Betul 51% itu jelas hasil maksimal.

Juga betul pembagian pemerintah pusat DKI, pemerintah daerah papua dan freeport 
harus dipikirkan.

Yang tidak betul adalah mau nasionalisasi freeport baik secara gratis ala 
roeslan maupun nasionalisasi beli saham ala sijonathan.

 

Banyak persoalan yang harus dipikirkan mengambil alih freeport demi kepentingan 
orang banyak di republik muda ini.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, September 9, 2017 5:15 AM
To: [email protected]; temu_eropa <[email protected]>
Cc: JKI <[email protected]>; LISI 
<[email protected]>; indonesia_damai <[email protected]>; 
Watch Indonesia! <[email protected]>
Subject: AW: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar dollar ganti rugi 
nasionalisasi oleh bung Karno.

 

  

.

Ikut nimbrung.

 

 

Dari berbagai pertimbangan yg ditulis cukup bagus oleh bung Djie itu, saya kira 
faktor pertimbangan politis yg paling sentral, sehingga paling banyak disoroti. 
Pemerintahan Bung Karno dan Gus Dur terguling antara lain juga karena ada 
masalah dg Feeport.  Kasus 'papa minta saham' pernah juga jadi isu yg panas.

 

'Persetujuan ttg devestasi 51% (dg pembayaran bertahap) dan pembangunan smelter 
adalah hasil kompromi maksimal, yg bisa dicapai oleh pemerintahan Jokowi-JK 
tanpa harus melibatkan arbitrasi internasional.

 

Dalam hal mendapatkan pemasukan bersih yg lebih besar bagi Indonesia, yaitu 
dibidang pajak dan royalti, masih belum ada keputusan yg jelas,  selain 
disebutkan ttg 'pemasukan yg lebih baik dibanding dg kontrak sebelumnya'.

 

Perlu diingat, bhw Pemerintah daerah Papua, yg memiliki 'status otonomi 
khusus', juga menuntut dilibatkan dlm hal bagi hasil antara 3 pihak :  Freeport 
- Pemerintah pusat - Pemerintah daerah Papua.

 

Dalam masalah sangat penting ttg  bagi hasil  ini, ada baiknya menarik 
pelajaran dari pengalaman terbaru, misalnya pengalaman Bolivia dibawah pimpinan 
 Evo Morales dan pertimbangan situasi di Indonesia saat ini.

 

 

Salam,

Arif H.  

 

-----------------

-----Original-Nachricht----- Betreff: Re: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 
2.4 milyar dollar ganti rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

Datum: 2017-09-09T05:41:45+0200

Von: "kh djie [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]" 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >

An: "Gelora45" <[email protected] <mailto:[email protected]> >

 

 

 

 

  

 

 

Selain cadangan, memangnya berapa banyak aset perusahaan pertambangan?

Cadangan biji2 logam yang ada di bumi sana, kalau Free Port pergi, ya tetap 
milik Indonesia.

Aset perusahaan pertambangan : gedung2, mesin2 , alat2 pengangkutan, installasi 
pengolahan

waste, galangan kapal dan installasinya, tunnel yang dibangun dll.

 

Apakah kalau PTFI angkat kaki pemerintah harus "membeli" aset PTFI? Darimana 
datangnya klausul seperti itu? Apakah tidak bisa menawarkan "membeli" dengan 
harga terjangkau/layak atau PTFI sendiri yang harus memindahkan aset tsb dari 
area pertambangan?

Tergantung bagaimana tertulis perjanjiannya. Kalau tidak ya, peraturan yang 
umum berlaku. Di negeri Belanda, kalau orang sewa rumah, kalau berhenti sewa, 
harus mengembalikan keadaan rumah seperti sebelumnya. jadi kalau dia pasang 
tegel, tegelnya harus dilepas kembali, kecuali kalau penyewa baru mau 
menerimanya. Lha ini, ada perundingan, ada penyewa baru yang mau Kasih sedikit 
kerugian, ada juga yang sengaja mempersuli penghuni lama, diajak eker2an, 
supaya ganti ruginya rendah. Ada juga yang selesai baik2. Tetapi penyewa baru, 
kalau dia pergi, harus melepas tegel itu, kecuali kalau penyewa berikutnya mau 
menerima.

Kalau mau baik2an menyelesaikan kasus Free Port andaikan tidak mau beri 
perpanjangan kontrak, ya Free Port boleh angkat apa2 yang bisa dibawa. Yang 
tertinggal bisa dihitung, apa masih ada harganya kalau dilihat dari penyusutan 
harga yang ada di tata bukunya. Tetapi tidak tahu, apa mau begitu, atau harus 
diputus oleh arbitrase internasional.

Tetapi tidak memperpanjang kontrak, bisa bertahun tahun dapat investor baru 
yang berani masuk . Bertahun tahun nganggur, dan pegawai harus dibayar berat 
sekali. Dari menghasilkan untuk pemerintah, pemerintah justru harus keluar uang 
banyak. Investor baru bisa2 justru minta fasilitas bebas pajak beberapa tahun, 
karena harus investasi banyak memasang mesin2 baru ? Berarti pemerintah 
kehilangan penghasilan.

 

Kalau dinasionalisasi bisa menimbulkan probleem lama sekali di bidang hukum. 
Investor2 yang mau masuk jadi ketakutan, membatalkan niatnya.Bisa saja 
nasionalisasi terjadi, kalau ada pemerintahan baru, yang berani sekali dengan 
beleid lain.

Hanya kalau ekonomi membaik, dapat dukungan rakyat. Kalau memburuk, ya maunya 
digulingkan.

Mungkin ada pendapat lain ?

 

2017-09-08 16:29 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >:

  

 

 

Selain cadangan, memangnya berapa banyak aset perusahaan pertambangan?

Apakah kalau PTFI angkat kaki pemerintah harus "membeli" aset PTFI? Darimana 
datangnya klausul seperti itu? Apakah tidak bisa menawarkan "membeli" dengan 
harga terjangkau/layak atau PTFI sendiri yang harus memindahkan aset tsb dari 
area pertambangan?

Freeport sudah beroperasi sejak penghujung 60-an, memangnya seberapa tinggi 
teknologi waktu itu sehingga sampai sekarang masih belum sanggup juga.

 

On Friday, September 8, 2017 5:21 AM, Chan CT <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > wrote:



 

Lho, ... siapa yang mencampur adukkan selesainya KK dengan nasionalisasi? Yang 
menjadi masalah operasi pertambangan emas yg segede itu, tidak baik berhenti 
operasi dalam waktu lama! Jadi, sebelum selesai KK Freeport ditahun 2021, sudah 
ada kesimpulan bagaimana kelanjutannya, .... Kalau tidak ada kesepakatan, PTFI 
harus angkat-kaki sedang RI belum mampu ambil oper, tidak punya dana cukup 
untuk “membeli” aset PTFI, belum ada kemampuan teknologi dan manajemen, ... 
untuk meneruskan operasi. Jadi, tuntutan “nasionalisasi” PTFI tidak masuk akal 
bisa dilaksanakan, belum lagi dilihat dari sudut kekuatan pendukung AS didalam 
Pemerintah Jokowi sekarang ini, ... bagaimana mungkin melaksanakan 
nasionalisasi??? Lalu, harus undang modal-asing lain? Ada negara yg mau dan apa 
bisa memberi keuntungan lebih besar pada RI?

 

 

From: Jonathan Goeij [email protected] <mailto:[email protected]>  
[GELORA45]

Sent: Friday, September 8, 2017 1:29 AM

To: Yahoogroups

Subject: Re: AW: AW: Trs: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar 
dollar ganti rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

 

  

 

Kelihatannya bung Chan berpendapat kalau Kontrak Karya th 2021 tidak 
diperpanjang itu merupakan nasionalisasi, saya rasa itu merupakan pengertian 
yang salah kaprah. Nasionalisasi itu kalau pemerintah mengambil alih 
kepemilikan PT Freeport Indonesia dari Freeport McMoran, sedang kalau kontrak 
tidak diperpanjang PTFI tetap milik Freeport McMoran tidak diambil alih sama 
sekali. Tidak memperpanjang kontrak ya tidak memperpanjang kontrak titik, 
jangan dicampur adukkan dengan nasionalisasi.

 

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <SADAR@... 
<mailto:SADAR@...> > wrote :



Aacchh, ... ternyata bung TIDAK mengerti bagaimana bisa mewujudkan CITA-CITA 
menjadi KENYATAAN, tidak bisa menemukan dan menentukan apa kiranya yang bisa 
dicapai dengan memenangkan perjuangan setahap demi setahap sesuai KEMAMPUAN 
kekuatan sekarang, ... sekarang belum bisa tidak berarti sudah lepaskan saja 
cita-cita perjuangan, sekalipun baru dicapai 10-30% saja! yaa, ... majulah 
selangkah demi selangkah dahulu, ... Ketua Mao pun berani menentukan lebih 
dahulu mundur meninggalkan daerah basis untuk mencapai kemenangan yang lebih 
besar kemudian! Dan, TIDAK ADA yang bisa menuduh Ketua menyerah dan 
meninggalkan cita-cita perjuangannya!

 

Dari mana kekuatan bung bisa menuntut NASIONALISASI Freeport selesai KK, tahun 
2021? Bukankah bung sudah mengakui pemerintah Jokowi yang sekarang ini bukan 
Pemerintah Rakyat dalam arti sesungguhnya? Tidakkah bung bisa melihat disekitar 
Jokowi masih begitu kuat kekuatan ORBA, jenderal-jenderal pendukung AS masih 
begitu kuat, bisa dan mungkinkah tuntutan nasionalisasi itu dimenangkan? 
Menuntut 51% saham nya saja sudah begitu sulitnya bisa disetujui, ... malah ada 
pejabat tinggi yang minta bagian saham, papa minta saham dsb. nya, ...

 

Salam,

ChanCT 

 

From: Roeslan

Sent: Thursday, September 7, 2017 9:17 PM

To: 'Chan CT' ; [email protected] <mailto:[email protected]>  ; 
'Tatiana Lukman' ; [email protected] 
<mailto:[email protected]>  ; [email protected] 
<mailto:[email protected]> 

Subject: AW: AW: Trs: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar dollar 
ganti rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

 

REFLEKSI: Tulisan bung dibawah ini saya tanggapi sebagai tulisan yang 100 % 
anti Pancasial 1 Juni 1945, dan UUD 45 naskah aseli, yang ditulis 72 tahun yang 
lalu. Tulisan bung jelas menolak cita-cita revolusi Agustus 1945. Yaitu 
pembebasan, kemerdekaan sejati, emansipasi, dan berdikari dalam suatu NKRI. Ini 
semua telah bung tentang dengan alasan bahwa kehendak seperti itu adalah 
kehendak yang ditulis ½ abad yang lalu, jadi harus ditinggalkan,karena kita 
sekarang ini sudah berada pada zaman Globalisasi pasar bebas, yang  mengabdi 
pada ideologi Neoliberalisme. Tapi ironinya bung tidak konsekwen dalam 
berpikir, ini tercermin bahwa  jiwa  bung samapai detik ini, yang masih ngotot 
menggunakan nama milis yang bung kelola dengan nama GELORA 45, yang atinya 
besedia melanjutkan  cita-cita Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, seperti 
yang sudah saya kemukakan diatas. Bukanlah nama Gelora 45 itu adalah mengandung 
cita-cita untuk melanjutkan Revolusi Indonesaia sampai selesai? Ini menurut 
Bung Karno. MENGAPA BUNG TETAP NGOTOT MENGGUNAKAN GELORA 45????.  Lalu apa 
maksud  Bung menggunakan nama itu, kalu bukan untuk menipu rakyat Indonesia??? 
Harus difahami bahwa Gelora 45 bukan berarti gelora yang tunduk pada kaum 
penjajah!! Model lama atau baru; Tapi gelora 45  berarti  semangat anti 
penjajahan, dan semanagt berjuang demi pembebasan Rakyat Indonesia di tanah air 
Indonesia!!!

 

Oleh karena itu saya nasehatkan hendaknya Bung mengagnti saja nama GELORA 45, 
dengan nama GELORA NEOLIBERALISME ABAD KE XXI. Jika bung tetap ngotot 
mempertahankan nama GELORA 45, maka disitu terkandung maksud bahwa bung secara 
sadar telah berusaha melakukan penipuan terhadap seluruh Rakyat Indonesaia, 
dengan menggunakan nama GELORA 45 untuk menentang cita-cita Revolusi Indonesua. 
Betapa tidak karena dalam tulisan bung, bung menghendaki agar supaya rakyat 
Indonesia membuang cita-cita Revolusi Indonesaia yang digerakkan oleh Bung 
Karno 72 tahun yang lalu, yang bung nilai sebagai khayalan yang harus 
ditinggalkan.

 

Saya yakin bahwa Rakyat Indoinesia masih tetap berkehendak untuk melakukan 
pesan Bung karno, yang mengatakan Lanjutkan revoluis Indonesioa sampai selesai. 
Apa yang ditulis oleh Tatiana yang saya dukung, adalah merupakan tulisan yang 
menuruti cita-cita revolusi Agustus 1945, sesuai dengan  pesan Bong Karno, Sang 
Proklamator dan Presiden pertama NKRI.  Bung sutuju boleh tidak juga boleh, 
yang tidak boleh adalah mencatut mana Gelora 45 untuk menipu Rakyat Inbdonesia. 
Jangan merintangai Perjuangan rakyat Indonesia dalam usahanya untuk terus 
berjuang melanjutkan cita-cita revolusi Indonesia, yang diawali oleh perang 
kemerdekaan 1945-1949. Saya siap untuk meninggalkan milis ini, yang menggunakan 
nama Gelora 45, yang secara haketat hendak membrangus suara rakyat Indonesia 
yang hendak melanjutkan pesan Bung Karno, yaitu melanjutkan Revolusi sampai 
selesai. Jika bung merasa terusik oleh tulisan saya siap untuk bung keluarkan. 
Karena saya akan terus menyuarakan prinsip-prinsip perejuangan Kemerdekaann 
sejati bagi Rakyat Indonesia dan kehidupan NKRI!!!.

 

Roeslan

 

 

 

 

Von: Chan CT [mailto:sadar@...] 
Gesendet: Donnerstag, 7. September 2017 01:35
An: Roeslan; [email protected] <mailto:[email protected]> ; 
'Tatiana Lukman'
Betreff: Re: AW: Trs: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar dollar 
ganti rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

 

Mengapa sudah hidup diusia lanjut, banyak makan asam-garam berpuluh tahun, ... 
masih saja HIDUP dalam MIMPI!!! Bisanya hyanya meratapi KEKALAHAN dihajar habis 
oleh Suharto, ... tidak berhasil menemukan solusi jalan keluar terbaik untuk 
melangkah kedepan.

 

Seandai-seandainya yang kalian ajukan itu SUDAH TIDAK akan terjadi, kecuali 
kalian bisa memutar balik jalannya sejarah. KENYATAAN yg harus dihadapi 
bagaimana KESALAHAN FATAL yg dilakukan Suharto dengan menggadaikan Freeport 
pada AS itu, yang sudah berlangsung lebih 1/2 abad ini! Dari Indonesia yang 
mutlak sangat dirugikan, bisa berubah lebih baik sekalipun dianggap masih 
terlalu sedikit. Dipikirkanlah solusi yang terbaik sesuai KONDISI RI sekarang 
ini, jangan pula menghayal-hayal indah dengan tuntutan kebablasan menuntut 
“NASIONALISASI” Freeport yg TIDAK REALIS itu!

 

 

 

From: Roeslan roeslan12@... [GELORA45]

Sent: Thursday, September 7, 2017 4:34 AM

To: [email protected] <mailto:[email protected]>  ; 'Tatiana 
Lukman'

Subject: AW: Trs: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar dollar ganti 
rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

 

 

Betul apa yang ditulis Tatiana: saya kutip ……… Pasti tidak akan perlu 
menasionalisasi Freeport, karena pertama=tama tidak akan diijinkan baik oleh 
PKI maupun BK eksplotasi Freeport seperti yang dijalankan Suharto!!. (kutipan 
selesai ). Dalam  konteks ini sikap Bung Karno membatasi eksploitasi sumber 
daya alam oleh asing. Bung Karno mengatakan ``Kita simpan di tanah sampai 
insinyur kita mampu menggarap sendiri`` ( Kwik Kian Gie: Kebijakan Ekonomi 
Politik dan Hilangnya Nalar. halaman 184)

Referensi lain, bagian pledoi Bung Hatta di pengadilan Scheveningen 1932. Dalam 
sidang. majelis hakim mempertanyakan apakah bangsa Indonesia mampu mengurus 
diri sendiri di alam merdeka yang dikehendaki oleh Bung Hatta bersama mahasiswa 
Indonesia yang bergabung dalan Perhimpunan Indonesia di Negeri  Belanda. Bung 
Hatta mengatakan ``Saya lebih suka melihat Nusantara tenggelam di laut dari 
pada dijajah Tuan-tuan`` Majelis hakim memvonis Bung Hatta bebas murni,Tapi di 
Nederlands-Indie (Hindia.Belanda) dengan alasan yang sama,tiga tahun 
sebelumnya, Bung Karno dibuang dan di penjara. Haruskah kita berjiwa terjajah 
sampai sekarang?

Kwik Kian Gie: Kebijakan Ekonomi Politik dan Hilangnya Nalar. halaman 184).

Roeslan.

Von: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Gesendet: Mittwoch, 6. September 2017 19:31
An: [email protected] <mailto:[email protected]> ; nesare1@..
Cc: Yahoogroups; DISKUSI FORUM HLD
Betreff: Re: Trs: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar dollar ganti 
rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

 

SEANDAINYA tidak ada kudeta Suharto dan BK tetap jadi presiden, maka PKI tentu 
akan masih terus hidup!! Pasti tidak akan perlu menasionalisasi Freeport, 
karena pertama=tama tidak akan diijinkan baik oleh PKI maupun BK eksplotasi 
Freeport seperti yang dijalankan Suharto!! KArena tidak akan pernah diijinkan 
kelahiran PMA yang mengeruk kekayaan alam kita oleh pemodal asing dengan 
mengabaikan kepentingan rakyat , lingkungan dan kedaulatan rakyat!

On Tuesday, September 5, 2017 2:02 PM, "mailto:nesare1@...%20[GELORA45]"; 
<[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote:

 

Betul setuju dengan komentar bung ini.

Ini dulu. Jamannya masih perang krn RI masih dirongrong. Revolusi masih 
berjalan.

Kalau sekarang gimana? Kalau sekarang presiden RI itu adalah bung Karno. Apakah 
bung berpendapat bung Karno akan menasionalisasi semua perusahaan asing yg ada 
termasuk freeport hasil dagangan Orba/soeharto?

Pendapat saya: bung Karno tidak akan menasionalisasikan perusahaan2 asing itu. 
Dia tidak sebodoh itu.

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, September 5, 2017 4:22 AM
To: diskusiforum@...; Yahoo! Inc. <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Jaringan Kerja Indonesia 
<jaringan-kerja-indonesia@... <mailto:jaringan-kerja-indonesia@...> >; Gelora 
45 <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Sastra 
Pembebasan <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >; Yahoo! Inc. 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; Yahoo! 
Inc. <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Cc: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> 
>; Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@... <mailto:nc-hadisora@...> >; Daeng 
<menakjinggo@... <mailto:menakjinggo@...> >; Gol <gogol.r@... 
<mailto:gogol.r@...> >; Harry Singgih <harrysinggih@... 
<mailto:harrysinggih@...> >; Mitri <scorpio2001id@... 
<mailto:scorpio2001id@...> >; Farida Ishaja <farida.ishaja@... 
<mailto:farida.ishaja@...> >; Lingkar Sitompul <lingkarsitompul@... 
<mailto:lingkarsitompul@...> >; Ronggo A. <ronggo303@... <mailto:ronggo303@...> 
>; indo1@...; Billy Gunadi <billygunadie@.. <mailto:billygunadie@..> >; Oman 
Romana <oromana0037@... <mailto:oromana0037@...> >
Subject: Re: Trs: [GELORA45] Indonesia (Suharto) bayar 2.4 milyar dollar ganti 
rugi nasionalisasi oleh bung Karno.

 

Siapa yang suruh Suharto bayar Belanda ganti rugi nasionalisasi yang dilakukan 
pemerintahan Sukarno?? Kan itu karena Suharto antek imperialis, maka dia mau 
saja disuruh bayar. Sama seperti perusahaan dan pemilik hotel AS di Kuba yang 
menuntut supaya Kuba bayar nasionalisasi yang dilakukan ketika Revolusi menang. 
Selama Kuba tidak mau jadi antek AS, tidak akan ada pembayaran apa-apa!!

KMB dibatalkan BK, juga karena menganggap isinya sangat tidak adil dan sangat 
pro Belanda... Antara lain, masak Indonesia harus bertanggung jawab dan bayar 
hutang-hutangnya Belanda!!

Seandainya BK mau jadi antek imperialis dan kaum pemodal asing seperti 
pemerintahan sejak Suharto sampai sekarang, tidak ada alasan kaum imperialis 
untuk menjatuhkan Sukarno...PMA seperti yang dijalankan Suharto dan rezim 
boneka tanpa Suharto sampai sekarang bukanlah PMA yang diinginkan BK... PMA 
yang sekarang dipraktekkan adalah PMA yang diinginkan PSI dan MASYUMI!!! Itu 
jelas dalam perdebatan di DPR ...Dan jelas BK anti penghisapan dan menginginkan 
Sosialisme... Justru sekarang banyak orang yang mempreteli BK dari karakter 
anti nekolimnya!!!

On Tuesday, September 5, 2017 6:56 AM, 'Chalik Hamid' via forumdiskusi 
<diskusiforum@... <mailto:diskusiforum@...> > wrote:

Pada Selasa, 5 September 2017 6:19, "kh djie djiekh@... [GELORA45]" 
<[email protected] <mailto:[email protected]> > menulis:

 

Ini terkait dengan persetujuan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, 
Belanda, yang memutuskan sebagai imbalan atas penyerahan kedaulatan kepada 
Republik Indonesia (saat itu Republik Indonesia Serikat) pada 27 Desember 1949, 
Indonesia harus membayar utang kepada Belanda sebesar 4,5 milyar gulden 
–awalnya Belanda meminta 6,5 milyar gulden.

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
Selain itu, untuk membangun kembali pascaperang, Belanda mendapatkan gelontoran 
dana, dalam bentuk hutang, dari program Marshall Plan AS antara tahun 1948-1951 
sebesar US$1.128 juta. Sumbangan dari Marshall Plan dan Indonesia ini dikenal 
sebagai The Miracle of Holland (keajaiban Belanda).

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
“Indie verloren, betekende niet ramspoed geboren (Hindia hilang, bukan berarti 
tiba bencana). Belanda masih bisa menarik keuntungan dari bekas jajahannya 
meski tanah jajahan itu sudah lepas,” tulis sejarawan Lambert Giebels dalam “De 
Indonesische Injectie” (Sumbangan Indonesia), yang dimuat di De Groene 
Amsterdammer, Januari 2000.

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
Setelah membayar sekira 4 milyar gulden antara tahun 1950-1956, Indonesia 
secara sepihak membatalkan persetujuan KMB. Belakangan, pada awal Orde Baru, 
berdiri Inter Govenmental Group on Indonesia (IGGI), diketuai oleh Belanda, 
yang punya agenda tersembunyi berupa mencari penyelesaian utang Indonesia zaman 
Orde Lama, yang berkaitan dengan nasionalisasi perusahaan Belanda, sekira 
US$2,4 milyar

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
Giebels tak habis pikir, mengapa Belanda tega melakukan itu kepada Indonesia. 
Padahal kepada Suriname, yang juga bekas jajahannya, Belanda membayar lunas 
ganti rugi atas perbudakan sebesar 1,5 milyar euro begitu Suriname merdeka pada 
25 November 1975. Jumlah itu dianggap belum cukup. “Suriname berhak mendapat 
ganti rugi senilai 50 milyar euro,” kata ekonom Suriname Armand Zunder kepada 
Philip Smet dari Radio Nederland Wereldomroep, 2 Juli 2010.

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
Zunder membandingkan kasus Suriname dengan kasus lainnya. Belanda minta ganti 
rugi dari Jerman setelah Perang Dunia II. Jerman membayar lebih dari 120 milyar 
euro untuk warga Yahudi. Organisasi Internasional DiversCités sudah berseru 
kepada Parlemen Prancis, juga negara-negara Eropa termasuk Belanda, untuk 
membayar ganti rugi kepada bekas jajahannya atas peran mereka dalam perbudakan. 
Pada 1999, di Afrika terbentuk The Africa World Reparations and Repatriation 
Truth Commission, sebuah komisi penyelidik internasional yang menuntut ganti 
rugi. Menurut hukum internasional, perbudakan dikategorikan sebagai kejahatan 
terhadap kemanusiaan.

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
Bagaimana dengan Belanda? Jangankan ganti rugi, permintaan maaf atas penjajahan 
dan aksi militer di masa lalu baru disampaikan pemerintah Belanda pada 2005. 
Mereka juga akhirnya mengakui 17 Agustus 1945 sebagai hari proklamasi 
kemerdekaan Indonesia, bukan lagi 27 Desember 1949.

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> -- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to diskusiforum+unsubscribe@....
To post to this group, send email to diskusiforum@....
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg>  

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 
Gesendet mit Telekom Mail - kostenlos und sicher für alle!

 <https://myrepro.files.wordpress.com/2016/02/picsart_02-16-08-32-27.jpg> 

Kirim email ke