Andatidak pernah dapat menjelaskan perbedaan antara RDBnya Mao dengan RDBnya
Deng. Tapingeyel seolah-olah sudah pernah menjawab pertanyaan itu. Sekarang
anda malah mengatakan TIDAK ADAPERBEDAAN HAKIKI REVOLUSI DEMOKRASI BARU DI
MASA MAO DAN DENG,karena TIDAK atau BELUM ada perubahan hakiki masyarakat Tkk.
OK. Jadi anda TIDAK melihat perbedaan hakikiantara RDBnya Mao dan RDBnya Deng?
Memang buta, kalau gitu. Dan tidak belajarkarya Mao. Mao, ketika bicara soal
watak revolusi dalam tulisannya tahun 1928 :”Perjuangandi Gunung Tjingkang”,
menulis:”Sekarang Tiongkok benar-benar masihberada pada tingkat revolusi
burjuis demokratis (atau yang dinamakan jugaRevolusi Demokrasi Baru, keterangan
saya). Program untuk revolusi demoratisyang konsekwen di Tiongkok meliputi,
keluar, penggulingan imperialisme untuk mencapai pembebasan nasional yang
penuh;kedalam, penghapusan kekuasaan dan pengaruhklas komprador di kota-kota,
penyelesaian revolusi agrarian untuk menghapuskanhubungan-hubungan feudal di
desa-desa dan penggulingan pemerintah raja perang.Hanya melalui revolusi
demokratis demikian itu dapatlah diletakkan dasar yangsejati bagi peralihan ke
sosialisme.”
Sayakutip Mao supaya jelas bukan saya yang menciptakan RDB. Tapi, saya sudah
tahu,anda bisa menggunakan ini untuk bilang saya tidak mau berpikir dan pakai
otaksendiri!!! Alasan yang konyol dan absurd ini pernah anda gunakan, justru
untukmenutupi ketidak mampuan anda untuk menjawab argumentasi saya.
Bacabaik-baik apa yang dimaksud dengan RDB oleh Mao. Jangan anda putarbalik!
JadiTkk pada tahun 1928 berada dalam tahaprevolusi burjuis demokratis/RDB!!
Siapa musuh-musuhnya? Keluar, imperialisme untukmencapai pembebasan nasional
yang penuh. Jadi RDBnya Mao mengganyang imperialismeuntuk membebaskan Tkk!!
Siapa musuh di dalam negeri? Kekuasaan klas komprador.Apa isi RDB? Revolusi
agraria untuk menghapuskan hubungan feudal di desa-desa.Jelas tidak??
Kalau anda bilangsekarang Tkk juga sedang berada pada tahap RDBnya Deng yang
menurut anda tidakberbeda dengan RDBnya Mao, lantas di mana perjuangan
anti-imperialisme rakyatTkk yang dipimpin PKT?? Tunjukkan manifestasinya dan
contoh kongkrit. Kemudianadakah perjuangan PKT melawan kelas komprador???
Bukankah dengan reformasikapitalisnya Deng justru hidup kembali dan berkembang
dengan subur kelaskomprador??? Siapa orang-orang kaya bilyuner yang anda
sanjung kedermawaannya memberisedekah kepada orang miskin?? Bukan kaum kabir
dan komprador mereka itu????Pernah saya postingkan video yang memperlihatkan
bagaimana para pengusaha kayaraya itu selalu mendapat dan menggunakan hubungan
dengan para pimpinan PKT danPemerintah untuk melancarkan dan memakmurkan usaha
bisnisnya. Sudah lupa atautidak nonton??? Jadi yang terjadi di hadapan mata
kita justru semakin suburnyakelas kabir dan komprador. PKT dan Pemeirntah sama
sekali tidak berjuang untukmenghilangkan kelas itu!!!
Isi RDB adalah revolusi agraria. Mana revolusi agrarianya Deng
Xiaoping???Apakah pembongkaran komune rakyat itu yang merupakan revolusi
agrarianya Deng???Dihapusnyapertanian dan kehidupan kolektif di pedesaan,
itukah revolusi agraria Deng??
Sekarang dengan sangatkurang ajar dan kegoblokan luar biasa, anda bilang TIDAK
atau BELUM ada perubahanhakiki dalam masyarakat Tiongkok. Ini betul-betul
PUNCAK KEBEBALAN DAN KEGOBLOKAN!!
Kalau begitu, Tkksekarang masih negeri setengah jajahan setengah feudal seperti
India, Indonesiadan banyak negeri-negeri di AA dan Amerika latin???? Lalu apa
artinyapembebasan Tkk pada tahun 1949??? Hasil perjuangan dan pengorbanan sejak
1921,tidak menghasilkan perubahan hakiki dalam masyarakat Tkk???? Pemuda
ganteng danpandai seperti anda ini benar-benar sangat menakjubkan!!! Apanya
yangmenakjubkan?? Kebebalannya!!!!
On Sunday, July 2, 2017 6:33 AM, "'Chan CT' [email protected]
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
Maasya allah, ... rupanya nenek dalam tempurung ini sudah TIDAK BISA
MEMBACA dengan baik tulisan orang lain! Siapa yang TIDAK BISA melihat
perkembangan Tiongkok Baru dibanding sebelum bebas-merdeka? Siapa yang MENGHINA
Ketua Mao dan RAKYAT Tiongkok? Jelas-jelas yang saya tekankan, justru
keberhasilan Ketua Mao membangun DASAR-Ekonomi dan PERTAHANAN Tiongkok dengan
semangat BERDIKARI! Dengan keberhasilan ini mendorong perkembangan Tiongkok
Baru, dan oleh karenanya RRT BERHASIL menjebol blokade sejagad AS yang
dijalankan sejak awal tahun 1950, bermaksud hendak mencekik-mati RRT yang baru
berdiri! Ternyata, AS yang KALAH dan GAGAL, sedang RRT BERHASIL dan MENANG!
Dengan berhasil memaksa Presiden Nixon datang berkunjung ke Beijing untuk
berjabatan tangan dengan Ketua Mao, diawal 1972! Tapi, ... anda anda tidak
berhasil melihat kenyataan lain, bahwa KEBERHASILAN yg dicapai RRT itu dengan
keharusan mengikat tali pinggang rakyatnya lebih kencang, artinya BELUM
BERHASIL mengentaskan KEMISKINAN RAKYAT Tiongkok! Sekalipun dibanding sebelum
merdeka sudah jauh lebih baik, tapi juga tidak bisa dibantah masih ratusan juta
RAKYAT MISKIN, bahkan dikategorikan SANGAT MISKIN yang belum terselesaikan!
Sedang anda hanya dibawa hanyut dalam pemikiran, anagan-angan indah sendiri
saja, ... Dan yang saya bisa pastikan, apa yang anda nyatakan ini justru
membuktikan selama BELASAN TAHUN hidup di Tiongkok, hanya ngerem didalam kamar
tidak pernah keluar melihat bagaimana KEHIDUPAN MASYARAKAT di Tiongkok
sesungguhnya, sebagaimana KENYATAAN yang ada!
Anda TIDAK TAHU, tidak terlalu jauh dari desa dimana kita ditempatkan, tidak
lebih 20Km sudah bisa nampak desa-miskin, sungguh sangat menyedihkan melihat
KEMISKINAN dan KETERBELAKANGAN budaya hidup mereka. Bukan saja baju
compang-camping lebih jelek, lebih butut dari gembel yang biasa terlihat
dikota, bahkan nampak banyak anak2 disana hidungnya dikasih ring/cincin.
Mengapa begitu? Karena penduduk desa itu masih percaya anak2nya bisa digondol
setan, biar tidak digondol setan hidungnya dikasih ring seperti kerbau! Dan
ingagt, itu terjadi di propinsi Jiang Xi yang tergolong propinsi makmur, ...
bisa anda bayangkan sendiri bagaimana dengan propinsi-propinsi lain yang
tergolong miskin!
Entah anda sekamar dengan siapa ketika berstatus mahasiswa di Beijing,
sekalipun tidak melihat dengan mata sendiri, mestinya kan juga bisa berbincang
dengan mereka dan dijadikan bahan pertimbangan untuk mengetahui keadaan
kehidupan masyarakat Tiongkok sesungguhnya. Pendidikan dan Pengobatan gratis
itu kan yang anda lihat dan terjadi cukup baik di kota besar, dan khususnya
untuk anda mashasiswa asing! Bagaimana kenyataan sesungguhnya dalam masyarakat
Tiongkok di kota kecil dan desa2??? Tentu saja tidak seindah seperti yang anda
bayangkan, ... ada berapa % anak-anak desa yang bisa sekolah apalagi sampai
Univ? Anda tahu tidak masih ada berapa% penduduk Tiongkok yang BUTA-HURUF? Anda
tahu tidak berapa orang yang harus mati karena tidak mendapat pengobatan
memadai, karena jauhnya dari RS, disamping teknonologi belum mencapai tingkat
seperti sekarang?
Bahan pertimbangan dari PBB, 10 negara terbanyak penduduk masih buta-huruf.
Dari kiri ke-kanan, India, Tiongkok, Pakistan, Benggala, Ethopia, Mesir,
Brasil, Indonesia, Konggo. Sedang RRT dalam 20 tahun, 1985-2005 berhasil
mengurangi Buta Huruf sebanyak 130 juta orang.
https://chaoglobal.wordpress.com/2014/02/01/illiterate-adult/ :
根據中國國家統計局公佈的《2010年第六次全國人口普查主要數據公報(第1號)》顯示,大陸31個省、自治區、直轄市和現役軍人的人口中,文盲人口(15歲及以上不識字的人)為54656573人,同2000年第五次全國人口普查相比,文盲人口減少30413094人,文盲率由6.72%下降為4.08%,下降2.64個百分點。
(Terjemahan bebas, berdasarkan Badan Statistik Negara yang diumumkan, “Laporan
No.1, Cacah Jiwa ke-6 Seluruh Negeri Tahun 2010” dari 31 Propinsi,
Daerah-Istimewa daratan Tiongkok, jumlah penduduk (diatas usia 15 tahun) yang
BUTA-HURUF mencapai 54,656,573 orang. Diandingkan cacah-jiwa ke-5 tahun 2000,
jumlah penduduk Buta Huruf telah berkurang 30,413,094 orang. Persentasi
Buta-Huruf turun 2.64%, yaitu dari 6.72% menjadi 4.08%.)
Lalu bagaimana dengan masalah kemiskinan? Saya ambilkan saja apa yang
dilaporkan Organisasi PBB dalam meneliti perubahan kemiskian di Tiongkok:
http://www.un.org/chinese/millenniumgoals/china08/reform.html
第三,人民生活明显改善。城乡居民收入持续较快增长,人民生活从温饱不足发展到总体小康。1978年到2007年,城镇居民家庭人均可支配收入由343.4元提高到13785.8元,农村居民家庭人均纯收入由133.6元提高到4140.4元,扣除价格因素,均增长了6倍以上。.....。农村绝对贫困人口从2.5亿人减少到1479万人。各项社会事业全面进步,覆盖城乡的义务教育体系基本建立,公共卫生和基本医疗服务体系不断健全,文化事业和文化产业蓬勃发展,基本公共服务正在朝着均等化方向发展。
(Terjemahan bebas: Kehidupan rakyat telah terjadi perbaikan yang mencolok.
Penghasilan penduduk kota-desa meningkat secara drastis, Kehidupan rakyat dari
kekurangan sandang-pangan secara umum sudah menjadi berkecukupan atau sedikiit
makmur. Dari tahun 1978 sampai 2007, penduduk kota distrik rata-rata
berpenghasilan 343.4 Yan telah terangkat menjadi 13,785.8 Yan, penduduk desa
dari rata-rata penghasilan 133.6 Yan terangkat menjadi 4,140.4 Yan. Dipotong
dengan inflasi yang terjadi, rata-rata kenaikan diatas 6%. ... Jumlah penduduk
sangat miskin dari 250 juta telah berkurang menjadi 14,79 juta orang. Berbagai
usaha sosial dikembangkan secara menyeluruh, meliputi dasar pembangunan sisstem
pendidikan didesa, masalah kesehatan dan pengobatan terus dikembangkan tiada
hentinya, usaha budaya dan produk kebudayaan tumbuh mengelora, dan dasar
PENGABDIAN sedang mengarah ke KEADILAN yang lebih merata.)
Nah, ... dari DATA yang saya ajukan diatas ini, anda tentu TIDAK BISA menutup
mata, atau menyangkal bahwa dimasa Ketua Mao, 30 tahun pertama RRT tegak
berdiri, penduduk Tiongkok yang BUTA HURUF masih cukup buuuaaanyaak dan
KEMISKINAN juga masih sangat parah! Karena ditahun 2000 itu saja masih 6.72%
penduduk, dan ditahun 1978 masih 250 juta rakyat harus hidup ditaraf sangat
miskin! Kecuali anda hendak bilang laporan Badan Statistik Negara itu TIDAK
AKURAT!
Atau anda termasuk seorang yang TIDAK bisa melihat kenyataan, bahwa setiap
proses perkembangan PASTI “Satu Pecah Menjadi Dua”, artinya, disatu pihak
perkembangan positif, dipihak lain juga parti diikuti perkembangan negatf yang
terjadi. Tidak ada proses perkembangan hanya segi postif saja atau sebaliknya
segi negatif saja. Masalahnya, kita bisa tidak dengan TEPAT melihat
perkembangan itu segi positif yang pokok, dominasi atau sebaliknya segi negatif
yang pokok! Jadi, konkritnya perbedaan pandang diantara kita, saya berpendapat
dimasa Ketua Mao, 30 tahun pertama RRT, yang pokok segi positif, tapi juga
tidak sedikit kekurangan/kesalahan terjadi. Masih terjadi KEMISKINAN yang luar
biasa, setidaknya masih ada 250 juta warga sangat MISKIN! Dan lebih 6.7% buta
huruf! Sedang anda melihat segi POSITIF nya saja dengan menyangkal atau
menghilangkan semua segi negatif yang jelas belum terselesaikan itu!
Begitu juga dimasa perkembangan 30 tahun berikut, setelah dimasa Deng
mengoreksi kesalahan Mao, anda jadi menghitamkan segalanya, memandang segi
negatif yang terjadi sebagai yang pokok dan dominasi. Sedang saya justru TETAP
melihat segi positif yang pokok dan dominasi. Bukan saja pertumbuhan ekonomi
yang dahsyat dan diakui oleh dunia, tapi juga perkembangan teknologi yang sudah
berhasil mengejar teknologi tinggi dunia. Begitu juga dalam usaha mengentaskan
kemiskinan, RRT lah didunia ini yang jelas BERHASIL menyelesaikan masalah
kemiskinan dalam waktu singkat, hanya dalam hitungan 50 tahunan, sampai 2020
yad ini, ... lebih 250 juta warga bisa terangkat dari sangat-miskin menjadi
sedikit makmur!
Masalah Revolusi Demokrasi Baru sudah kita perbincangkan entah berapa tahun yl,
... tidak ada yang tidak bisa saya jawab. Kecuali anda saja yang belum bisa
terima argumentasi saya. Dan selalu saya jawab, kalau begitu, tunggu saja kita
lihat sendiri bagai teori2 atau pemikiran kita itu dibuktikan dalam praktek,
melihat bagaimana wujud “Jalan Sosialisme Berciri khas Tiongkok” yang sedang
dijalankan oleh PKT saja!
Saya selama ini sudah menyatakan, TIDAK ada perbedaan hakiki revolusi Demokrasi
Baru dimasa Mao dan Deng, karena TIDAK atau BELUM ada perubahan hakiki
masyarakat Tiongkok! Masyarakat Tiongkok yang masih sangat MISKIN dan
perkembangan masyarakat kapitalis belum merubah sepenuhnya sifat masyarakat
feodal yang ada. Artinya Tiongkok sekarang ini sekalipun sudah mulai memasuki
perkembangan industri, tapi masih lebih 60% PETANI! Kehidupan masyarakat PETANI
didesa-desa masih yang utama. Jadi, masih tetap dikategorikan negara SEDANG
BERKEMBANG, belum bisa dikategorikan negara industri atau negara MAJU. Jadi
tingkat perjuangan revolusi, ... kalau saja masih hendak gunakan sebutan
revolusi, bisa saja TETAP masih ditingkat revolusi Demokrasi Baru, karena
tingkat perkembangan masyarakat dengan revolusi yang seharusnya dipimpin
Borjuasi-nasional, tapi di Tiongkok, baik dimasa Mao maupun Deng bukan dipimpin
borjuasi-nasional, tapi dipimpin oleh PKT, Partai Komunis TIongkok. Jadi,
sebetulnya juga tidak beda dengan “Negara Kapitalis” yang dijalankan Lenin
ditahun 1921 itu!
Ingat, bahwa perkembangan masyarakat yang terjadi itu akan berlangsung sesuai
keadaan objektif masyarakat itu sendiri, tidak bisa diotak-atik atau mau
dilompati sekehendak hati subjektif seseorang dengan lancarkan revolusi. Proses
jaman perbudakan, jaman feodal itu ribuan tahun, dan revolusi2 yang muncul
dimasyarakat itu lahir karena adanya hubungan produksi baru yang muncul dan
berubah mendominasi masyarakat itu. Begitu juga perubahan masyarakat kapitalis
menjadi masyarakat sosialis, pertama tidak bisa disingkat hanya dilewati
puluhan tahun bahkan ratusan tahun saja, dimana masyarakat kapitalis baru mulai
tumbuh dan masih sangat miskin, belum juga memasuki kapitalis-industri, kok
sudah mau masuk mewujudkan masyarakat sosialis. Itulah KESALAHAN yang dibilang
Deng, masyarakat sosialisme itu bukan meratakan KEMISKINAN, tapi harus
meratakan KEKAYAAN! Pada saat masyarakat masih sangat MISKIN, kalau diratakan,
yang terjadi adalah meratakan kemiskinan. Sulit untuk tidak mengatakan tidak
mungkin, mengangkat masyarakat miskin menjadi makmur dalam waktu sekaligus.
Harus memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, dengan mempeerkenankan
hak-milik kapitalis perseorangan untuk mendorong lebih cepat kemakmuran
masyarakat itu!
Kedua, dalam proses perkembangan masyarakat akan muncul dengan sendirinya
unsur-unsur hubungan produksi baru yang bisa dinamakan hubungan produksi
sosialisme, tidak bisa hanya dengan membasmi kapitalis-kapitalis perseorangan
lalu diganti dengan pejabat komunis, bisa dikatakan itulah hubungan produksi
sosialis. Dan ternyata, tidak sedikit pejabat-pejabat yg menggantikan
kapitalis2 itu berubah menjadi KABIR-KABIR yang melakukan penghisapan lebih
KEJAM ketimbang kapitalis beneran. Itulah salah satu SEBAB, setelah membentuk
negara sosialis pertama didunia dan dalam 70-an tahun, akhirnya PKUS roboh
dicampakkan oleh rakyatnya sendiri. Ditinjau dari sudut pandang lain, nampak
jelas KESADARAN masyarakat luas, tidak mungkin bisa dirubah dalam sesaat dengan
yang dinamakan revolusi apapun! Proses KESADARAN Hidup bersama, kerja bersama
(kolektif) harus dibina dalam kehidupan dan kerja bersama yang panjang, entah
puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Selama DUNIA masih saja dikangkangi
kapitalis-kapitalis serakah, selama partai KOMUNIS belum berhasil menguasai
banyak negara didunia, selama itu belum mungkin menegakkan negara sosialis
didunia. Saya merasa Marx lah yang benar, mengatakan tidak bisa menegakkan
negara sosialis disatu negara didunia ini, tanpa diikuti oleh negara-negara
lain, ... Selama itu, hanya bisa seperti dikatakan PKT sekarang ini, bahwa RRT
hanyalah langkah pertama dari jalan panjang menuju masyarakat sosialis
berdasarkan ciri khas TIongkok saja!
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
Sent: Sunday, July 2, 2017 1:28 AM
To: [email protected] ; [email protected] ;
[email protected]
Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; Harry Singgih ;
Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Farida Ishaja ; [email protected] ;
Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di
Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
Ya pastilah orang remo akan terus tidak mengakui kemajuan yang dicapai oleh
rakyat Tkk pada jaman Mao, walaupun dirinya sendiri ikut kecipratan sekolah
gratis dan makan, minum , tidur , gratis selama bertahun-tahun diterima rakyat
Tkk sebagai tamu. Mengatakan kemiskinan yang dialami buruh dan tani sekarang
sebagai warisan dari jaman Mao adalah sebuah isapan jempol dan penghinaan
terhadap rakyat Tkk serta Mao. Pada jaman Mao pendidikan dan layanan kesehatan
gratis. Kehidupan masih relatif miskin tapi rakyat tidak menderita penghisapan
dan penindasan dan tidak ada kesenjangan antara yang punya dan yang tidak punya
seperti sekarang pada jaman kapitalis... Segelintir orang foya-foya, saking
kayanya sampai sudah tidak tahu bagaimana menggunakan dan menghabiskan uangnya.
Sudah selesai anda belajar karya Mao tentang tahap revolusi demokrasi baru???
Ayo jelaskan bedanya dengan tahap revolusi demokrasi barunya Deng xiaoping!!!
Kok nggak muncul-muncul jawabannya?????
On Monday, June 26, 2017 4:31 PM, "'Chan CT' [email protected] [temu_eropa]"
<[email protected]> wrote:
Eeeiiih, ... nenek yang satu ini BETUL_BETUL tetap berada dalam tempurung!
Sampai sekarang masih juga belum bisa membuka mata sendiri melihat KENYATAAN di
RRT masih ada sekitar 50 juta rakyat nya yang tersisa hidup dalam kemiskinan
dan target mereka dalam plan5 tahun ke-13 akan diselesaikan tahun 2020. Saya
TIDAK BERHASIL menemukan foto-foto kemiskinan yang diajukan tulisan dibawah
ini, diambil ditahun berapa dan dimana, ...Tapi ingat, ... KEMISKINAN yang
masih ada sekarang ini BUKAN baru terjadi, tapi merupakan kelanjutan dari
masyarakat Tiongkok sebelum BEBAS dan melewati masa Mao, di 30 tahun pertama
(1949-1979) juga belum terselesaikan! Atau anda berani bilang bahwa kemiskinan
RAKYAT Tiongkok yang ada sekarang ini jauh lebih miskin ketimbang 40 tahun yl,
dengan menganggap kemakmuran yang terjadi hanya dinikmati segelintir
bilyunernya saja???
Coba perhatikan foto yang nampak jelas diambil dimasa Mao tahun 60-an itu.
Lalu, coba perhatikan bagaimana foto ini yang memperlihatkan sekelompok warga
miskin, disaat menghadapi kelaparan menghadapi bencana-alam, tapi RRT tetap
perintahkan membeli bahan-makan untuk bantuan Albania, ...
Dan, ... cobalah buka mata lebar-lebar, untuk melihat kenyataan lain, bahwa
dalam 5 tahun terakhir ini, setiap tahun Tiongkok berhasil mengeentaskan lebih
10 juta warga dari garis kemiskinan. Tentu merupkakan prestasi yang sangat luar
biasa! Dan ingat, RRT didunia juga ikut membantu membangun dibanyak
negara-negara sedang berkembang, dan bersama-sama ikut mengentaskan kemiskinan
dengan memperbaiki perkembangan ekonomi.
Apanya meredam kontradiksi klas supaya orang tidak melawan? Kenyatan
KESEJAHTERAAN 1,4 milyar warga Tiongkok BERHASIL ditingkatkan jauh lebih baik,
kok! Bahkan sekarang warga klas menengah atas nya sudah jauh melebihi penduduk
AS! Ini nenek buta atau membutakan diri, ...? Hehehee, ...
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
Sent: Monday, June 26, 2017 3:12 PM
To: [email protected] ; [email protected]
Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ;
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Farida Ishaja ;
[email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang
Katanya Akan Merajai Dunia
Gimana jawaban Chan? Sabaaarrrr! Sekarang PKT dan Pemerintah belum bisa
menyelesaikan masalah kemiskinan, tapi sedang dalam proses......Tungguuuuu!!
Dari dulu saya tanya kapan kaum bilyuner itu mau membagi kekayaannya dengan
orang-orang miskin ini? Kan mereka sudah dikasih kesempatan untuk kaya sesuai
dengan politiknya Deng xiao-ping. Chan selalu membanggakan "sedekah" yang
diberikan oleh para bilyuner/pengusaha dalam proyek-proyek sosial. Begitulah
caranya, menurut dia, untuk menuntaskan kemiskinan. Dan orang yang kecipratan
sedekah akan terus kowtow kepada para jutawan pemurah hati itu dan lupa pada
bagaimana cara mereka mendapat dan mengumpulkan kekayaan itu. Begitulah caranya
meredam kontradiksi kelas supaya orang tidak melawan. Rupanya s edekah itu
nggak sampai kepada orang-orang miskin ini.
On Sunday, June 25, 2017 7:38 AM, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
oleh Rizal
16:29 PM on Jan 14, 2017
Terlepas dari segala sentimen yang ada soal Tiongkok, harus diakui kalau si
negeri Tirai Bambu ini memang sungguh luar biasa. Dulu mereka memang hanya
negara kelas dua yang bahkan pernah dibikin main an oleh Jepang. Tapi, kini
semuanya berubah. Tiongkok yang cupu saat ini benar-benar menjadi monster yang
seolah bisa menelan siapa pun. Bahkan termasuk Rusia dan Amerika.
Dari segala hal Tiongkok begitu matang. Dilihat dari militer mereka juara dunia
dan meringsek perlahan untuk menggeser dominasi duo AS-Rusia. Di bidang ekonomi
pun tak juga tak jauh beda. Bahkan diramalkan kalau mereka akan bisa menguasai
dunia. Tiongkok begitu jemawa, tapi bukan tanpa borok. Ketika kita bisa masuk
lebih dalam dan membuka semua tabirnya, maka terpampang sebuah pemandangan yang
kontradiktif yang begitu berlawanan dengan segala puja-puji tentangnya. Ya,
pemandangan yang dimaksud adalah potret kemiskinan Tiongkok yang benar-benar
luar biasa miris. Bahkan kalau boleh dibandingkan, ini jauh lebih menyedihkan
daripada yang ada di Indonesia.
Kemiskinan di negeri panda ini memang parah. Dan sedihnya, ini tak banyak
diketahui oleh dunia karena sudah kadung tertutup dengan pamor-pamor Tiongkok
yang luar biasa itu. Lalu seperti apa sih potret kemiskinan di sana? Ketahui
lewat deret foto-foto berikut.
Ketimpangan di Tiongkok begitu tinggi. Ada yang bisa sekolah sampai keluar
negeri, tapi ada juga yang miris seperti ini.
Anak-anak miskin di Tiongkok [Image Source]
Ketika sampah membuat kita ingin muntah, keluarga ini justru mengandalkan hidup
dari benda kotor itu.
Hidup berkutat dengan sampah [Image Source]
Beginilah ruang makan banyak keluarga miskin di Tiongkok. Mereka berbagi tempat
dengan ayam.
Potret rumah warga miskin di Tiongkok [Image Source]
Bayi-bayi tidak berdaya ini sudah harus merasakan kemiskinan sejak hari pertama
mereka lahir.
Bayi-bayi yang lahir di perkampungan miskin Tiongkok [Image Source]
Toilet orang-orang kaya di Tiongkok lebih bagus daripada rumah keluarga ini.
Kehidupan miskin di Tiongkok [Image Sourc e]
Tak masalah beralas tanah, asal tidak digigiti nyamuk.
Mirisnya anak kecil tidur beralaskan tanah [Image Source]
Cukup menyesakkan ya melihat pemandangan ini.
Potret kemiskinan di Tiongkok [Image Source]
Tiongkok mungkin bisa bikin jembatan tertinggi di dunia. Tapi, mereka tak mampu
berbuat sesuatu dengan ini.
Anak kecil terlihat senang dengan segala keterbatasan [Image Source]
Di balik kehebatan Tiongkok yang mendunia, ada warganya yang tinggal di
rumah-rumah macam begini.
Potret keluarga miskin di Tiongkok [Image Source]
Tak hanya dihadapkan dengan kemiskinan. Tiongkok sendiri juga tengah bergulat
dengan masalah lingkungan. Seperti yang kamu tahu, di sana itu sudah tak karuan
polusinya. Saking buruknya, dipercaya kalau Tiongkok takkan berumur panjang.
Siapa sangka di balik kejemawaannya, Tiongkok cukup bikin ngenes. Next
[Non-text portions of this message have been removed]
#yiv1743715346 #yiv1743715346 -- #yiv1743715346ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-mkp #yiv1743715346hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mkp #yiv1743715346ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mkp .yiv1743715346ad
{padding:0 0;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mkp .yiv1743715346ad p
{margin:0;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mkp .yiv1743715346ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-sponsor
#yiv1743715346ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-sponsor #yiv1743715346ygrp-lc #yiv1743715346hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-sponsor #yiv1743715346ygrp-lc .yiv1743715346ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1743715346 #yiv1743715346actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1743715346
#yiv1743715346activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1743715346
#yiv1743715346activity span {font-weight:700;}#yiv1743715346
#yiv1743715346activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1743715346 #yiv1743715346activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1743715346 #yiv1743715346activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1743715346 #yiv1743715346activity span
.yiv1743715346underline {text-decoration:underline;}#yiv1743715346
.yiv1743715346attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1743715346 .yiv1743715346attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1743715346 .yiv1743715346attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1743715346 .yiv1743715346attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1743715346 .yiv1743715346attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1743715346 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1743715346 .yiv1743715346bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1743715346
.yiv1743715346bold a {text-decoration:none;}#yiv1743715346 dd.yiv1743715346last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1743715346 dd.yiv1743715346last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1743715346
dd.yiv1743715346last p span.yiv1743715346yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1743715346 div.yiv1743715346attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1743715346 div.yiv1743715346attach-table
{width:400px;}#yiv1743715346 div.yiv1743715346file-title a, #yiv1743715346
div.yiv1743715346file-title a:active, #yiv1743715346
div.yiv1743715346file-title a:hover, #yiv1743715346 div.yiv1743715346file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1743715346 div.yiv1743715346photo-title a,
#yiv1743715346 div.yiv1743715346photo-title a:active, #yiv1743715346
div.yiv1743715346photo-title a:hover, #yiv1743715346
div.yiv1743715346photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1743715346
div#yiv1743715346ygrp-mlmsg #yiv1743715346ygrp-msg p a
span.yiv1743715346yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1743715346
.yiv1743715346green {color:#628c2a;}#yiv1743715346 .yiv1743715346MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1743715346 o {font-size:0;}#yiv1743715346
#yiv1743715346photos div {float:left;width:72px;}#yiv1743715346
#yiv1743715346photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1743715346
#yiv1743715346photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1743715346
#yiv1743715346reco-category {font-size:77%;}#yiv1743715346
#yiv1743715346reco-desc {font-size:77%;}#yiv1743715346 .yiv1743715346replbq
{margin:4px;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-mlmsg select, #yiv1743715346 input, #yiv1743715346 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-mlmsg pre, #yiv1743715346 code {font:115%
monospace;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-mlmsg #yiv1743715346logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-msg
p#yiv1743715346attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-reco #yiv1743715346reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-sponsor
#yiv1743715346ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-sponsor #yiv1743715346ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-sponsor #yiv1743715346ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1743715346 #yiv1743715346ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1743715346
#yiv1743715346ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1743715346