Semitik berasal dari Sem yang merupakan anak Nuh. Konon setelah banjir besar
yg membunuh semua kehidupan dimuka bumi terkecuali Nuh dan keluarga dan
berbagai hewan yg numpang, semua manusia merupakan keturunan Nuh melalui ketiga
anaknya Sem, Ham, dan Yafet.
Sem merupakan leluhur bangsa2 di Timur Tengah; Ham dalam bahasa Ibrani artinya
terbakar, hitam, panas juga adanya kutukan Ham yg mengatakan anak keturunannya
akan jadi budak, Ham merupakan leluhur bangsa2 Afrika dan bangsa Asia yg
berdampingan dgn Afrika; Yafet dikatakan leluhur kulit putih atau bangsa2
Eropah.
Nah sekarang yg jadi pertanyaan orang2 Asia/Oriental itu keturunan siapa?
On Wednesday, July 26, 2017 10:24 AM, Sunny ambon <[email protected]>
wrote:
Hemat saya baik HTI dan Yehova termasuk aliran semitik. Sebagi pengatut aliran
agama semitik dilarang menyembah berhala kafir. Bukankah merah putih diambil
dari umbu-umbu kerajaan Mojopahit, kerajaan ini adalah kerajaan kafir, jadi
sudut ini bukan salah mereka, karena mereka mengikuti ajaran dari Atas san.
Bukankah pancasila mengakui Tuhan semitikyang berkuasa atas bumi dan langit,
jadi dengan begitu apa yangmereka lakukan tidak perlu dipersoalkan. Selain itu
dari hukum duniawi mereka mempergunakan hak demokrasi mereka, yaitu bisa suka
dan tidak suka selama tidak merusak fisik warga lain untuk bisa dicap kriminal.
hehehehehe
2017-07-26 17:42 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>:
saya rasa kok PERPPU Ormas itu sebaiknya dibatalkan saja, isinya ngaco gak
karuan. saat sekarang memang bisa dipakai membubarkan HTI tetapi bagaimana
kemudian? bisa disalah gunakan pemerintah seenak udel. bukan hanya pemerintah
sekarang juga berikutnya. hanya akan jadi pasal karet sama dgn UU Penodaan
Agama.
---In [email protected], <ariyanto@...> wrote :
Boni Hargens yang ditempatkan oleh Jokowi sebagai Pengawas Kantor Berita
Antara, simpatisan gelap HTI merasa sakit hati dan cemburu terhadap golongan
agama Kristen, Saksi Yehuwa, karena HTI dibubarkan oleh Pemerintah. Seorang
'pengamat politik' yang tidak cermat dan tidak pernah menyelidiki dan mungkin
tidak pernah tahu bahwa Saksi Yehuwa tidak pernah ikut politik seperti golongan
Kristen lainnya......!
------ Original Message ------
From: "'j.gedearka' j.gedearka@... [GELORA45]" <[email protected]>
To: [email protected]; "[email protected] "
<[email protected] >; [email protected]
Sent: Wednesday, 26 Jul, 2017 At 3:34 PM
Subject: [GELORA45] Boni Hargens: tolak hormat Bendera Merah Putih, Yehova
layak dibubarkan [1 Attachment]
http://www.antaranews.com/ berita/642580/boni-hargens-
tolak-hormat-bendera-merah- putih- yehova-layak-dibubarkan?utm_
source=populer_home&utm_ medium=populer&utm_campaign= news
Boni Hargens: tolak hormat Bendera Merah Putih,
Yehova layak dibubarkan
Selasa, 25 Juli 2017 16:20 WIB | 9.930 Views Pewarta: Try Reza
Essra Pengamat Politik Boni Hargens (ANTARA
FOTO/Wahyu Putro A)
Perppu Ormas jangan hanya menyasar HTI atau ormas lain."
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Politik Boni Hargens menegaskan sekte
Saksi Yehova layak dibubarkan dengan menggunakan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi
Kemasyarakatan karena menunjukkan sikap anti-Pancasila dengan tidak mau
menghormati Bendera Merah Putih.
"Mereka (Saksi Yehova) menganggap bahwa penghormatan terhadap bendera
negara adalah berhala yang dilarang dalam kitab sucinya," ujar Boni Hargens
melalui keterangan tertulis, Selasa.
Boni menilai Saksi Yehova tidak berbeda jauh dengan Hizbut Tahir
Indonesia (HTI) yang secara filosifis dan prinsip bertentangan dengan
Pancasila.
"Nasionalisme mereka pun dipertanyakan karena tidak mau menghormati
Bendera Merah Putih. Padahal Merah Putih adalah jiwa raga bangsa Indonesia,
simbol merah darah-perjuangan dan putih tulang para pejuang kemerdekaan,"
ujarnya.
Sebelumnya, Boni sudah mendesak pemerintah agar membubarkan Saksi
Yehova menggunakan Perppu Ormas. Pasalnya, keberadaan Saksi Yehova telah
meresahkan masyarakat dengan melakukan evangelisasi secara agresif di
Indonesia.
"Saya melihat, Saksi Yehova sudah meresahkan banyak orang karena
melakukan evangelisasi di tempat umum dan berusaha merekrut pemeluk agama
lain untuk bergabung dengan sekte keyakinan mereka," kata dia.
Menurut Boni, kehadiran Perppu Ormas tidak hanya ditujukan untuk
kelompok ormas radikal seperti HTI tetapi juga sekte keagamaan yang
bertentangan dengan Pancasila. Sekte Yehova disebutnya telah bertentangan
dengan prinsip kebebasan beragama yang dijamin dalam UUD 1945 dan yang
menjadi prinsip awal Ketuhanan dalam Pancasila.
"Saya susah membayangkan, di negara beragama seperti Indonesia ada
kelompok agama yang memaksa pihak lain untuk mengikuti sekte mereka. Ini
melanggar prinsip beragama di Indonesia," ucapnya.
Karena itu, menurut Boni, pemerintah harus segera menertibkan sekte
atau ormas keagamaan seperti Yehova ini, karena jika dibiarkan bisa
berpotensi menciptakan ketidaknyamanan pemeluk agama lain. Dan tentu
mengusik kehidupan beragama orang lain.
"Perppu Ormas jangan hanya menyasar HTI atau ormas lain," ujarnya.
Di Rusia, Pengadilan Mahkamah Agung (MA) Rusia telah menyatakan aliran
Saksi Yehova sebagai organisasi ekstremis, yang sama dengan kelompok negara
Islam atau ISIS.
Seperti diketahui, Saksi Yehova adalah suatu denominasi Kristen,
milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab hingga
pada tahun 1931.
Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia
Barat sebagai Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen, yang mencoba
mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan
oleh para pengikut Yesus Kristus. Mereka menolak doktrin Tri Tunggal karena
tidak berdasarkan Firman Allah, Alkitab.
(Baca juga: Boni Hargens: Perppu Ormas juga harus bubarkan
sekte Yehova) Editor: B Kunto Wibisono COPYRIGHT © ANTARA 2017