Sudah terbang naik helikopter atau pesawat pribadi bossnya atau lagi enak2 di tempat peristirahatan yang mewah, yang dijaga ketat, atau sudah di kapal di perairan internasional ?
2017-11-16 6:00 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Hanya di Indonesia ada ketua DPR jadi buron, tidak hadir dipanggil KPK. > Hukum berlaku bagi semua warga, termasuk Setya Novanto. Koq Golkar diem > seribu basa.??? Apakah Golkar tak punya kader sekaliber Novanto??? > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* 'Chan CT' [email protected] [nasional-list] < > [email protected]> > *Kepada:* GELORA_In <[email protected]> > *Terkirim:* Kamis, 16 November 2017 03.33.52 GMT+1 > *Judul:* [nasional-list] Fw: [GELORA45] KPK Terbitkan Surat Perintah > Penangkapan Terhadap Setya Novanto ----- Fahri Hamzah: Saya Tak Percaya > Novanto Dijemput Paksa, Kita Sudah Gila > > > > Dunia jadi terbalik-balik, ... siapa yang taat HUKUM dan siapa berlakukan > kebal HUKUM, siapa yang GILA sesungguhnya? Kasus Setya Novanto menjadi > TANTANGAN HUKUM dinegeri ini, ...! > > > *From:* Awind [email protected] [GELORA45] > *Sent:* Thursday, November 16, 2017 7:14 AM > > > > > > > > > http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/01330181/kpk- > terbitkan-surat-perintah-penangkapan-terhadap-setya-novanto > KPK Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Terhadap Setya Novanto > Robertus Belarminus > Kompas.com - 16/11/2017, 01:33 WIB > Polisi berjaga di depan rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya > XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi > (KPK) menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto sejak pukul 21.40 > WIB.(Kompas.com/Garry > Lotulung) > > *JAKARTA, KOMPAS.com* - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK > <http://indeks.kompas.com/tag/KPK>) menerbitkan surat perintah > penangkapan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto > <http://indeks.kompas.com/tag/Setya-Novanto>. > > KPK sebelumnya mengimbau agar Novanto menyerahkan dirinya. Tim KPK yang > mendatangi kediaman Novanto tidak mendapati yang bersangkutan di rumah. > > Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat perintah penangkapan > tersebut diterbitkan KPK karena ada kebutuhan penyidikan oleh KPK dalam kasus > e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/kasus-e-KTP>. > > (Baca juga : KPK Belum Simpulkan Setya Novanto Melarikan Diri > <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/01201761/kpk-belum-simpulkan-setya-novanto-melarikan-diri> > ) > > Novanto sebelumnya tiga kali tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi > untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo. Termasuk > dalam pemanggilan hari ini untuk diperiksa sebagai tersangka. > > "Karena ada kebutuhan penyidikan KPK menerbitkan surat perintah > penangkapan terhadap SN dalam dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik," > kata Febri, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/11/2017). > > (Baca juga : KPK Merasa Sudah Lakukan Upaya Persuasif terhadap Novanto > <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/01161541/kpk-merasa-sudah-lakukan-upaya-persuasif-terhadap-novanto> > ) > > Tim KPK, lanjut Febri, saat ini sedang melakukan pencarian. Pihaknya > mengimbau agar Novanto menyerahkan diri. > > "Kami harapkan kalau ada itikad baik terbuka bagi SN untuk menyerahkan > diri ke kantor KPK dan proses hukum ini berjalan baik," ujar Febri. > Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: > > - Dugaan Korupsi Proyek E-KTP > > <http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/3058/dugaan.korupsi.proyek.e-ktp> > - Sepak Terjang Setya Novanto > > <http://indeks.kompas.com/topik-pilihan/list/3832/sepak.terjang.setya.novanto> > > PenulisRobertus Belarminus > EditorDiamanty Meiliana > > > > > ======================== > > > > http://nasional.kompas.com/read/2017/11/15/22553041/ > fahri-hamzah-saya-tak-percaya-novanto-dijemput-paksa-kita-sudah-gila > > > Fahri Hamzah: Saya Tak Percaya Novanto Dijemput Paksa, Kita Sudah Gila > Ihsanuddin > Kompas.com - 15/11/2017, 22:55 WIB > Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, > Selasa (7/11/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) > > *JAKARTA, KOMPAS.com* - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah > terkejut dengan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang diduga berupaya > menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto. > > "Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto, itu pasti perintah > datang dari orang kuat di negara ini, sehingga aparat kepolisian khususnya, > mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara," kata Fahri, Rabu (15/11/2017). > > Fahri mengaku sudah mendengar rumor terkait upaya penjemputan paksa Setya > Novanto yang dilakukan malam ini. Namun, ia sempat tidak percaya dengan > rumor tersebut. > > "Saya tidak percaya bahwa kita semua sudah gila," kata Fahri. > > (Baca juga: Tiba di Kediaman Novanto, Penyidik KPK Tak Diizinkan Masuk > <http://nasional.kompas.com/read/2017/11/15/22014691/tiba-di-kediaman-novanto-penyidik-kpk-tak-diizinkan-masuk> > ) > > Menurut Fahri, keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya > novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum di Indonesia. > > "Presiden Jokowi harus bertanggung jawab apabila hal itu terjadi," kata > dia. > > Setya Novanto sebelumnya sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK sebagai > saksi kasus E-KTP. Lalu pada Rabu hari ini, Novanto yang diperiksa sebagai > tersangka juga mangkir. > > Akhirnya pada Rabu malam ini, sejumlah penyidik KPK mendatangi rumah Ketua > DPR itu. > > Selain itu, berdasarkan pantauan *Kompas.com*, sejumlah petugas > kepolisian juga terlihat berjaga. Bahkan, ada aparat kepolisian yang > membawa senapan laras panjang yang berjaga. > Ketua DPR Setya Novanto mangkir lagi dari panggilan Komisi Pemberantasan > Korupsi.(Kompas TV) > PenulisIhsanuddin > EditorBayu Galih > Tag: > > - Setya Novanto Tersangka > <http://indeks.kompas.com/tag/Setya-Novanto-Tersangka> > > > > > > > > > > > > >
