingat, ... KEMISKINAN yang 
masih ada sekarang ini BUKAN baru terjadi, tapi merupakan kelanjutan dari 
masyarakat Tiongkok sebelum BEBAS dan melewati masa Mao, di 30 tahun pertama 
(1949-1979) juga belum terselesaikan! Atau anda berani bilang bahwa kemiskinan 
RAKYAT Tiongkok yang ada sekarang ini jauh lebih miskin ketimbang 40 tahun yl, 
dengan menganggap kemakmuran yang terjadi hanya dinikmati segelintir 
bilyunernya saja???


  Coba perhatikan foto yang nampak jelas diambil dimasa Mao tahun 60-an itu.

  Lalu, coba perhatikan bagaimana foto ini yang memperlihatkan sekelompok warga 
miskin, disaat menghadapi kelaparan menghadapi bencana-alam, tapi RRT tetap 
perintahkan membeli bahan-makan untuk bantuan Albania, ...

  Dan, ... cobalah buka mata lebar-lebar, untuk melihat kenyataan lain, bahwa 
dalam 5 tahun  terakhir ini, setiap tahun Tiongkok berhasil mengeentaskan lebih 
10 juta warga dari garis kemiskinan. Tentu merupkakan prestasi yang sangat luar 
biasa! Dan ingat, RRT didunia juga ikut membantu membangun dibanyak 
negara-negara sedang berkembang, dan bersama-sama ikut mengentaskan kemiskinan 
dengan memperbaiki perkembangan ekonomi.

  Apanya meredam kontradiksi klas supaya orang tidak melawan? Kenyatan 
KESEJAHTERAAN 1,4 milyar warga Tiongkok BERHASIL ditingkatkan jauh lebih baik, 
kok! Bahkan sekarang warga klas menengah atas nya sudah jauh melebihi penduduk 
AS! Ini nenek buta atau membutakan diri, ...? Hehehee, ...

  Salam,
  ChanCT



  From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
  Sent: Monday, June 26, 2017 3:12 PM
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; 
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Farida Ishaja ; 
[email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana 
  Subject: Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang 
Katanya Akan Merajai Dunia

    

  Gimana jawaban Chan? Sabaaarrrr! Sekarang  PKT dan Pemerintah belum bisa 
menyelesaikan masalah kemiskinan, tapi sedang dalam proses......Tungguuuuu!! 
Dari dulu saya tanya kapan kaum bilyuner itu mau membagi kekayaannya dengan 
orang-orang miskin ini? Kan mereka sudah dikasih kesempatan untuk kaya sesuai 
dengan politiknya Deng xiao-ping. Chan selalu membanggakan "sedekah" yang 
diberikan oleh para bilyuner/pengusaha dalam proyek-proyek sosial. Begitulah 
caranya, menurut dia, untuk menuntaskan kemiskinan. Dan orang yang kecipratan 
sedekah akan terus kowtow kepada para jutawan pemurah hati itu dan lupa pada 
bagaimana cara mereka mendapat dan mengumpulkan kekayaan itu. Begitulah caranya 
meredam kontradiksi kelas supaya orang tidak melawan. Rupanya s edekah itu 
nggak sampai kepada orang-orang miskin ini.



  On Sunday, June 25, 2017 7:38 AM, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:




    


  Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
   
  oleh Rizal 
  16:29 PM on Jan 14, 2017


  Terlepas dari segala sentimen yang ada soal Tiongkok, harus diakui kalau si 
negeri Tirai Bambu ini memang sungguh luar biasa. Dulu mereka memang hanya 
negara kelas dua yang bahkan pernah dibikin main an oleh Jepang. Tapi, kini 
semuanya berubah. Tiongkok yang cupu saat ini benar-benar menjadi monster yang 
seolah bisa menelan siapa pun. Bahkan termasuk Rusia dan Amerika.
  Dari segala hal Tiongkok begitu matang. Dilihat dari militer mereka juara 
dunia dan meringsek perlahan untuk menggeser dominasi duo AS-Rusia. Di bidang 
ekonomi pun tak juga tak jauh beda. Bahkan diramalkan kalau mereka akan bisa 
menguasai dunia. Tiongkok begitu jemawa, tapi bukan tanpa borok. Ketika kita 
bisa masuk lebih dalam dan membuka semua tabirnya, maka terpampang sebuah 
pemandangan yang kontradiktif yang begitu berlawanan dengan segala puja-puji 
tentangnya. Ya, pemandangan yang dimaksud adalah potret kemiskinan Tiongkok 
yang benar-benar luar biasa miris. Bahkan kalau boleh dibandingkan, ini jauh 
lebih menyedihkan daripada yang ada di Indonesia.
  Kemiskinan di negeri panda ini memang parah. Dan sedihnya, ini tak banyak 
diketahui oleh dunia karena sudah kadung tertutup dengan pamor-pamor Tiongkok 
yang luar biasa itu. Lalu seperti apa sih potret kemiskinan di sana? Ketahui 
lewat deret foto-foto berikut.
  Ketimpangan di Tiongkok begitu tinggi. Ada yang bisa sekolah sampai keluar 
negeri, tapi ada juga yang miris seperti ini.
   Anak-anak miskin di Tiongkok [Image Source] 
  Ketika sampah membuat kita ingin muntah, keluarga ini justru mengandalkan 
hidup dari benda kotor itu.
   Hidup berkutat dengan sampah [Image Source] 
  Beginilah ruang makan banyak keluarga miskin di Tiongkok. Mereka berbagi 
tempat dengan ayam.
   Potret rumah warga miskin di Tiongkok [Image Source] 
  Bayi-bayi tidak berdaya ini sudah harus merasakan kemiskinan sejak hari 
pertama mereka lahir.
   Bayi-bayi yang lahir di perkampungan miskin Tiongkok [Image Source] 
  Toilet orang-orang kaya di Tiongkok lebih bagus daripada rumah keluarga ini.
   Kehidupan miskin di Tiongkok [Image Sourc e] 
  Tak masalah beralas tanah, asal tidak digigiti nyamuk.
   Mirisnya anak kecil tidur beralaskan tanah [Image Source] 
  Cukup menyesakkan ya melihat pemandangan ini.
   Potret kemiskinan di Tiongkok [Image Source] 
  Tiongkok mungkin bisa bikin jembatan tertinggi di dunia. Tapi, mereka tak 
mampu berbuat sesuatu dengan ini.
   Anak kecil terlihat senang dengan segala keterbatasan [Image Source] 
  Di balik kehebatan Tiongkok yang mendunia, ada warganya yang tinggal di 
rumah-rumah macam begini.
   Potret keluarga miskin di Tiongkok [Image Source] 
  Tak hanya dihadapkan dengan kemiskinan. Tiongkok sendiri juga tengah bergulat 
dengan masalah lingkungan. Seperti yang kamu tahu, di sana itu sudah tak karuan 
polusinya. Saking buruknya, dipercaya kalau Tiongkok takkan berumur panjang. 
Siapa sangka di balik kejemawaannya, Tiongkok cukup bikin ngenes. Next






  

Kirim email ke