Peran yang mirip juga dilakukan oleh Bulog, makanya si Ahok bilang pingin jadi Kabulog.Cuman kelihatannya dalam penyimpanan beras Bulog kurang begitu teratur karena kemudian banyak yang bulukan. yg dibagikan dalam bentuk raskin - beras miskin, mungkin ya pola first in first out tidak sepenuhnya diterapkan.
---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Petani yang tergabung dalam JA di jepang dapat subsidi harga beras.Kalau harga beras naik, pemerintah Jepang langsung mengedrop beras,sehingga harga kembali normal.Kalau harga beras atau garam di petani erlalu rendah, ya orang enggankerja tanam padi dan produksi garam. Kalau tidak ada keuntungann yanglayak, sulit untuk memperbaiki teknologinya. Jadi ini juga harus dibantupemerintah.https://www.kompasiana.com/weedykoshino/petani-jepang-kok-bisa-makmur_553759e26ea8346251da42d1 2018-01-26 6:22 GMT+01:00 Chalik Hamid chalik.hamid@... [GELORA45] <[email protected]>: ----- Pesan yang Diteruskan -----Dari: Sunny ambon ilmesengero@.... [GELORA45] <[email protected]>Terkirim: Jumat, 26 Januari 2018 00.45.30 GMT+1Judul: [GELORA45] JK: IMPOR BERAS SUDAH DIPIKIRKAN MATANG JK: IMPOR BERAS SUDAH DIPIKIRKAN MATANG MENANGGAPI PENOLAKAN PETANI BERAS. 25 Januari 2018 19:02 NM Ekonomi dibaca: 99Save inShare Dok/ist / Jusuf Kalla MAKASSAR - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) merespon terkait penolakan petani khususnya yang berasal dari Pulau Jawa terkait rencana pemerintah melakukan impor beras. Wapres JK di Makassar, Kamis (25/1/2018), mengatakan apa yang dilakukan pemerintah dalam rencananya mengimpor beras tentu sudah dipikirkan secara matang dan penuh pertimbangan. "Biasa (ada penolakan). Pemerintah itu tidak akan ambil resiko. Jika sedikit atau berkurang (stok beras dalam negeri) maka akan ditambah," ia mengatakan itu seusai menerima Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) yang diberikan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada hari ini. Setelah adanya rencana impor beras, para petani di sejumlah daerah di Pulau Jawa seperti halnya di daerah Klaten (Jawa Tengah), Bojonegoro (Jawa Timur) hingga Demak, Jawa Tengah. Alasan para petani itu diantaranya dikarenakan waktu musim panen raya yang akan segera datang. Selain itu, biaya yang dikeluarkan para petani juga cukup besar sehingga dianggap tidak tercukupi jika pada akhirnya harus mendatangkan beras dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran saat ini."Pemerintah itu tidak mau ambil resiko. Jika sedikit atau berkurang maka akan ditambah," ujarnya singkat. Ia sebelumnya telah menegaskan jika keputusan pemerintah untuk mengimpor 500.000 ton beras, karena persediaan beras di dalam negeri masih kurang. Kurangnya produksi beras dalam negeri disebabkan antara lain kondisi cuaca, yang menyebabkan kualitas beras tidak maksimal. Sumber : antaranews.com
