Pada Selasa, 12 September 2017 6:09, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
kesurupan?
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Oh gitu tokh logikanya?Kalau PWC meramal, ente ngapain? Orang ini memang harus
dibabat keakarnya! Saya diamkan ketika ente bilang ini adalah jawabannya PWC
meramal itu adalah begini: Makin jauh sebuah proyeksi tingkat ketepatan akan
semakin kecil juga akan terlalu banyak asumsi yang dipakai, sebuah hal
sederhana saja misalnya politik yang stabil padahal dalam kenyataannya sejak
1945 sampai sekarang telah terjadi setidaknya 3x gejolak politik besar,
perhitungan PPP Indonesia saat ini mungkin sekitar 3x cash apakah 13 th yad
masih tetap sama, bagaimana dgn growth dengan asumsi berapa persen dan
bagaimana mengambil angka itu apakah dari proyeksi pemerintah yang setiap tahun
dikatakan tidak memenuhi target Jadi disini proyeksi yang sedemikian jauh lebih
tepat kalau dikatakan ramalan Perhitungan PPP itu adalah fakta dari PWC dalam
metodologinya melakukan riset ini. Itu salah satu asumsi PWC gunakan dalam
menghasilkan riset itu. Tentu asumsi lain masih banyak yang dipakai PWC dalam
bikin riset itu. Asumsi2 yg dipakai tentunya adalah rahasia perusahaan PWC
dalam melakukan riset itu. Ente dengan sombongnya pakai salah satu asumsi
yaitu PPP ditambah dengan gejolak politik besar, sebagai jawaban bahwa PWC
meramal! Koq bisa2nya bilang PPP itu adalah jawaban PWC meramal?Sedangkan PPP
itu adalah salah satu asumsi yg dipakai oleh PWC dalam analisanya bikin riset
itu! Dari mana ente bisa tahu PPP ini dalam analisa menghasilkan suatu
riset?Emangnya setiap riset seperti ini harus pakai PPP dalam analisanya?Kan
jelas sekali ente dapat fakta ini dari internet?!Lalu dicomot dari internet,
lalu diklaim sbg jawaban/argument utk bilang PWC meramal. Goblok atau gila
ini? Lalu ente tulis seperti ini lagi seterusnya: Kalau argumen anda "Ane
tahu itu bukan ramalan krn PWC itu lembaga keuangan yg terkenal kredibel" saya
rasa anda itu kayak katak didalam tempurung, baru2 ini PWC kena denda $6.6
million karena misconduct "PricewaterhouseCoopers LLP was fined 5.1 million
pounds ($6.6 million) for misconduct over its audit of RSM Tenon Group Plc in
the largest-ever sanction issued by the U.K. accounting regulator." (Bloomberg,
August 16, 2017) Ane diamkan. Eh gak ada argumennya. Hanya kasih fakta ini
bahwa PWC bisa meleset risetnya. Semua orang tahu riset apapun didunia ini
bisa salah. Science selalu bisa salah. Tetapi yg orang lihat adalah science itu
berdasarkan asumsi. Kalau ramalan tidak. Ramalan berdasarkan mistik dan non
science lainnya. Yang ente tertawakan itu kan hasil science nya PWC.Ane bilang
ente butatuli dan gila krn ente mentertawakan riset PWC sbg ramalan.Ane gak
bilang riset PWC itu salah atau benar.Yg menyalahkan riset PWC itu adalah ente.
Kenapa? Ya jelas sekali jawabannya dengan label: ramalan. Jelas sekali ente
mentertawakan riset PWC itu adalah ramalan. Masih ngeyel?Orang mentertawakan
ente krn ente bilang riset PWC itu ramalan.Orang gak ngapa2in ente kalau riset
PWC salah. Gak ada yg ngutak ngatik ini.Yg ngutak ngatik ini alias riset PWC
bisa salah itu ente. Kalau bukan goblok apa namanya?!! Wong ane hanya bilang
PWC menghasilkan riset, analisa dan prediksi bukannya PWC selalu benar atau
selalu salah.Eh ente bak orang pinter lalu mentertawakan hasil PWC itu adalah
ramalan dan menganggap hasil analisa dan prediksi PWC itu salah.Gila kan?
Orang ngomong apa aja gak ngerti, tapi maunya hanya bashing PWC saja bilang PWC
meramal dan salah.Dasar sombong minta ampun orang satu ini! Mana ada
argumennya bilang PWC itu meramal? Gak ada kan?Yg dibilang jawaban hanya ini:
“PPP, cash dan gejolak politik besar”.Hehehehehehe Nesare From:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, September 10, 2017 12:45 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
Jelas anda mimpi, anda tidak bisa melihat prediksi PWC itu tidak lebih dari
ramalan. Seorang analis sewaktu membuat forecast tentu melihat historical
data, dan historical data menunjukkan ketidakstabilan politik sejak merdeka yg
sangat mempengaruhi ekonomi seperti yg saya sebutkan sebelumnya setidaknya ada
3 peristiwa politik besar itu artinya dgn politik yg sedemikian tidak stabil
bagaimana bisa mengatakan accuracy forecast yg sedemikian jauh sd 2030. Dilihat
disini saja prediksi PWC tidak lebih dari ramalan.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Moso’ ane mimpi? Moso’
orang mimpi bisa membedakan antara ramalan/fortune telling dan
analysis/science? Yang buta tuli dan gila itu ente! Ane gak yakin ente mimpi
loh?! Buta tuli dan gila lebih cocok buat ente! HeheheheheNesare From:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, September 10, 2017 10:38 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
saya rasa permasalahannya sederhana: anda mimpi dibuai PWC terus ngotot waktu
dikasih tahu itu ramalan.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Apa yang ente tertawakan:
ente sendiri yang tidak mengerti bedanya antara dukun vs analis; ramalan
nostradumus; ane karena membedakan antara ramalan/fortune telling vs
analisa/science? Jawabannya hanya 1: mentertawakan diri sendiri. Kenapa? Karena
Nostradamus memang peramal. Ane membedakan antara ramalan dan analisa prediksi
berdasarkan science. Ya jelas sekali memang ente ini mentertawakan diri
sendiri! Lah kalau bukan gila, apa namanya orang seperti ini?! Ini jadi ketawa
beneran!Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, September 10, 2017 2:38 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
ini salah satu prediksi, ha ha ha
5 Nostradamus Predictions for 2017!
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Kalau bukan goblok apa ini
namanya? Fortune telling disamakan dengan prediction dan analysis!Ramalan
disamakan dengan prediksi dan analisa!Illogical disamakan dengan
logical!Pseudoscience disamakan dengan science!Dukun disamakan dengan analis!
Minta ampun gobloknya! Nesare From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
Sent: Friday, September 8, 2017 11:30 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
Saya bilang "Kalau tidak suka kata ramalan pilih saja sendiri perkiraan,
estimasi, atau proyeksi terserahlah." itu untuk anda sendiri mau pilih istilah
apa. Buat saya sih laporan PWC itu lebih tepat merupakan ramalan yang tingkat
kebenarannya tanda tanya besar. Anda kelihatannya suka sekali mengartikan kata2
sesuai dengan pengertian anda sendiri, ya silahkan saja. Bahkan membaca tulisan
orang saja diberi pengertian sendiri bahkan seakan melebihi yang nulis. Ya
monggo2 saja. Kata2 anda ini "Ane tahu itu bukan ramalan krn PWC itu lembaga
keuangan yg terkenal kredibel" jelas merupakan argumen, alasan anda mengatakan
"Ane tahu itu bukan ramalan" adalah karena "krn PWC itu lembaga keuangan yg
terkenal kredibel". Saya sarankan sebaiknya anda belajar membaca dan menulis
dengan baik. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Nah
sekarang ngotot lagi membenarkan pendapat ente adalah ramalan.Tempo hari bilang
terserah mau pake’ istilah apa: prediksi, perkiraan, estimasi. Balik lagi
ngeyelnya. Apa bukan goblok kalau gak ngerti beda ramalan vs prediksi?Nih ane
kasih tahu jawabannya: ramalan itu pake’ wangsit dewa dewi. Prediksi itu pake’
science, ada analisanya. Ente kan berargumen PWC meramal.Ane mah gak
berargumen. Koq “PWC itu lembaga keuangan yg terkenal kredibel” adalah argument
ane? Ngaco aja!Kalimat ini mau bilang ente buta tuli alias ane lebih percaya
sama PWC yg pake’ science termasuk analisa dibandingkan ente yg pake’
ramalan/wangsit. Kalau bukan gila apa? sudah gini panjang masih gak ngerti
salahnya dimana.Salah besarnya ente bilang PWC meramal. Gaya pake’ PPP dan cash
mau menyalahkan PWC?!!!Yang salah dan goblok itu ente berani2nya bilang PWC
meramal dan gak percaya sama PWC krn berdasarkan PPP!!!!!! Nesare From:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 7, 2017 4:54 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
Kata2 anda dibawah ini benar2 mencerminkan kepala besar otak udang, benar2 luar
biasa!Tadinya tanya kenapa kok saya bilang proyeksi PWC itu ramalan, setelah
dijawab malah reaksinya seperti highlight dibawah. Ya sudah jelas itu argumen
saya wong saya yang ditanya dan jawab. Otak anda kepanasan ya? Kalau argumen
anda "Ane tahu itu bukan ramalan krn PWC itu lembaga keuangan yg terkenal
kredibel" saya rasa anda itu kayak katak didalam tempurung, baru2 ini PWC kena
denda $6.6 million karena misconduct "PricewaterhouseCoopers LLP was fined 5.1
million pounds ($6.6 million) for misconduct over its audit of RSM Tenon Group
Plc in the largest-ever sanction issued by the U.K. accounting regulator."
(Bloomberg, August 16, 2017) ---In [email protected], <nesare1@...>
wrote :Ini orang gobloknya bener2 sudah gak ketolong!!!! Yg dihighlight
dibilang jawabannya?Itu kan argument ente!Itu alias ramalan ente! bukan jawaban
dari PWC apalagi ramalan?Ane tahu itu bukan ramalan krn PWC itu lembaga
keuangan yg terkenal kredibel. Gak akan pake’ wangsit dari langit kalau release
data kaya’ gini. Ada analisanya. Ada sciencenya. Ane gak tahu gimana
analisa/science nya PWC krn itu isi perut nya PWC. Mana bisa dibuk keorang
lain? Addduuuuhhhh harus ditulis sampai kaya’ gini panjang. Pertanyaan nya
gimana ente bisa bilang PWC meramal kalau ente sendiri gak tahu analisa PWC itu
gimana? Minta ampun gobloknya shg pendapat sendiri dibilang pendapatnya
PWC!!!!!! Nesare From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 7, 2017 4:25 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
Jadi pertanyaan anda ini "Gimana PWC bisa disebut ramalan?"Yang anda highlight
itu jawaban/argumen kenapa disebut ramalan. ---In [email protected],
<nesare1@...> wrote :Ayo jelasin ini: Makin jauh sebuah proyeksi tingkat
ketepatan akan semakin kecil juga akan terlalu banyak asumsi yang dipakai,
sebuah hal sederhana saja misalnya politik yang stabil padahal dalam
kenyataannya sejak 1945 sampai sekarang telah terjadi setidaknya 3x gejolak
politik besar, perhitungan PPP Indonesia saat ini mungkin sekitar 3x cash
apakah 13 th yad masih tetap sama, bagaimana dgn growth dengan asumsi berapa
persen dan bagaimana mengambil angka itu apakah dari proyeksi pemerintah yang
setiap tahun dikatakan tidak memenuhi target Jadi disini proyeksi yang
sedemikian jauh lebih tepat kalau dikatakan ramalan Jangan suruh ane yg
jelasin. Ini tulisan ente!Gimana PWC bisa disebut ramalan? Nesare From:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 7, 2017 3:57 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC
ha ha ha ha ha ha #yiv6141503575 #yiv6141503575 -- #yiv6141503575ygrp-mkp
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
10px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mkp #yiv6141503575hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mkp #yiv6141503575ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mkp .yiv6141503575ad
{padding:0 0;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mkp .yiv6141503575ad p
{margin:0;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mkp .yiv6141503575ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-sponsor
#yiv6141503575ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-sponsor #yiv6141503575ygrp-lc #yiv6141503575hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-sponsor #yiv6141503575ygrp-lc .yiv6141503575ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6141503575 #yiv6141503575actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6141503575
#yiv6141503575activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6141503575
#yiv6141503575activity span {font-weight:700;}#yiv6141503575
#yiv6141503575activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6141503575 #yiv6141503575activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6141503575 #yiv6141503575activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6141503575 #yiv6141503575activity span
.yiv6141503575underline {text-decoration:underline;}#yiv6141503575
.yiv6141503575attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6141503575 .yiv6141503575attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6141503575 .yiv6141503575attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6141503575 .yiv6141503575attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6141503575 .yiv6141503575attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6141503575 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6141503575 .yiv6141503575bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6141503575
.yiv6141503575bold a {text-decoration:none;}#yiv6141503575 dd.yiv6141503575last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6141503575 dd.yiv6141503575last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6141503575
dd.yiv6141503575last p span.yiv6141503575yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6141503575 div.yiv6141503575attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6141503575 div.yiv6141503575attach-table
{width:400px;}#yiv6141503575 div.yiv6141503575file-title a, #yiv6141503575
div.yiv6141503575file-title a:active, #yiv6141503575
div.yiv6141503575file-title a:hover, #yiv6141503575 div.yiv6141503575file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6141503575 div.yiv6141503575photo-title a,
#yiv6141503575 div.yiv6141503575photo-title a:active, #yiv6141503575
div.yiv6141503575photo-title a:hover, #yiv6141503575
div.yiv6141503575photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6141503575
div#yiv6141503575ygrp-mlmsg #yiv6141503575ygrp-msg p a
span.yiv6141503575yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6141503575
.yiv6141503575green {color:#628c2a;}#yiv6141503575 .yiv6141503575MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6141503575 o {font-size:0;}#yiv6141503575
#yiv6141503575photos div {float:left;width:72px;}#yiv6141503575
#yiv6141503575photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6141503575
#yiv6141503575photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6141503575
#yiv6141503575reco-category {font-size:77%;}#yiv6141503575
#yiv6141503575reco-desc {font-size:77%;}#yiv6141503575 .yiv6141503575replbq
{margin:4px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-mlmsg select, #yiv6141503575 input, #yiv6141503575 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-mlmsg pre, #yiv6141503575 code {font:115%
monospace;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-mlmsg #yiv6141503575logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-msg
p#yiv6141503575attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-reco #yiv6141503575reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-sponsor
#yiv6141503575ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-sponsor #yiv6141503575ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-sponsor #yiv6141503575ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6141503575 #yiv6141503575ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6141503575
#yiv6141503575ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6141503575