saya rasa kok PERPPU Ormas itu sebaiknya dibatalkan saja, isinya ngaco gak 
karuan. saat sekarang memang bisa dipakai membubarkan HTI tetapi bagaimana 
kemudian? bisa disalah gunakan pemerintah seenak udel. bukan hanya pemerintah 
sekarang juga berikutnya. hanya akan jadi pasal karet sama dgn UU Penodaan 
Agama.
---In [email protected], <ariyanto@...> wrote :

Boni Hargens yang ditempatkan oleh Jokowi sebagai  Pengawas Kantor Berita 
Antara, simpatisan gelap HTI merasa sakit hati dan cemburu terhadap golongan 
agama Kristen, Saksi Yehuwa, karena HTI dibubarkan oleh Pemerintah. Seorang 
'pengamat politik' yang tidak cermat dan tidak pernah menyelidiki dan mungkin 
tidak pernah tahu bahwa Saksi Yehuwa tidak pernah ikut politik seperti golongan 
Kristen lainnya......!   





------ Original Message ------
From: "'j.gedearka' j.gedearka@... [GELORA45]" <[email protected]>
To: [email protected]; "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected]
Sent: Wednesday, 26 Jul, 2017 At 3:34 PM
Subject: [GELORA45] Boni Hargens: tolak hormat Bendera Merah Putih, Yehova 
layak dibubarkan [1 Attachment]

                                        
        
        
http://www.antaranews.com/berita/642580/boni-hargens-tolak-hormat-bendera-merah-putih-
    
yehova-layak-dibubarkan?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
        
Boni Hargens: tolak         hormat Bendera Merah Putih, 
       
    
Yehova layak         dibubarkan
    Selasa, 25 Juli 2017 16:20         WIB | 9.930 Views    Pewarta: Try Reza 
Essra                  Pengamat Politik Boni Hargens (ANTARA           
FOTO/Wahyu Putro A)              
 Perppu Ormas jangan hanya menyasar HTI atau ormas       lain."
     Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Politik Boni Hargens menegaskan     sekte 
Saksi Yehova layak dibubarkan dengan menggunakan Peraturan     Pemerintah 
Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017     tentang Organisasi 
Kemasyarakatan karena menunjukkan sikap     anti-Pancasila dengan tidak mau 
menghormati Bendera Merah Putih.
     
     "Mereka (Saksi Yehova) menganggap bahwa penghormatan terhadap     bendera 
negara adalah berhala yang dilarang dalam kitab sucinya,"     ujar Boni Hargens 
melalui keterangan tertulis, Selasa.
     
     Boni menilai Saksi Yehova tidak berbeda jauh dengan Hizbut Tahir     
Indonesia (HTI) yang secara filosifis dan prinsip bertentangan     dengan 
Pancasila.
     
     "Nasionalisme mereka pun dipertanyakan karena tidak mau menghormati     
Bendera Merah Putih. Padahal Merah Putih adalah jiwa raga bangsa     Indonesia, 
simbol merah darah-perjuangan dan putih tulang para     pejuang kemerdekaan," 
ujarnya.
     
     Sebelumnya, Boni sudah mendesak pemerintah agar membubarkan Saksi     
Yehova menggunakan Perppu Ormas. Pasalnya, keberadaan Saksi Yehova     telah 
meresahkan masyarakat dengan melakukan evangelisasi secara     agresif di 
Indonesia.
     
     "Saya melihat, Saksi Yehova sudah meresahkan banyak orang karena     
melakukan evangelisasi di tempat umum dan berusaha merekrut pemeluk     agama 
lain untuk bergabung dengan sekte keyakinan mereka," kata dia.
     
     Menurut Boni, kehadiran Perppu Ormas tidak hanya ditujukan untuk     
kelompok ormas radikal seperti HTI tetapi juga sekte keagamaan yang     
bertentangan dengan Pancasila. Sekte Yehova disebutnya telah     bertentangan 
dengan prinsip kebebasan beragama yang dijamin dalam     UUD 1945 dan yang 
menjadi prinsip awal Ketuhanan dalam Pancasila.
     
     "Saya susah membayangkan, di negara beragama seperti Indonesia ada     
kelompok agama yang memaksa pihak lain untuk mengikuti sekte mereka.     Ini 
melanggar prinsip beragama di Indonesia," ucapnya.
     
     Karena itu, menurut Boni, pemerintah harus segera menertibkan sekte     
atau ormas keagamaan seperti Yehova ini, karena  jika dibiarkan bisa     
berpotensi menciptakan ketidaknyamanan pemeluk agama lain. Dan tentu     
mengusik kehidupan beragama orang lain. 
     
     "Perppu Ormas jangan hanya menyasar HTI atau ormas lain," ujarnya.
     
     Di Rusia, Pengadilan Mahkamah Agung (MA) Rusia telah menyatakan     aliran 
Saksi Yehova sebagai organisasi ekstremis, yang sama dengan     kelompok negara 
Islam atau ISIS.
     
     Seperti diketahui, Saksi Yehova adalah suatu denominasi Kristen,     
milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab     hingga 
pada tahun 1931.
     
     Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia     
Barat sebagai Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen, yang mencoba     
mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang     dilakukan 
oleh para pengikut Yesus Kristus. Mereka menolak doktrin     Tri Tunggal karena 
tidak berdasarkan Firman Allah, Alkitab.    
        (Baca juga: Boni Hargens: Perppu Ormas juga harus             bubarkan 
sekte Yehova)    Editor: B Kunto Wibisono    COPYRIGHT © ANTARA       2017    
           
           
           
                                                 

Kirim email ke