Lha ini kan yang bung tulis : *Bung kayaknya keberatan untuk menghargai patriotisme R. Wijaya yang berhasil mempertahankan tanahairnya terhadap agresor Kubilai-Khan * Dari mana bung kok bisa ambil kesimpulan ini ? Di tulisan saya yang mana?
Bung menulis patung Raden Wijaya harus didirikan di Tuban karena agressor masuk dari sini dan enyah dari sini menurut sejarah. Agressor masuk dari Tuban dan lari dari ujung Galuh, bukan dari Tuban. Bung dapat info tidak betul. Saya masih ingat di pelajaran sejarah waktu SMP-SMA, selalu dikatakan lari dari Ujung Galuh. Saya check lagi, apa ada perubahan informasi dari hasil penyelidikan sejarah, ternyata tidak. Masa di tempat agressor masuk, mau dipasang patung Raden Wijaya. Alasannya apa ? Tetapi kalau bung mau pasang, atau usulkan untuk dipasang, ya silahkan. Kebiasaan negeri2 itu memperingati kemenangannya di medan pertempuran terakhir yang sangat menentukan, seperti di Waterloo. Mestinya di Daha perlu ada patung Raden Wijaya dan panglima2 perangnya seperti Ronggo Lawe dll. dan ada cerita + gambar jalannya perang.Kalau bisa dilengkapi Videorama. Patung Raden Wijaya perlu di ibukota kerajaannya. Ternyata dari keterangan bung Jonathan sudah dibangun. Di Google saya baca peresmiannya oleh Danrem di sana. KH 2017-08-21 12:50 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Bung kayaknya keberatan untuk menghargai patriotisme R. Wijaya yang > berhasil mempertahankan tanahairnya terhadap agresor Kubilai-Khan yang > menganggap penguasa di Singhasari (Kertanegara), karena tidak mau tunduk > pada kewajiban memberikan upeti sebagai tanda ketundukan, lalu kemudian > menilainya sebagai barbar? > > Am Mon, 21 Aug 2017 10:20:39 +0200 schrieb "kh djie > [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > > > Seperti e-mail dr. bung Jonathan, sudah didirikan di Trowulan, pusat > > kerajaan Majapahit, dan diresmikan oleh Danrem setempat : > > https://tniad.mil.id/2015/01/danrem-082cpyj-resmikan- > patung-raden-wijaya/ > > >
