Beginilah nenek dalam tempurung ini menunjukkan sikap radikalisnya! TIDAK 
BERHASIL melihat kenyataan adanya kapitalis-kapitalis yang masih berjiwa 
SOSIAL, masih nasionalis dan masih berpihak pada RAKYAT sesuai dengan karakter 
PRIBADI manusianya yang berbeda-beda, ... TIDAK SEMUA kapitalis PASTI 
jahat/kejam dan oleh karena harus dibasmi sekarang juga! Itulah sebab dalam 
masa revolusi pun kita seringkali bisa dengan mudah menemukan 
kapitalis-kapitalis, bahkan kapitalis berhasil yang tetap bersedia mendukung 
dan membantu revolusi dengan cukup teguh, dan biasa dijuluki kapitalis-MERAH! 
Begitu juga dimasa pembangunan, baik di Indonesia maupun di Tiongkok, ... tetap 
masih bisa ditemukan kapitalis-kapitalis yang sungguh-sungguh ikut mendorong 
maju roda perputaran ekonomi nasional. Jadi mereka-mereka itu tidak semata-mata 
mengejar keuntungan lebih besar dengan menghisap hasil kerja dengan TANPA 
peduli kehidupan tenaga kerja nya!

Telitilah baik-baik setiap kapitalis, setiap negara apakah dia negara kapitalis 
atau kapitalis negara macam Tiongkok dalam menjalankan dan mengembangkan usaha 
nya, tidak main generalisasi sama saja KAPITALISME yg menjalankan penghisapan 
manusia atas manusia, ...! Akhirnya tidak bedanya dengan Trump yg malah 
berbalik main tuduh Tiongkok menjalankan IMPERIALISME di Amerika Latin, 
penghisapan yang hanya mengutamakan kepentingan negeri sendiri tanpa usaha 
membantu kesejahteraan Rakyat Amerika Latin! Betul-betul maling berteriak 
maling! Sudah lebih 70 tahun Freeport dikangkangi AS, emas dikuras 
besar-besaran rakyat Papua dibiarkan tetap papa-miskin, itulah bukti nyata! 
Hehehee, ...

Sebaliknya sekalipun kesenjangan sosial di RRT sangat tinggi, tapi adalah juga 
kenyataan yang harus dilihat, nanti ditahun 2020 RRT akan BERHASIL membebaskan 
1,3 milyar RAKYAT nya bebas dari kemiskinan! Begitu target yang ditetapkan 
Kongres-18 PKT 5 tahun yl, ... dan Xi menegaskan seorangpun tidak boleh 
tertinggal masih hidup dalam kemiskinan, menderita kekurangan, ...! Itulah 
tingkat pertama jalan sosialisme berkarakter Tiongkok untuk mencapai masyarakat 
sedikit makmur dalam arti tidak ada lagi rakyat miskin. Sedang target berikut, 
nanti dalam memperingati 100 tahun RRT, ditahun 2049 akan mencapai masyarakat 
MAKMUR dalam arti yang lebih ADIL dan merata, .... 



From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Monday, February 5, 2018 8:48 PM
To: Sie Tik Tan ; [email protected] 
Cc: Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Farida 
Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; [email protected] ; 
Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sahala 
Silalahi ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Tjoa ; Nunu Nugroho 
Subject: [GELORA45] Re: [perhimpunanpersaudaraan] PERUSAHAAN TIONGKOK YANG 
BERKIPRAH DI ASIA TENGGARA

  

Siapapun tak dapat membantah atau mengajukan argumentasi bahwa praktek 
penanaman modal pengusaha Tkk di negeri-negeri Dunia Ketiga tidak ada bedanya 
dengan semua pemodal eropa dari jaman kolonial  sampai sekarang. Ya memang "… 
upah buruh juga relatif rendah.." .  "..... ongkos produksinya akan semakin 
menurun ...." yang mereka cari untuk memastikan profit sebesar mungkin. 
Satu-satunya "argumentasi" atau "alasan" atau pertanyaan  yang diajukan para 
pendukung "sosialisme a la Deng" adalah "lho dimana salahnya? Emangnya nggak 
boleh cari untung? Wong uangnya juga uang mereka sendiri!  Ngapain kamu ikut 
campur???".  Kalau orang sudah membenarkan dan menerima penghisapan sebagai 
sebuah praktek "normal" dan "logis", ya sudah tentu kenyataan seperti di 
Malaysia itu juga dianggap "normal" dan "logis". Nanti, kalau para pengusaha 
bilyuner itu memberi sedekah, bikin proyek ini dan itu untuk orang-orang 
miskin, nah dipujilah mereka!! Tuh, lihat, begitu baik dan murah hatinya 
orang-orang kaya itu; mereka peduli nasib orang miskin! Tapi kalau buruhnya di 
Malaysia mogok menuntut upah dan kondisi kerja yang lebih baik, akan lain lagi 
ceritanya!!!!



On Monday, February 5, 2018 12:37 PM, Sie Tik Tan <[email protected]> wrote:




Typist eksport kapital , dng tujuan ke- negeri2 yg SDA yg murah krn harga 
produknya anjlok atau birokratnya komprador, SDM yg murah dan produktif krn 
usia jauh lebih muda dibanding negeri asal kapital. Suatu bentuk win-win yg ada 
sejak jaman kolonialisme dan yg oleh  Reagan-Thatcher dikembangkan sebagai 
globalisme dng neo- liberalisasinya.  


Verstuurd vanaf mijn iPad

Op 5 feb. 2018 om 08:57 heeft Mohammad Kasim [email protected] 
[perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]> het 
volgende geschreven:


    
                   
              
                   
             Choose a language  Chinese Simplified  Chinese Traditional  
Albanian  Arabic  Belarusian  Bengali  Bulgarian  Cambodian  Croatian  Czech  
English  Esperanto  Filipino  French  German  Greek  Hausa  Hebrew  Hindi  
Hungarian  Indonesian  Italian  Japanese  Korean  Laos  Malay  Mongol  Myanmar  
Nepal  Persian  Polish  Portuguese  Pushtu  Romanian  Russian  Serbian  
Sinhalese  Spanish  Swahili  Tamil  Thai  Turkish  Ukrainian  Urdu  Vietnamese  
Uygur  Kazak  Kirgiz  LHASA  KUMBA----------  Icelandic  Dutch  Norwegian  
Danish  Finnish  Swedish  Estonian  Lithuanian  Monday    Feb 5th   2018    
             
             
                       Web  indonesian.cri.cn     
                   
             
             
                    Home|Asia Tenggara|Lentera|Blitz 
Asia|Foto|Travel|Blog|Bahasa Mandarin |Pedoman Muslim|Facebook&WeChat 
                   
             
             
       
              Perusahaan Tiongkok Yang Berkiprah di Asia Tenggara 
                2018-02-05 10:58:06  CRI 
              XINHUA: Malaysia pernah menjadi negara penghasil karet alam 
terbesar ketiga di dunia, setelah Thailand dan Indonesia. Akan tetapi, dalam 
beberapa tahun terakhir, area tanaman pohon karet di Malaysia terus menciut dan 
tenaga kerjanya juga semakin berkurang gara-gara harga getah karet yang terus 
menurun, apa lagi pemerintah Malaysia telah mengalihkan fokusnya pada 
pengembangan industri hilir seperti pabrik pembuatan sarung karet.
              Akan tetapi, kelesuan sektor getah karet itu tidak menghalangi 
langkah perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Malaysia. PT Guang Ken Rubber 
(GKR) dari Provinsi Guangdong Tiongkok telah menanam modal sebanyak ratusan 
juta yuan RMB, dan menjalin kerja sama dengan Bornion Timber SDN BHD Malaysia 
mulai tahun 2008. Di lahan seluas 30.000 hektar yang disewanya, PT GKR menanam 
pohon karet dengan mengadaptasi teknik pembibitan Tiongkok. Kebun karet 
tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu kebun karet yang terbesar di 
Malaysia.
              Lai Xionghui, Direktur Umum PT GKR dan Bornion Timber mengatakan 
kepada wartawan bahwa Asia Tenggara memiliki kondisi iklim yang memadai untuk 
mengembangkan industri karet karena jumlah produksinya tinggi dan upah buruh 
juga relatif rendah..
              Lai Xionghui mengatakan, para buruh yang dipekerjakan di Malaysia 
rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan 
kondisi di Tiongkok, meskipun upah ditambah sebesar 50 persen, perekrutan buruh 
tetap saja sulit.
              Lai Xionghui menerangkan, kini kebun milik GKR tertanam 770.000 
batang pohon karet produktif yang bisa disadap. Lai menyebutkan bahwa seiring 
dengan bertambahnya jumlah pohon produktif dari tahun ke tahun, maka ongkos 
produksinya akan semakin menurun. PT GKR dan Bornion menargetkan 7 juta batang 
pohon karet produktif dalam beberapa tahun mendatang, hingga saatnya tiba, akan 
semakin banyak jumlah buruh yang dibutuhkan.
              Biasanya sebatang pohon karet baru bisa disadap pada umur 5 
hingga 6 tahun. Ini berarti pihaknya akan menanam minimal ratusan ribu batang 
pohon karet dalam beberapa tahun mendatang. Lai mengatakan, pemerintah setempat 
memberlakukan kebijakan yang membatasi perekrutan tenaga kerja asing.. Oleh 
karena itu, perekrutan buruh tetap menjadi kendala dan kini mereka masih 
kekurangan 200 buruh.
              Lai Xionghui menambahkan, pihaknya berencana mendirikan sebuah 
pabrik pengolahan karet untuk memproses produk karet dengan nilai tambah 
tinggi. "Yang terpenting ialah kami akan memperlihatkan kepada masyarakat 
setempat bahwa kami akan terus berkiprah di sini dalam jangka panjang," tutur 
Lai Xionghui. 
         
                   
                         

                          
                   
                   
                   
              
                           
                   
                   
             
             

                   
             
                         
                   
             
             
             
              Terpopuler 
                   
                          • Menhan AS: Akan Perluas Kerja Sama Anti Terorisme 
dengan Indonesia 
                          • AIIB Aktif Investasi Pada Infrastruktur 
                          • Kemlu Tiongkok Menanggapi Peristiwa Mariott 
                          • Dubes Tiongkok Jelaskan Keadaan Ketabrakan Kapal Di 
Laut Tiongkok Timur 
                          • Publikasi Buku Xi Jinping: The Governance of China 
Jilid ke-2 Menerobos 10 Juta 
                          • PM Tiongkok Hadiri Pertemuan Ke-2 Kerja Sama 
Lancang-Mekong 
                          Indeks>> 
                   
             
             
             
                   
                   
                   
                   
             
              Komentar Pembaca 
                          • Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono
                          5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu 
Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir  kenangan terindah 
dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan 
diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio 
International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 
2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara 
International Beijing.  Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk 
melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami 
kunjungi adalah : 
                          • 0062813****0007
                          1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta. 
Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan 
lagi di Indonesia ? Mohon balasan ! 
                          • 0062813****2398
                          halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy 
mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang 
di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 
propinsi. 
                          • 0062852****5541
                          bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua 
itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua 
menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik 
ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api 
makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang 
menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang 
alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari 
itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam 
rogo manusia lagi bareng sama 
                          Indeks>> 
                   
             
             
              Komentar(0 Komentar)

              发布a.. Weiboa.. QQa.. a.. Pengunjunga.. 手机登录Belum ada komentar
              Disponsori oleh Changyan 
             
       
       
        © China Radio International.CRI. All Rights Reserved.
        16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040 






Kirim email ke