Lantas selama ini MUI apa kerjanya? Kan CUMA ngurusi Islam bukan......?
Kalau pengen dibentuk Menteri Pesantren mestinya MUI dibubarkan
dulu.......! Masak semuanya cuma ngurusi Islam.....ada Derpartmen Agama
(umumnya)....ngurusi Islam......ada MUI ngurusi Islam.......pengen
Menteri Pesantren juga bakal ngurusi Islam tentunya .......Ya mbok yang
adillah kalau jadi penguasa itu........!!!
------ Original Message ------
From: "kh djie [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To: "Gelora45" <[email protected]>; "Karma, I Nengah [PT.
BI-POS]" <[email protected]>
Sent: Friday, 24 Nov, 2017 At 11:07 AM
Subject: Re: [GELORA45] Ketua PBNU Usulkan Ada Menteri Bidang Pesantren
Tidak akan ada orang nganggur, kalau semua dapat pekerjaan........
2017-11-24 0:57 GMT+01:00 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]'
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]> >:
Wah… kalau begitu hindu, buda, Kristen, katolik perlu juga ada Menteri,
karena mereka semua punya sekolah agama?
From: [email protected] <mailto:[email protected]>
[mailto:[email protected] <mailto:[email protected]> ]
Sent: Friday, November 24, 2017 5:20 AM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Ketua PBNU Usulkan Ada Menteri
Bidang Pesantren
Kalau dibuat Kementrian Pesantren disamping Kementrian Agama maka bisa
dijamin jalan terbuka lebar bagi rakyat (umat) untuk ke taman firdaus
yang penuh kelimpahan abadi, demikian kata seorang petinggi ilmu
surgawi.
Dalam APBN dinyatakan bahwa anggaran untu kementrian agama dua kali
lebih besar dari kementrian agraria, jadi kalau akan ada kementrian
pesantren, maka biaya untuk mencapai taman Firdaus bisa sangat besar
sesuai kebutuhan untuk masuk ke taman Firdaus penuh dengan bidadari
cantik nan sexy.Sial bagi mereka yang tidak masuk pesantren.
http://mediaindonesia.com/news/read/133464/ketua-pbnu-usulkan-ada-menteri-bidang-pesantren/2017-11-23
<http://mediaindonesia.com/news/read/133464/ketua-pbnu-usulkan-ada-menteri-bidang-pesantren/2017-11-23>
Ketua PBNU Usulkan Ada Menteri Bidang Pesantren
Kamis, 23 November 2017 19:16 WIB Penulis: Yusuf Riaman
<http://mediaindonesia.com/files/news/2017/11/aqil.jpg>
MI/Yusuf Riaman
KETUA Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj menyampaikan kepada Presiden Joko
Widodo bahwa sudah saatnya Indonesia mempunyai Menteri Bidang Pesantren
karena jumlah pesantren yang tersebar sudah lebih dari 20 ribu.
"Karena selama ini pesantren yang jumlahnya 20 ribu itu tidak pernah
dianggap lembaga pendidikan, tidak pernah mendapat support APBN maupun
APBD," kata Said Aqil ketika memberikan sambutan jelang pembukaan Munas
dan Konbes PBNU di gedung Islamic Center, Mataram, Kamis (23/11).
Dikatakan Said, aspirasi tentang perlunya ada Kementerian bidang
Pesantren datang dari banyak kyai. Hal lain yang diungkapkan oleh Said
adalah soal UUD KUHP yang merupakan zaman warisan Belanda, Prancis,
Romawi yang di sana sudah tidak dipakai tetapi di Indonesia masih
dipakai.
Said mengatakan, rencana tentang UU KUHP ini sebetulnya sudah ada sejak
1969 tetapi hingga saat ini anggota DPR yang terhormat kurang
bersemangat rapat UU KUHP. "Entah kenapa, apa karena tidak ada anunya
apa ya. Sebaliknya kalau membahas UU Politik cepat banget seminggu
selesai, tapi UU KUHP nggak jalan-jalan rupanya butuh pelicin supaya
jalan," kata Said Aqil.
Hal lain disampaikan Said Aqil adalah soal jual beli frekwensi
dimonopoli suap, dijadikan komoditi dagangan padahal itu milik bersama.
Apa hukumnya itu," kata Said Aqil.
Dia juga mempertanyakan tentang hukum dana haji yang digunakan untuk
membangun infrastruktur. Apa hukumnya dan seperti apa akadnya," tukas
Said.
Begitu juga dengan undang-undang disabilitas, banyak ditemukan difabel
datang lebih awal ke masjid datang jam 10 supaya dapat pahala gajah, eh
sampai di masjid tidak boleh di depan harus di belakang. "Maunya dapat
pahalah gajah malah dapat telur puyuh, karena bawa kursi roda dianggap
kotor, ini perlu dipikirkan," kata Said.
Said juga mempertanyakan tentang redistribusi aset yang juga akan
dibicarakan dalam Munas dari perpektif fiqih Islam, "Yang lebih penting
lagi sebut Said, etika berbangsa dan bernegara, NU saja ada etikanya,
berhormat saja ada etikanya masa berbangsa dan bernegara tidak ada
etikanya," katanya
Semua itu, kata Said, nanti akan dibahas di Munas, semuanya ada 18 item
pertanyaan dan Itu akan dijawab oleh para kiyai dua hari selesai, "Kalau
di luar NU tiga bulan tidak selesai-selesai, betul-betul saya tidak
bercanda," pungkasnya.(OL-3)