Konteksnya adalah najis yang tanpa sengaja tertelan bersama makanan (krn tangannya kotor misalnya). Dalam situasi tertelan seperti itu, makanannya sendiri ya tetap halal. Kecuali yang dimakan itu adalah makananyang memang diharamkan. Nah, karena menyikapi ayat kitab suci ini sebagai 'kepastian', berarti ayat lain di kitab yang sama tentu bisaAnda sikapi sebagai 'kepastian' juga dong yah. --- jonathangoeij@... wrote: Alkitab dengan tegas mengatakan semua makanan halal. Penjelasan anda tentang najis yg tdk berkaitan dgn makanan halal haram adalah interpretasi anda saja, ya monggo saja interpretasi itu untuk anda.
| 7:18 | Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, | | 7:19 | karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. | --- ajegilelu@... wrote : ----- repost -----From: ajeg Sent: Saturday, March 24, 2018, 9:53:48 PM GMT+7 Lebih menarik waktu Anda tumben bisa memastikan suatumasalah; kebetulan tentang Yesus yang Anda pastikanmemakan makanan haram selama hidupnya. Padahal jelas Alkitab mengharamkan sejumlah makanan, termasuk babi. Ini kan sudah jadi rahasia umum, percuma ditutup-tutupi. Mengenai ajaran Yesus di bawah kalau dibaca baik-baik,dicermati betul-betul, maka kelihatan konteksnya adalah tentang najis, bukan tentang makanan. Intinya, najis yang masuk ke badan karena terbawa makanan. Akal sehat pasti tidak membiarkan najis dimakan dengan sengaja. Kalaupun tidak sengaja tertelan, tetap saja tidak membuat si penelan menjadi orang yang najis. Lebih kurang seperti ituajarannya. Adapun Anda, mengacaukan pengertian antara 'najis' daaan 'haram'. Mencampuraduk keduanya. --- jonathangoeij@... wrote: Menarikjuga melihat pertanyaan2 anda, kelihatannya anda beranggapan ygtertulis pada kitab suci secara literal pasti dan tidak bisa berubah.Apakah benar begitu? Btw,yg saya maksud Yesus pasti tidak pernah makan makanan halal itu dalamkonteks makanan halal dalam Islam v. kosher dalam Yahudi seperti ygdidiskusikan sebelumnya. Makanan halal dalam Islam setiap binatang ygdisembelih harus didoakan dulu baru halal, sedang kosher tidak perlu,doa hanya binatang pertama saja. Dan bukan hanya ritual penyembelihan ygjelas berbeda, tetapi juga content yg dimakan. Contoh sederhana Yesusminum anggur yg bukan makanan halal dalam Islam. Dilihat secara ajaran-pun Yesus mengajarkan yg menajiskan itu bukan makanan yg masuk kedalam tubuh keluar kejamban "Apakahkamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segalasesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapatmenajiskannya," tetapi yg membuat seseorang itu najis adalah yg keluar dari orang itu "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Kitab Markus) --- ajegilelu@... wrote : Oh, berarti makanan yang diharamkan di sana sudah pasti. --- jonathangoeij@... wrote: Leviticus 11 itu tentang makanan Kosher.Apakah makanan kosher dan makanan halal itu sama?
