Apa istrinya pernah ditahan ?

2017-07-17 15:44 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> Apakah beliau sudah dibebaskan? Dimana sekarang?
>
> Where Is Liu Xia? Activists Seek Wife of Late Chinese Nobel Laureate
> <https://www.wsj.com/articles/where-is-liu-xia-activists-seek-wife-of-late-chinese-nobel-laureate-1500120336>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Memangnya nonya Liu diapakan???
>
>
> *From:* jonathangoeij@... [GELORA45]
> *Sent:* Monday, July 17, 2017 1:01 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina
> terhadap pegiat HAM yang wafat
>
>
>
>
> Bagaimana dengan Nyonya Liu?
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Goei: Liu adalah seorang pemenang nobel, ... *tahanan politik yg
> "kesalahannya" karena mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn pihak
> penguasa itu saja.*
>
> Chan:
> Jelas pengangkatan LiuXB pemenang Nobel-Perdamaian adalah permainan
> politik barat yang sangat ngaco! Perdamaian apa yang digiatkan Liu???
> Padahal kenyataan sebaliknya, bukan perdamaian, tapi kekacauan, kerusuhan
> bahkan MENGORBANKAN kw2 untuk mencapai tujuan politiknya, gulingkan
> Pemerintah RRT! Padahal itulah sikap, tindakan radikalis yang TIDAK BEDA
> dengan radikalis pengibar panji Islam! BIADAB dan sangat, SANGAT TIDAK
> MANUSIAWI! Yang HARUS DIKIUTUK rakyat sedunia, ...! Ini pertama.
>
> Kedua, agar anda ketahui, di Tiongkok ini sangat buaanyaak orang punya
> beda pendapat, bahkan anggota PKT yang juga mengkritik politik yang sedang
> dijalankan, baik dari sudut pandang ekstrim kiri, Maois maupun daari sudut
> pandang kanan, yang cenderung ke pandangan Sosial Demokrat. Dan adalah juga
> kenyataan, selama mereka tidak bersikap berlebih, melampaui batas tentu
> tidak apa2, TIDAK ada yang ditahan apalagi dipenjarakan. Sedang Liu XB
> masalahnya bukan pendapat beda, tapi dia sudah menjadi kaki tangan NGO
> asing, termasuk CIA saja! Macam Joshua Wong di HK itu, ...
>
> Ketiga, masalah perawatan kesehatan dan pengaturan kremasi dan pelarungan
> abu di laut, jelas sudah disampaikan abang Liu, Liu XaoGuang yang
> menyatakan berterimakasih pada pemerintah dan PKT telah memberikan
> perawatan dan pengaturan jenasah LiuXB dengan sebaik-baiknya dan sesuai
> permintaan keluarga. Lalu, apa yang masih perlu diributkan lagi???
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
>
> *From:* jonathangoeij@... [GELORA45]
> *Sent:* Monday, July 17, 2017 11:40 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [GELORA45] Dunia internasional kritik perlakuan Cina
> terhadap pegiat HAM yang wafat
>
>
>
>
> Melihat diskriminasinya tentu tidak bisa seperti itu, Liu adalah seorang
> pemenang nobel, merupakan seorang extraordinary among the
> extraordinaries, lagipula Liu bukanlah kriminal melainkan *tahanan
> politik yg "kesalahannya" karena mempunyai pandangan politik yg berbeda dgn
> pihak penguasa itu saja.* Merupakan hal yg lumrah dan seharusnya kalau
> dunia internasional memperhatikan secara khusus, sama saja bila terjadi pd
> pemegang nobel perdaimaian yg lain katakanlah pd Malala, Nelson Mandela,
> ataupun Aung San Suu Kyi, ataupun pd tingkatan yg lebih rendah sedikit pd
> Ahok ataupun Joshua Wong.
>
> Ahok saya pandang lebih dari seorang tahanan politik daripada kriminal
> penista agama. Kesalahan beliau karena sebagai orang Tionghoa dan juga non
> Islam berani2nya terjun kedalam dunia politik dan mempunyai prospek besar
> jadi presiden sehingga hanya kasus omongan yg sebenarnya tidak ada apa2nya
> dipolitisir dan kriminalisasi sedemikian rupa.
>
> Tentang pengobatan di Tiongkok memang ada kemungkinan besar dalam beberapa
> bidang tertentu justru lebih maju dari pengobatan dunia barat mengingat
> sejarah pengobatan yg sedemikian lama, hal yg juga terbukti dgn menangnya
> Tu Youyou dalam Nobel Medicine.
>
> Yg saya angkat bukanlah masalah apakah pengobatan di Tiongkok maju atau
> tidak, tetapi apakah Liu mendapat perhatian dan perawatan yg sepantasnya.
>
> ---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
>
> Kalau bukan di politisasi, apalagi??? Doctor from MD Anderson Cancer
> Center in Houston/Texas and doctor from University of Heidelberg in Germany
> HAS NO BUSSINESS to come to China to see Liu (pemberontak-teroris).
>
> 1) Di China, ada ribuan atau ratusan ribuan orang yg. kena kanker hati
> sebab di China (dan juga di Asia) banyak yg. kena infeksi kronis hati
> (Chronic Hepatitis) sebagai penyebab kanker hati. Kenapa mereka tidak di
> datangi oleh dokter dari Amerika atau Jerman? Karena Liu pemenang Hadiah
> Nobel maka dia di datangi utk. propaganda Barat. Selain itu, apakah bukan
> suatu diskriminasi terhadap penderita2 kanker hati lain di China, yg.
> disebut saja tidak (tidak ada harganya)?
>
> 2) Karena China banyak penderita kanker hati, belum tentu terapi di
> Amerika dan Jerman lebih baik daripada di China karena dokter2 China lebih
> banyak berpengalaman dalam bidang penyakit ini, terutama dibidang
> operasinya. Jadi juga propaganda utk menjelekkan China.
>
> BH Jo
>
> ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :
>
>
> Yg meminta dirawat di Jerman atau Amerika itu Liu sendiri "He said his
> first preference would be Germany, but if that wasn’t workable, then the
> United States would be fine, too."
> California pernah di-sued oleh keluarga inmate yg meninggal dipenjara
> karena tidak mendapat perawatan pengobatan yg selayaknya, di pengadilan
> California kalah dan akibatnya diadakan overhaul penanganan kesehatan
> inmate2 itu. Saat ini masalah kesehatan diperhatikan penuh bahkan banyak yg
> menyindir perawatan tingkat Kaiser Permanente bagi inmate. Masalah sindiran
> itu benar atau tidak saya tidak tahu jelas, tetapi dalam pandangan saya
> inmate itu tidak punya kebebasan mencari perawatan dokter atau rumah sakit
> sehingga sudah selayaknya penanganan kesehatan dijamin sepenuhnya oleh
> negara.
>
> Tidak tahu bagaimana dgn Tiongkok?
> ---
>
> The doctors, Joseph M. Herman of the University of Texas MD Anderson
> Cancer Center and Markus Büchler of the University of Heidelberg, who
> evaluated Mr. Liu on Saturday, said he had indicated that he wanted to be
> sent abroad for the remainder of his treatment.
>
> “While a degree of risk always exists in the movement of any patient,
> both physicians believe Mr. Liu can be safely transported with appropriate
> medical evacuation care and support,” the doctors said in a joint
> statement. They added that they were willing to provide Mr. Liu such care.
>
> Shang Baojun, a lawyer who represented Mr. Liu at his trial in 2009 on
> charges of state subversion, said by phone, “He said his first preference
> would be Germany, but if that wasn’t workable, then the United States would
> be fine, too.”
> https://www.nytimes.com/2017/07/09/world/asia/liu-xiaobo-china-cancer.html
>
> ---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
>
> Benar inilah kejahatan negara2 Barat dimana kematian si
> pemberontak-teroris LiuXB dipolitisasi. Dia meninggal karena kanker hati.
> Di Amerika atau Eropa, orang yg. kena kanker hati juga biasanya akan mati
> dgn. terapi apa saja. Koq katanya mesti dirawat di Amerika atau Jerman, ya
> juga si pemberontak akan mati disana. Kecuali kalau kanker/tumornya masih
> kecil dan belum menyebar ke organ2 lain, yg. jarang sekali terjadi (dimana
> terapinya adalah transplantasi hati).
>
> BH Jo
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Yaaa jelaslah, bahwa masalah Liu Xiaobo ini dipotisasi oleh barat saja,
> dari pengangkatan Hadiah Nobel, sampai kematian-nya kemarin ini. Tapi
> mereka TIDAK BERHASIL melihat kenyataan kelemahan/kegagalan fatal LiuXB
> yang mereka usung pejuang HAM itu! LiuXB gagal mengatasi beban pikirannya
> sendiri! Beban pikiran hidup dalam penjara itulah yang membuat kena kanker
> dan mati-muda, ...
>
> Pertama, sebagai pejuang HAM yang mengatas namakan kemanusiaan, jelas *tokoh2
> pegiat DEMOKRASI* dalam melancarkan aksi Tian An Men, 4 Juni 1989 itu,
> justru yang mengabaikan kemanusiaan! TIDAK lebih dahulu mengambil keputusan
> MENYELAMATKAN pendemo! Sebaliknya, justru mengambil sikap hendak
> mengorbankan pendemo2, darah mereka yang meembanjiri lapangan Tian An Men
> untuk menekan roboh Pemerintah Tiongkok! Itulah seruan Chai Ling,
> pimpinan-aksi lapangan Tian An Men, yang menyerukan pendemo BERTAHAN, tidak
> mundur sampai batas ultimatum membersihkan lapangan Tian An Men! Dan
> akhirnya membuat Chai Ling bertobat menjadi Kristianis-taat, menyimpulkan
> seandainya saja dia ketika itu sudah mengenal TUHAN, tentu harus lebih
> dahulu menyelamatkan kawan seperjuangan, membubarkan dan mempersihkan
> pendemo-pendemo di lapangan Tian An Men sebelum jam ultimatum tiba dan
> dengan demikian TIDAK teerjadi seorang korban pun! Itupula teriak seorang
> ibu yang anaknya jadi KORBAN di Lapangan Tian An Men, pada saat Wu Erkaisi
> menghibur ibu ini, jangan kalian besar-besarkan angka korban dimalam hari
> itu! Makin besar angka KORBAN makin BESAR TANGGUNGJAWAB kalian!
>
> Chai Ling sebagai Kristianis bahkan berani mengklaim, selama 25 tahun ini
> (memperingati Tragedi Tian An Men ditahun 2014 – BBC), warga Tiongkok sudah
> lebih 100 juta yang menganut agama Kristen! Bahkan sesumbar, yakin RRT akan
> berubah beradab dengan maraknya agama Kristen didaratan TIongkok, ... dan
> akhirnya mengalahkan paham komunis. Heheheee, ...
> [image: 天安門事件蔡玲的圖片搜尋結果]Chai Ling menyembayangi korban Tian An Men.    [image:
> 天安門事件蔡玲的圖片搜尋結果] Chai Ling ditahun 2014 – Ming Bao/Harian Ming
>
> Sayang, seribu sayang, sekalipun tokoh2 utama Pegiat DEMOKRASI di lapangan
> Tian An Men ini sudah “menyadari KESALAHAN” perjuangan mereka, tapi
> nampaknya BELUM ada KEBERANIAN membuat satu KESIMPULAN bersama dimana
> KESALAHAN dan bagaimana seharusnya melancarkan perjuangan dan memenangkan
> perjuangan mencapai TUJUAN! Hanya sekali-kali suaranya TETAP digunakan
> untuk terus membakar kegiatan demokrat, khususnya menentang pemerintah
> Tiongkok yang masih komunis itu!
>
> Setiap orang boleh2 saja mempunyai pikiran/pendapat berbeda, bahkan
> menentang Pemerintah pusat sekalipun. Hanya saja harus dipikirkan baik-baik
> bagaimana memperjuangkan dan memenangkan dengan pengorbanan sekecil
> mungkin, tidak asal seruduk tanpa mempedulikan berapa besar korban yang
> terjadi! Tanpa peduli mengambil jalan BUNUH DIRI dengan tidak pedulikan
> berapa besar KORBAN yang jatuh! Itu namanya membenturkan telor pada batu.
> Setelah jatuh korban, ... berapapun angka sesungguhnya, kenyataan TIDAK
> SATU pun tokoh2 utamanya jatuh KORBAN! Semua lolos dan akhirnya hanya
> mencari hidup menyelamatkan diri sendiri2 tanpa membuat kesimpulan agar
> pejuang lain tidak meneruskan kesalahan mereka. Dan ternyata kesalahan
> mereka itu justru yang dilanjutkan oleh pejuang DEMOKRAT di HK
> denganmelancarkan aksi demo mengangkangi jalan2 utama di HK akhir tahun
> 2014! Masih beruntung lah pejuang2 Demokrat HK, pemerintah Pusat dan HK
> ketika itu, telah merubah sikap perjuangan, TIDAK MENINDAS dengan
> KEKERASAN! Membiarkan mereka kewalahan sendiri harus hidup-tidur dijalan
> dan akhirnya menyerah sendiri setelah hampir 2 bulan!
>
> Kedua, Ada pendapat sementara dokter, termasuk sinshe (dokter tradisional
> Tionghoa) menyatakan pikiran manusia SANGAT menentukan KESEHATAN seseorang!
> Pikiran sedih, kecewa, stress, ... yang merupakan beban pikiran
> berkepanjangan itulah yang mengakibatkan bermacam penyakit! Siapa bisa
> mengobati dan mencegah perkembangan penyakit LiuXB? Ya, ... Liu sendirilah!
> Tiada obat mujarab kecuali Liu berhasil melepas beban pikiran hidup
> dipenjara! Liu seorang pejuang yang tidak memperhitungkan konsekwensi
> perjuangan, sikap yang dijalankan selama ini dalam melawan Pemerintah.
> Setelah dijatuhi hukuman dan melewati kehidupan di penjara, jelas Liu TIDAK
> berhasil melepas BEBAN PIKIRAN nya dan akibatnya kena kanker! Artinya
> pengobatan sebaik apapun TIDAK akan menyembuhkan, kecuali dia diberi
> KEBEBASAN diluarnegeri! Dan itu tentunya menyalahi HUKUM, ...
>
> Mengapa pihak kedokteran Tiongkok terlambat mengetahui kanker LiuXB,
> diketahui setelah serius ddn dimasa akhir? Mungkin masih bisa
> diperdebatkan, ... tapi pernyataan pihak RS tidak tepat membawa Liu berobat
> diLN, adalah keputusan TEPAT! Buktinya tidak lebih beberapa hari penyakit
> Liu merosot drastis dan mati juga! Itulah kenyataan yang terjadi, kecuali
> memang menghendaki Liu mati diatas pesawat??? Bukankah dengan begitu lebih
> tidak manusiawi??? Atau memang bertujuan bikin ribuuuut saja!
>
> Kematian Liu Xiao Bao sepenuhnya adalah akibat KESALAHAN dirinya sendiri,
> ... tidak ada yang perlu dibesarbesarkan apalagi dipuja-puji dan dihormati!
> Biarlah LiuXB pergi meninggalkan dunia fana ini dengan penuh ketenangan dan
> seperti abangnya menyatakan, atas nama keluarga Liu bersyukur dan
> berterimakasih pada Pemerintah dan PKT tetap memperlakukannya sebagai
> manusia yang perlu dilayani pengobatan dan menyelesaikan akhir-hidupnya.
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
>
> *From:* jonathangoeij@... [GELORA45]
> *Sent:* Sunday, July 16, 2017 1:22 AM
>
>
>
>
>
> <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815>
> Dunia internasional kritik perlakuan Cina terhadap pegiat HAM yang wafat
> <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815>
>
>    - 14 Juli 2017
>
>
>    Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru
>    - Bagikan artikel ini dengan Facebook
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#>
>    - Bagikan artikel ini dengan Twitter
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#>
>    - Bagikan artikel ini dengan Messenger
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#>
>    - Bagikan artikel ini dengan Email
>    - Kirim <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40603815#share-tools>
>
> [image: Liu Xiaobo]Hak atas fotoLIU XIA / HANDOUTImage captionLiu Xiaobo
> meraih Nobel Perdamaian 2010. Dia meninggal dunia akibat kanker liver.
>
> Cina menghadapi berbagai kritik dari dunia internasional atas perlakuan
> terhadap Liu Xiaobo, pegiat hak asasi yang meninggal dunia pada usia 61
> tahun akibat kanker liver.
>
> Komite Nobel di Norwegia mengatakan pemerintah Cina menanggung 'tanggung
> jawab besar' atas kematian Liu yang diganjar Nobel Perdamaian pada 2010.
>
> Di samping menyebut kematian Liu "terlalu dini", Komite Nobel juga
> menyatakan sikap Cina yang menolak kepergian Liu untuk berobat ke luar
> negeri "sangat mengganggu".
>
> Menanggapi kritik itu, pemerintah Cina menegaskan bahwa penanganan Liu
> adalah urusan dalam negeri dan negara-negara lain "tidak berada dalam
> posisi untuk membyat pernyataan yang tidak patut".
>
>    - Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40601463>
>    - Pembangkang Cina dibebaskan untuk berobat kanker
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40404582>
>    - Seruan agar Cina bebaskan Liu Xiaobo
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/12/131210_cina_ham>
>
> Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel, menyesali Liu tidak bisa
> berobat ke luar negeri.
>
> "Cina kini punya tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan secara cepat,
> transparan, dan masuk akal mengapa penyakit kankernya tidak diketahui jauh
> sebelumnya," kata Gabriel.
> [image: Cina, Liu Xiaobo]Hak atas fotoHANDOUPT/AFPImage captionLiu Xiaobo
> dan istrinya, Liu Xia, pada tahun 2002. Sejumlah pihak kini mendesak
> pemerintah Cina membebaskan Liu Xia untuk bepergian ke luar negeri.
>
> Pernyataan senada dikemukakan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.
>
> "Liu Xiaobo seharusnya diizinkan memilih perawatan medis di luar negeri,
> yang berulang kali ditolal aparat Cina. Ini tindakan yang salah dan kini
> saya mendesak mereka mencabut semua pelarangan terhadap janda Liu," kata
> Johnson.
>
> Pemerintah Cina melarang Liu hijrah ke luar negeri untuk menjalani
> perawatan. Larangan itu disertai pernyataan para ahli kesehatan Cina yang
> menegaskan bahwa dia sudah terlalu sakit untuk melakukan perjalanan.
>
> Namun seorang dokter Jerman dan Amerika Serikat—yang beberapa waktu lalu
> mengunjungi dan memeriksanya di sebuah rumah sakit di Shenyang—berpendapat
> Liu Xiaobo masih mampu melakukan perjalanan.
>
> Setelah Liu Xiaobo meninggal dunia, Jerman, Inggris, AS, dan Prancis
> meminta kepada Cina untuk membolehkan jandanya, Liu Xia bertolak ke luar
> negeri.
>
> Permintaan ini mendapat dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid
> Ra'ad Al Hussein, yang mendesak Cina "menjamin kebebasan pergerakan Liu
> Xia."
> [image: Beijing, Tiananmen, protest]Hak atas fotoGETTYImage captionLiu
> Xiabo pertama kali dikenal pada masa unjuk rasa terkenal di Lapangan
> Tiananmen, Beijing, tahun 1989. 'Kekuatan Barat' mempolitisasi
>
> Pernyaan resmi Kementerian Luar Negeri Cina menyebutkan: "Penanganan kasus
> Liu Xiaobo merupakan urusan dalam negeri Cina dan negara-negara asing tidak
> berada dalam posisi untuk membuat pernyataan yang tidak patut".
>
> Sebagaimana dikutip kantor berita *Xinhua,* juru bicara Kementerian Luar
> Negeri Cina, Geng Shuang, menambahkan bahwa pejabat kesehatan Cina telah
> mengerahkan upaya penuh untuk merawat Liu.
>
> Sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah menerbitkan editorial yang
> menuding 'kekuatan Barat' mempolitisasi peristiwa itu.
>
> Sejumlah koresponden mengatakan peliputan kematian Liu Xiabo di Cina
> sangat sepi. Kantor berita *Xinhua* dan *CCTV *hanya merilis pernyataan
> singkat pada situs berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo, sang 'terpidana
> subversif, telah meninggal dunia.
>
> Harian *Global Times* yang merupakan corong Partai Komunis Cina
> menerbitkan editorial berbahasa Inggris bahwa Liu Xiaobo adalah "korban
> penyesatan" Barat.
>
> "Pihak Cina senantiasa berfokus pada perawatan Liu, tapi beberapa kekuatan
> Barat selalu mencoba mengalihkan ke isu politik dan membesar-besarkan
> perawatannya sebagai isu 'hak asasi'."
>
> Di media sosial, reaksi atas kematian Liu Xiaobo telah disensor. Sejumlah
> komentar dihapus, termasuk pesan berbunyi 'RIP' dan emoji lilin.
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke