Esemka itu bahan tertawaan, bikin malu.

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 Analisanya bagus kok. Terutama bagian di mana Anda menyebut, 

 "kader didalam tubuh PDIP cukup banyak yang cemerlang". 

 Bagus dan perlu untuk mendongkrak harapan para pendukung 

 yang pada pemilu (pileg) 2014 cuma memberi 18% kepercayaan.

 

 Padahal saat itu ada Jokowi yang sedang moncer di dunia berkat 

 Esemka.
 

 --- jonathangoeij@... wrote:
 

 Yg saya katakan analisa saja, bukannya keyakinan dan juga bukan dukungan.

 

 Baik Jokowi maupun PDIP keduanya seling membutuhkan, selain yg saya katakan 
dibawah, juga biarpun saat ini ada partai2 yg telah mendeklarasikan mendukung 
Jokowi tetapi itu cuman omongan saja yg tidak mengikat seandainya PDIP tidak 
mencalonkan Jokowi partai2 itu juga belum tentu jadi. Makanya si Jokowi 
mempertahankan Airlangga jadi menteri pada dasarnya tidak mau Golkar lepas.
 

 --- ajegilelu@... wrote :
 

 Kelihatannya Anda yakin PDIP sudah sanggup

 menyapih Jokowi dari Luhut.
 

 Baguslah kalau begitu.
 

 --- jonathangoeij@... wrote:
 

 Hal itu kembali pada penguasa tunggal

 Cuman, apakah PDIP punya pilihan lain?
 

 Berbicara tentang kader didalam tubuh PDIP cukup banyak yang cemerlang dan 
seandainya jadi presiden akan lebih baik dari Jokowi, tetapi sementara ini 
tidak terlihat ada yg diangkat kepermukaan atau mempunyai potensi memenangkan 
pemilu. Pada akhirnya saya rasa PDIP tetap akan mencalonkan Jokowi.
 

 --- ajegilelu@... wrote :
 

 Beberapa partai sudah menyatakan mendukung Jokowi
 sebagai capres 2019. Bagaimana dengan PDIP sendiri?
 

 --- jonathangoeij@... wrote:
 

 Mungkin benar PDIP merupakan partai penguasa tunggal, tetapi didalam tubuh 
PDIP itu sendiri ada cukup banyak yang cemerlang. Sebenarnya dalam hal penguasa 
tunggal, Gerindra dan Demokrat lebih parah lagi.

 

 Dalam hitung2an kelihatannya Jokowi lebih senang menghadapi lawan tunggal 
Prabowo dibanding munculnya kuda hitam.
 

 --- ajegilelu@... wrote :
 

 Tanpa Megawati berapa lama PDIP bisa bertahan?
 

 --- jonathangoeij@... wrote:
 

 Di PDIP yg menolak pasal penghinaan itu tentu banyak.





 


 Saya rasa pembuat kebijakan di PDIP kurang berpikir panjang, saat ini memang 
orang PDIP yg jadi presiden tetapi sampai kapan?
 

 --- ajegilelu@... wrote :

 Satu-satunya PDIP yang menolak pasal ini.
 

 Entah sekarang.
 

 --- jonathangoeij@... wrote:
 




 Kenapa dengan Budiman?

 

 

 Dari: ajegilelu@... 


 

 
 Ke mana Budiman Sudjatmiko?
 

 -

  
 PDIP Dukung Pasal Penghinaan Presiden Dihidupkan Kembali
  
 RZR, CNN Indonesia | Senin, 05/02/2018 19:59 WIB

  
 

















































































Kirim email ke