Mr.Joko Widodo, sebagai Presiden R.I. keluarkan dekrit penasionalisasian 
Freeport, dan itulah yang tepat!!!

Irian Jaya adalah HAKMILIK R.I. dan Rakyat Indonesia., also Indonesia first!
--------------------------------------------
Pada Sab, 2/9/17, Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: Re: [GELORA45] Jonan: Dapat 51% Saham Freeport, RI Berdaulat!
 Kepada: "Gelora 45" <[email protected]>, "Chalik Hamid" 
<[email protected]>
 Cc: "Yahoo! Inc." <[email protected]>, "Jaringan Kerja 
Indonesia" <[email protected]>, "Sastra Pembebasan" 
<[email protected]>, "Yahoo! Inc." 
<[email protected]>, "Yahoo! Inc." <[email protected]>, 
"DISKUSI FORUM HLD" <[email protected]>
 Tanggal: Sabtu, 2 September, 2017, 12:44 PM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       Koq,  Menteri Luhut tidak ikut
 bicara?
 
 2017-09-02 12:21 GMT+02:00
 Chalik Hamid [email protected]
 [GELORA45] <[email protected]>:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
 
   
    Pada Sabtu, 2 September 2017 8:36,
 "[email protected]
 [GELORA45]" <[email protected]>
 menulis:
   
 
  
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       Ora
 mudeng aku, berdaulatnya
 dimana?---Sabtu 02 Sep
 2017, 09:20 WIBJonan:
 Dapat 51% Saham Freeport, RI
 Berdaulat!Wahyu Daniel -
 detikFinance
 
 Foto: Herianto
 Batubara
 
 Jakarta - Pemerintah Indonesia
 berhasil menyelesaikan negosiasi dengan PT Freeport
 Indonesia. Perusahaan tambang Amerika Serikat (AS) ini akan
 menjual atau melakukan divestasi sahamnya sebesar 51% kepada
 pihak Indonesia.
 
 Sebelumnya, Freeport hanya mau
 melepaskan 30% sahamnya saja. Menteri ESDM, Ignasius Jonan,
 atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar
 kedaulatan negara bisa berdiri tegak, tanpa mengganggu iklim
 investasi di dalam negeri.
 
 Akhirnya setelah negosiasi
 panjang, pemerintah berhasil membuat Freeport bersedia
 melepas 51% sahamnya. Artinya Indonesia akan menjadi
 pemegang mayoritas saham di pengelolaan tambang emas tembaga
 milik Freeport Indonesia di Papua.
 
 
 Baca
 juga: Pemerintah Tak Setop Kontrak Freeport di
 2021, Ini Penegasan Lengkap
 Jonan
 "Arahan Presiden,
 kedaulatan negara diutamakan, dan bisa tetap menjaga iklim
 investasi yang kondusif," kata Jonan kepada
 detikFinance, Sabtu (2/9/2017).
 
 Pemerintah berpikir panjang
 dalam mengambil alih 100% pengelolaan tambang Freeport,
 tanpa bernegosiasi terlebih dahulu karena ini akan
 menimbulkan citra negatif bagi iklim investasi di dalam
 negeri. Akan banyak investor asing yang takut berakhir sama
 dengan Freeport, ini pasti akan mengganggu perekonomian di
 dalam negeri. 
 
 Karena itu dilakukan negosiasi
 bisnis yang hasilnya tidak merugikan negara. Pemerintah
 memperpanjang kontrak Freeport di Papua selama 10 tahun
 hingga 2031 dan dapat diperpanjang 1 kali lagi sampai 2041
 sesuai ketentuan yang berlaku. 
 
 Baca
 juga: Freeport Ingin Perpanjangan Hingga 2041,
 Ini 3 Syarat
 Jokowi
 Kontrak Freeport memang akan
 habis pada 2021. Namun dalam perpanjangan kontrak tersebut,
 Indonesia akan menguasai 51% saham di pengelolaan tambang
 tersebut. 
 
 "Kita beli 51% itu beli
 saham manajemen pengelolaannya, bukan deposit tambangnya.
 Deposit tambang Freeport di Papua itu milik negara,"
 tegas Jonan.
 
 Banyak yang berpendapat
 belakangan ini, kenapa pemerintah tidak menghentikan operasi
 Freeport di 2021 dan mengambil alih 100% tambang tersebut?
 Jawabannya, risikonya terlalu besar, demikian juga uang
 untuk investasi yang dibutuhkan. 
 
 Tambang sebesar Grasberg di
 Papua yang dikelola Freeport tidak boleh dibiarkan
 menganggur lama. Dampak ekonomi tambang ini bagi rakyat
 Papua sudah terlalu besar.
 
 Baca
 juga: Jonan: Freeport Harus Jual 51% Saham ke
 Pemerintah Sebelum
 2021
 Dengan menguasai 51% saham,
 pihak Indonesia sudah menjadi pemegang saham mayoritas, dan
 bisa mulai belajar banyak mengelola tambang sebesar itu.
 Belum pernah ada perusahaan Indonesia yang mengelola tambang
 sebesar Grasberg, yang tingkat kompleksitasnya sangat
 tinggi. 
 
 Alasan perpanjangan
 
 Saat ini Freeport mengembangkan
 tambang bawah tanah di Grasberg dengan membuat jalan hingga
 ratusan kilometer. Butuh teknologi dan pengalaman tinggi
 untuk melakukannya.
 
 "Kalau diakhiri 2021 dan
 misalkan sekarang diserahkan ke Antam, maka Antam maka harus
 menyiapkan smelter mulai sekarang juga. Ini kewajiban
 Undang-Undang, baik perusahan tambang asing maupun lokal,
 harus bisa membangun smelter. Biaya pembangunan smelter
 untuk tambang sebesar Grasberg milik Freeport besar.
 Membangun smelter untuk kapastias Freeport sebesar 3 juta
 ton per tahun, itu butuh Rp 40 triliun," Jonan
 menjelaskan.
 
 Memang saat ini 90% pekerja di
 Freeport adalah warga negara Indonesia. Tapi belum ada
 perusahaan tambang di Indonesia yang menguasai teknologi
 pertambangan sebesar Freeport. Bila pemerintah tidak
 memperpanjang kontrak Freeport, maka semua teknologi dan
 peralatan akan dibawa pulang atau dijual oleh
 Freeport. 
 
 Ini membutuhkan dana yang sangat
 besar untuk membelinya. Sementara tambang bawah tanah yang
 dibangun Freeport di Grasberg tidak boleh didiamkan terlalu
 lama dan pengambilalihan yang akan memakan biaya menjadi
 100% atas seluruh investasi peralatan, teknologi, manajemen
 serta biaya modal yang sudah dikeluarkan
 Freeport. 
 
 Baca
 juga: Blak-Blakan Jonan Soal Deal
 Freeport
 Bila pemerintah tidak mau
 membayar ganti rugi atas investasi Freeport dengan alasan
 nasionalisasi, itu akan menjadi skandal besar dan dampaknya
 akan sangat luas bagi ekonomi, sosial, dan politik di dalam
 negeri dan hubungan ekonomi global. 
 
 Nah, jauh lebih baik menguasai
 51% sebelum 2021 yang nilainya masih jauh lebih terjangkau
 dibandingkan mengambil alih 100% di 2021 dengan risiko
 transisi dan alih teknologi yang belum tentu berjalan
 lancar. 
 
 Presiden juga sangat menjunjung
 tinggi kesempatan dan kemampuan saudara-saudara sebangsa dan
 setanah air, makanya proses transisi manajemen dan
 pengelolaan dapat dilakukan bertahap setelah kita menguasai
 mayoritas sahamnya.
 
 Baca
 juga: Foto: Sah! Akhirnya RI Bakal Miliki 51%
 Saham
 Freeport
 Sejauh ini, tambang besar yang
 100% diambil alih oleh pihak Indonesia adalah tambang
 Newmont, yang sekarang dikuasai oleh grup Medco. Namun,
 tambang Newmont ini tidak sebesar Freeport.
 
 Satu catatan penting, apabila
 Freeport menolak membangun smelter atau menolak menjual 51%
 sahamnya atau menolak membayar penerimaan negara yang lebih
 besar, maka tidak ada jalan lain, yaitu tidak memperpanjang
 konsesi setelah 2021 dan kita harus siap mengelola sendiri
 dan membayar seluruh investasi yang telah dikeluarkan oleh
 Freeport selama ini (wdl/hns)
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 
   
   
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819 --
   #yiv8258607819ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mkp #yiv8258607819hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mkp #yiv8258607819ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mkp .yiv8258607819ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mkp .yiv8258607819ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mkp .yiv8258607819ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-sponsor
 #yiv8258607819ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-sponsor
 #yiv8258607819ygrp-lc #yiv8258607819hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-sponsor
 #yiv8258607819ygrp-lc .yiv8258607819ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819activity span
 .yiv8258607819underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 dd.yiv8258607819last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv8258607819 dd.yiv8258607819last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv8258607819 dd.yiv8258607819last p
 span.yiv8258607819yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819file-title a, #yiv8258607819
 div.yiv8258607819file-title a:active, #yiv8258607819
 div.yiv8258607819file-title a:hover, #yiv8258607819
 div.yiv8258607819file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819photo-title a,
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819photo-title a:active,
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819photo-title a:hover,
 #yiv8258607819 div.yiv8258607819photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 div#yiv8258607819ygrp-mlmsg
 #yiv8258607819ygrp-msg p a span.yiv8258607819yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv8258607819 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819photos div div {
 border:1px solid
 #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv8258607819 .yiv8258607819replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mlmsg select,
 #yiv8258607819 input, #yiv8258607819 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mlmsg pre, #yiv8258607819
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-mlmsg #yiv8258607819logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-msg
 p#yiv8258607819attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-reco
 #yiv8258607819reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-sponsor #yiv8258607819ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-sponsor #yiv8258607819ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-sponsor #yiv8258607819ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv8258607819 #yiv8258607819ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv8258607819 
 

Kirim email ke