ada IPB ( Institut Pertanian Bogor) buat apa?  

 


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Iyaaa, ... masalah pertanian ternyata cukup rumit dan harus ada orang yang 
meneliti sebaik-baiknya untuk menemukan bibit-unggul, pupuk, mengatasi hama 
dll, ... sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian. 
  
 Ternyata bibit unggul disini TIDAK MESTI juga unggul ditempat lain, sebaliknya 
bisa gagal panen ditempat yang berlainan atau terjadi perubahan setelah turunan 
keberapa dari tanaman itu! Artinya, bibit unggul itu harus sesuai dengan 
kondisi tanah, dan iklim setempat, tidak berlaku universal dimana secara 
MUTLAK. Dan bibit-unggul itu juga bisa berubah sebaliknya setelah beberapa 
turunan, ditahun ke3-4, ... tidak akan terus bertahan unggul! Jadi, tetap harus 
melakukan penemuan, perubahan-perubahan yang selalu terjadi, ...
  
 Begitu juga dengan penggunaan pupuk kimia yang biasa digunakan dipertanian, 
ternyata merusak kondisi tanah. Itu sudah saya ketahui saat didesa di Tiongkok, 
petani tua disana yang membimbing kami, bilang, itu sebabnya setelah panen, 
tanah harus dibalik agak dalam. Kalau tidak, hasil panen berikut akan merosot, 
... Hanya saja ketika itu dia tidak menemukan jalan keluar yang lebih baik utk 
gantikan pupuk-kimia yang digunakan, pupuk kandang dan kompos sekalipun juga 
digunakan tetap tidak cukup!
  
 Ada lagi yang menyatakan, sebidang tanah juga akan berubah, rusak kalau hanya 
ditanam SEJENIS tanaman! Ditahan pertama-kedua mungkin masih bisa menghasilkan 
panen yang bagus, tapi setelah itu panen akan merosooot, ... dan berubah! Tanah 
juga harus dibalik agak dalam setelah panen atau ditanam dengan tanaman jenis 
lain, ...
  
 Tapi, ... sungguh sayang kalau orang macam Surono yang berhasil menemukan 
bibit SERTANI unggul tidak mendapatkan PERHATIAN dan ditunjang Pemerintah untuk 
melanjutkan penelitiannya dan menyebarluaskan bibit-unggul SERTANI itu 
didesa-desa agar swasembada BERAS bisa lebih cepat terwujud menjadi kenyataan!
  
 Salam,
 ChanCT
  
  
 
 From: kh djie djiekh@... [GELORA45] 
 Sent: Wednesday, January 17, 2018 6:49 AM
 To: Gelora45 
 Subject: Re: [GELORA45] Re: Belajar kepada kaum tani!


  

   
 https://nirhono.wordpress.com/2010/09/02/singkong-karet/ 
https://nirhono.wordpress.com/2010/09/02/singkong-karet/
  
 2018-01-16 23:47 GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>:
 Eh, keliru : ubi kayu karet.
  
 2018-01-16 23:45 GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>:
 Di Indonesia ada beberapa penemu yang terkenal :
 Pak Mujair.  https://www.biografiku.com/201 2/03/biografi-mujair-penemu- 
ikan-mujair.html 
https://www.biografiku.com/2012/03/biografi-mujair-penemu-ikan-mujair.html
 Greg Hambali. http://internasional.kompas.co m/read/2008/04/09/14331147/gre 
g.hambali.sang.penghulu.tanama n.hias 
http://internasional.kompas.com/read/2008/04/09/14331147/greg.hambali.sang.penghulu.tanaman.hias.
 Felix Fadjar martha. http://indonesia-rainlilies.bl 
ogspot.nl/p/felix-fadjar-marth a-zephyranthes-hybrids.html 
http://indonesia-rainlilies.blogspot.nl/p/felix-fadjar-martha-zephyranthes-hybrids.html
 http://indonesia-rainlilies.bl ogspot.nl/p/blog-page.html 
http://indonesia-rainlilies.blogspot.nl/p/blog-page.html
 Saya kenal Fadjar dari milis. 2 tahun yang lalu bertemu di Jakarta. Dia 
lulusan Hukum Internasional. Dapat berbahasa
 jepang dengan lancar. Jadi manager di perusahaan Jepang. Setelah pensiun 
kembangkan minatnya di tanaman hias.
 Diajari oleh temannya, Greg Hambali. Seperti Greg, dia juga berhasil 
menciptakan tanaman baru, hingga sangat
 terkenal di dunia internasional.
 50 tahun yang lalu, seorang kenalan, petani tembakau di Boyolali, bawa 
beberapa potong batang ubi kayu (cassave),
 karena saya tertarik dengan ubi kayunya yang besar2. Eh, dia minta pacul, 
terus dia yang macul 1mX 1m X 1 m, lalu
 diisi penuh dengan pupuk kandang yang sudah jadi. Waktu panen, saya timbang, 
dapat 35 kg satu pohon.
 Itu belum yang belakangan ditemukan, ubi kayu yang disambung dengan pohon 
karet, bisa hasilkan 100 kg per pohon.
 http://pangan.litbang.pertania n.go.id/files/3BertanamUbikayu 
SistemMukibat.pdf 
http://pangan.litbang.pertanian.go.id/files/3BertanamUbikayuSistemMukibat.pdf
 Tetapi ya butuh pupuk kandang, yang selain mengandung banyak zat hara, juga 
sangat bagus memperbaiki sifat fisik
 tanah, jadi gembur, selalu basah, dan banyak cacing.
  
 2018-01-16 22:03 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:
    
 Boro2 belajar sama pak tani, lha wong lahan subur yang ada mau dibikin gersang 
tandus buat pabrik semen sama tambang emas kok.
 Pak tani itu khan tinggal distempel PKI saja sudah beres, sudah ada arit-nya 
tinggal ditambah palu.
  
  
 ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :

 Belajarlah kepada pak tani untuk swasembada dan kedaulatan pangan!!
  
  
 https://www.facebook.com/abdoe l.h.jaelani/videos/15230230711 51104/ 
https://www.facebook.com/abdoel.h.jaelani/videos/1523023071151104/

  
  
 Abdul Khalim https://www.facebook.com/abdoel.h.jaelani/videos/1523023071151104/

  
 
   Abdul Khalim Lihat berita ini saya jadi pingin bilang JAN............... 
KEPADA PEMERINTAH
 






 




  




  




  





 

Kirim email ke