Kepasifan PKI itu disebabkan oleh garis revisionis yang berdominasi dalam 
Partai. Dan itu dikoreksi dengan otokritik PB yang meletakkan garis baru. 
Anehnya, diantara mereka yang dulu mengkritik dan menuntut delegasi CCPKI di 
luar negeri untuk mengambil oper pimpinan dan melawan, justru dengan sudah 
adanya garis baru, kok malah jadi pendukung reformisme bahkan seperti Chan jadi 
REMO dan pendukung penanaman modal asing untuk "pembangunan" a la Jokowi yang 
hakekatnya sama saja dengan "pembangunan" jaman Suharto. Begitu merosotnya, 
sampai mampu menciptakan "teori" kebangsaan modal. Modal AS buruk dan patut 
dilawan, tapi modal Tiongkok baik!!!! 

    On Sunday, November 12, 2017 7:04 AM, "Chalik Hamid 
[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
 

      

 SURATDARI SINGAPURTOMILJAS MengupasBuku MAY SWANSITINURBAYA BRIDGE Buku May 
Swan Siti Nurbaya Bridge -- selanjutnya disingkat The Bridge  --  ikut 
menghiasi rak buku sayabersama novel-novelnya yang lain. Walau tertata di 
deretan buku-buku yang sudahpernah saya baca namun keinginan untuk membaca 
ulang timbul setelah seorangteman bertanya:  apa hubungan karya May Swan yang 
ini dengan Siti Nurbayadalam “Kasih Tak Sampai”-nya Marah Rusli? Agaknya 
penulis mengutip nama Siti Nurbaya sebagaibagian dari judul karena adanya 
kesamaan kisah cinta yang tak kesampaian. SitiNurbaya terpaksa melepas cintanya 
kepada Samsulbahri dan menawarkan diri untukmenikah dengan Datuk Maringgih demi 
untuk melepaskan ayah yang disayanginyadari jeratan hutang. DalamThe Bridge, 
Swee Lan terpaksa melepaskan cintanya kepada Koon Seng dan menerimalamaran dari 
seorang pemuda lain yang diatur dengan rapi oleh ibunya. AlasanSwee Lan juga 
mirip, demi menyelamatkan perusahaan ayah yang disayanginya darikebangkrutan. 
Meskipun ada kesamaan, namun terdapat perbedaan besar antara kedua kisah 
tersebut yang berlainan jaman danlatarbelakang; yang satu berakhir tragis 
dengan kematian sedangkan The Bridgeberakhir dengan tumbuhnya sebuah pandangan 
hidup baru  pada Koon Seng,karakter utama dalam novel ini. Koon Seng berhasil 
membebaskan dirinya daribelenggu patah hati dan patah semangat. The Bridge 
bukan hanya sekedar novel percintaanantara dua insan. Seperti ciri karya-karya 
May Swan lainnya, The Bridgemelukiskan kehidupan nyata dalam masyarakat, dengan 
jeli memperhatikan kejadiansehari-hari, mendalami perkembangan emosi 
masing-masing karakter dalam ceritadan mengangkat kejadian-kejadian besar 
sejarah yang melatarinya.
Jalan cerita mengarungi kehidupan masyarakat etnis Tionghoa di 
Indonesiatahun-tahun 1950an hingga 1980an. Berhasilnya Perang Pembebasan 
Tiongkok padatahun 1949, suasana politik di sekolah-sekolah Tionghoa yang dekat 
dengan RRT,masa Konferensi Asia-Afrika, kedatangan PM Chou En Lai ke Indonesia 
danhubungan erat perdagangan antara Indonesia dan Singapura yang sudah 
berjalanbertahun-tahun terutama dibidang karet alam. Koon Seng untuk pertama 
kalinya berkenalandengan Swee Lan ialah ketika ia menghadiri ulang tahun  
sekolah menengahHwa Chung dimana Swee Lan bekerja sebagai guru. Koon Seng yang 
diundang sebagaiKepala Cabang perusahaan Singapura Lee Rubber Company di 
Jakarta denganantusias memenuhi undangan dengan harapan akan bertemu PM Chou En 
Lai yangdikabarkan juga akan menghadiri perayaan ulang tahun sekolah tsb. Koon 
Sengkecewa, PM Chou En Lai berhalangan datang;  namun ia merasa 
beruntungberkenalan dengan Swee Lan yang atraktif. Seiring berjalannya waktu 
merekamenjalin hubungan cinta. Pada awalnya kedua orang tua Swee Lan 
tidakmenaruh keberatan apa-apa atas hubungan percintaan mereka. Ibu Swee 
Lansering-sering bahkan menunjukkan tanda-tanda merestui. Namun ketika 
datangtawaran dari partner bisnis suaminya untuk menggabungkan kedua perusahaan 
keluargamasing-masing, ibu Swee Lan melihat potensi yang lebih besar pada 
pemuda WangMing, putra partner dagang suaminya itu. Ibu Swee Lan meyakinkan 
suaminya untukmenikahkan Swee Lan dengan Wang Ming demi kemantapan bisnis 
keluarga. Sejak itu dengan rapi ia mengatur siasat dan strategi, berusaha 
kerasuntuk memutus hubungan Swee Lan dengan Koon Seng. Antara lain 
denganmenggunakan asal usul Koon Seng yang adalah seorang Hokkian siangsialau, 
sedangkan Wang Ming adalah sama-sama orang Shanghai. 

Disini May Swan melalui literatur mengungkapkan pula apa yang tidak 
banyakdiketahui orang, tentang adanya sentimen ketidak serasian dalam 
masyarakatTionghoa diantara mereka yang berlainan bahasa dialeknya. Mayoritas 
penduduk Tionghoadi Singapura terdiri dari berbagai dialect-speaking groups. 
Sadar akan kuatnyahubungan emosi berdasarkan dialek, demi menyatukan 
masyarakat, pada tahun 70an,pemerintah Singapura mengambil keputusan politik 
menjalankan “Speak MandarinCampaign” bertahun tahun. Masyarakat dianjurkan 
berbahasa Mandarin, tidakmenggunakan bahasa dialek masing-masing. The Bridge 
jugamengungkap masalah-masalah kelam dalam sejarah Indonesia. Dengan pandai 
MaySwan mengaitkan karakter dalam cerita dengan peristiwa sejarah yang 
memangterjadi hingga mencapai dua tujuan sekaligus: membuat cerita lebih nyata 
danmengungkap peristiwa sejarah kelam itu sendiri.
Larry, seorang teman akrab Koon Seng yang berusaha keras membantu 
untukmenyembuhkannya dari patah hati dan patah semangat, mengajak Koon Seng 
berliburke Sumatera Barat. Di Sumbar mereka bertemudengan paman Larry, salah 
seorang pengikut Sukarno yang lolos dari pembantaian65/66 karena waktu kejadian 
ia kebetulan sedang berada di Singapura. Dari pamanini mereka mendengar secara 
detail peristiwa pembunuhan massal ataspendukung-pendukung PKI dan Bung Karno 
di Kabupaten Pesisir Selatan.Diungkapkan, mereka yang terbunuh dan berkubur di 
kuburan massal Bukit Pulaiadalah bekas-bekas pejuang kemerdekaan ketika melawan 
penjajahan Belanda danJepang. Tiga orang diantaranya adalah penyandang gelar 
Perintis Kemerdekaan RIdari Pemerintah Sukarno. Penulis mengelaborasi lebih 
lanjut tentangPeristiwa 30 September itu sendiri yang memakan korban hampir 3 
juta manusiatak bersalah. Penulis meletakkan kesalahan terbesar pada kepasifan 
pimpinanPKI, yang setelah Angkatan Darat dibawah pimpinan Jenderal Suharto 
mulaimelakukan penangkapan dan pembunuhan-pembunuhan, pimpinan PKI 
tidakmengomandokan perlawanan. Penulis bahkan menyesalkan sikap pimpinan PKI 
diluarnegeri yang dalam waktu lama memegang teguh ”garis tidak melawan” 
pimpinanpartai di Indonesia. Mereka bahkan menindas kritik-kritik dari para 
anggotayang mengusulkan agar delegasi CC PKI di luarnegeri mengambil oper 
pimpinan danmenyerukan perlawanan. Akibatnya, seperti dikatakan penulis 
dalamThe Bridge, “It led to the brutal murder of millions of unarmed citizens 
andParty leaders as easy as killing sitting ducks with their legs amputated 
andhands tied to their back”. Kembali pada kisah cintatak sampai antara Koon 
Seng dan Swee Lan, cerita ditutup dengan dialog yangsangat indah ketika Swee 
Lan mengunjungi Koon Seng di rumah sakit akibatterlibat kecelakaan lalu lintas. 
Ketika itu Swee Lan telah dikaruniai seoranganak dari perkawinannya dengan Wang 
Ming, dan Koon Seng telah berhasilmembebaskan dirinya dari belenggu patah hati. 
Meskipun tidak diutarakan dalam kata-katapenulis berhasil melukiskan bahwa 
sebenarnya rasa cinta mereka berdua tidaklahpadam. Namun mereka berhasil 
memahami dan menerima posisi masing-masing.Sungguh suatu pertemuan kembali dan 
dialog yang indah.  TOMILJAS  ==StockholmNovember 2017==    #yiv5581532656 
#yiv5581532656 -- #yiv5581532656ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-mkp #yiv5581532656hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mkp #yiv5581532656ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mkp .yiv5581532656ad 
{padding:0 0;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mkp .yiv5581532656ad p 
{margin:0;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mkp .yiv5581532656ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-sponsor 
#yiv5581532656ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-sponsor #yiv5581532656ygrp-lc #yiv5581532656hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-sponsor #yiv5581532656ygrp-lc .yiv5581532656ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5581532656 #yiv5581532656actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5581532656
 #yiv5581532656activity span {font-weight:700;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv5581532656 #yiv5581532656activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5581532656 #yiv5581532656activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv5581532656 #yiv5581532656activity span 
.yiv5581532656underline {text-decoration:underline;}#yiv5581532656 
.yiv5581532656attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv5581532656 .yiv5581532656attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv5581532656 .yiv5581532656attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5581532656 .yiv5581532656attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5581532656 .yiv5581532656attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv5581532656 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv5581532656 .yiv5581532656bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5581532656 
.yiv5581532656bold a {text-decoration:none;}#yiv5581532656 dd.yiv5581532656last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5581532656 dd.yiv5581532656last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5581532656 
dd.yiv5581532656last p span.yiv5581532656yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv5581532656 div.yiv5581532656attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv5581532656 div.yiv5581532656attach-table 
{width:400px;}#yiv5581532656 div.yiv5581532656file-title a, #yiv5581532656 
div.yiv5581532656file-title a:active, #yiv5581532656 
div.yiv5581532656file-title a:hover, #yiv5581532656 div.yiv5581532656file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5581532656 div.yiv5581532656photo-title a, 
#yiv5581532656 div.yiv5581532656photo-title a:active, #yiv5581532656 
div.yiv5581532656photo-title a:hover, #yiv5581532656 
div.yiv5581532656photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5581532656 
div#yiv5581532656ygrp-mlmsg #yiv5581532656ygrp-msg p a 
span.yiv5581532656yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5581532656 
.yiv5581532656green {color:#628c2a;}#yiv5581532656 .yiv5581532656MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv5581532656 o {font-size:0;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656photos div {float:left;width:72px;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5581532656
 #yiv5581532656reco-category {font-size:77%;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656reco-desc {font-size:77%;}#yiv5581532656 .yiv5581532656replbq 
{margin:4px;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-mlmsg select, #yiv5581532656 input, #yiv5581532656 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-mlmsg pre, #yiv5581532656 code {font:115% 
monospace;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-mlmsg #yiv5581532656logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-msg 
p#yiv5581532656attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-reco #yiv5581532656reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-sponsor 
#yiv5581532656ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-sponsor #yiv5581532656ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-sponsor #yiv5581532656ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv5581532656 #yiv5581532656ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5581532656 
#yiv5581532656ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv5581532656 

   

Kirim email ke