Itu dia apa punya nyali kalau sampai me-nasionalisasi?
Kalau Susi mungkin loh.


Am Sat, 2 Sep 2017 11:32:39 +0000 (UTC)
schrieb "'DR. Alexander Tjaniago' [email protected] [nasional-list]"
<[email protected]>:

> Mr.Joko Widodo, sebagai Presiden R.I. keluarkan dekrit
> penasionalisasian Freeport, dan itulah yang tepat!!!
> 
> Irian Jaya adalah HAKMILIK R.I. dan Rakyat Indonesia., also Indonesia
> first! --------------------------------------------
> Pada Sab, 2/9/17, Sunny ambon [email protected] [GELORA45]
> <[email protected]> menulis:
> 
>  Judul: Re: [GELORA45] Jonan: Dapat 51% Saham Freeport, RI Berdaulat!
>  Kepada: "Gelora 45" <[email protected]>, "Chalik Hamid"
> <[email protected]> Cc: "Yahoo! Inc."
> <[email protected]>, "Jaringan Kerja Indonesia"
> <[email protected]>, "Sastra Pembebasan"
> <[email protected]>, "Yahoo! Inc."
> <[email protected]>, "Yahoo! Inc."
> <[email protected]>, "DISKUSI FORUM HLD"
> <[email protected]> Tanggal: Sabtu, 2 September, 2017,
> 12:44 PM 
>    
>  
>  
>      
>        
>        
>        Koq,  Menteri Luhut tidak ikut
>  bicara?
>  
>  2017-09-02 12:21 GMT+02:00
>  Chalik Hamid [email protected]
>  [GELORA45] <[email protected]>:
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>   
>  
>   
>  
>  
>  
>    
>  
>  
>      
>        
>        
>        
>  
>    
>     Pada Sabtu, 2 September 2017 8:36,
>  "[email protected]
>  [GELORA45]" <[email protected]>
>  menulis:
>    
>  
>   
>   
>  
>  
>  
>    
>  
>  
>      
>        
>        
>        Ora
>  mudeng aku, berdaulatnya
>  dimana?---Sabtu 02 Sep
>  2017, 09:20 WIBJonan:
>  Dapat 51% Saham Freeport, RI
>  Berdaulat!Wahyu Daniel -
>  detikFinance
>  
>  Foto: Herianto
>  Batubara
>  
>  Jakarta - Pemerintah Indonesia
>  berhasil menyelesaikan negosiasi dengan PT Freeport
>  Indonesia. Perusahaan tambang Amerika Serikat (AS) ini akan
>  menjual atau melakukan divestasi sahamnya sebesar 51% kepada
>  pihak Indonesia.
>  
>  Sebelumnya, Freeport hanya mau
>  melepaskan 30% sahamnya saja. Menteri ESDM, Ignasius Jonan,
>  atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar
>  kedaulatan negara bisa berdiri tegak, tanpa mengganggu iklim
>  investasi di dalam negeri.
>  
>  Akhirnya setelah negosiasi
>  panjang, pemerintah berhasil membuat Freeport bersedia
>  melepas 51% sahamnya. Artinya Indonesia akan menjadi
>  pemegang mayoritas saham di pengelolaan tambang emas tembaga
>  milik Freeport Indonesia di Papua.
>  
>  
>  Baca
>  juga: Pemerintah Tak Setop Kontrak Freeport di
>  2021, Ini Penegasan Lengkap
>  Jonan
>  "Arahan Presiden,
>  kedaulatan negara diutamakan, dan bisa tetap menjaga iklim
>  investasi yang kondusif," kata Jonan kepada
>  detikFinance, Sabtu (2/9/2017).
>  
>  Pemerintah berpikir panjang
>  dalam mengambil alih 100% pengelolaan tambang Freeport,
>  tanpa bernegosiasi terlebih dahulu karena ini akan
>  menimbulkan citra negatif bagi iklim investasi di dalam
>  negeri. Akan banyak investor asing yang takut berakhir sama
>  dengan Freeport, ini pasti akan mengganggu perekonomian di
>  dalam negeri. 
>  
>  Karena itu dilakukan negosiasi
>  bisnis yang hasilnya tidak merugikan negara. Pemerintah
>  memperpanjang kontrak Freeport di Papua selama 10 tahun
>  hingga 2031 dan dapat diperpanjang 1 kali lagi sampai 2041
>  sesuai ketentuan yang berlaku. 
>  
>  Baca
>  juga: Freeport Ingin Perpanjangan Hingga 2041,
>  Ini 3 Syarat
>  Jokowi
>  Kontrak Freeport memang akan
>  habis pada 2021. Namun dalam perpanjangan kontrak tersebut,
>  Indonesia akan menguasai 51% saham di pengelolaan tambang
>  tersebut. 
>  
>  "Kita beli 51% itu beli
>  saham manajemen pengelolaannya, bukan deposit tambangnya.
>  Deposit tambang Freeport di Papua itu milik negara,"
>  tegas Jonan.
>  
>  Banyak yang berpendapat
>  belakangan ini, kenapa pemerintah tidak menghentikan operasi
>  Freeport di 2021 dan mengambil alih 100% tambang tersebut?
>  Jawabannya, risikonya terlalu besar, demikian juga uang
>  untuk investasi yang dibutuhkan. 
>  
>  Tambang sebesar Grasberg di
>  Papua yang dikelola Freeport tidak boleh dibiarkan
>  menganggur lama. Dampak ekonomi tambang ini bagi rakyat
>  Papua sudah terlalu besar.
>  
>  Baca
>  juga: Jonan: Freeport Harus Jual 51% Saham ke
>  Pemerintah Sebelum
>  2021
>  Dengan menguasai 51% saham,
>  pihak Indonesia sudah menjadi pemegang saham mayoritas, dan
>  bisa mulai belajar banyak mengelola tambang sebesar itu.
>  Belum pernah ada perusahaan Indonesia yang mengelola tambang
>  sebesar Grasberg, yang tingkat kompleksitasnya sangat
>  tinggi. 
>  
>  Alasan perpanjangan
>  
>  Saat ini Freeport mengembangkan
>  tambang bawah tanah di Grasberg dengan membuat jalan hingga
>  ratusan kilometer. Butuh teknologi dan pengalaman tinggi
>  untuk melakukannya.
>  
>  "Kalau diakhiri 2021 dan
>  misalkan sekarang diserahkan ke Antam, maka Antam maka harus
>  menyiapkan smelter mulai sekarang juga. Ini kewajiban
>  Undang-Undang, baik perusahan tambang asing maupun lokal,
>  harus bisa membangun smelter. Biaya pembangunan smelter
>  untuk tambang sebesar Grasberg milik Freeport besar.
>  Membangun smelter untuk kapastias Freeport sebesar 3 juta
>  ton per tahun, itu butuh Rp 40 triliun," Jonan
>  menjelaskan.
>  
>  Memang saat ini 90% pekerja di
>  Freeport adalah warga negara Indonesia. Tapi belum ada
>  perusahaan tambang di Indonesia yang menguasai teknologi
>  pertambangan sebesar Freeport. Bila pemerintah tidak
>  memperpanjang kontrak Freeport, maka semua teknologi dan
>  peralatan akan dibawa pulang atau dijual oleh
>  Freeport. 
>  
>  Ini membutuhkan dana yang sangat
>  besar untuk membelinya. Sementara tambang bawah tanah yang
>  dibangun Freeport di Grasberg tidak boleh didiamkan terlalu
>  lama dan pengambilalihan yang akan memakan biaya menjadi
>  100% atas seluruh investasi peralatan, teknologi, manajemen
>  serta biaya modal yang sudah dikeluarkan
>  Freeport. 
>  
>  Baca
>  juga: Blak-Blakan Jonan Soal Deal
>  Freeport
>  Bila pemerintah tidak mau
>  membayar ganti rugi atas investasi Freeport dengan alasan
>  nasionalisasi, itu akan menjadi skandal besar dan dampaknya
>  akan sangat luas bagi ekonomi, sosial, dan politik di dalam
>  negeri dan hubungan ekonomi global. 
>  
>  Nah, jauh lebih baik menguasai
>  51% sebelum 2021 yang nilainya masih jauh lebih terjangkau
>  dibandingkan mengambil alih 100% di 2021 dengan risiko
>  transisi dan alih teknologi yang belum tentu berjalan
>  lancar. 
>  
>  Presiden juga sangat menjunjung
>  tinggi kesempatan dan kemampuan saudara-saudara sebangsa dan
>  setanah air, makanya proses transisi manajemen dan
>  pengelolaan dapat dilakukan bertahap setelah kita menguasai
>  mayoritas sahamnya.
>  
>  Baca
>  juga: Foto: Sah! Akhirnya RI Bakal Miliki 51%
>  Saham
>  Freeport
>  Sejauh ini, tambang besar yang
>  100% diambil alih oleh pihak Indonesia adalah tambang
>  Newmont, yang sekarang dikuasai oleh grup Medco. Namun,
>  tambang Newmont ini tidak sebesar Freeport.
>  
>  Satu catatan penting, apabila
>  Freeport menolak membangun smelter atau menolak menjual 51%
>  sahamnya atau menolak membayar penerimaan negara yang lebih
>  besar, maka tidak ada jalan lain, yaitu tidak memperpanjang
>  konsesi setelah 2021 dan kita harus siap mengelola sendiri
>  dan membayar seluruh investasi yang telah dikeluarkan oleh
>  Freeport selama ini (wdl/hns)
>  
>  
>  

Kirim email ke