Setia Novanto rupanya berharap anggota2 DPR yang tiap kali dapat bagian
akan setia terus
mendukung dia sampai berhasil merevisi KPK hingga dia lolos jerat KPK ?
Rupanya selama ini dia siapkan safehouse untuk sembunyi ?
Kalau toch tertangkap, akan bilang tidak ada perintah presiden dia harus
datang di KPK ?



2017-11-16 2:00 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Dunia jadi terbalik-balik, ... siapa yang taat HUKUM dan siapa berlakukan
> kebal HUKUM, siapa yang GILA sesungguhnya? Kasus Setya Novanto menjadi
> TANTANGAN HUKUM dinegeri ini, ...!
>
>
> *From:* Awind [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, November 16, 2017 7:14 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
> http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/01330181/kpk-
> terbitkan-surat-perintah-penangkapan-terhadap-setya-novanto
> KPK Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Terhadap Setya Novanto
> Robertus Belarminus
> Kompas.com - 16/11/2017, 01:33 WIB
> [image: Polisi berjaga di depan rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan
> Wijaya XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017). Komisi Pemberantasan
> Korupsi (KPK) menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto sejak pukul 21.40
> WIB.]
> Polisi berjaga di depan rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya
> XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi
> (KPK) menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto sejak pukul 21.40 
> WIB.(Kompas.com/Garry
> Lotulung)
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com* - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK
> <http://indeks.kompas.com/tag/KPK>) menerbitkan surat perintah
> penangkapan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto
> <http://indeks.kompas.com/tag/Setya-Novanto>.
>
> KPK sebelumnya mengimbau agar Novanto menyerahkan dirinya. Tim KPK yang
> mendatangi kediaman Novanto tidak mendapati yang bersangkutan di rumah.
>
> Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat perintah penangkapan
> tersebut diterbitkan KPK karena ada kebutuhan penyidikan oleh KPK dalam kasus
> e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/kasus-e-KTP>.
>
> (Baca juga : KPK Belum Simpulkan Setya Novanto Melarikan Diri
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/01201761/kpk-belum-simpulkan-setya-novanto-melarikan-diri>
> )
>
> Novanto sebelumnya tiga kali tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi
> untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo. Termasuk
> dalam pemanggilan hari ini untuk diperiksa sebagai tersangka.
>
> "Karena ada kebutuhan penyidikan KPK menerbitkan surat perintah
> penangkapan terhadap SN dalam dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik,"
> kata Febri, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/11/2017).
>
> (Baca juga : KPK Merasa Sudah Lakukan Upaya Persuasif terhadap Novanto
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/01161541/kpk-merasa-sudah-lakukan-upaya-persuasif-terhadap-novanto>
> )
>
> Tim KPK, lanjut Febri, saat ini sedang melakukan pencarian. Pihaknya
> mengimbau agar Novanto menyerahkan diri.
>
> "Kami harapkan kalau ada itikad baik terbuka bagi SN untuk menyerahkan
> diri ke kantor KPK dan proses hukum ini berjalan baik," ujar Febri.
> Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
>
>    - Dugaan Korupsi Proyek E-KTP
>    
> <http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/3058/dugaan.korupsi.proyek.e-ktp>
>    - Sepak Terjang Setya Novanto
>    
> <http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/3832/sepak.terjang.setya.novanto>
>
> PenulisRobertus Belarminus
> EditorDiamanty Meiliana
>
>
>
>
> ========================
>
>
>
> http://nasional.kompas.com/read/2017/11/15/22553041/
> fahri-hamzah-saya-tak-percaya-novanto-dijemput-paksa-kita-sudah-gila
>
>
> Fahri Hamzah: Saya Tak Percaya Novanto Dijemput Paksa, Kita Sudah Gila
> Ihsanuddin
> Kompas.com - 15/11/2017, 22:55 WIB
> [image: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan,
> Jakarta, Selasa (7/11/2017).]
> Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,
> Selasa (7/11/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com* - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah
> terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya
> menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto.
>
> "Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah
> datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya,
> mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara," kata Fahri, Rabu (15/11/2017).
>
> Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya
> Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan
> rumor tersebut.
>
> "Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila," kata Fahri.
>
> (Baca juga: Tiba di Kediaman Novanto, Penyidik KPK Tak Diizinkan Masuk
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/15/22014691/tiba-di-kediaman-novanto-penyidik-kpk-tak-diizinkan-masuk>
> )
>
> Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya
> novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia.
>
> "Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi," kata
> dia.
>
> Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai
> saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai
> tersangka juga mangkir.
>
> Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua
> DPR itu.
>
> Selain itu, berdasarkan pantauan *Kompas.com*, sejumlah petugas
> kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang
> membawa senapan laras panjang yang berjaga.
> Ketua DPR Setya Novanto mangkir lagi dari panggilan Komisi Pemberantasan
> Korupsi.(Kompas TV)
> PenulisIhsanuddin
> EditorBayu Galih
> Tag:
>
>    - Setya Novanto Tersangka
>    <http://indeks.kompas.com/tag/Setya-Novanto-Tersangka>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke