Rapopo,bersih-bersih itu penting supaya hawa di rumah
tetap segar dan jernih. Buktinya, Anda toh bisa jernih 
melihat bahwa.. "imperialisme harus dikalahkan bersama-sama 
Rakyat sedunia". 

Masalahnya,apa yang Anda sebut "penggalangan persatuan 
internasional" oleh RRC (tentu terutama melalui OBOR)sesungguhnyacuma 
penggalangan antar-pemerintah. Padahal,praktissemua pemerintahan di dunia 
sekarang ini punya keterkaitan 
dengan lembaga-lembaga internasional bikinan imperialis yang 
mengaku sebagai "pemenang perang dunia II", sehingga dengan 
naifnya selalu mengklaim diri sebagai lembaga / pihak yang 'resmi'. 
Entitas & komunitas di luar itu cuma mereka tempatkan sebagai 
kumpulan-kumpulan subversif yang patut dikucilkan macam PLO, 
Kurdi, Gypsy dll. Bahkan komunitas sebesar Republik Rakyat 
Cina pun sempat dikucilkan dan ditolak masuk badan 'resmi' PBB. Ya tetep 
rapopo.Barangkali masih ada sisa kotoran dari tahun ayam yang 
menghalangipandangan Anda dari realita ini.  Ayo lekasbersihkan, sebelum keburu 
menjadi tahun babi (buta)! ehehek...
--- SADAR@... wrote:
    Dalam setiap pertarungan tentu tergantung dari kekuatan-kekuatan yg ada, 
RRT itu baru saja lebih 30 tahun bangun maju dgn kecepatan tinggi, tapi masih 
TETAP tergolong negara sedang berkembang, industrinya belum kuat-amat! 
Bagaimana anda bisa harapkan menekan AS berubah sikap? Atau anda SEDANG 
BERILUSI merubah sikap imperialisme saja??? Sikap imperialisme apalagi yang 
hendak anda rubah? Hehehee, ... Bukankah imperialisme itu HARUS dikalahkan 
bersama-sama rakyat sedunia, ... dan penggalangan PERSATUAN internasional 
itulah yg sedang diperjuangakan RRT!!! Ada argumentasi bung Ajeg soal Jalan 
Sutera? Kok saya kelewatan, kapan dan apa itu??? Maaf, karena beberapa hari ada 
kesibukan yang harus didahulu, bersih-bersih rumah biar semua kotoran ditahun 
Ayam yang akan segera dilalui ini TIDAK TERBAWA masuk diTahun Anjing yg segera 
akan kita masuki! Memasuki Tahun Baru Imlek dengan lembaran baru yang BERSIH, 
... begitu tradisi budaya Tionghoa yang masih dijalani sampai sekarang. Dan 
saya masih harus kerjakan sendiri, ...
From: Tatiana Lukman
Kalau ngggak ngerti, simak ini. Tekanan internasional dari perjuangan rakyat 
setelah Tiongkok jadi revisionis TIDAK ADA!! Itulah yang dimaksud dengan 
tekanan internasional yang BISA MEMAKSA imprialis untuk "mengubah sikap" (dalam 
tanda teng-teng, karena itu hanya sementara dan hipokrit!). Basis revolusi 
dunia di Tiongkok LENYAP dengan naiknya Dengxiaoping!! Oleh karena itu kaum 
imperialis  bisa dengan leluasa melakukan perang agresi secara langsung dan 
juga perang proxinya, seperti di Afganistan, Irak, Libia Ngerti nggak?
Kalau kamu tidak mau mengakui Tkk sebagai kekautan imperialis, sudah tentu akan 
terus ngeloni proyek jalan sutera yang hakekatnya adalah strategi imperial Tkk 
untuk menguasai dunia!!!! Jawab tuh argumentasi bung Ajeg yang bicara soal 
jalan sutera!!!



On Sunday, February 11, 2018 1:25 PM, [email protected]:
Lhaa, iyalaaah, ... swiapa nyang menyangkal kalau sikap Imperialisme AS berubah 
sikap setelah kepepet, trerjepit dan, ... yang saya katakan TERPAKSA itu! 
Dimana salah yg saya katakan itu? Lalu pertanyaan apa yang saya tidak mampu 
menjawab??? Tidak saya mengerti apa maksud tekanan internasional sejak 11 Sept. 
2001 sehingga AS bersedia mengubah “sikap” nya. Apa maksudnya, tidak mengerti, 
... Dan jelas tingkat perjuangan internasional dewasa ini, RRT dengan jalan 
SUTERA, satu Sabut satu Jalan sedang menggalang persatuan dengan negara-negara 
didunia, khususnya negara-negara sedang berkembang di Asia, Afrika dan Amerika 
Latin, ... gerak offensif RRT ini telah membuat AS kewalahan untuk menghadang 
bahkan menggagalkan kerjasama penggalangan Jalan Sutera itu, ... Dam, inilah 
BENTUK perjuangaqn yang dilancarkan RRT dalam menghadapi imperialisme AS yg 
makin kepepet saja. Apanya kolaborasi dengan imperialisme AS??? Lha, Trump saja 
tidak segan-segan sudah menyatakan perkembangan MAJU RRT menjadi ancaman utama 
AS! Dan siap melancarkan perang ekonomi, ...
From: Tatiana Lukman
Betul, bung Ajeg! Imperialisme baru berubah sikap kalau sudah kepepet!!! Nah, 
si remo Chan tetap tidak mampu menjawab -menjelaskan istilahnya sendiri tentang 
"bentuk" kontradiksi.... Pertanyaan apakah ada tekanan internasional SEJAK 11 
SEPTEMBER 2001 sehingga AS bersedia mengubah "sikap"nya, juga tidak dijawab. 
Karena jawabannya JELAS!! SAMA SEKALI TIDAK ADA  TEKANAN INTERNASIONAL!!! 
Makanya dedengkot imperialis AS terus agresif dengan perang langsung dan perang 
proxinya! Tiongkok yang tadinya menjadi basis revolusi dunia setelah Soviet Uni 
menjadi sosial imperialis, setelah Deng naik tahta, juga berubah warna menjadi  
sosial imperialis... Bayangkan, masak masuk lembaga-lembaga internasional 
imperialis dianggap sebagai TAKTIK!!! Padahal lembaga-lembaga itu adalah MUSUH 
BESAR SELURUH RAKYAT SEDUNIA!! Bayangkan Bung Karno saja sampai keluar dari 
PBB!!! Si chan bisanya hanya ngaco, bla-bla, tapi sama sekali tidak ada 
isinya...POKOKNYA membela kaum remo Tiongkok, pengkhianat usaha sosialis.
Jadi dalam situasi dewasa ini di mana kekuatan rakyat revolusioner sedunia 
masih dalam proses memulihkan kekuatannya karena sudah kehilangan BASIS 
DUKUNGAN yang diberikan oleh Tiongkok sosialis, apakah MASUK AKAL untuk 
mengatakan bahwa imperialis AS berubah "sikap" ???? Di segala penjuru dunia di 
mana kekuatan rakyat sedang bangkit kembali, rakyat terus meningkatkan 
perjuangan ANTI-IMPERIALIS... Eh, hanya kaum remo Tiongkok yang menjajakan 
politik kolaborasi dengan kaum imperialis!!!

On Sunday, February 11, 2018 9:48 AM, sadar@... wrote:

Nampak makin jelas, nenek dalam tempurung yang satu ini hanya sebatas teriakkan 
semboyan-semboyan memuja-muji Ketua Mao, tapi TIDAK MENGUASAI dengan baik 
ajaran Ketua Mao! Khususnya pemahaman menentukan strategi-taktik perjuangan 
dalam satu kontradiksi! Tidak paham bahwa perubahan strategi-taktik perjuangan 
sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang sedang bertarung, harus 
benar-benar mengetahui kekuatan diri sendiri dan kekuatan lawan dengan baik, 
dan memperhatikan betul perubahan-perubahan gerak, sikap lawan untuk menentukan 
perubahan taktik perjuangan. Pada saat MUSUH, dalam hal ini presiden Nixon 
terpaksa berkunjung ke Beijing untuk bersalaman dengan Ketua Mao,  tentu saja 
tidak berteriak “GANYANG IMPERIALISME AS” lagi, tapi juga tidak berarti 
kolaborasi klas, berilusi imperialisme sudah berubah menjadi kambing yg jinak, 
... Hanya bentuk perjuangan dari antagonis, dalam bentuk perjuangan keras, 
berubah menjadi “LUNAK”, dari “BLOKADE SEJAGAD” menjadi “hubungan 
Ekonomi/dagang”, lebih mengutamakan bentuk perjuangan politik, diplomatik dan 
ekonomi, ... termasuk perjuangan didalam PBB, G20, WTO, itulah yang selama 
lebih 40 tahun dijalankan RRT dalam menghadapi AS. Bukankah nampak akhirnya AS 
yang terpojok dan RRT berada diatas daun, ...!!! Bahkan semeentara pengamat 
barat menyatakan, Trump yg mengambil langkah defensif, dengan mengutamakan 
proteksionisme, mendahulukan kepentingan AS secara berlebih itu akan 
menempatkan diri makin pasif, terjepit dan tersisihkan, ... Disinilah perbedaan 
bertolak-belakang sikap Deng dengan Kruschove, ... Deng  sekalipun mengoreksi 
kesalahan yang terjadi, tetap menjunjung tinggi Ketua Mao sebagai pemimpin 
besar Bangsa Tionghoa, TETAP menegaskan ajaran FMTT sebagai pembimbing ideologi 
RAKYAT TIongkok, ... sebaliknya Kruschove dalam mengoreksi kesalahan Stalin dgn 
radikal menegasi dan menghujat Stalin, ... Kebenaran sikap Deng terhadap 
kesalahan Ketua Mao ini BERHASIL membawa RRT terus lebih maju dan JAYA, 
sebaliknya kesalahan sikap Kruschove berakibat USSR ROBOH dengan sendiri! Hanya 
nenek dalam tempurung ini saja yang TIDAK BERHASIL MELIHAT kenyatan yang 
terjadi ini! Hehehee, ...
From: Tatiana Lukman
Si Chan yang sudah tentu menganggap dirinya berpengetahuan luas dan sangat 
waras membela diri dengan bicara soal “bentuk kontradiksi”. Apa sih yang 
dimaksud dengan “bentuk kontradiksi” itu?? Coba dijelaskan!! Kalau masih mau 
mengakui ajaran Mao, terdapat dua kategori BESAR kontradiksi, yaitu kontradiksi 
dikalangan rakyat dan kontradiksi antara rakyat dengan musuh. Sifat kontradiksi 
juga ada dua: antagonis dan non-antagonis. Bentuk perjuangan ditentukan oleh 
sifat dan kategori kontradiksi itu. DIBAWAH KONDISI TERTENTU,  kategori dan 
sifat kontradiksi bisa berubah. Si Chan bicara tentang ‘sikap’ Imperialisme. 
Pengalaman sejarah menunjukkan “sikap” Imperialis HANYA bisa “berubah” KALAU 
sudah gagal dalam usahanya dan SUDAH DIGEMPUR oleh kekuatan rakyat. Buktinya, 
misalnya, perang Vietnam, sudah babak belur baru mau dia berunding; perang 
Korea, sudah gagal untuk menundukkan Korut baru mau berunding. Tanpa dilawan, 
tanpa kegagalan, Imperialisme tidak akan dengan SUKA RELA berubah SIKAP!! Nixon 
mau mengakui RRT  karena TIDAK bisa lagi menutup mata akan keberhasilan dan 
pencapaian pembangunan sosialisme yang telah menciptakan  Tkk yang bersatu, 
dengan basis ekonomi yang kuat dan prestise internasionalnya yang semakin 
meningkat.Sekarang, dengan berubahnya Tkk menjadi Negara kapitalis yang 
SEPENUHNYA membelakangi dan mengkhianati perjuangan rakyat progresif seluruh 
dunia, adakah tekanan internasional yang cukup besar untuk membuat Imperialis 
mengubah SIKAPNYA??? Adakah peran Tkk dalam mengubah “sikap” Imperialis??? 
Kenyataan justru menunjukkan, BUKAN Imperialis yang berubah “sikap”, tapi 
Tiongkoklah yang berubah sifat dan sikap sekaligus!!! Reformasi kapitalis kaum 
remo Tkk telah membawa Tkk masuk kedalam kubu imperialis yang merupakan musuh 
rakyat sedunia!!! Tkk menjadi bagian dari G20 dan masuk WTO!!! Ekonomi Tkk pun 
sudah terintegrasi SEPENUHNYA  DALAM EKONOMI DUNIA!!! Sejak  11 September 2001, 
Imperialis tidak berhenti melakukan perang agresi!! DIMANA PERUBAHAN  ‘SIKAP’ 
imperialis yang telah membuat Tkk mengubah bentuk perjuangannya terhadap 
imperialisme, dari da dao mei di guo zhu yi (hancurkan im perialisme AS) 
menjadi kolaborasi dan bercumbu-cumbuan dengan AS???? Jawab ini!!!! Jangan 
hanya ngebacot “nenek dalam tempurung” dan mencap “tidak waras”!! Jadi Chan 
hanya bermain dengan kata-kata saja. Dia mengaku melihat adanya perubahan 
“sikap” pada imperailisme. Padahal tidak ada perubahan “sikap” Imperialisme. 
Dalam praktek dan sikap yang tercermin dalam tulisan dan komentarnya, 
sebenarnya Chan, mengikuti politik kolaborasi Tkk dengan imperialisme yang pada 
hakekatnya adalah sama dengan politik koeksistensi damai yang dijajakan 
dedengkot remo Soviet, si botak Nikita Khrustjov!!!! Tapi tidak mau dia 
mengakuinya!!! Kelihatan “sungkannya’ si Chan untuk menghujat Khrustjov!! Yang 
dihujat Gorbachov!! Kenapa sungkan?? Karena dia sendiri dulu sangat keras 
mengganyang Remo Khrushtjov!!!Diulang-ulangnya Mao yang salaman dengan Nixon!! 
Seolah-olah itu menunjukkan perubahan Mao dalam perjuangan melawan 
imperialisme. Mao sama sekali TIDAK MENGKHIANATI perjuangan rakyat progresif 
sedunia dalam perjuangan melawan imperialisme. Deng xiaoping lah yang 
MENGKHIANATI perjuangan rakyat sedunia dengan tindakan kongkritnya mengusir 
orang-orang komunis berbagai negeri yang ketika itu tinggal di Tiongkok. Ini 
adalah fakta yang tak pernah dapat dibantah oleh siapapun, termasuk orang-orang 
remo seperti S. Suroso, I. Isa dan Chan!!!

On Thursday, February 8, 2018 7:47 AM, sadar@... wrote:
Ini nenek dalam tempurung sudah TIDAK WARAS! Memangnya siapa yang berilusi 
terhadap IMPERIALISME apalagi mengatakan sifat imperialisme berubah??? Yang 
berubah itu bentuk kontradiksi dan perjuangan melawan imperialisme sesuai 
dengan berubahan sikap imperialisme itu sendiri, ... dn INGAT perubahan itu 
justru dijalankan saat Ketua Mao masih HIDUP, dan bisa menemui pres. Nixon 
untuk BERSALAMAN! Jangan memelintir pendapat orang yang berbeda apalagi dengan 
main FITNAH! 
From: Tatiana Lukman Ilusi terhadap Imperialisme membuat rakyat tidak mungkin 
mempertahankan kebebasan dalam politik dan berdikari dalam ekonomi. Kalau 
sebuah negeri berilusi terhadap imperialisme maka kedaulatannya akan dilanggar 
dan hancurlah negeri itu. Iran dan Libia merupakan contoh yang tragis.. 
Pengalaman sejarah dan kebenaran menunjukkan bahwa ilusi terhadap imperialisme 
berarti mati!! Ilusi tentang Imperialisme adalah virus yang mematikan. Siapa 
yang berilusi akan perubahan dalam watak Imperialisme??? Kaum revisionis modern 
Soviet dengan dedengkotnya Khrustjov adalah yang dengan terang-terangan 
menyebar ilusi tentang perubahan sifat imperialisme sehingga dihimbaunya kaum 
revolusione r untuk berkoexistensi secara damai dengan imperialisme dan 
antek-anteknya. Sekarang siapa yang mewarisi ilusi itu?? Dengan terang-terangan 
si Chan mengatakan sifat imperialisme berubah!!! 
Illusion about Imperialism Is Deadly Virus by Son So Yon

  
Illusion about imperialism makes it impossible to maintain independence in 
politics and self-sustenance in economy.

If a country is obsessed by illusion about imperialism, its sovereignty is 
violated and flouted and it won't escape from doom.

The tragic situation in Iraq and Libya clearly proved this.

Today, the imperialists' strong-arm policy is facing the fate of doom.

Creating such illusion is no more than last-ditch efforts of the imperialists 
to realize their ambition to dominate the world.

If one fails to discern this and harbors such illusion, one will cook one's own 
goose as well as help the imperialists prolo ng their remaining days.

The countries aspiring after independence should keep strict vigilance over and 
root out the slightest illusion about imperialism and adhere to the Juche 
character and national character.

It is the lesson of history and the truth that illusion about imperialism 
precisely means death.




Kirim email ke