Pertama: Boni Hargens ini tidak tahu bahwa Yehova itu nama Tuhan Allah yang menciptakan Bumi dan Langit. Bagaimana mau membubarkan Allah? Apakah Boni itu seperti FPI  yang pernah mengklaim lebih kuasa dari Allah, dengan pernyataannya Allah tidak bisa apa-apa tanpa FPI..........?! Kedua  : Jusuf Kalla juga tidak pernah mau hormat bendera......dan apakah Jusuf Kalla juga Saksi Yehova dan apakah  juga bakal dibubarkan atau diberhentikan dari kedudukannya sebagai Wapres?   Ketiga: Boni Hargens nampaknya tidak memperlajari dan tidak tahu bahwa Saksi Jehova adalah Kristen yang tidak ikut-ikut Politik, tidak pernah demo, tidak pernah menuntut, patuh kepada Pemerintah. terutama kepada Allah Jehova. Apa yang dilakukannya semua adalah mengikuti perintah Alkitab dan Jehova, Allah yang maha esa. Silahkan pelajari lebih mendalam sebelum mengeluarkan tuduhan....!

------ Original Message ------
From: "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> To: "Gelora 45" <[email protected]>; "Jonathan Goeij" <[email protected]>
Sent: Thursday, 27 Jul, 2017 At 3:23 AM
Subject: Re: [GELORA45] Boni Hargens: tolak hormat Bendera Merah Putih, Yehova layak dibubarkan
    
  
      
                    


Hemat saya baik HTI dan Yehova termasuk aliran semitik. Sebagi pengatut aliran agama semitik dilarang menyembah berhala kafir. Bukankah merah putih diambil dari umbu-umbu kerajaan Mojopahit, kerajaan ini adalah kerajaan kafir, jadi sudut ini bukan salah mereka, karena mereka mengikuti ajaran dari Atas san. Bukankah pancasila mengakui Tuhan semitikyang berkuasa atas bumi dan langit, jadi dengan begitu apa yangmereka lakukan tidak perlu dipersoalkan. Selain itu dari hukum duniawi mereka mempergunakan hak demokrasi mereka, yaitu bisa suka dan tidak suka selama tidak merusak fisik warga lain untuk bisa dicap kriminal. hehehehehe


2017-07-26 17:42 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> >:
               
    
  
      
                    

saya rasa kok PERPPU Ormas itu sebaiknya dibatalkan saja, isinya ngaco gak karuan. saat sekarang memang bisa dipakai membubarkan HTI tetapi bagaimana kemudian? bisa disalah gunakan pemerintah seenak udel. bukan hanya pemerintah sekarang juga berikutnya. hanya akan jadi pasal karet sama dgn UU Penodaan Agama.


---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <ariyanto@...> wrote :

Boni Hargens yang ditempatkan oleh Jokowi sebagai  Pengawas Kantor Berita Antara, simpatisan gelap HTI merasa sakit hati dan cemburu terhadap golongan agama Kristen, Saksi Yehuwa, karena HTI dibubarkan oleh Pemerintah. Seorang 'pengamat politik' yang tidak cermat dan tidak pernah menyelidiki dan mungkin tidak pernah tahu bahwa Saksi Yehuwa tidak pernah ikut politik seperti golongan Kristen lainnya......!   

------ Original Message ------
From: "'j.gedearka' j.gedearka@... [GELORA45]" <[email protected] <mailto:[email protected]> > To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; "[email protected] <mailto:[email protected]> " <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]>
Sent: Wednesday, 26 Jul, 2017 At 3:34 PM
Subject: [GELORA45] Boni Hargens: tolak hormat Bendera Merah Putih, Yehova layak dibubarkan [1 Attachment]
   
  
      
                    
          

    
    
    
    
http://www.antaranews.com/berita/642580/boni-hargens-tolak-hormat-bendera-merah-putih <http://www.antaranews.com/berita/642580/boni-hargens-tolak-hormat-bendera-merah-putih> -
    
yehova-layak-dibubarkan?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
    
    Boni Hargens: tolak         hormat Bendera Merah Putih,
           Yehova layak         dibubarkan    
Selasa, 25 Juli 2017 16:20         WIB | 9.930 Views
    
Pewarta: Try Reza Essra
    
      
        
Pengamat Politik Boni Hargens (ANTARA           FOTO/Wahyu Putro A)
      
    
    Perppu Ormas jangan hanya menyasar HTI atau ormas       lain."     Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Politik Boni Hargens menegaskan     sekte Saksi Yehova layak dibubarkan dengan menggunakan Peraturan     Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017     tentang Organisasi Kemasyarakatan karena menunjukkan sikap     anti-Pancasila dengan tidak mau menghormati Bendera Merah Putih.
    
    "Mereka (Saksi Yehova) menganggap bahwa penghormatan terhadap     bendera negara adalah berhala yang dilarang dalam kitab sucinya,"     ujar Boni Hargens melalui keterangan tertulis, Selasa.
    
    Boni menilai Saksi Yehova tidak berbeda jauh dengan Hizbut Tahir     Indonesia (HTI) yang secara filosifis dan prinsip bertentangan     dengan Pancasila.
    
    "Nasionalisme mereka pun dipertanyakan karena tidak mau menghormati     Bendera Merah Putih. Padahal Merah Putih adalah jiwa raga bangsa     Indonesia, simbol merah darah-perjuangan dan putih tulang para     pejuang kemerdekaan," ujarnya.
    
    Sebelumnya, Boni sudah mendesak pemerintah agar membubarkan Saksi     Yehova menggunakan Perppu Ormas. Pasalnya, keberadaan Saksi Yehova     telah meresahkan masyarakat dengan melakukan evangelisasi secara     agresif di Indonesia.
    
    "Saya melihat, Saksi Yehova sudah meresahkan banyak orang karena     melakukan evangelisasi di tempat umum dan berusaha merekrut pemeluk     agama lain untuk bergabung dengan sekte keyakinan mereka," kata dia.
    
    Menurut Boni, kehadiran Perppu Ormas tidak hanya ditujukan untuk     kelompok ormas radikal seperti HTI tetapi juga sekte keagamaan yang     bertentangan dengan Pancasila. Sekte Yehova disebutnya telah     bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama yang dijamin dalam     UUD 1945 dan yang menjadi prinsip awal Ketuhanan dalam Pancasila.
    
    "Saya susah membayangkan, di negara beragama seperti Indonesia ada     kelompok agama yang memaksa pihak lain untuk mengikuti sekte mereka.     Ini melanggar prinsip beragama di Indonesia," ucapnya.
    
    Karena itu, menurut Boni, pemerintah harus segera menertibkan sekte     atau ormas keagamaan seperti Yehova ini, karena  jika dibiarkan bisa     berpotensi menciptakan ketidaknyamanan pemeluk agama lain. Dan tentu     mengusik kehidupan beragama orang lain.
    
     "Perppu Ormas jangan hanya menyasar HTI atau ormas lain," ujarnya.
    
    Di Rusia, Pengadilan Mahkamah Agung (MA) Rusia telah menyatakan     aliran Saksi Yehova sebagai organisasi ekstremis, yang sama dengan     kelompok negara Islam atau ISIS.
    
    Seperti diketahui, Saksi Yehova adalah suatu denominasi Kristen,     milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab     hingga pada tahun 1931.
    
    Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia     Barat sebagai Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen, yang mencoba     mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang     dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus. Mereka menolak doktrin     Tri Tunggal karena tidak berdasarkan Firman Allah, Alkitab.    
    
    
(Baca juga: Boni Hargens: Perppu Ormas juga harus             bubarkan sekte Yehova <http://www.antaranews.com/berita/641345/boni-hargens-perppu-ormas-juga-harus-bubarkan-sekte-yehova> )
    
Editor: B Kunto Wibisono
    
COPYRIGHT © ANTARA       2017
    
      
    
      
    
      
    
      
    
      
                
                


      
                
  
            



      
                

                

Kirim email ke