Jadi bulan Juli barusan penurunan devisa jauh lebih tinggi dari 270 juta 
dollar?Jika ada surplus 4,76 millar dollar dibanding tahun lalu, apakah artinya 
tidak akan utang lagi, atau tetap saja utang?

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Yang deficit 270 juta dolar itu neraca perdagangan dalam bulan juli 
2017.Sedangkan kumulatif dari bulan januari hingga sampai dengan juli 2017, 
neraca perdagangannya surplus 7.39 miliar dolar(Expor 93.59 miliar dolar - 
Impor 86.2 milliar dolar = surplus 7.39 miliar dollar)
Kutipan :Tercatat secara kumulatif pada periode Januari-Juli 2017 neraca 
perdagangan mengantongi surplus sebesar 7,39 miliar dolar AS. Ekspor tercatat 
sebanyak 93,59 miliar dolar AS dan impor 86,20 miliar dolar AS.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, neraca perdagangan 
tercatat mengalami kenaikan dimana saat itu surplus sebesar 4,76 miliar dolar 
AS.

2017-08-15 16:29 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:


terus gimana bayar utangnya? utang lagi?
---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Defisit 270 juta dollar, artinya importnya 270 juta dollar lebih banyak dari 
exportnya.Kutipan : 
Dilihat dari total ekspor, pada Juli 2017 tercatat sebesar 13,61 miliar dolar 
AS, sementara impor sebesar 13,88 miliar dolar AS.Dari sini dapat dihitung 
defisitnya = (13.88 - 13.61) miliar = 0.27 miliar = 270 juta dollar

2017-08-15 11:47 GMT+02:00 Sunny ambon ilmesengero@... [ GELORA45] <GELORA45@ 
yahoogroups.com>:




Apakah neraca perdagangan defisit artinya pemasukan devisa merosot 270 juta 
dolar USA?
http://www.antaranews.com/ berita/646810/neraca- perdagangan-defisit-270-juta- 
dolar-as


Neraca perdagangan defisit 270 juta dolar AS
Selasa, 15 Agustus 2017 15:04 WIB | 585 ViewsPewarta: Vicki Febrianto
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan 
Juli 2017 mengalami defisit sebesar 270 juta dolar AS yang dipicu oleh defisit 
sektor migas sebesar 600 juta dolar AS.

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers, Selasa, mengatakan bahwa defisit 
sektor migas yang cukup dalam itu menekan surplus sektor nonmigas yang sebesar 
330 juta dolar AS.

"Neraca perdagangan Juli 2017 defisit, tekanan migas cukup jauh. Sementara 
surplus nonmigas tipis sebesar 332,9 juta dolar AS," kata Suhariyanto, di 
Jakarta, Selasa.

Dilihat dari total ekspor, pada Juli 2017 tercatat sebesar 13,61 miliar dolar 
AS, sementara impor sebesar 13,88 miliar dolar AS.

Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami 
surplus sebesar 31,83 juta ton. Hal tersebut didorong oleh surplus neraca 
sektor nonmigas sebesar 32,70 juta tton sementara sektor migas defisit 860 ribu 
ton.

Tercatat secara kumulatif pada periode Januari-Juli 2017 neraca perdagangan 
mengantongi surplus sebesar 7,39 miliar dolar AS. Ekspor tercatat sebanyak 
93,59 miliar dolar AS dan impor 86,20 miliar dolar AS.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, neraca perdagangan 
tercatat mengalami kenaikan dimana saat itu surplus sebesar 4,76 miliar dolar 
AS.

"Untuk tahun ke tahun, surplus meningkat. Diharapkan akan meningkat sampai 
akhir tahun nanti. Selama ini surplus masih berasal dari sektor nonmigas," kata 
Suhariyanto.

Pada periode tersebut, negara penyumbang surplus neraca perdagangan adalah 
India yang mencapai 5,87 miliar dolar AS, diikuti Amerika Serikat sebesar 5,37 
miliar dolar AS dan Belanda sebesar 1,84 miliar dolar AS.

Sementara untuk negara penyumbang defisit neraca perdagangan adalah Republik 
Rakyat Tiongkok (RRT) yang mencapai 8,08 miliar dolar AS, Thailand 2,22 miliar 
dolar AS dan Australia sebesar 1,85 miliar dolar AS.Editor: Unggul Tri 
RatomoCOPYRIGHT © ANTARA 2017






Kirim email ke