Pada Minggu, 2 Juli 2017 6:33, "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
Maasya allah, ... rupanya nenek dalam tempurung ini sudah TIDAK BISA
MEMBACA dengan baik tulisan orang lain! Siapa yang TIDAK BISA melihat
perkembangan Tiongkok Baru dibanding sebelum bebas-merdeka? Siapa yang MENGHINA
Ketua Mao dan RAKYAT Tiongkok? Jelas-jelas yang saya tekankan, justru
keberhasilan Ketua Mao membangun DASAR-Ekonomi dan PERTAHANAN Tiongkok dengan
semangat BERDIKARI! Dengan keberhasilan ini mendorong perkembangan Tiongkok
Baru, dan oleh karenanya RRT BERHASIL menjebol blokade sejagad AS yang
dijalankan sejak awal tahun 1950, bermaksud hendak mencekik-mati RRT yang baru
berdiri! Ternyata, AS yang KALAH dan GAGAL, sedang RRT BERHASIL dan MENANG!
Dengan berhasil memaksa Presiden Nixon datang berkunjung ke Beijing untuk
berjabatan tangan dengan Ketua Mao, diawal 1972! Tapi, ... anda anda tidak
berhasil melihat kenyataan lain, bahwa KEBERHASILAN yg dicapai RRT itu dengan
keharusan mengikat tali pinggang rakyatnya lebih kencang, artinya BELUM
BERHASIL mengentaskan KEMISKINAN RAKYAT Tiongkok! Sekalipun dibanding sebelum
merdeka sudah jauh lebih baik, tapi juga tidak bisa dibantah masih ratusan juta
RAKYAT MISKIN, bahkan dikategorikan SANGAT MISKIN yang belum terselesaikan!
Sedang anda hanya dibawa hanyut dalam pemikiran, anagan-angan indah sendiri
saja, ... Dan yang saya bisa pastikan, apa yang anda nyatakan ini justru
membuktikan selama BELASAN TAHUN hidup di Tiongkok, hanya ngerem didalam kamar
tidak pernah keluar melihat bagaimana KEHIDUPAN MASYARAKAT di Tiongkok
sesungguhnya, sebagaimana KENYATAAN yang ada! Anda TIDAK TAHU, tidak terlalu
jauh dari desa dimana kita ditempatkan, tidak lebih 20Km sudah bisa nampak
desa-miskin, sungguh sangat menyedihkan melihat KEMISKINAN dan KETERBELAKANGAN
budaya hidup mereka. Bukan saja baju compang-camping lebih jelek, lebih butut
dari gembel yang biasa terlihat dikota, bahkan nampak banyak anak2 disana
hidungnya dikasih ring/cincin. Mengapa begitu? Karena penduduk desa itu masih
percaya anak2nya bisa digondol setan, biar tidak digondol setan hidungnya
dikasih ring seperti kerbau! Dan ingagt, itu terjadi di propinsi Jiang Xi yang
tergolong propinsi makmur, ... bisa anda bayangkan sendiri bagaimana dengan
propinsi-propinsi lain yang tergolong miskin! Entah anda sekamar dengan siapa
ketika berstatus mahasiswa di Beijing, sekalipun tidak melihat dengan mata
sendiri, mestinya kan juga bisa berbincang dengan mereka dan dijadikan bahan
pertimbangan untuk mengetahui keadaan kehidupan masyarakat Tiongkok
sesungguhnya. Pendidikan dan Pengobatan gratis itu kan yang anda lihat dan
terjadi cukup baik di kota besar, dan khususnya untuk anda mashasiswa asing!
Bagaimana kenyataan sesungguhnya dalam masyarakat Tiongkok di kota kecil dan
desa2??? Tentu saja tidak seindah seperti yang anda bayangkan, ... ada berapa %
anak-anak desa yang bisa sekolah apalagi sampai Univ? Anda tahu tidak masih ada
berapa% penduduk Tiongkok yang BUTA-HURUF? Anda tahu tidak berapa orang yang
harus mati karena tidak mendapat pengobatan memadai, karena jauhnya dari RS,
disamping teknonologi belum mencapai tingkat seperti sekarang? Bahan
pertimbangan dari PBB, 10 negara terbanyak penduduk masih buta-huruf. Dari kiri
ke-kanan, India, Tiongkok, Pakistan, Benggala, Ethopia, Mesir, Brasil,
Indonesia, Konggo. Sedang RRT dalam 20 tahun, 1985-2005 berhasil mengurangi
Buta Huruf sebanyak 130 juta orang.
https://chaoglobal.wordpress.com/2014/02/01/illiterate-adult/ :
根據中國國家統計局公佈的《2010年第六次全國人口普查主要數據公報(第1號)》顯示,大陸31個省、自治區、直轄市和現役軍人的人口中,文盲人口(15歲及以上不識字的人)為54656573人,同2000年第五次全國人口普查相比,文盲人口減少30413094人,文盲率由6.72%下降為4.08%,下降2.64個百分點。
(Terjemahan bebas, berdasarkan Badan Statistik Negara yang diumumkan, “Laporan
No.1, Cacah Jiwa ke-6 Seluruh Negeri Tahun 2010” dari 31 Propinsi,
Daerah-Istimewa daratan Tiongkok, jumlah penduduk (diatas usia 15 tahun) yang
BUTA-HURUF mencapai 54,656,573 orang. Diandingkan cacah-jiwa ke-5 tahun 2000,
jumlah penduduk Buta Huruf telah berkurang 30,413,094 orang. Persentasi
Buta-Huruf turun 2.64%, yaitu dari 6.72% menjadi 4.08%.) Lalu bagaimana dengan
masalah kemiskinan? Saya ambilkan saja apa yang dilaporkan Organisasi PBB dalam
meneliti perubahan kemiskian di Tiongkok:
http://www.un.org/chinese/millenniumgoals/china08/reform.html
第三,人民生活明显改善。城乡居民收入持续较快增长,人民生活从温饱不足发展到总体小康。1978年到2007年,城镇居民家庭人均可支配收入由343.4元提高到13785.8元,农村居民家庭人均纯收入由133.6元提高到4140.4元,扣除价格因素,均增长了6倍以上。.....。农村绝对贫困人口从2.5亿人减少到1479万人。各项社会事业全面进步,覆盖城乡的义务教育体系基本建立,公共卫生和基本医疗服务体系不断健全,文化事业和文化产业蓬勃发展,基本公共服务正在朝着均等化方向发展。
(Terjemahan bebas: Kehidupan rakyat telah terjadi perbaikan yang mencolok.
Penghasilan penduduk kota-desa meningkat secara drastis, Kehidupan rakyat dari
kekurangan sandang-pangan secara umum sudah menjadi berkecukupan atau sedikiit
makmur. Dari tahun 1978 sampai 2007, penduduk kota distrik rata-rata
berpenghasilan 343.4 Yan telah terangkat menjadi 13,785.8 Yan, penduduk desa
dari rata-rata penghasilan 133.6 Yan terangkat menjadi 4,140.4 Yan. Dipotong
dengan inflasi yang terjadi, rata-rata kenaikan diatas 6%. ... Jumlah penduduk
sangat miskin dari 250 juta telah berkurang menjadi 14,79 juta orang. Berbagai
usaha sosial dikembangkan secara menyeluruh, meliputi dasar pembangunan sisstem
pendidikan didesa, masalah kesehatan dan pengobatan terus dikembangkan tiada
hentinya, usaha budaya dan produk kebudayaan tumbuh mengelora, dan dasar
PENGABDIAN sedang mengarah ke KEADILAN yang lebih merata.) Nah, ... dari DATA
yang saya ajukan diatas ini, anda tentu TIDAK BISA menutup mata, atau
menyangkal bahwa dimasa Ketua Mao, 30 tahun pertama RRT tegak berdiri, penduduk
Tiongkok yang BUTA HURUF masih cukup buuuaaanyaak dan KEMISKINAN juga masih
sangat parah! Karena ditahun 2000 itu saja masih 6.72% penduduk, dan ditahun
1978 masih 250 juta rakyat harus hidup ditaraf sangat miskin! Kecuali anda
hendak bilang laporan Badan Statistik Negara itu TIDAK AKURAT! Atau anda
termasuk seorang yang TIDAK bisa melihat kenyataan, bahwa setiap proses
perkembangan PASTI “Satu Pecah Menjadi Dua”, artinya, disatu pihak perkembangan
positif, dipihak lain juga parti diikuti perkembangan negatf yang terjadi.
Tidak ada proses perkembangan hanya segi postif saja atau sebaliknya segi
negatif saja. Masalahnya, kita bisa tidak dengan TEPAT melihat perkembangan itu
segi positif yang pokok, dominasi atau sebaliknya segi negatif yang pokok!
Jadi, konkritnya perbedaan pandang diantara kita, saya berpendapat dimasa Ketua
Mao, 30 tahun pertama RRT, yang pokok segi positif, tapi juga tidak sedikit
kekurangan/kesalahan terjadi. Masih terjadi KEMISKINAN yang luar biasa,
setidaknya masih ada 250 juta warga sangat MISKIN! Dan lebih 6.7% buta huruf!
Sedang anda melihat segi POSITIF nya saja dengan menyangkal atau menghilangkan
semua segi negatif yang jelas belum terselesaikan itu! Begitu juga dimasa
perkembangan 30 tahun berikut, setelah dimasa Deng mengoreksi kesalahan Mao,
anda jadi menghitamkan segalanya, memandang segi negatif yang terjadi sebagai
yang pokok dan dominasi. Sedang saya justru TETAP melihat segi positif yang
pokok dan dominasi. Bukan saja pertumbuhan ekonomi yang dahsyat dan diakui oleh
dunia, tapi juga perkembangan teknologi yang sudah berhasil mengejar teknologi
tinggi dunia. Begitu juga dalam usaha mengentaskan kemiskinan, RRT lah didunia
ini yang jelas BERHASIL menyelesaikan masalah kemiskinan dalam waktu singkat,
hanya dalam hitungan 50 tahunan, sampai 2020 yad ini, ... lebih 250 juta warga
bisa terangkat dari sangat-miskin menjadi sedikit makmur! Masalah Revolusi
Demokrasi Baru sudah kita perbincangkan entah berapa tahun yl, ... tidak ada
yang tidak bisa saya jawab. Kecuali anda saja yang belum bisa terima
argumentasi saya. Dan selalu saya jawab, kalau begitu, tunggu saja kita lihat
sendiri bagai teori2 atau pemikiran kita itu dibuktikan dalam praktek, melihat
bagaimana wujud “Jalan Sosialisme Berciri khas Tiongkok” yang sedang dijalankan
oleh PKT saja! Saya selama ini sudah menyatakan, TIDAK ada perbedaan hakiki
revolusi Demokrasi Baru dimasa Mao dan Deng, karena TIDAK atau BELUM ada
perubahan hakiki masyarakat Tiongkok! Masyarakat Tiongkok yang masih sangat
MISKIN dan perkembangan masyarakat kapitalis belum merubah sepenuhnya sifat
masyarakat feodal yang ada. Artinya Tiongkok sekarang ini sekalipun sudah mulai
memasuki perkembangan industri, tapi masih lebih 60% PETANI! Kehidupan
masyarakat PETANI didesa-desa masih yang utama. Jadi, masih tetap dikategorikan
negara SEDANG BERKEMBANG, belum bisa dikategorikan negara industri atau negara
MAJU. Jadi tingkat perjuangan revolusi, ... kalau saja masih hendak gunakan
sebutan revolusi, bisa saja TETAP masih ditingkat revolusi Demokrasi Baru,
karena tingkat perkembangan masyarakat dengan revolusi yang seharusnya dipimpin
Borjuasi-nasional, tapi di Tiongkok, baik dimasa Mao maupun Deng bukan dipimpin
borjuasi-nasional, tapi dipimpin oleh PKT, Partai Komunis TIongkok. Jadi,
sebetulnya juga tidak beda dengan “Negara Kapitalis” yang dijalankan Lenin
ditahun 1921 itu! Ingat, bahwa perkembangan masyarakat yang terjadi itu akan
berlangsung sesuai keadaan objektif masyarakat itu sendiri, tidak bisa
diotak-atik atau mau dilompati sekehendak hati subjektif seseorang dengan
lancarkan revolusi. Proses jaman perbudakan, jaman feodal itu ribuan tahun, dan
revolusi2 yang muncul dimasyarakat itu lahir karena adanya hubungan produksi
baru yang muncul dan berubah mendominasi masyarakat itu. Begitu juga perubahan
masyarakat kapitalis menjadi masyarakat sosialis, pertama tidak bisa disingkat
hanya dilewati puluhan tahun bahkan ratusan tahun saja, dimana masyarakat
kapitalis baru mulai tumbuh dan masih sangat miskin, belum juga memasuki
kapitalis-industri, kok sudah mau masuk mewujudkan masyarakat sosialis. Itulah
KESALAHAN yang dibilang Deng, masyarakat sosialisme itu bukan meratakan
KEMISKINAN, tapi harus meratakan KEKAYAAN! Pada saat masyarakat masih sangat
MISKIN, kalau diratakan, yang terjadi adalah meratakan kemiskinan. Sulit untuk
tidak mengatakan tidak mungkin, mengangkat masyarakat miskin menjadi makmur
dalam waktu sekaligus. Harus memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu,
dengan mempeerkenankan hak-milik kapitalis perseorangan untuk mendorong lebih
cepat kemakmuran masyarakat itu! Kedua, dalam proses perkembangan masyarakat
akan muncul dengan sendirinya unsur-unsur hubungan produksi baru yang bisa
dinamakan hubungan produksi sosialisme, tidak bisa hanya dengan membasmi
kapitalis-kapitalis perseorangan lalu diganti dengan pejabat komunis, bisa
dikatakan itulah hubungan produksi sosialis. Dan ternyata, tidak sedikit
pejabat-pejabat yg menggantikan kapitalis2 itu berubah menjadi KABIR-KABIR yang
melakukan penghisapan lebih KEJAM ketimbang kapitalis beneran. Itulah salah
satu SEBAB, setelah membentuk negara sosialis pertama didunia dan dalam 70-an
tahun, akhirnya PKUS roboh dicampakkan oleh rakyatnya sendiri. Ditinjau dari
sudut pandang lain, nampak jelas KESADARAN masyarakat luas, tidak mungkin bisa
dirubah dalam sesaat dengan yang dinamakan revolusi apapun! Proses KESADARAN
Hidup bersama, kerja bersama (kolektif) harus dibina dalam kehidupan dan kerja
bersama yang panjang, entah puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Selama DUNIA
masih saja dikangkangi kapitalis-kapitalis serakah, selama partai KOMUNIS belum
berhasil menguasai banyak negara didunia, selama itu belum mungkin menegakkan
negara sosialis didunia. Saya merasa Marx lah yang benar, mengatakan tidak bisa
menegakkan negara sosialis disatu negara didunia ini, tanpa diikuti oleh
negara-negara lain, ... Selama itu, hanya bisa seperti dikatakan PKT sekarang
ini, bahwa RRT hanyalah langkah pertama dari jalan panjang menuju masyarakat
sosialis berdasarkan ciri khas TIongkok saja! Salam,ChanCT From: Tatiana Lukman
[email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, July 2, 2017 1:28 AMTo:
[email protected] ; [email protected] ; [email protected]
Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; Harry Singgih ;
Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Farida Ishaja ; [email protected] ;
Billy Gunadi ; Oman Romana Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Mirisnya
Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia Ya
pastilah orang remo akan terus tidak mengakui kemajuan yang dicapai oleh rakyat
Tkk pada jaman Mao, walaupun dirinya sendiri ikut kecipratan sekolah gratis dan
makan, minum , tidur , gratis selama bertahun-tahun diterima rakyat Tkk sebagai
tamu. Mengatakan kemiskinan yang dialami buruh dan tani sekarang sebagai
warisan dari jaman Mao adalah sebuah isapan jempol dan penghinaan terhadap
rakyat Tkk serta Mao. Pada jaman Mao pendidikan dan layanan kesehatan gratis.
Kehidupan masih relatif miskin tapi rakyat tidak menderita penghisapan dan
penindasan dan tidak ada kesenjangan antara yang punya dan yang tidak punya
seperti sekarang pada jaman kapitalis... Segelintir orang foya-foya, saking
kayanya sampai sudah tidak tahu bagaimana menggunakan dan menghabiskan uangnya.
Sudah selesai anda belajar karya Mao tentang tahap revolusi demokrasi baru???
Ayo jelaskan bedanya dengan tahap revolusi demokrasi barunya Deng xiaoping!!!
Kok nggak muncul-muncul jawabannya?????
On Monday, June 26, 2017 4:31 PM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]"
<[email protected]> wrote:
Eeeiiih, ... nenek yang satu ini BETUL_BETUL tetap berada dalam tempurung!
Sampai sekarang masih juga belum bisa membuka mata sendiri melihat KENYATAAN di
RRT masih ada sekitar 50 juta rakyat nya yang tersisa hidup dalam kemiskinan
dan target mereka dalam plan5 tahun ke-13 akan diselesaikan tahun 2020. Saya
TIDAK BERHASIL menemukan foto-foto kemiskinan yang diajukan tulisan dibawah
ini, diambil ditahun berapa dan dimana, ...Tapi ingat, ... KEMISKINAN yang
masih ada sekarang ini BUKAN baru terjadi, tapi merupakan kelanjutan dari
masyarakat Tiongkok sebelum BEBAS dan melewati masa Mao, di 30 tahun pertama
(1949-1979) juga belum terselesaikan! Atau anda berani bilang bahwa kemiskinan
RAKYAT Tiongkok yang ada sekarang ini jauh lebih miskin ketimbang 40 tahun yl,
dengan menganggap kemakmuran yang terjadi hanya dinikmati segelintir
bilyunernya saja??? Coba perhatikan foto yang nampak jelas diambil dimasa Mao
tahun 60-an itu. Lalu, coba perhatikan bagaimana foto ini yang memperlihatkan
sekelompok warga miskin, disaat menghadapi kelaparan menghadapi bencana-alam,
tapi RRT tetap perintahkan membeli bahan-makan untuk bantuan Albania, ... Dan,
... cobalah buka mata lebar-lebar, untuk melihat kenyataan lain, bahwa dalam 5
tahun terakhir ini, setiap tahun Tiongkok berhasil mengeentaskan lebih 10 juta
warga dari garis kemiskinan. Tentu merupkakan prestasi yang sangat luar biasa!
Dan ingat, RRT didunia juga ikut membantu membangun dibanyak negara-negara
sedang berkembang, dan bersama-sama ikut mengentaskan kemiskinan dengan
memperbaiki perkembangan ekonomi. Apanya meredam kontradiksi klas supaya orang
tidak melawan? Kenyatan KESEJAHTERAAN 1,4 milyar warga Tiongkok BERHASIL
ditingkatkan jauh lebih baik, kok! Bahkan sekarang warga klas menengah atas nya
sudah jauh melebihi penduduk AS! Ini nenek buta atau membutakan diri, ...?
Hehehee, ... Salam,ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] Sent: Monday, June 26, 2017 3:12 PMTo: [email protected] ;
[email protected] Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat
Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ;
Ronggo A. ; Farida Ishaja ; [email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang
Katanya Akan Merajai Dunia Gimana jawaban Chan? Sabaaarrrr! Sekarang PKT dan
Pemerintah belum bisa menyelesaikan masalah kemiskinan, tapi sedang dalam
proses......Tungguuuuu!! Dari dulu saya tanya kapan kaum bilyuner itu mau
membagi kekayaannya dengan orang-orang miskin ini? Kan mereka sudah dikasih
kesempatan untuk kaya sesuai dengan politiknya Deng xiao-ping. Chan selalu
membanggakan "sedekah" yang diberikan oleh para bilyuner/pengusaha dalam
proyek-proyek sosial. Begitulah caranya, menurut dia, untuk menuntaskan
kemiskinan. Dan orang yang kecipratan sedekah akan terus kowtow kepada para
jutawan pemurah hati itu dan lupa pada bagaimana cara mereka mendapat dan
mengumpulkan kekayaan itu. Begitulah caranya meredam kontradiksi kelas supaya
orang tidak melawan. Rupanya s edekah itu nggak sampai kepada orang-orang
miskin ini.
On Sunday, June 25, 2017 7:38 AM, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
oleh Rizal 16:29 PM on Jan 14, 2017
Terlepas dari segala sentimen yang ada soal Tiongkok, harus diakui kalau si
negeri Tirai Bambu ini memang sungguh luar biasa. Dulu mereka memang hanya
negara kelas dua yang bahkan pernah dibikin main an oleh Jepang. Tapi, kini
semuanya berubah. Tiongkok yang cupu saat ini benar-benar menjadi monster yang
seolah bisa menelan siapa pun. Bahkan termasuk Rusia dan Amerika.Dari segala
hal Tiongkok begitu matang. Dilihat dari militer mereka juara dunia dan
meringsek perlahan untuk menggeser dominasi duo AS-Rusia. Di bidang ekonomi pun
tak juga tak jauh beda. Bahkan diramalkan kalau mereka akan bisa menguasai
dunia. Tiongkok begitu jemawa, tapi bukan tanpa borok. Ketika kita bisa masuk
lebih dalam dan membuka semua tabirnya, maka terpampang sebuah pemandangan yang
kontradiktif yang begitu berlawanan dengan segala puja-puji tentangnya. Ya,
pemandangan yang dimaksud adalah potret kemiskinan Tiongkok yang benar-benar
luar biasa miris. Bahkan kalau boleh dibandingkan, ini jauh lebih menyedihkan
daripada yang ada di Indonesia.Kemiskinan di negeri panda ini memang parah. Dan
sedihnya, ini tak banyak diketahui oleh dunia karena sudah kadung tertutup
dengan pamor-pamor Tiongkok yang luar biasa itu. Lalu seperti apa sih potret
kemiskinan di sana? Ketahui lewat deret foto-foto berikut.
Ketimpangan di Tiongkok begitu tinggi. Ada yang bisa sekolah sampai keluar
negeri, tapi ada juga yang miris seperti ini.
Anak-anak miskin di Tiongkok [Image Source]
Ketika sampah membuat kita ingin muntah, keluarga ini justru mengandalkan hidup
dari benda kotor itu.
Hidup berkutat dengan sampah [Image Source]
Beginilah ruang makan banyak keluarga miskin di Tiongkok. Mereka berbagi tempat
dengan ayam.
Potret rumah warga miskin di Tiongkok [Image Source]
Bayi-bayi tidak berdaya ini sudah harus merasakan kemiskinan sejak hari pertama
mereka lahir.
Bayi-bayi yang lahir di perkampungan miskin Tiongkok [Image Source]
Toilet orang-orang kaya di Tiongkok lebih bagus daripada rumah keluarga ini.
Kehidupan miskin di Tiongkok [Image Sourc e]
Tak masalah beralas tanah, asal tidak digigiti nyamuk.
Mirisnya anak kecil tidur beralaskan tanah [Image Source]
Cukup menyesakkan ya melihat pemandangan ini.
Potret kemiskinan di Tiongkok [Image Source]
Tiongkok mungkin bisa bikin jembatan tertinggi di dunia. Tapi, mereka tak mampu
berbuat sesuatu dengan ini.
Anak kecil terlihat senang dengan segala keterbatasan [Image Source]
Di balik kehebatan Tiongkok yang mendunia, ada warganya yang tinggal di
rumah-rumah macam begini.
Potret keluarga miskin di Tiongkok [Image Source] Tak hanya dihadapkan dengan
kemiskinan. Tiongkok sendiri juga tengah bergulat dengan masalah lingkungan.
Seperti yang kamu tahu, di sana itu sudah tak karuan polusinya. Saking
buruknya, dipercaya kalau Tiongkok takkan berumur panjang. Siapa sangka di
balik kejemawaannya, Tiongkok cukup bikin ngenes. Next
#yiv5508766048 #yiv5508766048 -- #yiv5508766048ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-mkp #yiv5508766048hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mkp #yiv5508766048ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mkp .yiv5508766048ad
{padding:0 0;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mkp .yiv5508766048ad p
{margin:0;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mkp .yiv5508766048ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-sponsor
#yiv5508766048ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-sponsor #yiv5508766048ygrp-lc #yiv5508766048hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-sponsor #yiv5508766048ygrp-lc .yiv5508766048ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5508766048 #yiv5508766048actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5508766048
#yiv5508766048activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5508766048
#yiv5508766048activity span {font-weight:700;}#yiv5508766048
#yiv5508766048activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5508766048 #yiv5508766048activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5508766048 #yiv5508766048activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5508766048 #yiv5508766048activity span
.yiv5508766048underline {text-decoration:underline;}#yiv5508766048
.yiv5508766048attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5508766048 .yiv5508766048attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5508766048 .yiv5508766048attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5508766048 .yiv5508766048attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5508766048 .yiv5508766048attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5508766048 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5508766048 .yiv5508766048bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5508766048
.yiv5508766048bold a {text-decoration:none;}#yiv5508766048 dd.yiv5508766048last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5508766048 dd.yiv5508766048last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5508766048
dd.yiv5508766048last p span.yiv5508766048yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5508766048 div.yiv5508766048attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5508766048 div.yiv5508766048attach-table
{width:400px;}#yiv5508766048 div.yiv5508766048file-title a, #yiv5508766048
div.yiv5508766048file-title a:active, #yiv5508766048
div.yiv5508766048file-title a:hover, #yiv5508766048 div.yiv5508766048file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5508766048 div.yiv5508766048photo-title a,
#yiv5508766048 div.yiv5508766048photo-title a:active, #yiv5508766048
div.yiv5508766048photo-title a:hover, #yiv5508766048
div.yiv5508766048photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5508766048
div#yiv5508766048ygrp-mlmsg #yiv5508766048ygrp-msg p a
span.yiv5508766048yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5508766048
.yiv5508766048green {color:#628c2a;}#yiv5508766048 .yiv5508766048MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5508766048 o {font-size:0;}#yiv5508766048
#yiv5508766048photos div {float:left;width:72px;}#yiv5508766048
#yiv5508766048photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5508766048
#yiv5508766048photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5508766048
#yiv5508766048reco-category {font-size:77%;}#yiv5508766048
#yiv5508766048reco-desc {font-size:77%;}#yiv5508766048 .yiv5508766048replbq
{margin:4px;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-mlmsg select, #yiv5508766048 input, #yiv5508766048 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-mlmsg pre, #yiv5508766048 code {font:115%
monospace;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-mlmsg #yiv5508766048logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-msg
p#yiv5508766048attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-reco #yiv5508766048reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-sponsor
#yiv5508766048ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-sponsor #yiv5508766048ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-sponsor #yiv5508766048ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5508766048 #yiv5508766048ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5508766048
#yiv5508766048ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5508766048
| | Virusvrij. www.avg.com |