bukan hanya satu propinsi, tetapi banyak sekali. googling sebentar juga sudah mendapati kaltim, jatim, jabar, dlsb. kelihatannya merata seluruh Indonesia tetapi tidak semua masuk pemberitaan nasional.lucu tapi nggak lucu, dari gratis trus mendadak bayar. bukannya maju malah mundur.terus... duitnya lari kemana? dipotong dari anggaran begitu saja, penghematan seperti yg anda katakan mungkin.
---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Ya, tidak tahu penyelesaiannya bagaimana.Ini terjadi hanya di satu propinsi.Lihat saja bagaimana nantinya.Lihat kenyataannya saja. 2017-08-15 23:45 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected]>: masalahnya khan duit, anggaran. ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Itukan tidak ada hubungannya dengan Sri Mulyani.Itu masalah pendidikan, dari daerah dengan propinsi.Waktu masih tanggungan daerah gratis, w dipindahjadi urusan propinsi, maunya orang tua murid harus nyumbang.Menteri pendidikan yang harus bertindak memberesinya. 2017-08-15 22:31 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] <GELORA45@ yahoogroups.com>: mungkin yg anda katakan ini "Mungkin hanya proyek2 yang langsung mendatangkan keuntungan yang dipilih?" benar2 sedang dilakukan, sebagai contoh SMA yg tidak langsung mendatangkan keuntungan tidak lagi gratis. ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote : Buat saya yang perlu perencanaan yang baik, bisa bayar utangnya dengan mudah,inflasi kecil, uang tidak dikorupsi, dipakai betul2 untuk memajukakan ekonomi danmemakmurkan penduduk.Hasilnya lihat nanti, kalau jelek ya Jokowi jatuh. Kalau bagus ya terpilih lagi.Sebelum ekonomi memburuk betul2, kita amati tindakan Sri Mulyani.Mungkin hanya proyek2 yang langsung mendatangkan keuntungan yang dipilih? 2017-08-15 19:08 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] <GELORA45@ yahoogroups.com>: ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote :
