Menambahkan sebuah petikan tulisan: DESA Saya bercita - cita semua Desa di Nusantara dipimpin oleh Sarjana Pertanian.. Betapa tidak ? Pertama, betapa sulitnya bagi sarjana pertanian khususnya bekerja di bidang pertanian – mandiri atau terima gaji – karena Ekonomists selalu menyebut usaha pertanian adalah usaha yang “slow growth”. Bagi sarjana ilmu Pertanian, satu - satunya tempat yang bisa memberi peluang berkarya adalah “desa”. Kedua, kesalahan agroteknik oleh ketidak mengertian, akan berakibat sangat parah, meskipun akibat dari kesalahan itu akan nampak sangat lama, seolah -olah tidak berakibat apapun, perlu pengertian yang tidak kurang dari pengertian seorang sarjana pertanian. Ternyata cita-cita ini tidak mudah, bukan karena kesulitan mencari atau mencetak Sarjana Pertanian, tetapi karena Desa mempunyai keunikan sendiri yang harus diperhatikan. Desa di Jawa dan di lain pulau di Nusantara umumnya, mereka memilih Pimpinannya, baru akhir-akhir ini saja orang dari lain tempat, menjadi Pimpinan Desa, meskipun tentu saja harus dari penduduk desa tersebut. Apakah PEMERINTAH TIDAK BISA MEMBUAT TROBOSAN, MENCALONKAN SARJANA PERTANIAN ATAU TINGKAT D3 PERTANIAN UNTUK DICALONKAN SEBAGAI LURAH, HINGGA SKRIPSINYA SELESAI :?
salam, Titiek Maslam -------Oorspronkelijk bericht------- Van: kh djie [email protected] [GELORA45] Datum: 17-1-2018 04:46:50 Aan: Gelora45; mj Onderwerp: Re: [GELORA45] Re: Belajar kepada kaum tani! Lulusan IPB justru banyak kerja di bidang lain, seperti Perbankan dll., karena orang kerja di bidang penelitian bisa hidup cukup baik, bisa menyekolahkan anak2nya hingga ke perguruan tinggi. Kalau jumlah pengeluaran pemerintah untuk penelitian kecil sekali, sulit untuk maju. Mestinya paling sedikit untuk peneliti2 yang sudah terbukti kesuksessannya, ada jaminan istimewa, atau ada dukungan dari suatu foundation. 2018-01-17 3:44 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: ada IPB ( Institut Pertanian Bogor) buat apa? ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Iyaaa, ... masalah pertanian ternyata cukup rumit dan harus ada orang yang meneliti sebaik-baiknya untuk menemukan bibit-unggul, pupuk, mengatasi hama dll, ... sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian. Ternyata bibit unggul disini TIDAK MESTI juga unggul ditempat lain, sebaliknya bisa gagal panen ditempat yang berlainan atau terjadi perubahan setelah turunan keberapa dari tanaman itu! Artinya, bibit unggul itu harus sesuai dengan kondisi tanah, dan iklim setempat, tidak berlaku universal dimana secara MUTLAK. Dan bibit-unggul itu juga bisa berubah sebaliknya setelah beberapa turunan, ditahun ke3-4, ... tidak akan terus bertahan unggul! Jadi, tetap harus melakukan penemuan, perubahan-perubahan yang selalu terjadi, .... Begitu juga dengan penggunaan pupuk kimia yang biasa digunakan dipertanian, ternyata merusak kondisi tanah. Itu sudah saya ketahui saat didesa di Tiongkok, petani tua disana yang membimbing kami, bilang, itu sebabnya setelah panen, tanah harus dibalik agak dalam. Kalau tidak, hasil panen berikut akan merosot, ... Hanya saja ketika itu dia tidak menemukan jalan keluar yang lebih baik utk gantikan pupuk-kimia yang digunakan, pupuk kandang dan kompos sekalipun juga digunakan tetap tidak cukup! Ada lagi yang menyatakan, sebidang tanah juga akan berubah, rusak kalau hanya ditanam SEJENIS tanaman! Ditahan pertama-kedua mungkin masih bisa menghasilkan panen yang bagus, tapi setelah itu panen akan merosooot, ... dan berubah! Tanah juga harus dibalik agak dalam setelah panen atau ditanam dengan tanaman jenis lain, ... Tapi, ... sungguh sayang kalau orang macam Surono yang berhasil menemukan bibit SERTANI unggul tidak mendapatkan PERHATIAN dan ditunjang Pemerintah untuk melanjutkan penelitiannya dan menyebarluaskan bibit-unggul SERTANI itu didesa-desa agar swasembada BERAS bisa lebih cepat terwujud menjadi kenyataan! Salam, ChanCT From: kh djie djiekh@... [GELORA45] Sent: Wednesday, January 17, 2018 6:49 AM To: Gelora45 Subject: Re: [GELORA45] Re: Belajar kepada kaum tani! https://nirhono.wordpress.com/2010/09/02/singkong-karet/ 2018-01-16 23:47 GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>: Eh, keliru : ubi kayu karet. 2018-01-16 23:45 GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>: Di Indonesia ada beberapa penemu yang terkenal : Pak Mujair. https://www.biografiku.com/201 2/03/biografi-mujair-penemu- ikan-mujair.html Greg Hambali. http://internasional.kompas.co m/read/2008/04/09/14331147/gre g.hambali.sang.penghulu.tanama n.hias. Felix Fadjar martha. http://indonesia-rainlilies.bl ogspot nl/p/felix-fadjar-marth a-zephyranthes-hybrids.html http://indonesia-rainlilies.bl ogspot.nl/p/blog-page.html Saya kenal Fadjar dari milis. 2 tahun yang lalu bertemu di Jakarta. Dia lulusan Hukum Internasional. Dapat berbahasa jepang dengan lancar. Jadi manager di perusahaan Jepang. Setelah pensiun kembangkan minatnya di tanaman hias. Diajari oleh temannya, Greg Hambali. Seperti Greg, dia juga berhasil menciptakan tanaman baru, hingga sangat terkenal di dunia internasional. 50 tahun yang lalu, seorang kenalan, petani tembakau di Boyolali, bawa beberapa potong batang ubi kayu (cassave), karena saya tertarik dengan ubi kayunya yang besar2. Eh, dia minta pacul, terus dia yang macul 1mX 1m X 1 m, lalu diisi penuh dengan pupuk kandang yang sudah jadi. Waktu panen, saya timbang, dapat 35 kg satu pohon. Itu belum yang belakangan ditemukan, ubi kayu yang disambung dengan pohon karet, bisa hasilkan 100 kg per pohon. http://pangan.litbang.pertania n.go.id/files/3BertanamUbikayu SistemMukibat pdf Tetapi ya butuh pupuk kandang, yang selain mengandung banyak zat hara, juga sangat bagus memperbaiki sifat fisik tanah, jadi gembur, selalu basah, dan banyak cacing. 2018-01-16 22:03 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected]>: Boro2 belajar sama pak tani, lha wong lahan subur yang ada mau dibikin gersang tandus buat pabrik semen sama tambang emas kok. Pak tani itu khan tinggal distempel PKI saja sudah beres, sudah ada arit-nya tinggal ditambah palu. ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote : Belajarlah kepada pak tani untuk swasembada dan kedaulatan pangan!! https://www.facebook.com/abdoe l.h.jaelani/videos/15230230711 51104/ Abdul Khalim Abdul Khalim Lihat berita ini saya jadi pingin bilang JAN............... KEPADA PEMERINTAH
