Anda ini baca tulisan orang saja tidak sanggup, tidak ada harganya diladenin.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Oh sekarang baru ngomong RRT dan USA? Hehehehehe RRT dan USA itu sama ya 
posisinya? PWC sudah bikin riset analisanya. Ente pake’ apa bilang RRT dan USA 
itu sama?Lalu gimana dengan 18 negara yg lain ente pake’ apa utk mengatakan PWC 
meramal? Koq lari ke bank dunia? Ngomongin PWC saja belum selesai! Koq bisa 
ngomong bank dunia tidak salah? Yang ngomong ini siapa? Siapa yang bilang benar 
atau salah?Lari nih yeah! Orang lagi ngomong ente yang bilang hasil riset PWC 
adalah ramalan!Bener2 goblok tapi ya kalau ente tahu ente goblok mestinya ente 
sudah insyaf dan menerima dan tidak goblok lagi donk! Ayo lari yg kencang!

Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Wednesday, September 13, 2017 4:35 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC  
Anda itu sudah kepala besar otak udang, kesurupun, juga mesumnya bukan main 
sukanya menelanjangin orang. Kalau hobby anda lihat orang telanjang pergi saja 
ke nudis resort sana puas2in diri anda. Saat ini RRT dan USA keduanya menempati 
posisi pertama dan kedua, dari segi GDP PPP Tiongkok posisi pertama, dari segi 
cash USA posisi pertama. Dalam laporan PWC posisi keduanya masih tetap sama 
tidak berubah. Tidak ada yang menarik yg dibicarakan. Khusus tentang PPP apakah 
benar daya beli $1 di Indonesia kurang lebih setara dengan $3 di USA? Saya rasa 
kok tidak tepat dan terlalu generalisasi karena bagi orang perorang belum tentu 
sama. Sebagai contoh harga Porsche 911 di USA cuman sekitar $90 ribu sedang di 
Jakarta Rp 3,3 milyar atau sekitar $250 ribu hampir 3x harga USA, atau dengan 
kata lain bagi pembeli Porsche $1 di USA kurang lebih setara dengan $3 di 
Indonesia justru berketerbalikan dengan PPP yg dikeluarkan Bank Dunia. Tetapi 
apakah Bank Dunia salah? Tidak juga karena PPP sejatinya penggunaannya untuk 
mengukur Poverty Threshold.  ---In [email protected], <nesare1@...> 
wrote :

Jonathan: Dilihat dari kemungkinan perubahan PPP itu saja proyeksi PWC lebih 
merupakan ramalan daripada mendekati kenyataan.Nesare: kelihatan belangnya kan? 
jelas sekali ente hanya bashing Indonesia! Ini penjelasan/argument ane kenapa 
ente hanya bashing Indonesia:PWC mengeluarkan riset itu mencakup 21 negara. 
Yang ente omong ttg PPP itu hanya Indonesia! Kenapa ente gak ngomong ttg 
negara2 lain? Gimana analisa PWC terhadap 20 negara lain ini? Apakah RRT dan 
USA juga ramalan bisa jadi no. 1 dan no.2? Masa’ orang pinter seperti ente 
hanya bilang PWC meramal (sudah gak ngerti beda dan arti ramalan vs analisa dan 
riset) karena PWC pakai PPP plus ditambah dengan PWC tidak tahu “peristiwa 
politik besar”, ente bashing RI dengan mengatakan PWC meramal! Coba kalau bukan 
butatuli plus tukang bashing, apa ini namanya?!!!


Tak telanjangi terus ente!!!!Jangan maen2 sama orang Indonesia!!!! Nesare From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, September 12, 2017 1:32 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC   
Yang dikatakan orang kesurupan itu umumnya bertolak belakang dengan dunia 
nyata; so, dikatain "goblok dan ngibul" sama orang kesurupan tidak ada problema 
sama sekali karena kenyataannya bertolak belakang. Proyeksi PWC itu dalam PPP 
bukan dalam nominal (atau cash value), PPP Indonesia 2016 sekitar 3x lebih 
sedikit yang bisa dilihat dari GDP Nominal yg hanya sekitar $900an billion 
sementara GDP PPP sekitar $3 trilliun, yang artinya untuk saat ini $1 di 
Indonesia mempunyai daya beli setara dengan $3 di USA. Dalam menentukan GDP 
World Bank melihat sekeranjang items (umumnya kebutuhan pokok) yg setiap jangka 
waktu tertentu akan direvisi, yang artinya PPP saat ini dibandingkan 
tahun-tahun kedepan belum tentu sama apalagi sampai th 2030. Melihat trend 
kenaikan harga bahan pokok baik itu beras, daging, ikan, ayam, garam, dlsb. 
yang sangat tinggi (seperti yang diberitakan) yang artinya daya beli berkurang, 
artinya juga PPP mengecil. Ditambah lagi dengan perdagangan dunia yang semakin 
meng-global artinya harga barang disatu negara dengan negara lain tidak akan 
jauh berbeda, yang akan berpengaruh pada PPP. Sebagai contoh beras (yang import 
dari Thailand) di USA dan Indonesia harganya bisa jadi sama atau hanya selisih 
sedikit saja. Dilihat dari kemungkinan perubahan PPP itu saja proyeksi PWC 
lebih merupakan ramalan daripada mendekati kenyataan  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :


Hehehehehe biar kesurupan masih bisa kasih argument bahwa ente goblok dan 
ngibul.Ini ngibulnya: ente bilang jawaban bahwa PWC meramal adalah PPP dan 
gejolak politik besar. Sedangkan PPP itu adalah salah satu asumsi yg dipakai 
oleh PWC dalam analisanya. Ente cuplik dari bacaan ente yg pasti dari media 
diinternet. Lalu klaim seakan2 PPP itu asalnya dari ente. Gimana bisa PPP itu 
jawaban dari ente?Wong PPP itu adalah PWC dalam menghasilkan riset analisanya! 
Ngibul aja!Sudah ngibul bilang orang lain kesurupan!Kalau bukan buta tuli dan 
goblok apa namanya?!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, September 12, 2017 12:09 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC  
kesurupan?


---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Oh gitu tokh 
logikanya?Kalau PWC meramal, ente ngapain? Orang ini memang harus dibabat 
keakarnya! Saya diamkan ketika ente bilang ini adalah jawabannya PWC meramal 
itu adalah begini: Makin jauh sebuah proyeksi tingkat ketepatan akan semakin 
kecil juga akan terlalu banyak asumsi yang dipakai, sebuah hal sederhana saja 
misalnya politik yang stabil padahal dalam kenyataannya sejak 1945 sampai 
sekarang telah terjadi setidaknya 3x gejolak politik besar, perhitungan PPP 
Indonesia saat ini mungkin sekitar 3x cash apakah 13 th yad masih tetap sama,  
bagaimana dgn growth dengan asumsi berapa persen dan bagaimana mengambil angka 
itu apakah dari proyeksi pemerintah yang setiap tahun dikatakan tidak memenuhi 
target Jadi disini proyeksi yang sedemikian jauh lebih tepat kalau dikatakan 
ramalan Perhitungan PPP itu adalah fakta dari PWC dalam metodologinya melakukan 
riset ini. Itu salah satu asumsi PWC gunakan dalam menghasilkan riset itu. 
Tentu asumsi lain masih banyak yang dipakai PWC dalam bikin riset itu. Asumsi2 
yg dipakai tentunya adalah rahasia perusahaan PWC dalam melakukan riset itu. 
Ente dengan sombongnya pakai salah satu asumsi yaitu PPP ditambah dengan 
gejolak politik besar, sebagai jawaban bahwa PWC meramal! Koq bisa2nya bilang 
PPP itu adalah jawaban PWC meramal?Sedangkan PPP itu adalah salah satu asumsi 
yg dipakai oleh PWC dalam analisanya bikin riset itu! Dari mana ente bisa tahu 
PPP ini dalam analisa menghasilkan suatu riset?Emangnya setiap riset seperti 
ini harus pakai PPP dalam analisanya?Kan jelas sekali ente dapat fakta ini dari 
internet?!Lalu dicomot dari internet, lalu diklaim sbg jawaban/argument utk 
bilang PWC meramal. Goblok atau gila ini?  Lalu ente tulis seperti ini lagi 
seterusnya: Kalau argumen anda "Ane tahu itu bukan ramalan krn PWC itu lembaga 
keuangan yg terkenal kredibel" saya rasa anda itu kayak katak didalam 
tempurung, baru2 ini PWC kena denda $6.6 million karena misconduct 
"PricewaterhouseCoopers LLP was fined 5.1 million pounds ($6.6 million) for 
misconduct over its audit of RSM Tenon Group Plc in the largest-ever sanction 
issued by the U.K. accounting regulator." (Bloomberg, August 16, 2017) Ane 
diamkan. Eh gak ada argumennya. Hanya kasih fakta ini bahwa PWC bisa meleset 
risetnya. Semua orang tahu riset apapun didunia ini bisa salah. Science selalu 
bisa salah. Tetapi yg orang lihat adalah science itu berdasarkan asumsi. Kalau 
ramalan tidak. Ramalan berdasarkan mistik dan non science lainnya. Yang ente 
tertawakan itu kan hasil science nya PWC.Ane bilang ente butatuli dan gila krn 
ente mentertawakan riset PWC sbg ramalan.Ane gak bilang riset PWC itu salah 
atau benar.Yg menyalahkan riset PWC itu adalah ente. Kenapa? Ya jelas sekali 
jawabannya dengan label: ramalan. Jelas sekali ente mentertawakan riset PWC itu 
adalah ramalan. Masih ngeyel?Orang mentertawakan ente krn ente bilang riset PWC 
itu ramalan.Orang gak ngapa2in ente kalau riset PWC salah. Gak ada yg ngutak 
ngatik ini.Yg ngutak ngatik ini alias riset PWC bisa salah itu ente. Kalau 
bukan goblok apa namanya?!! Wong ane hanya bilang PWC menghasilkan riset, 
analisa dan prediksi bukannya PWC selalu benar atau selalu salah.Eh ente bak 
orang pinter lalu mentertawakan hasil PWC itu adalah ramalan dan menganggap 
hasil analisa dan prediksi PWC itu salah.Gila kan? Orang ngomong apa aja gak 
ngerti, tapi maunya hanya bashing PWC saja bilang PWC meramal dan salah.Dasar 
sombong minta ampun orang satu ini! Mana ada argumennya bilang PWC itu meramal? 
Gak ada kan?Yg dibilang jawaban hanya ini: “PPP, cash dan gejolak politik 
besar”.Hehehehehehe Nesare   From: [email protected] 
[mailto:[email protected]
Sent: Sunday, September 10, 2017 12:45 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC  
Jelas anda mimpi, anda tidak bisa melihat prediksi PWC itu tidak lebih dari 
ramalan. Seorang analis sewaktu membuat forecast tentu melihat historical data, 
dan historical data menunjukkan ketidakstabilan politik sejak merdeka yg sangat 
mempengaruhi ekonomi seperti yg saya sebutkan sebelumnya setidaknya ada 3 
peristiwa politik besar itu artinya dgn politik yg sedemikian tidak stabil 
bagaimana bisa mengatakan accuracy forecast yg sedemikian jauh sd 2030. Dilihat 
disini saja prediksi PWC tidak lebih dari ramalan. 

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Moso’ ane mimpi?Moso’ 
orang mimpi bisa membedakan antara ramalan/fortune telling dan 
analysis/science? Yang buta tuli dan gila itu ente! Ane gak yakin ente mimpi 
loh?! Buta tuli dan gila lebih cocok buat ente! HeheheheheNesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Sunday, September 10, 2017 10:38 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC   
saya rasa permasalahannya sederhana: anda mimpi dibuai PWC terus ngotot waktu 
dikasih tahu itu ramalan.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Apa yang ente tertawakan: 
ente sendiri yang tidak mengerti bedanya antara dukun vs analis; ramalan 
nostradumus; ane karena membedakan antara ramalan/fortune telling vs 
analisa/science? Jawabannya hanya 1: mentertawakan diri sendiri. Kenapa? Karena 
Nostradamus memang peramal. Ane membedakan antara ramalan dan analisa prediksi 
berdasarkan science. Ya jelas sekali memang ente ini mentertawakan diri 
sendiri! Lah kalau bukan gila, apa namanya orang seperti ini?! Ini jadi ketawa 
beneran!Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Sunday, September 10, 2017 2:38 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Re: Ekonomi indonesia no. 5 didunia 2030 menurut PWC 
(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke