Pembagian "sertifikat tanah" termasuk dalam reforma agrarianya Jokowi dan
kedengarannya memang bagus. Karena itu juga maka banyak orang dan kaum tani
yang tertipu. Untuk jelasnya, silahkan baca bahan dari AGRA di bawah ini.
(Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (PP-AGRA)
menyambut peringatan 56 tahun Hari Tani Nasional 24 September 2016)“Tolak
reforma agraria palsu, laksanakan reforma agraria sejati untuk mengakhiri
monopoli tanah dan menjamin hak rakyat atas tanah”Reforma Agraria (RA) yang
akan dijalankan oleh Pemerintah Jokowi-JK adalah reforma agraria palsu. Ini
bukanlah reforma agraria sejati sebagaimana harapan kaum tani dan rakyat
Indonesia di seluruh penjuru negeri. Reforma agraria sejati harus dapat menjadi
jalan untuk mengakhiri penghisapan dan penindasan kaum tani dan rakyat
Indonesia akibat monopoli, perampasan tanah, dan konflik agraria.Tahun 2016,
Jokowi telah mengumumkan program percepatan pelaksanaan program strategis
nasional reforma agraria. Kebijakan ini berdasar pada Rencana Kerja Pemerintah
(RKP) tahun 2017, khsususnya untuk prioritas nasional reforma agraria yang
dipimpin melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
(ATR/BPN) dan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas).Lebih lanjut, pada 3 Juni 2016, telah dibentuk Tim Kerja Reforma
Agraria melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang telah menyusun persiapan
dan pelaksanaan reforma agraria dengan koordinasi dengan sejumlah Kementerian
dan Lembaga terkait. Strategi Nasional (Stranas) Pelaksanaan Reforma Agraria
2016-2019 telah disosialisasikan di provinsi Jambi, Kalimantan Barat, dan
Sulawesi Tengah (Juli – Agustus 2016).Dari Stranas ini dapat dicermati bahwa
target pencapaian utama RA Jokowi melalui dua skema pelaksanaan. Pertama,
terget pencapaian 9 juta Ha; 4,5 juta Ha untuk legalisasi dan 4,5 juta Ha untuk
redistribusi lahan. dengan rincian sebagai berikut 4,1 pelepasan kawasan Hutan
yang akan terhubung dengan program trasmigrasi. 3,9 juta hektar berasal dari
tanah milik masyarakat yag akan di legaliasai oleh BPN dan 1 juta hektar
merupakan tanah HAK (HGU, tanah Transmigrasi belum tersertifikasi dan tanah
terlantar) terdiri dari 0,6 juta hektar tanah transmigrasi yang belum di
sertifikat dan 0,4 juta hektar tanah eks HGU dan tanah terlantar.Kedua, target
pencapaian 12,7 juta Ha untuk alokasi Perhutanan Sosial seperti Hutan
Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR).Dari
kedua target ini diketahui bahwa:Pertama, Inti dari kebijakan RA Jokowi adalah
legalisasi asset atau sertifikatisasi yang justru berorientasi untuk memperluas
pasar tanah (land market) dan kredit perbankan. Dalam jangka panjang, program
ini semakin membuka peluang perampasan tanah karena sertifikasi hanya akan
memudahkan praktik jual-beli tanah yang menguntungkan tuan tanah dan perbankan
yang menyita asset kaum tani. Program ini terkait dengan skema Bank Dunia
sebelumnya melalui Land Administration Project (LAP).Tanah perhutanan tidak
dibagikan dengan memberikan hak penuh kepada rakyat namun dijalankan dengan
skema tumpang sari yang memungkinkan terjadinya sistem bagi hasil yang tidak
adil. Selain itu, lahan hasil redistribusi intinya hanya menyasar seluas
400.000 Ha tanah bekas HGU dan tanah telantar, bukan mengakhiri eksistensi
monopoli tanah yang saat ini masih berlanjut. Dengan program ini, Reforma
Agraria pemerintahan Jokowi justru akan melestarikan monopoli tanah oleh
korporasi skala besar yang tetap berkuasa memonopoli tanah, menghisap dan
menindas buruh tani dan tani miskin.Kedua, Program Reforma Agraria Jokowi
tidak memiliki ketegasan terhadap penguasaan tanah besar jutaan hektar
(perkebunan besar, hutan, Taman Nasional, dan pertambangan raksasa) oleh tuan
tanah besar yang diwakili korporasi raksasa milik asing, perusahaan besar
Negara, dan swasta dalam negeri sebagai dasar kokohnya sistem monopoli tanah
dalam sistem pertanian terbelakang di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan
keterbelakangan tenaga produktif di perdesaan, kemiskinan dan kemalaratan yang
meluas, dan kekerasan yang dialami petani dan rakyat akibat perampasan
tanah.Ketiga, Program RA Jokowi tidak memiliki kontrol atas sarana produksi
(bibit, pupuk, obat-obatan, teknologi dan alat kerja) dan harga produk
pertanian sehingga dapat melindungi kaum tani. Sebaliknya, Negara hanya
memberikan keleluasaan bagi perusahaan besar asing mengontrol sarana produksi
dan harga pertanian. Kondisi ini akan semakin memburuk ketika Pemerintah tidak
mampu menjamin upah dan perbaikan penghidupan kaum tani, semakin besarnya
peribaan (bunga kredit perbankan, lintah darat) karena kegagalan dalam
meningkatkan produksi dan perekonomian tani.Keempat, RA Jokowi tidak lahir dari
dukungan langsung dan menyeluruh dari kaum tani Indonesia melalui organisasi
massa tani. Proses penyusunan program dan tim kerja RA Jokowi tidak mewakili
posisi kaum tani dan organisasinya di dalam keseluruhan proses persiapan dan
pelaskanaan RA Jokowi.AGRA dan kaum tani berpendirian bahwa reforma agraria
sejati memastikan perombakan struktur agraria secara menyeluruh, tidak parsial.
Reforma agraria sejati menjadi dasar utama pembangunan industri nasional
sehingga dapat menjadi jalan bagi seluruh masalah rakyat Indonesia secara
ekonomi, politik, dan kebudayaan.Oleh karena itu AGRA menyatakan sikap:
- Menolak Reforma Agraria Jokowi-JK dan menuntut pelaksanaan Reforma Agraria
Sejati.
- Hentikan persiapan dan pelaksanaan reforma agraria yang saat ini
dijalankan karena hanya akan membiaskan makna Reforma Agraria Sejati dan
membohongi rakyat dengan konsep reforma agraria palsu.
- Hentikan monopoli dan perampasan tanah kaum tani dan rakyat Indonesia di
berbagai daerah akibat pengembangan investasi di berbagai sektor: perkebunan
skala besar, kehutanan, pertambangan, energi, infrastruktur, pariwisata, proyek
reklamasi di seluruh wilayah pesisir Indonesia, dan pembangunan pusat-pusat
bisnis dan properti komersil di perkotaan.
- Hentikan penggusuran, intimidasi, teror, kekerasan, kriminalisasi terhadap
kaum tani dan seluruh rakyat indonesia yang memperjuangkan hak-hak
demokratisnya. Berikan ganti rugi kepada rakyat dan berikan jaminan atas kerja
dan penghidupan bagi kaum tani yang telah menderita akibat operasi khusus
Negara, seperti operasi khusus Tinombala di Sulawesi Tengah, yang telah
merampas hak hidup kaum tani untuk dapat bekerja di lahan mereka.
- Menyerukan kepada seluruh kaum tani dan rakyat Indonesia untuk bersatu
menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak demokratis, khususnya dalam momentum
peringatan Hari Tani Nasional 2016.
Hidup perjuangan kaum tani Indonesia!Hidup perjuangan rakyat !
On Monday, February 19, 2018 7:51 PM, "Sunny ambon [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Jokowi dan kelompoknya pergi ke berbagai daerah membagi-membagikan "sertifikat
tanah". Apakah pemberrian sertifikat adalah perampasan tanah?
#yiv2471296409 #yiv2471296409 -- #yiv2471296409ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-mkp #yiv2471296409hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mkp #yiv2471296409ads
{margin-bottom:10px;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mkp .yiv2471296409ad
{padding:0 0;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mkp .yiv2471296409ad p
{margin:0;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mkp .yiv2471296409ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-sponsor
#yiv2471296409ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-sponsor #yiv2471296409ygrp-lc #yiv2471296409hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-sponsor #yiv2471296409ygrp-lc .yiv2471296409ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2471296409 #yiv2471296409actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2471296409
#yiv2471296409activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2471296409
#yiv2471296409activity span {font-weight:700;}#yiv2471296409
#yiv2471296409activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv2471296409 #yiv2471296409activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2471296409 #yiv2471296409activity span
span {color:#ff7900;}#yiv2471296409 #yiv2471296409activity span
.yiv2471296409underline {text-decoration:underline;}#yiv2471296409
.yiv2471296409attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv2471296409 .yiv2471296409attach div a
{text-decoration:none;}#yiv2471296409 .yiv2471296409attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2471296409 .yiv2471296409attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2471296409 .yiv2471296409attach label a
{text-decoration:none;}#yiv2471296409 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv2471296409 .yiv2471296409bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2471296409
.yiv2471296409bold a {text-decoration:none;}#yiv2471296409 dd.yiv2471296409last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2471296409 dd.yiv2471296409last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2471296409
dd.yiv2471296409last p span.yiv2471296409yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv2471296409 div.yiv2471296409attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv2471296409 div.yiv2471296409attach-table
{width:400px;}#yiv2471296409 div.yiv2471296409file-title a, #yiv2471296409
div.yiv2471296409file-title a:active, #yiv2471296409
div.yiv2471296409file-title a:hover, #yiv2471296409 div.yiv2471296409file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2471296409 div.yiv2471296409photo-title a,
#yiv2471296409 div.yiv2471296409photo-title a:active, #yiv2471296409
div.yiv2471296409photo-title a:hover, #yiv2471296409
div.yiv2471296409photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2471296409
div#yiv2471296409ygrp-mlmsg #yiv2471296409ygrp-msg p a
span.yiv2471296409yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2471296409
.yiv2471296409green {color:#628c2a;}#yiv2471296409 .yiv2471296409MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv2471296409 o {font-size:0;}#yiv2471296409
#yiv2471296409photos div {float:left;width:72px;}#yiv2471296409
#yiv2471296409photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2471296409
#yiv2471296409photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2471296409
#yiv2471296409reco-category {font-size:77%;}#yiv2471296409
#yiv2471296409reco-desc {font-size:77%;}#yiv2471296409 .yiv2471296409replbq
{margin:4px;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-mlmsg select, #yiv2471296409 input, #yiv2471296409 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-mlmsg pre, #yiv2471296409 code {font:115%
monospace;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-mlmsg #yiv2471296409logo
{padding-bottom:10px;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-msg
p#yiv2471296409attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-reco #yiv2471296409reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-sponsor
#yiv2471296409ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-sponsor #yiv2471296409ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-sponsor #yiv2471296409ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv2471296409 #yiv2471296409ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2471296409
#yiv2471296409ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv2471296409