Itukan tidak ada hubungannya dengan Sri Mulyani. Itu masalah pendidikan, dari daerah dengan propinsi. Waktu masih tanggungan daerah gratis, w dipindah jadi urusan propinsi, maunya orang tua murid harus nyumbang. Menteri pendidikan yang harus bertindak memberesinya.
2017-08-15 22:31 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > > mungkin yg anda katakan ini "Mungkin hanya proyek2 yang langsung > mendatangkan keuntungan yang dipilih?" benar2 sedang dilakukan, sebagai > contoh SMA yg tidak langsung mendatangkan keuntungan tidak lagi gratis. > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Buat saya yang perlu perencanaan yang baik, bisa bayar utangnya dengan > mudah, > inflasi kecil, uang tidak dikorupsi, dipakai betul2 untuk memajukakan > ekonomi dan > memakmurkan penduduk. > Hasilnya lihat nanti, kalau jelek ya Jokowi jatuh. Kalau bagus ya terpilih > lagi. > Sebelum ekonomi memburuk betul2, kita amati tindakan Sri Mulyani. > Mungkin hanya proyek2 yang langsung mendatangkan keuntungan yang dipilih? > > > 2017-08-15 19:08 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected]>: > > Bukankah itu namanya Fisher Paradox. [image: *;) winking] > Sebenarnya apa bedanya yg dikemukakan Sri Mulyani dan Bung Roeslan? Yg > pertama di angguk2in yg kedua disanggah mati2an. [image: *:)) laughing] > Tetapi penekanan utang dalam negeri yg anda kemukakan itu kurang tepat, > buat bayar utang dalam negeri tinggal cetak rupiah, yg memakan devisa dan > harus utang lagi buat bayar utang itu utang luar negeri. > > Anda perhatikan saja angka surplus dgn posisi utang, yg dgn gampang bisa > terlihat "keharusan" bikin utang baru buat bayar bunga utang (dan cicilan > kalau ada). > > (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir > triwulan II-2017 sebesar US$ 335,3 miliar > <http://nasional.kontan.co.id/news/lampu-kuning-untuk-utang-luar-negeri> > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Kan pernah dijelaskan oleh Sri Mulyani : Kalau penghasilan pajak dan > surplus perdagangan tidak cukup membeayai APBN, maka perlu utang. Utang > Indonesia diatur dia porsi terbesarnya utang dari dalam negeri (model > Jepang) dengan menerbitkan surat utang, dan jaminan "bunga". Lha, bunganya > dipajaki, dan yang ngutangi ( orang dalam negeri) dapat untung. > > 2017-08-15 17:55 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] > <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > Jadi bulan Juli barusan penurunan devisa jauh lebih tinggi dari 270 juta > dollar? > Jika ada surplus 4,76 millar dollar dibanding tahun lalu, apakah artinya > tidak akan utang lagi, atau tetap saja utang? > > > ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote : > > Yang deficit 270 juta dolar itu neraca perdagangan dalam bulan juli 2017. > Sedangkan kumulatif dari bulan januari hingga sampai dengan juli 2017, > neraca perdagangannya surplus 7.39 miliar dolar > (Expor 93.59 miliar dolar - Impor 86.2 milliar dolar = surplus 7.39 miliar > dollar) > > Kutipan : > Tercatat secara kumulatif pada periode Januari-Juli 2017 neraca > perdagangan mengantongi surplus sebesar 7,39 miliar dolar AS. Ekspor > tercatat sebanyak 93,59 miliar dolar AS dan impor 86,20 miliar dolar AS. > > Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, neraca perdagangan > tercatat mengalami kenaikan dimana saat itu surplus sebesar 4,76 miliar > dolar AS. > > 2017-08-15 16:29 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] > <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > terus gimana bayar utangnya? utang lagi? > > ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote : > > Defisit 270 juta dollar, artinya importnya 270 juta dollar lebih banyak > dari exportnya. > Kutipan : > Dilihat dari total ekspor, pada Juli 2017 tercatat sebesar 13,61 miliar > dolar AS, sementara impor sebesar 13,88 miliar dolar AS. > Dari sini dapat dihitung defisitnya = (13.88 - 13.61) miliar = 0.27 miliar > = 270 juta dollar > > > 2017-08-15 11:47 GMT+02:00 Sunny ambon ilmesengero@... [ GELORA45] <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > > > *Apakah neraca perdagangan defisit artinya pemasukan devisa merosot 270 > juta dolar USA?* > > http://www.antaranews.com/ berita/646810/neraca- > perdagangan-defisit-270-juta- dolar-as > <http://www.antaranews.com/berita/646810/neraca-perdagangan-defisit-270-juta-dolar-as> > > > *Neraca perdagangan defisit 270 juta dolar AS* > Selasa, 15 Agustus 2017 15:04 WIB | 585 Views > Pewarta: Vicki Febrianto > > Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca > perdagangan Juli 2017 mengalami defisit sebesar 270 juta dolar AS yang > dipicu oleh defisit sektor migas sebesar 600 juta dolar AS. > > Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers, Selasa, mengatakan bahwa defisit > sektor migas yang cukup dalam itu menekan surplus sektor nonmigas yang > sebesar 330 juta dolar AS. > > "Neraca perdagangan Juli 2017 defisit, tekanan migas cukup jauh. Sementara > surplus nonmigas tipis sebesar 332,9 juta dolar AS," kata Suhariyanto, di > Jakarta, Selasa. > > Dilihat dari total ekspor, pada Juli 2017 tercatat sebesar 13,61 miliar > dolar AS, sementara impor sebesar 13,88 miliar dolar AS. > > Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia > mengalami surplus sebesar 31,83 juta ton. Hal tersebut didorong oleh > surplus neraca sektor nonmigas sebesar 32,70 juta tton sementara sektor > migas defisit 860 ribu ton. > > Tercatat secara kumulatif pada periode Januari-Juli 2017 neraca > perdagangan mengantongi surplus sebesar 7,39 miliar dolar AS. Ekspor > tercatat sebanyak 93,59 miliar dolar AS dan impor 86,20 miliar dolar AS. > > Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016, neraca perdagangan > tercatat mengalami kenaikan dimana saat itu surplus sebesar 4,76 miliar > dolar AS. > > "Untuk tahun ke tahun, surplus meningkat. Diharapkan akan meningkat sampai > akhir tahun nanti. Selama ini surplus masih berasal dari sektor nonmigas," > kata Suhariyanto. > > Pada periode tersebut, negara penyumbang surplus neraca perdagangan adalah > India yang mencapai 5,87 miliar dolar AS, diikuti Amerika Serikat sebesar > 5,37 miliar dolar AS dan Belanda sebesar 1,84 miliar dolar AS. > > Sementara untuk negara penyumbang defisit neraca perdagangan adalah > Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mencapai 8,08 miliar dolar AS, Thailand > 2,22 miliar dolar AS dan Australia sebesar 1,85 miliar dolar AS. > Editor: Unggul Tri Ratomo > COPYRIGHT © ANTARA 2017 > > > > >
