Nampak makin jelas, nenek dalam tempurung yang satu ini hanya sebatas teriakkan 
semboyan-semboyan memuja-muji Ketua Mao, tapi TIDAK MENGUASAI dengan baik 
ajaran Ketua Mao! Khususnya pemahaman menentukan strategi-taktik perjuangan 
dalam satu kontradiksi! Tidak paham bahwa perubahan strategi-taktik perjuangan 
sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang sedang bertarung, harus 
benar-benar mengetahui kekuatan diri sendiri dan kekuatan lawan dengan baik, 
dan memperhatikan betul perubahan-perubahan gerak, sikap lawan untuk menentukan 
perubahan taktik perjuangan.

Pada saat MUSUH, dalam hal ini presiden Nixon terpaksa berkunjung ke Beijing 
untuk bersalaman dengan Ketua Mao,  tentu saja tidak berteriak “GANYANG 
IMPERIALISME AS” lagi, tapi juga tidak berarti kolaborasi klas, berilusi 
imperialisme sudah berubah menjadi kambing yg jinak, ... Hanya bentuk 
perjuangan dari antagonis, dalam bentuk perjuangan keras, berubah menjadi 
“LUNAK”, dari “BLOKADE SEJAGAD” menjadi “hubungan Ekonomi/dagang”, lebih 
mengutamakan bentuk perjuangan politik, diplomatik dan ekonomi, ... termasuk 
perjuangan didalam PBB, G20, WTO, itulah yang selama lebih 40 tahun dijalankan 
RRT dalam menghadapi AS. Bukankah nampak akhirnya AS yang terpojok dan RRT 
berada diatas daun, ...!!! Bahkan semeentara pengamat barat menyatakan, Trump 
yg mengambil langkah defensif, dengan mengutamakan proteksionisme, mendahulukan 
kepentingan AS secara berlebih itu akan menempatkan diri makin pasif, terjepit 
dan tersisihkan, ...

Disinilah perbedaan bertolak-belakang sikap Deng dengan Kruschove, ... Deng  
sekalipun mengoreksi kesalahan yang terjadi, tetap menjunjung tinggi Ketua Mao 
sebagai pemimpin besar Bangsa Tionghoa, TETAP menegaskan ajaran FMTT sebagai 
pembimbing ideologi RAKYAT TIongkok, ... sebaliknya Kruschove dalam mengoreksi 
kesalahan Stalin dgn radikal menegasi dan menghujat Stalin, ... Kebenaran sikap 
Deng terhadap kesalahan Ketua Mao ini BERHASIL membawa RRT terus lebih maju dan 
JAYA, sebaliknya kesalahan sikap Kruschove berakibat USSR ROBOH dengan sendiri!

Hanya nenek dalam tempurung ini saja yang TIDAK BERHASIL MELIHAT kenyatan yang 
terjadi ini! Hehehee, ...



From: Tatiana Lukman 
Sent: Saturday, February 10, 2018 4:36 AM
To: Chan CT ; Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; 
Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; 
[email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; 
[email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; 
GELORA_In ; Nunu Nugroho 
Subject: Re: [GELORA45] Ilusi tentang Imperialisme adalah virus yang mematikan

Si Chan yang sudah tentu menganggap dirinya berpengetahuan luas dan sangat 
waras membela diri dengan bicara soal “bentuk kontradiksi”. Apa sih yang 
dimaksud dengan “bentuk kontradiksi” itu?? Coba dijelaskan!! Kalau masih mau 
mengakui ajaran Mao, terdapat dua kategori BESAR kontradiksi, yaitu kontradiksi 
dikalangan rakyat dan kontradiksi antara rakyat dengan musuh. Sifat kontradiksi 
juga ada dua: antagonis dan non-antagonis. Bentuk perjuangan ditentukan oleh 
sifat dan kategori kontradiksi itu. DIBAWAH KONDISI TERTENTU,  kategori dan 
sifat kontradiksi bisa berubah.. 
Si Chan bicara tentang ‘sikap’ Imperialisme. Pengalaman sejarah menunjukkan 
“sikap” Imperialis HANYA bisa “berubah” KALAU sudah gagal dalam usahanya dan 
SUDAH DIGEMPUR oleh kekuatan rakyat. Buktinya, misalnya, perang Vietnam, sudah 
babak belur baru mau dia berunding; perang Korea, sudah gagal untuk menundukkan 
Korut baru mau berunding. Tanpa dilawan, tanpa kegagalan, Imperialisme tidak 
akan dengan SUKA RELA berubah SIKAP!! Nixon mau mengakui RRT  karena TIDAK bisa 
lagi menutup mata akan keberhasilan dan pencapaian pembangunan sosialisme yang 
telah menciptakan  Tkk yang bersatu, dengan basis ekonomi yang kuat dan 
prestise internasionalnya yang semakin meningkat.
Sekarang, dengan berubahnya Tkk menjadi Negara kapitalis yang SEPENUHNYA 
membelakangi dan mengkhianati perjuangan rakyat progresif seluruh dunia, adakah 
tekanan internasional yang cukup besar untuk membuat Imperialis mengubah 
SIKAPNYA??? Adakah peran Tkk dalam mengubah “sikap” Imperialis??? Kenyataan 
justru menunjukkan, BUKAN Imperialis yang berubah “sikap”, tapi Tiongkoklah 
yang berubah sifat dan sikap sekaligus!!! Reformasi kapitalis kaum remo Tkk 
telah membawa Tkk masuk kedalam kubu imperialis yang merupakan musuh rakyat 
sedunia!!! Tkk menjadi bagian dari G20 dan masuk WTO!!! Ekonomi Tkk pun sudah 
terintegrasi SEPENUHNYA  DALAM EKONOMI DUNIA!!! Sejak  11 September 2001, 
Imperialis tidak berhenti melakukan perang agresi!! DIMANA PERUBAHAN  ‘SIKAP’ 
imperialis yang telah membuat Tkk mengubah bentuk perjuangannya terhadap 
imperialisme, dari da dao mei di guo zhu yi (hancurkan im perialisme AS) 
menjadi kolaborasi dan bercumbu-cumbuan dengan AS???? Jawab ini!!!! Jangan 
hanya ngebacot “nenek dalam tempurung” dan mencap “tidak waras”!! 
Jadi Chan hanya bermain dengan kata-kata saja. Dia mengaku melihat adanya 
perubahan “sikap” pada imperailisme. Padahal tidak ada perubahan “sikap” 
Imperialisme. Dalam praktek dan sikap yang tercermin dalam tulisan dan 
komentarnya, sebenarnya Chan, mengikuti politik kolaborasi Tkk dengan 
imperialisme yang pada hakekatnya adalah sama dengan politik koeksistensi damai 
yang dijajakan dedengkot remo Soviet, si botak Nikita Khrustjov!!!! Tapi tidak 
mau dia mengakuinya!!! Kelihatan “sungkannya’ si Chan untuk menghujat 
Khrustjov!! Yang dihujat Gorbachov!! Kenapa sungkan?? Karena dia sendiri dulu 
sangat keras mengganyang Remo Khrushtjov!!!
Diulang-ulangnya Mao yang salaman dengan Nixon!! Seolah-olah itu menunjukkan 
perubahan Mao dalam perjuangan melawan imperialisme. Mao sama sekali TIDAK 
MENGKHIANATI perjuangan rakyat progresif sedunia dalam perjuangan melawan 
imperialisme. Deng xiaoping lah yang MENGKHIANATI perjuangan rakyat sedunia 
dengan tindakan kongkritnya mengusir orang-orang komunis berbagai negeri yang 
ketika itu tinggal di Tiongkok. Ini adalah fakta yang tak pernah dapat dibantah 
oleh siapapun, termasuk orang-orang remo seperti S. Suroso, I. Isa dan Chan!!!






On Thursday, February 8, 2018 7:47 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:




Ini nenek dalam tempurung sudah TIDAK WARAS! Memangnya siapa yang berilusi 
terhadap IMPERIALISME apalagi mengatakan sifat imperialisme berubah??? Yang 
berubah itu bentuk kontradiksi dan perjuangan melawan imperialisme sesuai 
dengan berubahan sikap imperialisme itu sendiri, ... dn INGAT perubahan itu 
justru dijalankan saat Ketua Mao masih HIDUP, dan bisa menemui pres. Nixon 
untuk BERSALAMAN!

Jangan memelintir pendapat orang yang berbeda apalagi dengan main FITNAH!



From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, February 7, 2018 8:38 PM
To: Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Farida 
Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; [email protected] ; 
Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; 
Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho 
Subject: [GELORA45] Ilusi tentang Imperialisme adalah virus yang mematikan

  
Ilusi terhadap Imperialisme membuat rakyat tidak mungkin mempertahankan 
kebebasan dalam politik dan berdikari dalam ekonomi. Kalau sebuah negeri 
berilusi terhadap imperialisme maka kedaulatannya akan dilanggar dan hancurlah 
negeri itu. Iran dan Libia merupakan contoh yang tragis. Pengalaman sejarah dan 
kebenaran menunjukkan bahwa ilusi terhadap imperialisme berarti mati!!

Ilusi tentang Imperialisme adalah virus yang mematikan. Siapa yang berilusi 
akan perubahan dalam watak Imperialisme??? Kaum revisionis modern Soviet dengan 
dedengkotnya Khrustjov adalah yang dengan terang-terangan menyebar ilusi 
tentang perubahan sifat imperialisme sehingga dihimbaunya kaum revolusione r 
untuk berkoexistensi secara damai dengan imperialisme dan antek-anteknya. 
Sekarang siapa yang mewarisi ilusi itu?? Dengan terang-terangan si Chan 
mengatakan sifat imperialisme berubah!!!

Illusion about Imperialism Is Deadly Virus by Son So Yon


  
Illusion about imperialism makes it impossible to maintain independence in 
politics and self-sustenance in economy.

If a country is obsessed by illusion about imperialism, its sovereignty is 
violated and flouted and it won't escape from doom.

The tragic situation in Iraq and Libya clearly proved this.

Today, the imperialists' strong-arm policy is facing the fate of doom.

Creating such illusion is no more than last-ditch efforts of the imperialists 
to realize their ambition to dominate the world.

If one fails to discern this and harbors such illusion, one will cook one's own 
goose as well as help the imperialists prolo ng their remaining days.

The countries aspiring after independence should keep strict vigilance over and 
root out the slightest illusion about imperialism and adhere to the Juche 
character and national character.

It is the lesson of history and the truth that illusion about imperialism 
precisely means death.







Kirim email ke