Jaman dulu rel kereta api tiap berapa m harus ada spelingnya, karena rail kereta api dari besi akan memuai waktu cuaca panas. Dulu harus ada speling, jadi kalau memuai, memanjang, relnya tidak jadi melengkung. Juga pipa2 stoom di pabrik, di tempat tertentu sengaja dibikin berbentuk U untuk menampung perpanjangan pipa, kalau tidak pipa ini bisa pecah. Sekarang ada teknik baru, hingga biarpun rel kereta api dilas ribuan km, tidak dibutuhkan speling seperti dulu. Ada sedikit penjelasan di Google bagaimana tekniknya dengan railnya lebih dulu ditarik dengan hidraulik dan baru dilas : http://vinchad.blogspot.nl/2014/06/ever-wondered-why-continuously-welded.html https://www.youtube.com/watch?v=DzbcS1odZbE
2018-03-05 10:39 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Ada2 saja, sampai apa2 mesti di las. Yang di kuatirkan lagi adalah nanti > terjadi kecelakaan karena kendaraan, orang, sapi, kerbau, kambing dll. > menyeberang rel kereta api secara sembarangan. > >
