Lhooo,. ... memang siapa yang mencapuradukkan Sistem kapitalisme dengan kapitalis perseorangannya??? Bagaimana cara anda belajar MDH, ... kalau terus kenakan kacamata kuda saja? Hehehee, ... Coba sekarang jawab, setelah anda bisa ketemukan kapitalis-kapitalis murah hati yg ditemukan dimana-mana itu lalu diapakan? Ditarik dalam front atau tetap dibabat sebagai kapitalis penghisap??? Lalu, kalau ditingkat perjuangan RAKYAT sekarang masih HARUS menggalang front dengan kapitalis nasional, yang bisa ikut mendorong maju perputaran roda ekonomi nasional jadi pro-kapitalisme, jadi pro dan setiap pada penghisapan manusia atas manusia, ...???
Sampai sekarang anda BELUM juga bisa menjawab, dinegara mana didunia ini tingkat perjuangan rakyat SUDAH BISA memasuki Revolusi sosialis dengan membasmi kapitalisme, mensita semua hak-milik kapitalis perseorang menjadi melik negara??? From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, February 6, 2018 8:43 PM To: [email protected] Cc: Yahoogroups ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono ; Tjoa ; Nunu Nugroho Subject: Re: Re: [GELORA45] PERUSAHAAN TIONGKOK YANG BERKIPRAH DI ASIA TENGGARA Lagi-lagi kelihatan gobloknya. Dari dulu sudah berapa orang yang mengingatkan kepada si Chan ini bahwa SISTIM tidak sama dengan INDIVIDU!!! Seorang KAPITALIS yang murah hati, bisa saja ditemukan di mana saja!!! Tapi itu SAMA SEKALI tidak menghilangkan karakternya sebagai orang yang menggunakan penghisapan untuk mendapat keuntungan!!! Dan sama sekali tidak membuat kita menerima kapitalisme sebagai sistim ekonomi yang menggunakan penghisapan sebagai dasar keberadaannya!!!! Keluar dari tempurung remo, belajar MDH, kalau mau bela diri dengan benar!! Yang jelas sudah lama anda memperlihatkan watak remo anti-sosialis dan pro-kapitalis...Lha wong sudah minta supaya modal jangan dikutik-kutik!! Jadi dulu PKI juga "salah" karena telah memelopori perjuangan rakyat untuk menyita modal Belanda dan modal AS!!! Makin lama makin kelihatan tampang aslinya!! Kawan-kawan yang pernah di Tkk tentu ingat ajaran Mao kepada rakyatnya untuk menjadi MERAH DAN AHLI, bukan???!!!! Bukannya MERAH DAN KAPITALIS!!!! Nah, tercermin lagi revisi atas ajaran dan anjurannya Mao, bukan??? Tapi dibilang revisionis, marah besar??!! Dasar remo!!!! On Tuesday, February 6, 2018 1:10 PM, Tatiana Lukman <[email protected]> wrote: Lagi-lagi kelihatan gobloknya. Dari dulu sudah berapa orang yang mengingatkan kepada si Chan ini bahwa SISTIM tidak sama dengan INDIVIDU!!! Seorang KAPITALIS yang murah hati, bisa saja ditemukan di mana saja!!! Tapi itu SAMA SEKALI tidak menghilangkan karakternya sebagai orang yang menggunakan penghisapan untuk mendapat keuntungan!!! Dan sama sekali tidak membuat kita menerima kapitalisme sebagai sistim ekonomi yang menggunakan penghisapan sebagai dasar keberadaannya!!!! Keluar dari tempurung remo, belajar MDH, kalau mau bela diri dengan benar!! Yang jelas sudah lama anda memperlihatkan watak remo anti-sosialis dan pro-kapitalis...Lha wong sudah minta supaya modal jangan dikutik-kutik!! Jadi dulu PKI juga "salah" karena telah memelopori perjuangan rakyat untuk menyita modal Belanda dan modal AS!!! Makin lama makin kelihatan tampang aslinya!! On Tuesday, February 6, 2018 6:14 AM, "Chalik Hamid [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; Tatiana Lukman <[email protected]>; Sie Tik Tan <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Cc: Yahoogroups <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Harry Singgih <[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; Billy Gunadi <[email protected]>; Oman Romana <[email protected]>; Harsono Sutedjo <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; Sahala Silalahi <[email protected]>; Andreas Sungkono <[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>; Tjoa <[email protected]>; Nunu Nugroho <[email protected]> Terkirim: Selasa, 6 Februari 2018 01.13.01 GMT+1 Judul: Re: [GELORA45] PERUSAHAAN TIONGKOK YANG BERKIPRAH DI ASIA TENGGARA Beginilah nenek dalam tempurung ini menunjukkan sikap radikalisnya! TIDAK BERHASIL melihat kenyataan adanya kapitalis-kapitalis yang masih berjiwa SOSIAL, masih nasionalis dan masih berpihak pada RAKYAT sesuai dengan karakter PRIBADI manusianya yang berbeda-beda, ... TIDAK SEMUA kapitalis PASTI jahat/kejam dan oleh karena harus dibasmi sekarang juga! Itulah sebab dalam masa revolusi pun kita seringkali bisa dengan mudah menemukan kapitalis-kapitalis, bahkan kapitalis berhasil yang tetap bersedia mendukung dan membantu revolusi dengan cukup teguh, dan biasa dijuluki kapitalis-MERAH! Begitu juga dimasa pembangunan, baik di Indonesia maupun di Tiongkok, ... tetap masih bisa ditemukan kapitalis-kapitalis yang sungguh-sungguh ikut mendorong maju roda perputaran ekonomi nasional. Jadi mereka-mereka itu tidak semata-mata mengejar keuntungan lebih besar dengan menghisap hasil kerja dengan TANPA peduli kehidupan tenaga kerja nya! Telitilah baik-baik setiap kapitalis, setiap negara apakah dia negara kapitalis atau kapitalis negara macam Tiongkok dalam menjalankan dan mengembangkan usaha nya, tidak main generalisasi sama saja KAPITALISME yg menjalankan penghisapan manusia atas manusia, ...! Akhirnya tidak bedanya dengan Trump yg malah berbalik main tuduh Tiongkok menjalankan IMPERIALISME di Amerika Latin, penghisapan yang hanya mengutamakan kepentingan negeri sendiri tanpa usaha membantu kesejahteraan Rakyat Amerika Latin! Betul-betul maling berteriak maling! Sudah lebih 70 tahun Freeport dikangkangi AS, emas dikuras besar-besaran rakyat Papua dibiarkan tetap papa-miskin, itulah bukti nyata! Hehehee, ...... Sebaliknya sekalipun kesenjangan sosial di RRT sangat tinggi, tapi adalah juga kenyataan yang harus dilihat, nanti ditahun 2020 RRT akan BERHASIL membebaskan 1,3 milyar RAKYAT nya bebas dari kemiskinan! Begitu target yang ditetapkan Kongres-18 PKT 5 tahun yl, ... dan Xi menegaskan seorangpun tidak boleh tertinggal masih hidup dalam kemiskinan, menderita kekurangan, ......! Itulah tingkat pertama jalan sosialisme berkarakter Tiongkok untuk mencapai masyarakat sedikit makmur dalam arti tidak ada lagi rakyat miskin. Sedang target berikut, nanti dalam memperingati 100 tahun RRT, ditahun 2049 akan mencapai masyarakat MAKMUR dalam arti yang lebih ADIL dan merata, .... From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, February 5, 2018 8:48 PM To: Sie Tik Tan ; [email protected] Cc: Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; [email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Tjoa ; Nunu Nugroho Subject: [GELORA45] Re: [perhimpunanpersaudaraan] PERUSAHAAN TIONGKOK YANG BERKIPRAH DI ASIA TENGGARA Siapapun tak dapat membantah atau mengajukan argumentasi bahwa praktek penanaman modal pengusaha Tkk di negeri-negeri Dunia Ketiga tidak ada bedanya dengan semua pemodal eropa dari jaman kolonial sampai sekarang. Ya memang "… upah buruh juga relatif rendah.." . "..... ongkos produksinya akan semakin menurun ......." yang mereka cari untuk memastikan profit sebesar mungkin. Satu-satunya "argumentasi" atau "alasan" atau pertanyaan yang diajukan para pendukung "sosialisme a la Deng" adalah "lho dimana salahnya? Emangnya nggak boleh cari untung? Wong uangnya juga uang mereka sendiri! Ngapain kamu ikut campur???". Kalau orang sudah membenarkan dan menerima penghisapan sebagai sebuah praktek "normal" dan "logis", ya sudah tentu kenyataan seperti di Malaysia itu juga dianggap "normal" dan "logis". Nanti, kalau para pengusaha bilyuner itu memberi sedekah, bikin proyek ini dan itu untuk orang-orang miskin, nah dipujilah mereka!! Tuh, lihat, begitu baik dan murah hatinya orang-orang kaya itu; mereka peduli nasib orang miskin! Tapi kalau buruhnya di Malaysia mogok menuntut upah dan kondisi kerja yang lebih baik, akan lain lagi ceritanya!!!! On Monday, February 5, 2018 12:37 PM, Sie Tik Tan <[email protected]> wrote: Typist eksport kapital , dng tujuan ke- negeri2 yg SDA yg murah krn harga produknya anjlok atau birokratnya komprador, SDM yg murah dan produktif krn usia jauh lebih muda dibanding negeri asal kapital. Suatu bentuk win-win yg ada sejak jaman kolonialisme dan yg oleh Reagan-Thatcher dikembangkan sebagai globalisme dng neo- liberalisasinya. Verstuurd vanaf mijn iPad Op 5 feb. 2018 om 08:57 heeft Mohammad Kasim [email protected] [perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]> het volgende geschreven: Choose a language Chinese Simplified Chinese Traditional Albanian Arabic Belarusian Bengali Bulgarian Cambodian Croatian Czech English Esperanto Filipino French German Greek Hausa Hebrew Hindi Hungarian Indonesian Italian Japanese Korean Laos Malay Mongol Myanmar Nepal Persian Polish Portuguese Pushtu Romanian Russian Serbian Sinhalese Spanish Swahili Tamil Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Uygur Kazak Kirgiz LHASA KUMBA---------- Icelandic Dutch Norwegian Danish Finnish Swedish Estonian Lithuanian Monday Feb 5th 2018 Web indonesian.cri.cn Home|Asia Tenggara|Lentera|Blitz Asia|Foto|Travel|Blog|Bahasa Mandarin |Pedoman Muslim|Facebook&WeChat Perusahaan Tiongkok Yang Berkiprah di Asia Tenggara 2018-02-05 10:58:06 CRI XINHUA: Malaysia pernah menjadi negara penghasil karet alam terbesar ketiga di dunia, setelah Thailand dan Indonesia. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, area tanaman pohon karet di Malaysia terus menciut dan tenaga kerjanya juga semakin berkurang gara-gara harga getah karet yang terus menurun, apa lagi pemerintah Malaysia telah mengalihkan fokusnya pada pengembangan industri hilir seperti pabrik pembuatan sarung karet. Akan tetapi, kelesuan sektor getah karet itu tidak menghalangi langkah perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Malaysia. PT Guang Ken Rubber (GKR) dari Provinsi Guangdong Tiongkok telah menanam modal sebanyak ratusan juta yuan RMB, dan menjalin kerja sama dengan Bornion Timber SDN BHD Malaysia mulai tahun 2008. Di lahan seluas 30.000 hektar yang disewanya, PT GKR menanam pohon karet dengan mengadaptasi teknik pembibitan Tiongkok. Kebun karet tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu kebun karet yang terbesar di Malaysia. Lai Xionghui, Direktur Umum PT GKR dan Bornion Timber mengatakan kepada wartawan bahwa Asia Tenggara memiliki kondisi iklim yang memadai untuk mengembangkan industri karet karena jumlah produksinya tinggi dan upah buruh juga relatif rendah.. Lai Xionghui mengatakan, para buruh yang dipekerjakan di Malaysia rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di Tiongkok, meskipun upah ditambah sebesar 50 persen, perekrutan buruh tetap saja sulit. Lai Xionghui menerangkan, kini kebun milik GKR tertanam 770.000 batang pohon karet produktif yang bisa disadap. Lai menyebutkan bahwa seiring dengan bertambahnya jumlah pohon produktif dari tahun ke tahun, maka ongkos produksinya akan semakin menurun. PT GKR dan Bornion menargetkan 7 juta batang pohon karet produktif dalam beberapa tahun mendatang, hingga saatnya tiba, akan semakin banyak jumlah buruh yang dibutuhkan. Biasanya sebatang pohon karet baru bisa disadap pada umur 5 hingga 6 tahun. Ini berarti pihaknya akan menanam minimal ratusan ribu batang pohon karet dalam beberapa tahun mendatang. Lai mengatakan, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan yang membatasi perekrutan tenaga kerja asing.. Oleh karena itu, perekrutan buruh tetap menjadi kendala dan kini mereka masih kekurangan 200 buruh. Lai Xionghui menambahkan, pihaknya berencana mendirikan sebuah pabrik pengolahan karet untuk memproses produk karet dengan nilai tambah tinggi. "Yang terpenting ialah kami akan memperlihatkan kepada masyarakat setempat bahwa kami akan terus berkiprah di sini dalam jangka panjang," tutur Lai Xionghui. Terpopuler • Menhan AS: Akan Perluas Kerja Sama Anti Terorisme dengan Indonesia • AIIB Aktif Investasi Pada Infrastruktur • Kemlu Tiongkok Menanggapi Peristiwa Mariott • Dubes Tiongkok Jelaskan Keadaan Ketabrakan Kapal Di Laut Tiongkok Timur • Publikasi Buku Xi Jinping: The Governance of China Jilid ke-2 Menerobos 10 Juta • PM Tiongkok Hadiri Pertemuan Ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong Indeks>> Komentar Pembaca • Surat dari pendengar setia Bpk. Rudi Hartono 5 tahun sudah berlalu saya bersama rekan H Sunu Budihardjo mengunjungi Kota Beijing dimana telah terukir kenangan terindah dalam kehidupan saya dalam memenangkan Hadiah Utama 60 tahun hubungan diplomatic Tiongkok – Indonesia dan 60 tahun berdirinya China Radio International. Saya bersama rekan H Sunu Budihardjo menuju Beijing pada 12 Juli 2010 disambut hangat oleh salah satu penyiar CRI, Nona Nina di Bandara International Beijing. Kami pun menginap di salah satu hotel di Beijing untuk melakukan perjalanan wisata kota Beijing. Berikut tempat wisata yang kami kunjungi adalah : • 0062813****0007 1. CRI (Bahasa Indonesia) disiarkan melalui Elshinta.... Sekarang pindah gelombong berapa ? 2. Apa CRI (Bahasa Indonesia) tdk diadakan lagi di Indonesia ? Mohon balasan ! • 0062813****2398 halo,sy orang china yg belajar di indonesia, tadi sy mendengar acara LENTERA, judulnya Hunan. dalam perbincangan ini, mereka bilang di China ada 31 propinsi, informasi ini salah,sebenarnya di negara sy ada 34 propinsi. • 0062852****5541 bpk maliki yangdhsebut roh papaptlimo pancer semua itu roh goep kalao orang yang ber agama itu beri nama para dewa itusemua menyatu dengan alam papat nomer satu aer yang disebut kakang kawa dua adik ariari tiga puser empat gete atau dara yang alam papat aer bumi angen api makanya kalau sembayang harus aranya kesitu itu yang benar roh empat itu yang menjaga manusia tiga alam semua meyakinni agama menyimpang dari itu sekarang alam suda rentan karena manusia suda menyimpang dari itu orang kalau jau dari itu tidak bisa masok suargo yangdi sebut suargo artinya sokmo masok didalam rogo manusia lagi bareng sama Indeks>> Komentar(0 Komentar) 发布a.. Weiboa.. QQa.. a.. Pengunjunga.. 手机登录Belum ada komentar Disponsori oleh Changyan © China Radio International.CRI. All Rights Reserved. 16A Shijingshan Road, Beijing, China. 100040
