Apa yang kamu sebut koreksi malah pemutarbalikkan! Kamu samakan Mao dengan
Deng!!! Ini bukan soal memadukan teori dengan praktek saja, tapi khusus soal
reform dalam pendidikan yang menjungkir balikkan peraturan dan kebiasaan
borjuis yang dijalankan oleh para penguasa revisionis dalam dunia kebudayaan
dan pendidikan!!! Dalam film itu jelas dimana sekolah akan didirikan ( di
pedesaan bukan dikota seperti yang diinginkan kaum remo), siapa muridnya
(anak-anak kaum tani yang selalu kamu hina dan remehkan sebagai orang-orang
yang bodoh dan jorok!). Dan diperlihatkan juga bahwa yang menentang reform ini
justru orang-orang pimpinan Partai. Ini cocok dengan kenyataan, karena
orang-orang yang mengambil jalan kapitalis adalah pimpinan partai di berbagai
badan Partai dari pusat sampai tingkat daerah dan juga negara.
Kamu tidak mengerti bahwa pertarungan antara pikiran lama/feodal/borjuis dengan
pikiran proletar SESUNGGUHNYALAH perjuangan antara dua garis!!! Siapa yang
membela pikiran lama/feodal dan borjuis?? Jelas bukan pengikutnya Mao, tapi
pengikutnya Liu-Deng!! Terbukti dengan menangnya garis revisionis dan restorasi
kapitalis maka pikiran yang berdominasi sekarang adalah pikiran feodal dan
borjuis...pemulihan Konghucu, apa artinya itu? Kalau bukan perjuangan dua garis
yang UNTUK SEMENTARA dimenangkan oleh garis revisionis-restorasi kapitalis!!!
Kamu memang tidak mengerti dan anti RBKP!! Tidak mengerti perlunya melancarkan
revolusi dibawah kondisi kediktaturan proletar.Kamu ingin memberi kesan, bahkan
menuduh seolah-olah orang orang yang melancarkan revolusi adalah orang-orang
yang kejam, berdarah dingin, haus darah dan menginginkan jatuh korban
banyak!!!! Aku tidak ragu-ragu bilang kamu orang reaksioner, karena memang
logikamu adalah logika imperialis!! Dalam revolusi dan perang sudah tentu
banyak jatuh korban. Tapi yang kamu salahkan adalah orang komunisnya, tak
sepatah katapun tentang kekejaman kaum reaksioner dan kaum imperialis yang
justru WATAK KELAS nya menentukan kekejaman dan kelakuan binatangnya!! Tidak
heran, Lenin, Stalin dan Mao selalu dituduh sebagai pembunuh! Sikapmu sama
sekali tidak ada bedanya dengan sikap kaum reaksioner dan kaum imperialis!
Sampai-sampai kau juga menuntut PKI minta maaf, seperti yang dituntut oleh
para jenderal!!! Kau letakkan para jenderal fasis, antek kaum imperialis,
sejajar dengan PKI yang apapun kesalahannya, tetap merupakan partainya rakyat
tertindas dan terhisap!!! Sikap apa itu!! Kalau bukan sikap reaksioner!!!
Kamu mengeluh hanya 6 karya kebudayaan revolusioner selama berlangsungnya
RBKP!! Nah, sekali lagi kamu cerminkan watak reaksionermu!! Tentu kamu senang
dengan karya kebudayaan Tkk sekarang ya?!! Jutaan karya kebudayaan dilahirkan
oleh kapitalisme sekarang, adakah yang menjunjung kaum buruh, kaum tani, kaum
pekerja pada umumnya??? Adakah yang patut dibanggakan!! Sebaliknya kamu sama
sekali tidak mau tahu bahwa melahirkan karya baru revolusioner pada jaman RBKP
bukanlah pekerjaan gampang, karena masih harus menghadapi tentangan dari kaum
revisionis yang menguasai bidang kebudayaan. Tjiang Tjing banyak menghadapi
perlawanan!! Jalannya tidak mulus dan gampang!!! Sedikit tapi bermutu dan
menjadi contoh teladan bagi kaum revolusioner sedunia bagaimana seharusnya
menjalankan revolusi dalam bidang kebudayaan!!!
On Tuesday, January 9, 2018 5:40 AM, "'Chan CT' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Kalau boleh saya koreksi sedikit, ya. Film ini dibuat sebelum FBKP
meledak, diawal tahun 1960an, yang meengkisahkan perjuangan dimana dan
bagaimana mendiririkan Sekolah Universitas Komunis. Karena ingat saya, dimasa
RBKP hanya ada 6 opera/film sebagai teladan kesenian Proletar, diluar 6 teladan
itu TIDAK ada yang lain! Begitu ketentuan Jiang Qing yang sangat radikal, ...
jadi selama 10 tahun masa RBKP rakyat Tiongkok hanya bisa melihat ke-6
opera/film teladan itu saja. Saya malah lebih tertarik dengan semangat
memadukan teori dengan praktek yang ditekankan dalam film ini, ... begitulah
Ketua Mao begitu juga Deng! Kisah mendirikan sekolah Komunisme itu hendak
dibangun dimana, siapa muridnya dan bagaimana penekanannya memadukan teori
dengan praktek, sesuai kehidupan didesa yang dihadapi tani-miskin, .... dalam
produksi? Hanya saja sayang pertarungan sengit antara pemikiran lama,
feodal/borjuis dengan pemikiran proletar dibenturkan menjadi perjuangan 2
garis, 2 jalan yang kemudian tidak terdamaikan! Padahal kalau berdasarkan
ajaran Ketua Mao, seharusnya lebih menekankan PENDIDIKAN dalam mengubah
pemikiran ideologi orang, tidak dilabrak saja deengan terus ditingkatkan
menjadi RBKP yg akhirnya terlalu banyak KORBAN, ... Tidak perlu begitu!
Salam,ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent:
Monday, January 8, 2018 8:32 PMTo: GELORA_In Subject: [GELORA45] Fw:
[temu_eropa] nonton film!
On Friday, January 5, 2018 6:10 PM, "Tatiana Lukman [email protected]
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
Film ini dibuat selama berlangsung RBKP yang oleh pimpinan PKT revisionis
dalam dokumen resminya dicap sebagai kesalahan Mao. Mereka yang dengan jujur
mempelajari dokumen-dokumen PKT yang dikeluarkan selama RBKP, apalagi mereka
yang pernah tinggal di Tkk, pasti akan bisa mengenali masalah yang menjadi tema
film ini. Dalam film ini, misalnya, tercermin dengan jelas politik pembang unan
sosialis Mao dalam bidang pendidikan. Dalam RBKP diterapkan secara masif
perpaduan antara belajar dan bekerja (ban gong ban tu), ujian masuk dihapus dan
prioritas diberikan kepada anak-anak kaum tani dan kaum buruh, dipropagandakan
agar anak-anak kaum tani , setelah tamat universitas, balik ke kampungnya,
bukannya menjadi intelektual dan tinggal di kota. Banyak sekolah dibangun di
pedesaan. Begitulah antara lain, cara Mao mengatasi kontradiksi dan perbedaan
tingkat kebudayaan dan tingkat hidup antara kota dan desa. Bertolak belakang
dengan politik kapitalis Deng yang mengakibatkan petani meninggalkan desanya
(karena pertanian diabaikan) untuk menjadi buruh migran di pabrik-pabrik yang
dibangun di kota dan daerah-daerah ekonomi khusus. Breaking With Old Ideas
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Breaking With Old Ideas
One of the most controversial dramatic films produced in China during the
cultural revolution, "Breaking&qu... | |
|
|
Dalam film tercermin ide-ide revisionis yang menentang ban gong ban tu,
menentang masuknya anak-anak kaum tani ke pendidikan tingkat atas. Ukuran atau
parameter yang digunakan selama RBKP untuk menerima siswa adalah faktor
ideologi dan politik, partisipasi dalam produksi dan pembangunan sosialis,
bukan angka-angka atau diploma. Dalam film ini juga tercermin perjuangan dua
garis dalam pertanian, perjuangan melawan ide-ide revisionis/kapitalis Liu-Deng
yang menganjurkan kembalinya tanah menjadi milik perorangan (berarti meremehkan
semangat kolektif-komune rakyat), kepemilikan tanah berdasarkan keluarga....
#yiv6426715911 #yiv6426715911 -- #yiv6426715911ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-mkp #yiv6426715911hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mkp #yiv6426715911ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mkp .yiv6426715911ad
{padding:0 0;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mkp .yiv6426715911ad p
{margin:0;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mkp .yiv6426715911ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-sponsor
#yiv6426715911ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-sponsor #yiv6426715911ygrp-lc #yiv6426715911hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-sponsor #yiv6426715911ygrp-lc .yiv6426715911ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6426715911 #yiv6426715911actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6426715911
#yiv6426715911activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6426715911
#yiv6426715911activity span {font-weight:700;}#yiv6426715911
#yiv6426715911activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6426715911 #yiv6426715911activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6426715911 #yiv6426715911activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6426715911 #yiv6426715911activity span
.yiv6426715911underline {text-decoration:underline;}#yiv6426715911
.yiv6426715911attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6426715911 .yiv6426715911attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6426715911 .yiv6426715911attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6426715911 .yiv6426715911attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6426715911 .yiv6426715911attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6426715911 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6426715911 .yiv6426715911bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6426715911
.yiv6426715911bold a {text-decoration:none;}#yiv6426715911 dd.yiv6426715911last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6426715911 dd.yiv6426715911last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6426715911
dd.yiv6426715911last p span.yiv6426715911yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6426715911 div.yiv6426715911attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6426715911 div.yiv6426715911attach-table
{width:400px;}#yiv6426715911 div.yiv6426715911file-title a, #yiv6426715911
div.yiv6426715911file-title a:active, #yiv6426715911
div.yiv6426715911file-title a:hover, #yiv6426715911 div.yiv6426715911file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6426715911 div.yiv6426715911photo-title a,
#yiv6426715911 div.yiv6426715911photo-title a:active, #yiv6426715911
div.yiv6426715911photo-title a:hover, #yiv6426715911
div.yiv6426715911photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6426715911
div#yiv6426715911ygrp-mlmsg #yiv6426715911ygrp-msg p a
span.yiv6426715911yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6426715911
.yiv6426715911green {color:#628c2a;}#yiv6426715911 .yiv6426715911MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6426715911 o {font-size:0;}#yiv6426715911
#yiv6426715911photos div {float:left;width:72px;}#yiv6426715911
#yiv6426715911photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6426715911
#yiv6426715911photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6426715911
#yiv6426715911reco-category {font-size:77%;}#yiv6426715911
#yiv6426715911reco-desc {font-size:77%;}#yiv6426715911 .yiv6426715911replbq
{margin:4px;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-mlmsg select, #yiv6426715911 input, #yiv6426715911 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-mlmsg pre, #yiv6426715911 code {font:115%
monospace;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-mlmsg #yiv6426715911logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-msg
p#yiv6426715911attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-reco #yiv6426715911reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-sponsor
#yiv6426715911ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-sponsor #yiv6426715911ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-sponsor #yiv6426715911ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6426715911 #yiv6426715911ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6426715911
#yiv6426715911ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6426715911