Ini bukan musibah infrastruktur yang pertama, tapi sudah beruntun di berbagai tempat dan menimbulkan korban tewas maupun luka. Sepertinya terlalu berlebihan kalau kejadian berturut-turut begini dilihat hanya sebagai kecelakaan yang kebetulan beruntun. Pasti ada sesuatu yang salah sehingga kecelakaan konstruksi kok beruntun berjamaah.
Jadi, mulai saja dengan memeriksa proses masuknya kontraktor.Sudah melalui tender yang benar atau bagaimana. Lalu soal teknis lainnya. Kita di Indonesia mah sudah bosan melihat 'anak buah / orang lapangan selalu salah, komandan / pimpinan pasti benar'. --- SADAR@... wrote : Bukankah biasanya pengembang dengan kontraktor bangunan yang harus bertanggungjawab kalau terjadi masalah, ... kecuali dia bisa buktikan tembok itu ambrol karena gempa bumi, misalnya yg diluar perhitungan. Tapi kenyataan hanya ditimpa hujan lebat saja sudah ambrol, dengan korban jiwa yg harus ditanggung sepenuhnya oleh pengembang dan kontraktor! From: ajeg Musibah infrastruktur lagi-lagi terjadi dan menimbulkan korban. Siapa bertanggungjawab? - Tembok di Jl Bandara Cengkareng Ambrol, Kereta Bandara Disetop | | Tembok di Jl Bandara Cengkareng Ambrol,... | | Korban Longsor, Jenazah Dyanti Dyah Ayu Dimakamkan diSerang Reporter : Joniansyah (Kontributor) Editor : Elik Susanto Selasa, 6 Februari 2018 09:41 WIB Lokasi longsor di terowongan BandaraSoekarno-Hatta, Jalan Perimeter Selatan setelah proses evakuasi korban. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO TEMPO.CO, Tangerang - Satudari dua korban tertimbun longsor Underpass Jalan Parimeter BandaraSoekarno-Hatta, Tangerang, Banten, meninggal pagi tadi, Selasa, 6 Februari2018. Dyanti Dyah Ayu Chayani Putri, 25 tahun, nama korban yang sempatdiselamatkan tim gabungan pada Selasa dinihari, jenazahnya dibawa ke Seranguntuk dimakamkan. Dyanti tertimbun bersama Mutmainah yangmengendarai Honda Brio. Saat melintas di underpass, keduanya tertimpa dindingterowongan akibat longsor pada Senin, 5 Februari 2018 pukul 17.45. Saatperistiwa terjadi, karyawan GMF Garuda ini bersama rekannya, Mutmainah, 25tahun, melintas di Jalan Perimeter Selatan di kawasan bandara. Baca: Cerita Penyelamatan 2 Korban Longsor di Underpass Bandara Korban Dyanti lebih dulu diselamatkanoleh petugas sekitar pukul 03.00 WIB. Baru kemudian Mutmainah yang dievakuasidari timbunan tanah sekitar pukul 07.00 WIB tadi. Mutmainah dibawa ke RSUDTangerang untuk mendapatkan perawatan dan berdasarkan laporan Antara, korban inidipindahkan ke ke RS Mayapada. Vice President Corporate Secretary PTGMF, M. Arif Faisal, membenarkan dua karyawannya menjadi korban longsor diunderfpass bandara. "Korban kondisinya melemah setelah sekitar 10jam tertimbun longsor. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Serang, Banten,"kata Arif. Proses penyelamatan korban longsordipimpin Ketua Basarnas Muhammadm Syaugi. Berbagai alat berat digunakan untukmenggali tanah yang menutupi jalan. Jumlah personel yang dikerahkan mencapai120 orang. Selama proses penyelamatan, komunikasi antara korban dan petugasterus berjalan. Hingga akhirnya kedua korban berhasil dievakuasi dalam waktuberbeda.
