----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: Gelora45 <[email protected]>; mj 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 17 Januari 2018 04.46.52 GMT+1Judul: Re: 
[GELORA45] Re: Belajar kepada kaum tani!
     

Lulusan IPB justru banyak kerja di bidang lain, seperti Perbankan dll., 
karenaorang kerja di bidang penelitian bisa hidup cukup baik, bisa 
menyekolahkan anak2nya hingga ke perguruan tinggi. Kalau jumlah pengeluaran 
pemerintahuntuk penelitian kecil sekali, sulit untuk maju.Mestinya paling 
sedikit untuk peneliti2 yang sudah terbukti kesuksessannya,ada jaminan 
istimewa, atau ada dukungan dari suatu foundation.
2018-01-17 3:44 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

     
ada IPB ( Institut Pertanian Bogor) buat apa? 




---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Iyaaa, ... masalah pertanian ternyata cukup rumit dan harus ada orang yang 
meneliti sebaik-baiknya untuk menemukan bibit-unggul, pupuk, mengatasi hama 
dll, ... sehingga bisa meningkatkan produksi pertanian.  Ternyata bibit unggul 
disini TIDAK MESTI juga unggul ditempat lain, sebaliknya bisa gagal panen 
ditempat yang berlainan atau terjadi perubahan setelah turunan keberapa dari 
tanaman itu! Artinya, bibit unggul itu harus sesuai dengan kondisi tanah, dan 
iklim setempat, tidak berlaku universal dimana secara MUTLAK.. Dan bibit-unggul 
itu juga bisa berubah sebaliknya setelah beberapa turunan, ditahun ke3-4, ... 
tidak akan terus bertahan unggul! Jadi, tetap harus melakukan penemuan, 
perubahan-perubahan yang selalu terjadi, ..... Begitu juga dengan penggunaan 
pupuk kimia yang biasa digunakan dipertanian, ternyata merusak kondisi tanah. 
Itu sudah saya ketahui saat didesa di Tiongkok, petani tua disana yang 
membimbing kami, bilang, itu sebabnya setelah panen, tanah harus dibalik agak 
dalam. Kalau tidak, hasil panen berikut akan merosot, ... Hanya saja ketika itu 
dia tidak menemukan jalan keluar yang lebih baik utk gantikan pupuk-kimia yang 
digunakan, pupuk kandang dan kompos sekalipun juga digunakan tetap tidak cukup! 
Ada lagi yang menyatakan, sebidang tanah juga akan berubah, rusak kalau hanya 
ditanam SEJENIS tanaman! Ditahan pertama-kedua mungkin masih bisa menghasilkan 
panen yang bagus, tapi setelah itu panen akan merosooot, .... dan berubah! 
Tanah juga harus dibalik agak dalam setelah panen atau ditanam dengan tanaman 
jenis lain, ... Tapi, ... sungguh sayang kalau orang macam Surono yang berhasil 
menemukan bibit SERTANI unggul tidak mendapatkan PERHATIAN dan ditunjang 
Pemerintah untuk melanjutkan penelitiannya dan menyebarluaskan bibit-unggul 
SERTANI itu didesa-desa agar swasembada BERAS bisa lebih cepat terwujud menjadi 
kenyataan! Salam,ChanCT  From: kh djie djiekh@... [GELORA45] Sent: Wednesday, 
January 17, 2018 6:49 AMTo: Gelora45 Subject: Re: [GELORA45] Re: Belajar kepada 
kaum tani!   

https://nirhono.wordpress..com/ 2010/09/02/singkong-karet/ 2018-01-16 23:47 
GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>:

 
 Eh, keliru : ubi kayu karet.      2018-01-16 23:45 GMT+01:00 kh djie 
<djiekh@...>:
 
  
Di Indonesia ada beberapa penemu yang terkenal :
 Pak Mujair.  https://www.biografiku.com/201 2/03/biografi-mujair-penemu- 
ikan-mujair.html Greg Hambali. http://internasional.kompas.co 
m/read/2008/04/09/14331147/gre g.hambali.sang.penghulu.tanama n.hias. Felix 
Fadjar martha. http://indonesia-rainlilies.bl ogspot.nl/p/felix-fadjar-marth 
a-zephyranthes-hybrids.html http://indonesia-rainlilies.bl 
ogspot..nl/p/blog-page..html Saya kenal Fadjar dari milis. 2 tahun yang lalu 
bertemu di Jakarta.. Dia lulusan Hukum Internasional. Dapat berbahasa jepang 
dengan lancar. Jadi manager di perusahaan Jepang. Setelah pensiun kembangkan 
minatnya di tanaman hias. Diajari oleh temannya, Greg Hambali. Seperti Greg, 
dia juga berhasil menciptakan tanaman baru, hingga sangat terkenal di dunia 
internasional. 50 tahun yang lalu, seorang kenalan, petani tembakau di 
Boyolali, bawa beberapa potong batang ubi kayu (cassave), karena saya tertarik 
dengan ubi kayunya yang besar2. Eh, dia minta pacul, terus dia yang macul 1mX 
1m X 1 m, lalu diisi penuh dengan pupuk kandang yang sudah jadi. Waktu panen, 
saya timbang, dapat 35 kg satu pohon. Itu belum yang belakangan ditemukan, ubi 
kayu yang disambung dengan pohon karet, bisa hasilkan 100 kg per pohon. 
http://pangan.litbang.pertania n.go.id/files/3BertanamUbikayu SistemMukibat.pdf 
Tetapi ya butuh pupuk kandang, yang selain mengandung banyak zat hara, juga 
sangat bagus memperbaiki sifat fisik tanah, jadi gembur, selalu basah, dan 
banyak cacing.     2018-01-16 22:03 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
[GELORA45] <[email protected]>:
 
         Boro2 belajar sama pak tani, lha wong lahan subur yang ada mau dibikin 
gersang tandus buat pabrik semen sama tambang emas kok. Pak tani itu khan 
tinggal distempel PKI saja sudah beres, sudah ada arit-nya tinggal ditambah 
palu.     ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :

   Belajarlah kepada pak tani untuk swasembada dan kedaulatan pangan!!     
https://www.facebook.com/abdoe l.h.jaelani/videos/15230230711 51104/
     Abdul Khalim
    
|  
|  
|  
|  |   |

 |

 |
|  
|    |  
Abdul Khalim
 Lihat berita ini saya jadi pingin bilang JAN................ KEPADA PEMERINTAH 
|  |

 |

 |


 
  
  

  

   

    

Kirim email ke