Tikus di Indonesia sakti2, bahkan racun tikusnya ikut dimakan.Racun tikusnya 
habis tidak ada tikus yang mati.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Di Belanda pasangnya kotak isi racun tikus itu di sepanjangpinggir jalan, 
sepanjang bagian luar tembok gudang, karenatikus itu jalannya mlipir sepanjang 
tembok.Tidak tahu, apa tikus di Indonesia juga begitu ?
2018-01-26 17:14 GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>:


Di gudang dipasnag rak2 hingga hampir ke plafond.Pallet dengan kerangkeng isi 
tumpukan karung berasditaruh dengan heftruck di atas rak2 yang ada nomor 
lokasinya,dan dicatat di computer, isnya berapa kg, dan tanggal 
masuknya.Dikluarkan dari gudang berdasarkan tanggal masuk lebih dulu.jadi first 
in-first uit dapat dilakukan. Disamping itui jumlah kg. berasdalam gudang dlam 
sedetik sudah bisa diketahui
2018-01-26 16:49 GMT+01:00 kh djie <djiekh@...>:

Ja, A Hok dijatuhi hukuman saja urus Bulog, tanpa digaji.Kalau bisa beres, 
boleh bebas. Kan sama-sama untung....Yang penting gudangnya disuci hamakan 
dulu. Di luar gudangdipasangi racun tikus. Di ruangan sebelum gudang, 
dipasangilampu untuk menarik insecta, yang akan mati kena listrik tegangan 
tinggi.Kok karung2 beras tidak ditaruh dulu dalam kerangkeng di atas palletyang 
mudah dibuka, dan di gudang dicatat lewat computer nomor dantanggal batch yang 
masuk, sehingga first in, first uit dapat dilakukan.Mungkin juga perlu airco 
supaya kadar uap air dalam ruangan gudang selalu rendah ?
2018-01-26 16:28 GMT+01:00 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>:

Peran yang mirip juga dilakukan oleh Bulog, makanya si Ahok bilang pingin jadi 
Kabulog.Cuman kelihatannya dalam penyimpanan beras Bulog kurang begitu teratur 
karena kemudian banyak yang bulukan. yg dibagikan dalam bentuk raskin - beras 
miskin, mungkin ya pola first in first out tidak sepenuhnya diterapkan.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Petani yang tergabung dalam JA di jepang dapat subsidi harga beras.Kalau harga 
beras naik, pemerintah Jepang langsung mengedrop beras,sehingga harga kembali 
normal.Kalau harga beras atau garam di petani erlalu rendah, ya orang 
enggankerja tanam padi dan produksi garam. Kalau tidak ada keuntungann 
yanglayak, sulit untuk memperbaiki teknologinya. Jadi ini juga harus 
dibantupemerintah.https://www.kompasiana.com/wee dykoshino/petani-jepang-kok-bi 
sa-makmur_553759e26ea8346251da 42d1

2018-01-26 6:22 GMT+01:00 Chalik Hamid chalik.hamid@... [GELORA 45] 
<[email protected]> :






----- Pesan yang Diteruskan -----Dari: Sunny ambon ilmesengero@.... [GELORA4 5] 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 26 Januari 2018 00.45.30 GMT+1Judul: 
[GELORA45] JK: IMPOR BERAS SUDAH DIPIKIRKAN MATANG
 


JK: IMPOR BERAS SUDAH DIPIKIRKAN MATANG

MENANGGAPI PENOLAKAN PETANI BERAS.
25 Januari 2018 19:02 NM Ekonomi dibaca: 99Save inShare 
Dok/ist /

Jusuf Kalla

MAKASSAR - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) merespon terkait penolakan 
petani khususnya yang berasal dari Pulau Jawa terkait rencana pemerintah 
melakukan impor beras.
Wapres JK di Makassar, Kamis (25/1/2018), mengatakan apa yang dilakukan 
pemerintah dalam rencananya mengimpor beras tentu sudah dipikirkan secara 
matang dan penuh pertimbangan.
"Biasa (ada penolakan). Pemerintah itu tidak akan ambil resiko. Jika sedikit 
atau berkurang (stok beras dalam negeri) maka akan ditambah," ia mengatakan itu 
seusai menerima Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) yang diberikan 
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada hari ini.
Setelah adanya rencana impor beras, para petani di sejumlah daerah di Pulau 
Jawa seperti halnya di daerah Klaten (Jawa Tengah), Bojonegoro (Jawa Timur) 
hingga Demak, Jawa Tengah.
Alasan para petani itu diantaranya dikarenakan waktu musim panen raya yang akan 
segera datang. Selain itu, biaya yang dikeluarkan para petani juga cukup besar 
sehingga dianggap tidak tercukupi jika pada akhirnya harus mendatangkan beras 
dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran saat ini."Pemerintah itu tidak 
mau ambil resiko. Jika sedikit atau berkurang maka akan ditambah," ujarnya 
singkat.
Ia sebelumnya telah menegaskan jika keputusan pemerintah untuk mengimpor 
500.000 ton beras, karena persediaan beras di dalam negeri masih kurang. 
Kurangnya produksi beras dalam negeri disebabkan antara lain kondisi cuaca, 
yang menyebabkan kualitas beras tidak maksimal.

Sumber : antaranews.com












Kirim email ke